Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

7 Tempat Angker di Semarang! Ada yang Instagrammable, Lho!

Tempat Angker

Setiap kota pasti memiliki beberapa lokasi yang dianggap mengerikan. Mulai dari rumah kosong, bangunan eks-rumah sakit, hingga pemakaman, selalu ada tempat angker yang membuat bulu kuduk merinding. Namun, bukan hanya bangunan kosong saja, lho yang dianggap menyeramkan! Beberapa bangunan yang masih beroperasi pun terkenal angker karena kisah-kisah penampakan yang beredar. Sebagian merupakan bangunan peninggalan era kolonial, sebagian lagi bahkan bangunan modern yang masih baru.

Uniknya, tempat-tempat ini justru dianggap menarik bagi sebagian orang. Desas-desus yang beredar mengenai sebuah tempat angker justru memikat jiwa-jiwa pemberani dan penasaran untuk mengungkap misteri yang ada di baliknya. Beberapa orang juga bahkan datang ke tempat-tempat ini untuk mencoba berinteraksi dengan para “penunggu” yang ada. Wih! Kalau Bob sih pasti keburu lambaikan tangan ke kamera!

Tempat Angker - Rumah Insidious
Sumber foto: horrorfeminista.com

Minat sebagian orang terhadap tempat-tempat horor mendorong berkembangnya wisata hantu. Eh, tapi ini bukan paket liburan untuk hantu, ya! Dilansir dari Tempo, wisata hantu menjadi populer berkat banyaknya film horor terkenal yang menggunakan lokasi nyata. Rumah yang menjadi lokasi syuting film horror The Conjuring, misalnya, berencana dibuka untuk umum pada tahun ini, dikutip dari NME. Hmm… Bob sih takut buat datang ke sana.

Nah, untuk kamu yang berlibur ke Semarang, kamu juga bisa menikmati wisata hantu di Kota Lumpia ini. Meskipun nggak berani mencoba, tapi Bob punya 7 pilihan tempat angker yang bisa kamu sambangi saat berada di Semarang. Berikut adalah pilihannya!

1. Lawang Sewu

Kompleks Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu

Tempat Angker - Lawang Sewu
Sumber foto: Heritage KAI

Bicara tentang tempat angker di Semarang, destinasi yang satu ini layak mendapatkan urutan pertama. Pertama kali digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia-Belanda, Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904. Nama Lawang Sewu sendiri diambil dari banyaknya pintu dan jendela di bangunan ini. Meskipun memuat kata “sewu” atau seribu, hanya ada sekitar 600 jendela di Lawang Sewu. Dikutip dari Brillio, destinasi wisata ini bahkan menjadi tempat terseram kedua di Asia. Waduh!

Beredarnya beragam kisah seram di Lawang Sewu bukan tanpa alasan. Pada tahun 1942, bangunan ini dikuasai oleh tentara Jepang dan ruang bawah tanahnya digunakan sebagai penjara. Konon, masih terdengar suara tangisan dan teriakan kesakitan, terutama dari area basemen. Lawang Sewu juga menjadi rumah bagi hantu noni Belanda yang mati akibat bunuh diri. Yang lebih mengerikan lagi, terkadang tercium bau darah di gedung ini. Hiyy! 

2. Hotel Sky Garden

Kawasan Bukit Gombel, Tinjomoyo, Banyumanik

Tempat Angker - Hotel Sky Garden
Sumber foto: gendutdua.blogspot.com

Kehadiran hantu di hotel memang bukan skenario cerita horor yang asing di telinga. Di Colorado, Amerika Serikat, misalnya, The Stanley Hotel merupakan salah satu hotel berhantu yang disebut-sebut sebagai Disneyland-nya para hantu. Nah, di Semarang, ada sebuah bangunan bekas hotel yang tak kalah menantang dari hotel-hotel berhantu lainnya. Berdiri di kawsan Bukit Gombel, Hotel Sky Garden merupakan mewah yang nasibnya kini berubah seratus delapan puluh derajat.

