Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Sedang Berencana Punya Anak? Waspadai Penyebab Keguguran Serta Cara Mencegahnya

Umum terjadi di trisemester pertama

Keguguran merupakan momok yang cukup menakutkan terutama bagi para ibu yang tengah menunggu kehadiran buah hati mereka. Karena itu, untuk kamu yang sedang berencana memiliki anak, masalah keguguran sebaiknya tidak disepelekan. Tentu tidak ada salahnya bagi kamu untuk mengenali berbagai penyebab keguguran dan cara mencegahnya.

Lalu, apa saja yang bisa menjadi penyebab keguguran dan cara mencegahnya? Yuk simak informasinya di bawah ini!

Keguguran

@yanalya via Freepik

Sebelum mengenali penyebab keguguran dan cara mencegahnya, ketahui dulu yuk secara garis besar tentang kondisi keguguran ini. Keguguran bisa diartikan sebagai berhentinya kehamilan secara spontan sebelum kehamilan memasuki minggu ke 20 (lima bulan). Keguguran ini sebagian besar terjadi sebelum memasuki minggu ke-13 kehamilan.

Melewati usia kehamilan 20 minggu, risiko keguguran akan semakin kecil namun tidak menutup kemungkinan terjadi komplikasi. Kehilangan janin di atas minggu ke-20 biasa disebut dengan istilah stillbirth (lahir mati) atau fetal death (kematian janin dalam kandungan).

Beberapa gejala yang menandakan seseorang mengalami keguguran adalah:

  • Flek (biasanya lebih dari tiga hari) atau pendarahan pada vagina
  • Keluarnya gumpalan darah, jaringan atau cairan kental
  • Kram atau nyeri pada perut atau punggung bagian bawah (hal ini biasanya terjadi setelah pendarahan)
  • Menghilangnya tanda-tanda kehamilan (seperti payudara sensitif, mual dan muntah)
  • Turunnya berat badan
  • Demam
  • Lesu

Flek atau pendarahan saat kehamilan adalah hal yang umum terjadi di trisemester pertama (tiga bulan pertama) kehamilan dan tidak serta merta dianggap sebagai keguguran. Untuk memastikan bahwa itu flek biasa atau sebenarnya merupakan tanda keguguran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan kamu.

Jika kamu mengalami gejala kedua (keluarnya gumpalan darah atau jaringan), kamu bisa menyimpannya dalam wadah bersih untuk keperluan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang kamu gunakan. Meskipun pernah mengalami keguguran, bukan berarti kamu memiliki masalah kesuburan.

Banyak wanita yang menjalani kehamilan sehat setelah mengalami keguguran. Namun, jika terjadi tiga kali keguguran secara berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Penyebab Keguguran dan Cara Mencegahnya

@ake1150sb via Freepik

Penyebab keguguran dan cara mencegahnya merupakan hal-hal yang perlu kamu waspadai terutama jika kamu dan suami tengah merencenakan program kehamilan. Penyebab keguguran tentu cukup beragam dan tidak bisa ditentukan dengan pasti.

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa keguguran terjadi karena ulah sang ibu. Namun, hal tersebut sebenarnya hampir jarang terjadi. Kegiatan-kegiatan seperti olahraga, aktivitas seksual, naik pesawat, makanan pedas dan bekerja (kecuali melibatkan paparan zat atau radiasi berbahaya) bukanlah penyebab keguguran. Kecelakaan kecil seperti jauh juga tidak selalu menyebabkan keguguran.

Berikut ini adalah penyebab keguguran dan cara mencegahnya.

Penyebab Keguguran

Sebagian besar keguguran terjadi di trisemester pertama atau antara minggu 1-12. Beberapa penyebab umum terjadinya keguguran di fase tersebut adalah:

Kelainan Genetik

Melansir Healthline, sebagian besar keguguran di trisemester pertama diakibatkan oleh adanya masalah dengan kromosom janin. Kromosom sendiri mengandung gen yang menentukan sifat pada bayi, misal jenis kelamin, warna rambut dan mata, serta golongan darah.

Bayi tidak dapat tumbuh dengan normal jika jumlah kromosom tidak tepat (terlalu banyak atau tidak cukup). Maka dari itu, jika tubuh kamu menyadari adanya kerusakan atau kekurangan pada kromosom, maka kehamilan akan dihentikan. Kelainan ini kemudian akan mengakibatkan hamil kosong (blighted ovum), hamil angur, hamil molar parsial, atau terbentuknya embrio namun tidak berkembang.

Gumpalan Darah

Sindrom antifosfolipid atau antiphospholipid syndrome (APS) menyebabkan gumpalan darah yang dapat mengakhiri kehamilan. Penyebab keguguran ini bisa dicegah dengan mengonsumsi obat tertentu yang membantu mengencerkan gumpalan tersebut.

