Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Mengenal Cappadocia, Negeri Indah di Tanah Turki

Keindahan bak di negeri dongeng

Cappadocia atau Kapadokya merupakan sebuah wilayah kuno seluas 5.000 km² yang berlokasi di dataran tinggi Anatolia tengah, Turki. Dalam bahasa Persia, Cappadocia disebut Kappa Tuchia yang berarti “the land of beautiful horses” atau negeri para kuda cantik.

Kawasan Cappadocia ini terkenal dengan formasi batuan dan gua bawah tanah menakjubkan serta wisata balon udaranya. Secara keseluruhan, Cappadocia menyuguhkan pemandangan bak di negeri dongeng yang tentunya menjadi daya tarik bagi para wisatawan internasional.

Buat kamu yang berencana melancong ke Turki, wisata Cappadocia ini bisa banget masuk bucket list kamu. Apa saja sih yang membuat wisata Cappadocia istimewa? Yuk simak lebih lanjut!

Negeri Cerobong Peri

alevision.co/Unsplash

Formasi bebatuan Cappadocia sudah terbentuk sejak 60 juta tahun akibat erosi lapisan lunak lava dan abu dari gunung berapi Erciyes, Hasan dan Gullu serta angin dan hujan. Akibatnya, terciptalah batuan vulkanis lunak yang menjulang tinggi menyerupai cerobong asap bak di negeri dongeng. Beberapa di antaranya bahkan memiliki tinggi hingga 40 meter.

Karena itu, Cappadocia pun mendapat julukan Land of Fairy Chimneys atau Negeri Cerobong Peri. Selain itu, proses tersebut juga menghasilkan lembah dan gua.

Cappadocia ini telah menjadi rumah bagi banyak peradaban termasuk Kristiani, Romawi hingga Islam. Dari waktu ke waktu, orang-orang memahat berbagai macam bangunan termasuk rumah, gereja hingga masjid dari formasi bebatuan lunak itu. Bangunan-bangunan tersebut dipahat di bawah cerobong-cerobong peri.

Kebanyakan bangunan rumah kini sudah ditinggalkan karena masalah keselamatan. Meski begitu, masih ada bangunan lainnya yang digunakan sebagai rumah, tempat penyimpanan, kafe, museum, toko, kantor polisi hingga hotel.

Baca Juga: Mulai Perjalanan Wisata Religimu Dengan Mengunjungi Masjid-Masjid Terindah Di Indonesia Berikut Ini

Goreme

Meski termasuk kawasan kuno, Goreme menjadi salah satu desa yang masih dihuni hingga sekarang di kawasan wisata Cappadocia. Desa ini juga menjadi area utama bagi para wisatawan.

Sepanjang sejarahnya, kota ini telah berganti nama hingga dua kali. Saat pertama dibangun, Goreme dinamai Avcilar yang berarti pemburu. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Maccan hingga akhirnya menjadi Goreme.

Goreme sendiri berarti “orang tidak bisa melihat di sini”. Ungkapan tersebut mengacu pada cara umat Kristiani bersembunyi di area tersebut selama invasi dari Arab. Mereka menemukan tempat persembunyian di dalam kota-kota bawah tanah.

Naik Balon Udara Saat Matahari Terbit

@jeison/Unsplash

Balon udara menjadi salah satu highlight saat berwisata Cappadocia. Penerbangan bisa dinikmati di Goreme di pagi hari sebelum angin bertiup kencang. Kamu akan terbang bersama ratusan balon udara lainnya yang menghiasi langit saat matahari terbit.

Pemandangan indah formasi bebatuan dan pemukiman gua bisa dinikmati dari atas baik dari jarak rendah maupun ketinggian (bisa sampai 900 meter). Penerbangan ini biasanya berlangsung selama 45 menit hingga satu jam dengan kapasitas penumpang 16, 20 atau 24 orang termasuk juru mudi. Biayanya sekitar 220 USD (sekitar Rp 3 jutaan).

Setiap tahunnya, ada lebih dari satu juta pengunjung yang menikmati wisata balon udara ini. Cappadocia pun menjadi destinasi wisata balon udara nomor satu di dunia. Untuk menikmatinya, pengunjung disarankan mereservasi jauh-jauh hari secara daring atau melalui hotel akomodasi. Selain menghindari kehabisan tempat duduk, penerbangan juga mengandalkan angin dan cuaca. Saat cuaca buruk, biasanya ada penumpukan penerbangan.

Baca Juga: Tak Hanya Indah, Hutan-Hutan Berikut Ini Juga Memiliki Keunikan Tersendiri

Gereja Sisa Peninggalam Masa Kegelapan

@ayasam_/Instagram

Wisata Cappadocia identik dengan gereja-gereja batu yang tersebar di seluruh area. Jumlah gereja di kawasan wisata Cappadocia diperkirakan mencapai 600 buah dan kemungkinan masih banyak yang belum tereksplorasi. Gereja-gereja itu dipahat oleh para biarawan selama masa kegelapan dengan tambahan lukisan dinding yang sangat detail.

Beberapa di antaranya masih mempertahankan lukisan dinding tersebut. Namun, ada juga lukisan yang telah rusak akibat erosi serta tangan manusia. Warga setempat yang percaya akan takhayul menghapus bagian mata pada lukisan orang karena rasa takut terhadap Mata Iblis.