Dilansir dari Kisah Semarangan, hotel ini sebelumnya pernah menjadi salah satu akomodasi mewah di tahun 1980-an. Pesonanya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Ada 34 kamar, kolam renang, bar, dan helipad di hotel ini. Sayangnya, sejak ditutup, hotel ini terbengkalai dan menjadi salah satu tempat angker yang terkenal di Semarang. Konon, ada sesosok hantu perempuan yang bergentayangan di area hotel ini. Duh! Bob nggak mau datang, deh!

3. Benteng Pendem

Bugisari, Lodoyong, Ambarawa

Tempat Angker - Fort Willem I
Sumber foto: Ade Utomo

Bangunan-bangunan peninggalan era kolonial Belanda memang “rentan” dianggap sebagai tempat angker, terutama saat terbengkalai. Benteng Pendem di kawasan Ambarawa adalah salah satunya. Dibangun di abad ke-19, bangunan dengan nama asli Fort Willem 1 ini pada awalnya digunakan sebagai barak militer. Setelah itu, Benteng Pendem digunakan sebagai penjara anak-anak dan dewasa. Bangunan ini juga pernah digunakan sebagai markas tentara Jepang.

Suasana sepi menyelimuti bangunan-bangunan benteng yang mulai lekang oleh waktu. Beberapa bagian benteng yang masih utuh tampak gelap dan tak terurus. Kalau berani, kamu bisa mencoba mengintip ke dalamnya. Oh, ya! Lantai dua benteng ini juga masih digunakan sebagai tempat tinggal pegawai Lapas Ambarawa. Oleh karena itu, ada beberapa kawasan yang tidak bisa kamu masuki demi menjaga ketertiban. Namun, terlepas dari atmosfernya, Benteng Pendem menjadi salah satu spot yang cukup Instagrammable, lho!

4. Marabunta

Jl. Cendrawasih No. 23, Tanjung Mas

Tempat Angker - Marabunta
Sumber foto: Tanah Nusantara

Kawasan Kota Tua Semarang terkenal dengan kecantikan bangunan-bangunan kunonya, termasuk Gereja Blenduk dan kafe Spiegel. Nah, salah satu bangunan yang sayang untuk dilewatkan adalah Gedung Marabunta. Dilansir dari Kompasiana, gedung ini dibangun pada sekitar tahun 1890-an dan digunakan sebagai tempat pementasan opera. Selain fasad yang cantik bergaya Eropa, dua buah patung semut merah besar di bagian atas bangunan menjadi keunikan Marabunta.

Sayangnya, gedung ini juga menjadi salah satu tempat angker di Semarang. Di era keemasannya, gedung ini memiliki primadona seorang penari balet bernama Margaretha Grietje Zelle. Margaretha sendiri pernah menjadi spion Jerman di era Perang Dunia I. Sayangnya, ia terkena hukuman mati di tahun 1917. Konon, penampakan sang penari balet cantik tersebut terkadang terlihat di sekitar aula dan lantai dansa gedung ini.

5. Rumah Abraham Fletterman

Jl. Kyai Saleh No. 15, Randusari

Tempat Angker - Abraham Fletterman
Sumber foto: Kopi dan Kamu

Dikenal pula dengan nama Rumah Baterman, Rumah Abraham Fletterman dibangun pada tahun 1890. Pemiliknya, Abraham Fletterman adalah seorang arsitek. Keluarga Fletterman peduli kepada masyarakat yang kurang mampu dan mendirikan yayasan yang menjadi cikal bakal Yayasan Mardi Waluyo, dilansir dari Kopi dan Kamu. Sayangnya, rumah cantik ini sempat terbengkalai dan kondisinya rusak.

Beragam kisah horor mengenai rumah ini beredar. Sebagian orang mengaku pernah melihat sesosok wanita berambut panjang yang berjalan-jalan di sekitar halaman. Rumah ini juga menjadi lokasi syuting film Beranak Dalam Kubur (1972) yang dibintangi Ratu Horor Indonesia, Suzanna. Terlepas dari desas-desusnya, rumah ini kini menjadi salah satu destinasi wisata di Semarang. Kamu bisa mengagumi kecantikan fasad bangunan dengan sentuhan Tudor dan interior rumah yang megah.