Kehamilan Ektopik

Penyebab lain dari keguguran adalah kehamilan ektopik. Kehamilan ini merupakan kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau rahim sehingga janin tidak akan berkembang dengan normal. Kehamilan ektopik tidak dapat diselamatkan dan biasanya menyebabkan pendarahan pada vagina serta rasa nyeri pada perut bagian bawah atau panggul. Maka dari itu, kehamilan jenis ini harus segera ditangani.

Masalah Plasenta

Jika janin dan plasenta tidak cocok, maka kehamilan bisa berakhir. Hal yang sama juga akan terjadi jika terdapat cacat pada rahim, misal bentuk yang abnormal.

@anatoliy_gleb via Freepik

Keguguran juga bisa terjadi antara minggu 13-24 kehamilan namun kasusnya tidak sebanyak trisemester pertama. Jika keguguran terjadi di minggu-minggu tersebut, kemungkinan besar keguguran diakibatkan oleh faktor luar atau masalah kesehatan ibu hamil.

Kesehatan Ibu Hamil

Beberapa kondisi medis ibu hamil yang bisa menjadi penyebab keguguran adalah

  • Infeksi (misal rubella, penyakit menular seksual (klamidia, gonore, sifilis, atau HIV), dan malaria)
  • Penyakit kronis (diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal), tiroid, dan autoimun (misal lupus)
  • Masalah dengan rahim atau leher rahim seperti fibroid (tumor jinak yang tidak bersifat kanker), bentuk rahim tidak normal, dan inkompetensi serviks (saat leher rahim terbuka lebih awal pada kehamilan)

Keguguran akibat inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks biasanya akan menyebabkan tekanan tiba-tiba, ketuban pecah, dan jaringan bayi serta plasenta yang keluar tanpa rasa nyeri.

Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan

Selain kesehatan ibu hamil, keguguran juga dipengaruhi oleh gaya hidup dan lingkungan. Contoh gaya hidup yang dapat menyebabkan keguguran adalah merokok (perokok aktif dan pasif), mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi kafein yang cukup tinggi.

Sementara itu, faktor lingkungan yang berpengaruh pada berhentinya kehamilan adalah paparan terhadap bahan kimia, radiasi atau bahaya tertentu. Sebut saja merkuri (dari bola lampu atau termometer pecah), pelarut (tiner cat dan pembersih noda), pestisida (pembunuh serangga dan tikus), dan logam berat (timbal, arsen, dan lainnya).

Faktor-Faktor Lainnya

Selain kesehatan ibu, gaya hidup dan lingkungan, keguguran juga bisa diakibatkan oleh

  • Usia (hamil di atas 35 tahun)
  • Obat tertentu seperti obat jerawat isotretinoin, misoprostol (obat tukak lambung), metotreksat (untuk menangani kanker), dan obat antiinflamasi nonsteroid (pereda nyeri dan peradangan)
  • Keguguran sebelumnya (tiga kali atau lebih)
  • Berat badan (di atas atau di bawah rata-rata berat badan normal)
  • Keracunan makanan, misal akibat listeriosis, Salmonella, dan toksoplasmosis

Pencegahan Keguguran

@alice02 via Unsplash

Dalam banyak kasus, penyebab keguguran tidak dapat dideteksi sehingga keguguran pun tidak dapat dicegah. Meski begitu, kamu tentu bisa melakukan beberapa hal untuk meminimalisir risiko keguguran. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Melakukan pemeriksaan kehamilan rutin
  • Menghindari rokok, alkohol dan NAPZA (narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya)
  • Menerapkan pola makan sehat
  • Melakukan pencegahan terhadap infeksi (vaksin untuk rubella, mencuci tangan secara berkala, menjauhi orang sakit dan sebagainya)
  • Menghindari konsumsi makanan tertentu yang tidak baik untuk ibu hamil dan janin  (makanan mentah, ikan mentah, kerang, telur mentah, daging olahan, serta susu dan keju yang tidak dipasterisasi)
  • Memiliki berat badan yang sehat dan normal sebelum memulai dan saat kehamilan
  • Mengonsumsi multivitamin
  • Membatasi kafein
  • Melakukan olahraga rutin (konsultasikan dengan dokter)
  • Tidur yang cukup
  • Atasi masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit autoimun, dan lainnya
  • Lakukan seks yang aman dan periksakan diri sebelum hamil untuk mengetahui kemungkinan tertular PMS serta penyakit lainnya
  • Batasi kegiatan berbahaya
  • Konsultasikan perlindungan terhadap zat berbahaya jika tinggal di lingkungan yang mungkin terpapar zat-zat berbahaya

Butuh tempat staycation bersama keluarga? Bobobox bisa banget jadi tempat andalan kamu. Meskipun memiliki konsep kekinian yang terkesan eksklusif untuk para anak muda, kamu bisa kok liburan keluarga di Bobobox dengan memilih Double pod.

Double pod Bobobox ini memiliki kapasitas untuk dua orang dewasa dan satu anak di bawah 10 tahun. Yuk unduh dulu aplikasi Bobobox untuk kemudahan dalam booking serta update informasi dan promo-promo terbaru dari hotel kapsul satu ini!

You might also like