Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Melirik Kawah Ijen, Si Eternal Blue Fire dari Banyuwangi

Kawah Ijen memang tak pernah berhenti memukau para wisatawan!

Kawah Ijen — Kecantikan bentang alam Indonesia memang tidak usah diragukan lagi. Dari Sabang sampai Merauke, setiap provinsi menawarkan keunikan lanskap alamnya masing-masing. Mulai dari pantai hingga pegunungan, air terjun hingga bukit karst, pilihan destinasi wisata alam di Indonesia tak ada habisnya. Kalau kamu ingin menjajal setiap destinasi yang ada, mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk menandai semua tujuan wisata di Indonesia.

Pesona alam Indonesia tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga hingga mancanegara. Hal ini terbukti dengan banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Air. Dikutip dari Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara Kementrian Pariwisata, jumlah wisatawan asing pada bulan Juli 2019 saja mencapai kurang lebih 1,48 juta orang. Sementara itu, statisik dari Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah wisatawan dari negara-negara ASEAN pada Juli 2019 mencapai 491.772 orang. Wah! Tentunya kita harus berbangga ya!

Berada di ring of fire, Indonesia merupakan rumah bagi gunung-gunung berapi. Dilansir dari Republika, ada 127 gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Wow! Banyak, ya! Dari 127 gunung tersebut, 19 gunung api berada di Pulau Jawa. Nah, kalau kamu ingin mencoba menaklukan salah satu gunung berapi di Indonesia, salah satu destinasi yang layak kamu jajal adalah Gunung Ijen.

Kawah Ijen - Gunung Ijen
Sumber foto: Wisataku.id

Berada di Provinsi Jawa Timur, Gunung Ijen berdiri di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Gunung ini berada tak jauh dari Gunung Merapi. Dengan ketinggian 2.799 meter, pemandangan yang bisa dilihat dari puncaknya tentu saja mengagumkan. Gunung Ijen juga terkenal dengan Kawah Ijen dan fenomena eternal blue flame yang bikin kamu ingin kembali lagi! Penasaran? Berikut ulasannya dari Bob!

Tentang Kawah Ijen

Danau Asam

Berada di puncak Gunung Ijen, Kawah Ijen merupakan danau air asam yang sangat luas. Danau ini memiliki diameter 722 meter dan luas 0,41 kilometer persegi! Wah, bayangkan deh berapa banyak lapangan bola yang muat di kawan ini! Dilansir dari Global Volcanism Program Smithsonian Institution, danau ini merupakan danau air asam terbesar di dunia. Kadar pH airnya berkisar antara 0,5-0,13, lho! Ingat! Jangan mencoba berenang di danau ini, ya, karena kulitmu bisa terbakar!

Meskipun berbahaya untuk disentuh, danau ini tetap cantik untuk dilihat. Bahasa kerennya sihbeauty untouchable. Gradasi warna biru kehijauan pada air danau akan membuatmu terpukau. Kemegahan tebing-tebing yang mengelilingi danau juga akan membuatmu berdecak kagum. Tak jauh dari danau, kamu bisa melihat solfatara, kawah yang masih mengeluarkan uap dan asap belerang. Area ini penuh dengan sisa-sisa belerang yang berwarna kuning.

Kawah Ijen - Solfatara
Sumber foto: Photo Volcanica

Area solfatara ini juga menjadi pusat penambangan belerang di Gunung Ijen. Belerang cair yang mengeras membentuk semacam stalaktik-stalaktit yang menggantung di tebing. Saat berkunjung, kamu bisa bertemu dengan para penambang yang bekerja keras mengolah dan membawa belerang-belerang ini secara manual. Ya, mereka harus mengangkut belerang yang diambil dengan berjalan kaki ke pusat proses belerang. Wah! Berat sekali, ya, perjuangan mereka.

