Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Yakin apa yang kamu tahu benar? Kenali Apa Itu Mandela Effect

Akan membuatmu mempertanyakan realita!

Pernahkah kamu merasa sangat yakin kamu mengingat sesuatu dengan sangat jelas tetapi kenyataannya tidak demikian? Kamu dibuat tercengang saat melihat kembali fakta yang sebenarnya berbeda dengan apa yang kamu ingat. Untuk menjelaskan hal tersebut, Bob sudah mengumpulkan fakta-fakta tentang fenomena yang disebut dengan Mandela Effect.

Apa itu Mandela Effect?

Mandela effect adalah sebuah fenomena dimana sejumlah besar orang mengingat suatu hal yang sama dengan sangat jelas tetapi sangat berbeda dengan kenyataan terkait hal tersebut. Nama Mandela Effect sendiri diambil dari salah satu kejadian fenomena ini.

via unsplash

Banyak orang mengingat Nelson Mandela seorang pahlawan perjuangan melawan sistem apartheid di Afrika Selatan telah meninggal selama di penjara pada tahun 1980an. Namun, dalam kenyataannya Nelson Mandela baru meninggal pada bulan Desember tahun 2013 lalu. Hal yang membuat fenomena ini makin mencengangkan adalah sebagian orang mengklaim mengingat jelas prosesi pemakamannya yang disiarkan di televisi pada tahun 1980an.

Kamu mungkin pernah mengalaminya!

Bisa saja kita sebenarnya telah mengalami fenomena Mandela Effect ini tanpa kita sadari. Seperti yang telah disinggung sebelumnya Mandela Effect biasanya terjadi pada hal-hal yang populer atau diketahui banyak orang. Dapat berupa peristiwa, karya seni, acara televisi, bahkan merek-merek produk terkenal. Bob sudah mengumpulkan beberapa contoh kasus Mandela Effect yang paling populer. Siapa tau kamu juga mengalaminya!

Looney Toons atau Looney Tunes?

via sagisag.com

Anak 90an pasti hafal dengan kartun produksi Warner Bros ini. Ya, Looney Toons, eits tunggu dulu, kalau kamu mengingat judul kartun ini dengan nama Looney Toons, maka kamu telah mengalami fenomena Mandela Effact. Pasalnya, judul yang sebenarnya adalah Looney Tunes!

Froot Loops atau Fruit Loops

via goodhousekeeping.com

Siapa yang tidak tahu sereal lezat produksi Kellogg’s ini. Bahkan mungkin ini adalah menu sarapan favorit kamu? Coba kamu ingat-ingat lagi bagaimana penulisan nama sereal ini. Froot Loops atau Fruit Loops? Penulisan nama sereal ini yang sebenarnya adalah Froot Loops!

Mirror, Mirror on the wall…

via medium.com

Kamu pasti hafal kalimat mantra yang satu ini. Ya, mantra ini dikatakan oleh Ratu Jahat (Evil Queen) saat akan bertanya pada Cermin Ajaib (Magic Mirror). Mantra ini sangat populer sehingga sering digunakan sebagai caption di berbagai media sosial. Tetapi, dalam kenyataannya mantra yang dikatakan oleh Ratu Jahat tidak seperti itu, tetapi “Magic Mirror on the wall…” mengejutkan bukan?

We are the champion… of the world

via consequenceofsound.net

Lagu We Are The Champions dari band Queen merupakan salah satu lagu yang paling terkenal sepanjang masa. Hampir semua orang mengingat versi asli dari lagu yang dinyayikan oleh Freddie Mercury ini ditutup dengan “of the world”. Coba kamu dengarkan kembali versi asli dari lagu ini, di akhir lagu kamu tidak akan mendengar frasa “of the world” melainkan hanya berhenti setelah Freddie Mercury menyayikan lirik “we are the champion”.

Upaya-upaya menjelaskan fenomena Mandela Effect

Masih banyak lagi kejadian Mandela Effect ini di seluruh dunia. Mengapa Mandela Effect ini bisa terjadi? Banyak orang mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mulai dari penelitian scientific hingga teori-teori konspirasi mencoba menjelaskan fenomena Mandela Effect ini.

