Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Karakter di dalam Winnie the Pooh Gangguan Mental, Benarkah?

Winnie the Pooh gangguan mental teori apa fakta?

Siapa tak kenal beruang madu bernama Pooh? Tokoh kartun yang diciptakan oleh penulis A. A. Milne ini mengisi masa kecil banyak orang. Meskipun begitu, banyak teori beredar bahwa setiap karakter dalam Winnie the Pooh adalah representasi gangguan mental. Benar nggak ya? Nah, daripada penasaran yuk kita cari tahu karakter dalam Winnie the Pooh gangguan mental atau tidak.

Pooh – Impulsif

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Teori Winnie the Pooh gangguan mental yang pertama datang dari si beruang. Menurut beberapa keterangan, Pooh dinilai memiliki impulsivitas tinggi yang dikaitkan dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Salah satu contohnya adalah usahanya untuk mendapatkan madu dengan cara apapun tanpa memikirkan konsekuensi di balik tindakannya.

Selain itu, Winnie the Pooh gangguan mental lainnya adalah OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang ditunjukkan oleh sifat obsesif Pooh pada madu dan kebiasaan menghitungnya.

Kondisi ADHD dan OCD yang berdampingan pada Pooh memunculkan dugaan bahwa Pooh mengidap sindrom Tourette, kondisi yang mempengaruhi otak dan saraf sehingga menyebabkan seseorang melakukan gerakan dan suara berulang.

Karakter Winnie the Pooh gangguan mental, Piglet – Kecemasan

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Dalam serial Winnie the Pooh gangguan mental lain ditunjukkan oleh Piglet yang menderita kecemasan umum (generalized anxiety disorder). Piglet selalu terlihat gugup atau takut. Dia gagap karena takut akan mengalami kejadian yang membuat harga dirinya melemah.

Roo – Autisme

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Roo adalah salah satu tokoh paling muda di Winnie the Pooh. Meskipun begitu, ia memilki impulsivitas yang tinggi atau hiperaktif. Hal ini terlihat biasa saja karena seringkali anak kecil bertingkah demikian. Akan tetapi, yang mengkhawatirkan dari Roo adalah lingkungannya yang membuat peluang Roo mengalami gangguan mental menjadi besar.

Roo tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal dan ia mendapatkan pengawasan yang sedikit. Selain itu, Roo juga memiliki kawan dekat dengan pengaruh yang kurang baik, Tiger.

Ada juga yang menyebutkan bahwa karakter Winnie the Pooh gangguan mental Roo adalah autisme karena dia kurang peka terhadap bahaya dan sanga suka untuk duduk di kantong ibunya.

Karakter Winnie the Pooh gangguan mental, Tigger – ADHD

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Bicara soal Tigger, tokoh Winnie the Pooh gangguan mental ini dinilai menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan bipolar karena ia tidak bisa diam dan suasana hatinya bisa berubah dengan sangat cepat.

Memang Tigger adalah tokoh yang mudah berteman dan penyayang. Akan tetapi, dia adalah karakter yang tidak memikirkan konsekuensi atas tindakannya dan bertindak semaunya atas dasar impulsivitas.

Salah satu contohnya adalah ketika ia pertama kali datang ke Hundred Acre Wood. Ia mengambil benda-benda yang ia tidak ketahui sebelumnya seperti madu, jerami jagung, dan bahkan onak. Padahal, Tigger tidak tidak tahu akibat dari hasil eksperimennya. Ia juga suka memanjat pohon tinggi dan melakukan tindakan berbahaya lainnya.

Eeyore – Depresi

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Eeyore adalah karakter Winnie the Pooh gangguan mental yang mengalami depresi karena ia selalu terlihat sedih. Meskipun tidak ada indikasi terhadap depresi endogen yang diturunkan atau trauma yang menjadi penyebab depresi, negativisme kronis dan energi rendah yang ia tunjukkan masuk ke dalam kategori depresi.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri tapi juga karakter Winnie the Pooh gangguan mental di sekitarnya seperti Pooh dan Piglet.

Karakter Winnie the Pooh gangguan mental, Rabbit – OCD

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Rabbit adalah tokoh di Winnie the Pooh yang sangat teratur dan terorganisir. Hal ini tidak hanya terlihat dari aktivitas individualnya tetapi juga hubungannya dengan orang lain.