Eternal Blue Flame

Kalau grup musik asal Amerika Serikat, The Bangles punya hit single berjudul Eternal Flame, Kawah Ijen punya fenomena bernama Eternal Blue Flame. Pemberian julukan ini bukan tanpa alasan, lho! Untuk menyaksikan keindahan si api abadi biru, kamu perlu datang ke area ini di malam hari. Duh! Pasti melelahkan, ya! Ditambah dengan medan yang cukup ekstrem, perjalanan di malam hari ke area kawah menjadi lebih sulit. Eits! Jangan khawatir! Pemandangan yang bisa kamu lihat setelahnya dijamin akan membayar semua rasa lelahmu.

Kawah Ijen - Eternal Blue Flame
Sumber foto: Olivier Grunewald @ National Geography

Kalau di siang hari, kawasan solfatara ini didominasi oleh warna kuning, di malam hari pemandangan yang bisa kamu lihat berubah drastis. Di bawah lautan bintang, solfatara Ijen diwarnai oleh cahaya berwarna biru dan violet yang berkilau. Gas belerang yang menyembur keluar dari retakan-retakan di tanah terbakar dan menghasilkan api berwarna biru elektrik. Kamu juga tetap bisa melihat lidah api yang berwarna oranye. Pemandangan seperti ini tentunya tidak bisa kita lihat setiap hari dan wajib diabadikan.

Kekuatan semburan gas ini tidak main-main, lho! Dilansir dari National Geography, gas belerang ini dapat menyembur dari retakan tanah dan “melompat” hingga ketinggian sekitar 5 meter. Selain itu, panasnya bisa mencapai 600 derajat Celsius! Waduh! Kalau kena badan, bukan lagi terbakar, tapi lumer! Oleh karena itu, pastikan kamu tetap menjaga jarak aman saat melihat keajaiban alam ini, ya! Your safety should come first.

Sungai Belerang
Kawah Ijen - Sungai Lahar
Sumber foto: Good News from Indonesia

Selain lontaran api, kamu juga bisa menyaksikan fenomena sungai lahar biru di Kawah Ijen. Saat suhunya turun, gas belerang akan berubah menjadi cair. Nah, cairan ini kemudian berkumpul dan membentuk semacam sungai lahar yang mengalir di atas permukaan tanah. Lahar ini sangat panas, dengan warna kebiruan yang berpendar. Pemandangan seperti ini akan membuatmu seolah-olah berada di dunia fantasi. Keajaiban alam ini bisa kamu lihat setiap malam. Inilah mengapa fenomena ini disebut eternal blue flame.

Lokasi Kawah Ijen

Kawah Ijen berada di Gunung Ijen yang berdiri megah di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Untuk mencapainya, kamu bisa menuju Pos Paltuding yang berjarak sekitar 64 kilometer dari pusat Bondowoso. Pos ini juga berperan sebagai pembatas kedua kabupaten dan titik awal para pendaki Gunung Ijen.

Kawah Ijen - Paltuding
Sumber foto: Viva.co.id

Nah, dari pos tersebut, kamu perlu berjalan kaki selama sekitar 90-120 menit menuju area kawah. Oh, ya! Perlu diingat bahwa untuk mencapai puncak gunung dan kawasan kawah, kamu hanya bisa berjalan kaki. Semua kendaraan harus dititipkan di Pos Paltuding demi alasan keselataman. Jarak dari pos ke puncak dan kawah gunung memang jauh—sekitar 3 kilometer berjalan kaki. Namun, seperti yang Bob bilang, semua usahamu akan terbayar saat tiba di sana.

Tiket Masuk ke Kawah Ijen

Untuk mendaki gunung dan melihat kecantikan kawah, kamu perlu membayar tiket masuk. Harganya berbeda, tergantung kepada kewarganegaraan pengunjung. Untuk wisatawan Indonesia, satu tiket dijual dengan harga Rp5.000 di hari kerja, dan Rp7.500 di akhir pekan. Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara, satu tiket ditawarkan dengan harga Rp100.000 untuk weekday dan Rp150.000 untuk weekend.

Tiket ini bisa kamu beli di loket yang berada di Pos Paltuding. Loket buka sejak pukul 1 dini hari hingga 12 siang. Wah, pagi banget, ya! Tentu saja, karena kamu hanya bisa menikmati kecantikan si api abadi biru di malam hari. Saat langit mulai cerah, nyala api mulai mengecil. Jadi, pastikan kamu tidak sampai terlambat, ya!