Teori-teori psuedosains

via unsplash

Banyak yang mempercayai bahwa Mandela Effect ini merupakan bukti kehadiran multiverse atau dunia paralel di luar dunia yang kita tinggali sekarang ini. Orang-orang yang mempercayai teori ini berargumen bahwa selain realitas yang kita alami sekarang ini, terdapat realitas lain dimana terdapat serial kartun yang berjudul Looney Toons, sereal yang bernama Fruit Loops seperti yang sebagian besar orang ingat.

Di sisi lain, ada juga teori konspirasi yang mencoba menjelaskan bahwa Mandela Effect adalah bukti adanya penjelajah waktu atau time traveler. Dalam teori ini dipercaya bahwa sebenarnya hal-hal yang kita ingat itu adalah benar, namun, terjadi distorsi pada realitas yang kita jalani sehingga mengakibatkan perubahan-perubahan tersebut.

Penjelasan Ilmiah

Secara scientific Mandela Effect dikategorikan sebagai false memory atau kesalahan ingatan. Dikutip dari Independent.co.uk, kesalahan ingatan tersebut dapat terjadi karena adanya distorsi disaat kita mencoba mengingat suatu hal di masa lampau sehingga mengakibatkan perbedaan antara apa yang kita ingat dengan apa yang sebenarnya. Kesalahan ingatan tersebut cukup sering terjadi pada kehidupan sehari-hari.

Otak kita memiliki tendensi untuk mengisi momen-momen yang kosong atau tertinggal diantara ingatan kita dengan hal-hal yang dianggap lumrah atau sangat mungkin terjadi. Sebagai contoh sederhana kita bisa menggunakan paradigma Deese-Roediger-McDermott. Paradigma tersebut menyatakan bahwa: apabila terdapat daftar nama-nama benda yang sangat berkaitan seperti “piring”, “sendok”, dan “garpu”, otak kita akan membuat suatu penalaran dengan memunculkan kata “makan”, padahal kata makan tidak pernah ada pada daftar tersebut.

via unsplash
Seperti yang dikutip dari, buah pikiran Profesor Jim Coan, seorang Profesor Psikologi dari Amerika Serikat, dapat menjelaskan penyebab terjadinya fenomena Mandela Effect karena kesalahan ingatan. Menurut Jim Coan, kesalahan ingatan ini dapat terjadi karena fenomena yang disebut  dengan “source monitoring errors“. Fenomena ini adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat membedakan kejadian nyata dan kejadian imajiner.

Lebih lanjut Coan melakukan eksperimen dengan menceritakan kejadian di masa kecilnya saat berkumpul dengan keluarganya. Ia menceritakan sebuah cerita fiktif dimana saudaranya pernah hilang di pusat perbelanjaan. Hasil yang didapatkan cukup mengejutkan dimana tidak hanya keluarganya dipercayai oleh keluarganya, tetapi saudaranya pun memberikan keterangan tambahan terkait peristiwa itu. Saat dilakukan eksperimen yang sama dengan responden yang lebih besar, ditemukan bahwa 25 persen responden tidak dapat membedakan mana yang kejadian nyata dan mana yang merupakan karangan belaka.

Butuh me time tanpa gangguan? Menginap saja di Bobobox

Bobobox telah hadir di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Kamu pasti mendapatkan kesempatan me time yang berkualitas tanpa gangguan karena Bobobox merupakan hotel kapsul yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan didukung dengan integrasi dengan sistem berteknologi tinggi. Kamu bisa mendengarkan musik dengan bluetooth speaker, mengubah warna lampu pod-mu sesuai mood, bahkan streaming film tanpa gangguan dengan koneksi internet super cepat!

Oh iya, semua fitur-fitur itu bisa kamu akses melalui smartphone kamu, lho! Jadi tunggu apa lagi, yuk pesan pod kamu melalui situs dan aplikasi Bobobox!