Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Wisata Murah ke Hutan Jati Bogor, Tempat Bersama Mengobati Bumi

Berwisata di tempat rehabilitasi lahan krisis

Bogor adalah kota yang memiliki beragam tempat wisata. Tak heran jika banyak wisatawan berkunjung ke Bogor. Mau wisata murah atau mahal, semuanya ada.

Salah satu tempat wisata murah yang perlu kamu datangi saat berkunjung ke Bogor adalah hutan jati yang terletak di Parung Panjang.

Tak hanya sebagai tempat wisata murah, hutan jati yang ada di Parung Panjang juga merupakan tempat yang cocok untuk belajar tentang rehabilitasi lahan.

Asal muasal tempat wisata murah Villa Hutan Jati

Tempat wisata murah Vila Hutan Jati pada awalnya merupakan lahan kritis yang tak memiliki masa depan. Lahan ini terus menerus dihabisi tanpa ampun selama berpuluh-puluh tahun.

Bebatuan yang ada di Gunung Sindur diambil untuk keperluan bahan bangunan. Tanah liatnya pun tak ketinggalan dikeruk untuk keperluan industri keramik di perkotaan. Semua yang ada di lahan itu setiap harinya berpindah ke kota-kota besar.

Akibatnya, kawasan tempat wisata murah Parung Panjang rusak parah. Tidak ada lagi pohon-pohon dan tanaman hijau. Kamu akan melihat lahan yang pitak di mana-mana jika berkunjung ke Parung Panjang saat itu.

Air juga jadi tidak keluar. Warga sekitar tidak lagi bisa mengambil air dari sumur karena kekeringan dan mereka pun jadi tidak bisa bercocok tanam. Selain itu, debu yang beterbangan adalah pemandangan yang umum di Parung Panjang.

Akan tetapi, seorang yang memiliki visi hidup yang mulia mengubah semuanya. Boedi Krisnawan Suhargo, ialah orangnya. Kini hutan jati di Parung Panjang dikenal sebagai kawasan Vila Hutan Jati, tempat wisata murah yang juga  bentuk ikhtiar dari menyelamatkan bumi dari eksploitasi manusia yang berlebihan.

Review Dan Harga Tiket Curug Cikahuripan, Cipongkor, Green Canyonnya Bandung Barat

Proses pemulihan tempat wisata murah Villa Hutan Jati

wisata murah
infoparungpanjang.com

Pemulihan tempat wisata murah di Bogor ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Lahan seluas 100 hektar itu harus melalui proses yang rinci dan lama. Kualitas tanah harus dipulihkan. Begitu pula kualitas air.

Kadar keasaman tanah yang semula berada di tingkat 4-5 harus dinaikkan ke angka normal yaitu 7. Untuk melakukannya, tanah harus ditimbun dengan kapur dan daun singkong. Langkah selanjutnya yaitu menimbun tanah dengan beratus-ratus karung kompos yang disesuaikan dengan kondisi setiap lahan.

Untuk memulihkan kualitas air, di tempat wisata murah ini dibangun danau buatan seluas 1,8 hektar yang memiliki kedalaman 3-6 meter. Akan tetapi, karena tanahnya sudah terlanjur keras, lubang biopori yang perlu disiapkan terlebih dahulu harus dilubangi dengan alat berat khusus, tidak bisa dengan alat biasa.

Lubang biopori ini sangat membantu danau dalam melakukan proses peresapan air. Meskipun di musim kemarau sekalipun, danau tidak akan kering. Air danau inilah kemudian yang digunakan sebagai sumber untuk menyirami tanaman di tempat wisata murah ini.

Setelah tanah dan air siap, langkah selanjutnya adalah proses penanaman. Pohon jati yang dipilih untuk ditanam di kawasan wisata murah ini adalah pohon jati emas. Pohon jati jenis ini dipilih atas dasar pertimbangan ekonomi.

Dalam beberapa tahun, pohon jati diprediksi akan tidak mudah dicari alias langka. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika pohon ini tidak diizinkan untuk diperdagangkan secara bebas.

Untuk merawat pohon jati di kawasan wisata murah ini tidaklah mudah. Kamu harus memangkas daunnya secara rutin. Dalam dua tahun pertama, fokus pertumbuhan pohon jati adalah pada tingginya, barulah setelah itu fokus beralih pada pembesaran batang. Ini adalah sebuah proses yang juga tidak murah.