Kawah Ijen - Sonresa
Sumber foto: Cerita Kabutipis

Setelah puas berfoto dan menikmati kecantikan fenomena eternal blue flame, sekarang waktunya kamu mengejar matahari. Bukan lagunya Ari Lasso, ya! Di gunung, ada beberapa spot strategis yang bisa kamu tuju untuk menyambut sang surya. Dari sini, kamu bisa menikmati indahnya gradasi biru dan oranye saat matahari mulai terbit. Suasana yang syahdu dan udara pegunungan yang sejuk akan menemanimu membuka lembaran hari baru. What a cool way to start a day!

Bawa Apa Aja?

Penasaran dengan kecantikan Kawah Ijen? Jangan buru-buru pesan tiket ke Banyuwangi! Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Untuk perlengkapan pribadi, masker adalah barang yang tidak boleh sampai absen. Kadar belerang yang tinggi di area kawah bisa membuatmu pusing. Ditambah lagi asap dan baunya yang kuat, masker akan menjadi pelindungmu selama berada di sana. Agar perlindungan lebih baik, kenakan masker respirator, ya!

Kawah Ijen - Masker
Sumber foto: tongthk @ Instagram

Selain masker, jaket tebal dan celana panjang merupakan barang wajib yang harus kamu bawa. Kenakan juga sepatu yang cocok untuk hiking dan kaus kaki panjang. Perlengkapan pribadi yang harus dibawa pada dasarnya sama dengan perlengkapan hiking ke gunung. Jangan lupa siapkan bekal makanan dan minuman, serta obat-obatan yang diperlukan. Terakhir, kemas senter, headlight, dan tentunya, kamera untuk berfoto!

Kesimpulan

No pain, no gain. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan perjuangan yang harus kamu berikan untuk menikmati pesona Kawah Ijen dan si api abadi. Perjalanan dari pos menuju puncak gunung memang memakan waktu yang lama. Jalur pendakian yang tidak mudah pun menjadi tantangan tambahan yang harus kamu tackle. Namun, rasa lelahmu akan tergantikan oleh decak kagum saat kamu tiba di puncak gunung dan area kawah.

Kawah Ijen - Panorama
Sumber foto: Suzie Agelopoulos

Tentunya, untuk menikmati wisata alam ini, kamu membutuhkan persiapan yang matang. Selain membawa perlengkapan pribadi, kondisi fisikmu harus bugar agar bisa menjajal trek yang menantang. Dengan begini, liburanmu ke Kawah Ijen akan semakin mengasyikkan!

Bingung Pilih Akomodasi Murah?

Bicara tentang liburan, akomodasi pasti jadi salah satu bahasan yang tidak terlewatkan. Nah, di era modern seperti sekarang, pletora akomodasi bujet membantu para wisatawan untuk bisa berlibur, tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Mulai dari cookie-cutter hotel hingga hotel kapsul, selalu ada pilihan yang layak kamu coba. Untuk hotel kapsul, Bobobox adalah pilihan yang cerdas.

bobobox hotel kapsul indonesia

Mengintegrasikan fitur-fitur canggih dengan aplikasi, Bobobox menawarkan kemudahan dan kenyamanan saat menginap. Ukuran pod yang luas dan interior futuristik yang cantik dijamin akan membuatmu nyaman saat menginap! Pencahayaan dan kunci pintu pod juga bisa kamu atur secara langsung melalui aplikasi Bobobox. Praktis, ‘kan?

Aplikasi ini bisa kamu unduh secara gratis untuk iOS dan Android. Selain mengatur fitur pod, kamu juga bisa melakukan reservasi secara langsung lewat aplikasi, lho! Ada beragam promo menarik yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, variasi metode pembayaran yang tersedia juga akan memudahkan proses transaksi. Jadi, segera unduh aplikasi Bobobox ke ponselmu dan rasakan sendiri pengalaman menginap di hotel kapsul berkualitas!

You might also like
Comments
Loading...