Salah satu yang paling populer dan mudah dijangkau adalah Museum Terbuka Goreme dengan tiket masuk sebesar 10 USD (sekitar Rp 144.000,00). Museum ini merupakan sebuah kompleks yang mencakup sekitar 30 gereja dan kapel batu. Bangunan-bangunan tersebut juga memiliki lukisan dinding yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 9-11.

Museum Terbuka Goreme ini bersama dengan situs batuan lainnya di Cappadocia dan Aktepe pun ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada 1985 lalu. Situs-situs tersebut menjadi bukti seni era Kekaisaran Byzantium serta rumah bagi pemukiman kuno yang sudah ada sejak abad keempat.

Selain Goremen, Museum Terbuka Zelve juga menyimpan peninggalan gereja. Museum ini merupakan kawasan terbuka yang menawarkan spot terbaik untuk melihat rumah-rumah dan gereja-gereja cerobong peri. Tiket masuknya sekitar 3 USD (sekitar Rp 44.000,00). Tempat lainnya yang juga masih memiliki peninggalan gereja adalah Rose Valley dan Red Valley.

Wisata Kota Bawah Tanah

Highlight lainnya dalam wisata Cappadocia adalah kota bawah tanahnya. Diperkirakan ada lebih dari 50 kota bawah yang tersembunyi di bawah Cappadocia. Kota-kota tersebut juga hasil pahatan bebatuan ratusan tahun lalu dan menjadi rumah bagi berbagai jenis penghuni.

Beberapa di antaranya bahkan memanjang hingga delapan tingkat ke dalam tanah. Meski begitu, kota-kota tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang hidup. Ada tempat memasak, penyimpanan minyak, kandang ternak hingga pemeras anggur.

Yang paling dalam adalah Kota Bawah Tanah Derinkuyu. Kota ini pernah berperan sebagai tempat perlindungan dari invasi bersenjata di abad pertengahan. Tiket masuk kota bawah tanah ini dihargai sebesar 7 USD (sekitar Rp 100.000,00). Selain itu, ada juga kota lainnya yang bernama Kaymakli, Ozkonak, Mazikoy, dan lainnya.

Baca Juga: Insta-Worthy Banget! Yuk Intip 7 Kota Tercantik Di Eropa Berikut!

Wisata Lembah

Wisata Cappadocia tidak lengkap rasanya jika tidak menjelajahi lembah-lembah indah yang bisa dinikmati dengan berjalan kaki atau hiking. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pasabag Valley (tempat terbaik untuk melihat cerobong peri dari dekat dengan tiket masuk sekitar Rp  26.000,00)
  • Love Valley (terkenal dengan formasi batuan unik menyerupai penis dan tidak dikenakan biaya masuk)
  • Rose Valley (memiliki bebatuan dengan nuansa merah muda terutama saat matahari terbenam)
  • Red Valley (lembah dengan banyak lubang yang menjadi tempat persembunyian para merpati)

Karpet Instragammable

Marvin Meyer/Unsplash

Wisata Cappadocia menawarkan kerajinan karpet yang populer di kalangan pengguna Instagram. Salah satunya adalah di toko Galerie Ikman. Toko tersebut menyuguhkan display karpet tradisional hasil tenunan tangan.

Tokonya sangat luas dan merupakan bisnis karpet generasi keempat. Tempat ini menjadi populer karena adanya studio foto yang ditempatkan di tengah-tengah toko. Ide tersebut diusung oleh anak pemilik toko saat ini yang juga merupakan seorang fotografer. Pelanggan bisa bergantian berfoto untuk stok feeds Instagram mereka, tentu dengan biaya tambahan atau membeli di tempat tersebut.

Menginap di Hotel Gua

via sofiaadvenures.com

Selain terbang dengan balon udara, pengunjung dari berbagai penjuru dunia juga tertarik dengan pengalaman menginap di hotel gua sungguhan. Meski begitu, bukan berarti kamu akan tinggal di dalam gua gelap dan lembap. Hotel tersebut memang berbentuk gua hasil pahatan dari bebatuan putih.

Hotel gua itu  mencakup semua budget dan tersebar di seluruh kawasan Cappadocia. Beberapa di antarnya dirancang cukup mewah dan menyuguhkan pengalaman bak negeri dongeng apalagi saat warna-warni balon udara tengah menghiasi langit pagi.

Pandemi memang belum berakhir, namun, kunjungan wisata ke negara lain tetap bisa kamu lakukan tentu dengan persyaratan tertentu. Selain memahami dan memenuhi persayaratan tersebut, pertimbangkan pula dengan matang agar kesehatan dan keselamatan bersama tetap terjaga.

Tidak bisa liburan jauh pun tidak masalah. Kamu masih bisa berlibur atau sekadar staycation tak jauh dari rumah. Masalah akomodasi, serahkan saja pada Bobobox!

Tempat yang nyaman dan Instragammable abis dan harganya pun terjangkau. Hotel kapsul satu ini juga menerapkan protokol kesehatan untuk menjamin kesehatan dan keamanan semua pihak di area Bobobox. Yuk unduh dulu aplikasinya informasi lebih lanjut!

You might also like