6. Hotel Siranda

Jl. Diponegoro, Gajah Mungkur

Tempat Angker - Siranda
Sumber foto: Kisah Klasik Duniaku

Tidak hanya eks-Hotel Sky Garden, Semarang juga punya hotel ini yang tak kalah angker. Berdiri di kawasan Jalan Diponegoro, Hotel Siranda dikelilingi oleh tanaman-tanaman tinggi dan pohon yang rimbun. Dari kejauhan saja, kesan angker sudah bisa kamu lihat pada hotel ini. Bangunan yang tidak terurus membuat hotel yang pernah ngetop di tahun 80-an ini menjadi salah satu lokasi uji nyali di Kota Lumpia.

Sejarah hotel ini bisa dibilang menyedihkan. Dulu, pernah terjadi pembunuhan seorang wanita di salah satu kamar hotel. Sejak saat itu, jumlah pengunjung hotel mulai berkurang. Padahal, dari segi lokasi hotel ini cukup strategis, lho! Sekarang, hotel ini sering digunakan oleh para tunawisma atau pengamen untuk beristirahat. Konon, mereka sering melihat penampakan-penampakan pocong dan kuntilanak! Ampun! Jauh-jauh dari Bob!

7. Gudang LPG PT. PGN Persero

Jl. Sleko No. 17, Bandarharjo

Tempat Angker - Gudang LPG
Sumber foto: Liputan6

Tempat angker terakhir di Semarang yang bisa kamu kunjungi masih merupakan peninggalan era kolonial Belanda. Berlokasi di Jalan Sleko, bangunan eks-gudang LPG ini tampak mengerikan dengan fasad yang tak terurus. Gudang ini Dulunya, gedung ini milik perusahaan gas Hindia-Belanda, Nederlandsch Indische Gas Maatschappij. Tulisan “ANNO 1897” di bagian depan gedung menunjukkan tahun berdirinya gedung ini.

Dilansir dari Liputan6.com, aktivitas produksi gas di gedung ini berhenti sejak tahun 1980-an. Gedung dikosongkan dan yang tersisa hanyalah bangunan dan fasilitas permanen, seperti tempat pengolahan batu bara. Konon, masih terdengar suara-suara dan langkah kaki dari dalam gedung. Suara-suara itu terdengar seperti para pegawai yang sedang bercanda. Gedung ini juga berada di dekat jalur kereta api yang pernah beberapa kali memakan korban. Insiden kereta api yang terjadi sering dikaitkan dengan entitas yang menghuni bangunan.

Kesimpulan

Itulah tujuh tempat angker di Semarang yang bisa kamu sambangi untuk uji nyali. Bob sih nggak mau ikutan uji nyali, tetapi kamu bisa mencobanya sebagai pengalaman liburan yang unik. Terlepas dari gosip horor yang beredar, tempat-tempat tersebut tetap menyimpan pesona tersendiri yang sayang dilewatkan. Kemegahan desain arsitektur atau kecantikan reruntuhannya membuat tempat-tempat ini cukup ikonik.

Eits! Tunggu dulu! Sebelum berlibur, apa kamu sudah punya akomodasi untuk beristirahat? Kalau belum, ada beragam akomodasi bujet yang bisa kamu pilih. Namun, untuk pengalaman menginap yang unik, kamu bisa mencoba Bobobox yang sebentar lagi ada di Semarang. Hotel kapsul ini akan memanjakanmu dengan kemudahan menggunakan fitur canggih pod melalui aplikasi. Interior pod bergaya futuristik pun akan membuat kamu betah berlama-lama. Asyik, ‘kan?

main lampu kuning bobobox

Aplikasi Bobobox bisa kamu unduh secara gratis untuk perangkat iOS dan Android. Lewat aplikasi, kamu bisa mengatur pencahayaan dan membuka pintu pod. Kamu juga bisa mengobrol dengan staf atau sesama pengunjung. Oh, ya! Reservasi juga bisa dilakukan secara langsung lewat aplikasi, lho! Selain berbagai promo menarik, Bobobox juga menghadirkan metode pembayaran yang beragam. Menginap di hotel kapsul pun semakin seru!

You might also like