Kerja sama antara petani dengan manajemen

wisata murah
bloggermangga.com

Pada saat awal proses rehabilitasi, ada sekitar 40 orang petani yang terlibat untuk memelihara Vila Hutan Jati. Petani-petani tersebut tinggal di rumah bambu yang disediakan di sekitar tempat wisata murah ini.

Kerja sama antara petani dan manajemen Villa Hutan Jati juga mendatangkan keuntungan bagi para petani, yaitu mereka mendapatkan pelatihan tentang cara bercocok tanam yang benar, dukungan pemasaran dari hasil pertanian, dukungan modal kerja, dan penghasilan yang cenderung lebih baik.

Meskipun Vila Hutan Jati adalah tempat wisata murah yang bisa kamu kunjungi, proses rehabilitasi lahan kritis ini memerlukan biaya yang cukup besar.

Biaya pemulihan tanah per hektarnya saja membutuhkan dana 150-300 juta rupiah tergantung dari tingakt kerusakan lahan wisata murah tersebut. Belum lagi panel surya yang digunakan di tiap-tiap rumah bambu yang ditinggali petani. Satu panelnya bernilai 4 juta rupiah.

Oleh karena itu, tak heran bahwa biaya total yang dikeluarkan untuk merehabilitasi lahan wisata murah yang dulunya kritis ini menghabiskan 50 miliar rupiah termasuk biaya pembelian lahan. Akan tetapi, nilai tersebut merupakan harga yang pantas untuk menyembuhkan bumi.

10 Tempat Asyik Wisata Bandung Selatan Sekitaran Daerah Ciwidey

Sosok di balik tempat wisata murah Villa Hutan Jati

Boedi Krisnawan Suhargo, pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 9 Desember 1951, sudah memiliki ketertarikan pada dunia pertanian sejak kecil. Ia sudah terbiasa melihat kehidupan para petani di tempat masa kecilnya itu.

Ia melihat bahwa petani tidak hidup dengan sejahtera. Petani dianggap sebagai pekerjaan yang tidak memiliki kualitas meskipun Indonesia adalah salah satu negara agraris terbesar di Asia Tenggara.

Anak-anak petani pun enggan meneruskan pekerjaan orang tua mereka. Mereka lebih memilih bekerja di kota. Alhasil, petani yang tersisa pun tinggal yang sudah tua dan tak bertenaga.

Belum lagi dampak pemanasan global yang merusak lingkungan. Musim jadi tidak menentu dan produktivitas petani jadi menurun. Selain itu, harga pupuk, bibit, pestisida, dan bahan pertanian lainnya yang melambung membuat petani menjadi semakin sulit untuk hidup sejahtera.

Pada awalnya, Boedi tidak memiliki niat untuk membangun kawasan yang dikenal dengan tempat wisata murah itu, Vila Hutan Jati. Ia justru ingin membangun sebuah perumahan dengan sarana yang lengkap.

Pada tahun 2006, sebuah peristiwa yang menimpa dirinya mengubah segalanya. Boedi terkena penyakit stroke. Kakinya hampir lumpuh dan ia tidak bisa menutup mata dan mulutnya. Ia menderita dalam kondisi itu selama tiga bulan sebelum akhirnya ia sembuh dengan cara terapi tusuk jarum.

Setelah sembuh, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pemimpin perusahaan pengembang. Waktu hidup yang ia rasa sudah sedikit itu ia fokuskan untuk mewujudkan mimpinya, menyembuhkan bumi, memperbaiki lingkungan.

Alamat tempat wisata murah Villa Hutan Jati: Jagabaya, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat

Wisata murah di Bobobox

bobobox

Pesona Keindahan Alam Di Air Terjun Banyumala Di Utara Bali

Bobobox adalah hotel kapsul modern yang nyaman dan unik. Kamar-kamarnya dirancang seperti pods yang sering kamu lihat di film-film dengan tema masa depan.

Kecanggihan hotel kapsul ini tidak hanya ditunjukkan dari desainnya saja lho. Kamu harus melakukannya lewat situs atau aplikasi Bobobox.

Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemesanan kamar saja. Fasilitas kamar seperti lampu led-nya bisa kamu ubah warnanya sesuai keinginan kamu melalui aplikasi.

Selain itu, kamar yang ada di Bobobox menggunakan kunci kamar QR code yang bisa kamu akses melalui aplikasi setelah pemesanan.

Daripada penasaran, Bob tunggu kamu di Bobobox ya. Rasakan langsung sensasi menginap di hotel kapsul yang nggak biasa!

You might also like