Ia memiliki keharusan untuk mengatur orang lain meskipun berlawanan dengan keinginan orang tersebut. Di dalam sebuah kelompok, Rabbit juga harus selalu menjadi pemimpin dan orang lain harus melapor padanya. Kondisi ini dipercaya sebagai indikasi terhadap OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

Kanga – Kecemasan sosial

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Kanga adalah ibu rumah tangga pada umumnya. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sementara Roo biasanya bermain dan bertualang dengan Pooh dan yang lainnya. Akan tetapi, karkater Winnie the Pooh gangguan mental ini memiliki kecemasan terhadap lingkungan sosial.

Dia terlalu protektif terhadap Roo dan dia tidak pernah membiarkan putranya membuat keputusan sendiri karena dia terlalu protektif. Selain itu, Kanga juga memiliki masalah kepercayaan dengan orang lain. Contohnya adalah sebelum ia berteman dengan Piglet, ia sempat memiliki prasangka buruk.

Karakter Winnie the Pooh gangguan mental, Owl – Disleksia

winnie the pooh gangguan mental
winniethepooh.disney.com

Owl adalah karakter Winnie the Pooh yang terlihat pintar dan cerdas. Akan tetapi, ia juga ternyata memiliki kondisi disleksia dan gangguan ingatan jangka pendek. Owlsering salah mengeja dan salah membaca kata-kata, lupa setelah mengucapkannya, dan kesulitan mengingat informasi. Kepintaran Owl dinilai sebagai upayanya untuk menutupi fakta bahwa ia mengalami kesulitan dalam membaca.

Teori Winnie the Pooh gangguan mental

Penjelasan mengenai teori karakter Winnie the Pooh gangguan mental di atas berdasar pada teori yang dipopulerkan pertama kali oleh Sarah E. Shea dan timnya pada tahun 2000. Jurnal yang membahas tori karakter Winnie the Pooh gangguan mental tersebut terbit 70 tahun setelah A. A. Milne menulis bukunya.

Meskipun teori tersebut terlihat masuk akal, besar kemungkinan bahwa A. A. Milne tidak melakukannya dengan sengaja. Menurut berita yang ditulis oleh BBC, tujuan Sarah Shea membuat penelitian tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki risiko terkena gangguan mental.

Bagian pendahuluan penelitian tersebut juga menekankan bahwa teori karakter Winnie the Pooh gangguan mental didiagnosis oleh sekelompok neurodevelopmentalis modern, bukan Milne.

Teori mengenai karakter Winnie the Pooh gangguan mental ini menuai respon yang beragam. Ada yang sepakat dan ada yang menolak. Hal ini sangat wajar karena Winnie the Pooh adalah cerita anak yang digemari pada masanya. Winnie the Pooh dibuat pada tahun 1926 dan ceritanya telah menginspirasi banyak orang.

Meskipun ada banyak karakter lain di dalam cerita Winnie the Pooh, si beruang dengan kemeja merah tetap menjadi favorit.

Bahkan, Winnie the Pooh memiliki hari nasional yang dirayakan di Amerika Serikat setiap tanggal 18 Januari. Hari nasional ini ada untuk merayakan hari ulang tahun sang penulis yang jatuh pada tanggal 18 Januari, 1882.

Tetap sehat dengan menginap di Bobobox

Bobobox adalah hotel kapsul yang menggunakan teknologi terkini. Hampir semua aktivitas menginap kamu terintegrasi melalui aplikasi seperti untuk memesan kamar, sebagai kunci kamar berbasi QR code, pengatur lampu, dan lain-lain.

Untuk memberikan gambaran pengalaman menginap yang lebih nyata, kamu bisa lho keliling-keliling di pods Bobobox lewat 360° virtual tour bareng Bob.

Selain itu, Bobobox juga adalah hotel kapsul yang bisa bikin kamu bebas dari stres. Suasana tenang dan hening akan kamu dapatkan saat masuk ke pod-nya. Desainnya yang modern juga enak untuk dinikmati, apalagi buat kamu yang suka berfoto.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan lupakan stres untuk sejenak.

You might also like