Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Simak Tradisi-Tradisi Unik Bulan Ramadan dari Seluruh Penjuru Dunia

Ada penabuh drum hingga penembakan meriam

Selain menahan haus dan lapar, masyarakat di berbagai negara juga menjalani tradisi unik kala Ramadan tiba. Tradisi unik Ramadan tersebut biasanya berbeda-beda di tiap negara sebab Ramadan tak hanya identik dengan ibadah keagamaan saja. Bulan suci ini juga sarat akan nilai sejarah dan budaya masing-masing negara.

Tradisi-tradisi unik Ramadan itu mungkin saja memiliki kesamaan konsep, namun dengan dengan ciri khas wilayahnya masing-masing. Penasaran gak sih dengan tradisi unik Ramadan di sejumlah negara di dunia? Untuk lebih lengkapnya, yuk intip informasi berikut ini!

Tradisi Unik Ramadan di Turki

tradisi unik ramadan turki
The Centrum Media/YouTube

Turki dikenal sebagai salah satu negara Islam di dunia yang kental dengan warisan budaya Kesultanan Utsmaniyahnya (Ottoman Empire). Tentunya ada beragam tradisi Islami yang bisa kamu jumpai di sana. Termasuk di dalamnya adalah berbagai tradisi unik Ramadan yang masih ada sampai sekarang.

Salah satunya yaitu tradisi membangunkan sahur yang konsepnya terdengar serupa dengan cara membangunkan sahur di Indonesia. Sebelum memasuki waktu sahur, sejumlah penabuh drum akan berarak di jalanan untuk membangunkan orang-orang yang masih tidur untuk sahur.

Tradisi ini sendiri berasal dari era Kesultanan Utsmaniyah. Masyarakat di zaman tersebut belum memiliki jam alarm agar bisa bangun tepat waktu untuk sahur. Maka dari itu, para penabuh drum pun diminta untuk bertugas membangunkan para penduduk.

Uniknya, para penabuh drum tidak mengenakan pakaian biasa. Mereka justru berarak dalam balutan kostum zaman Utsmaniyah, termasuk rompi dan topi fez. Sebagai balasan untuk tugas mereka, penduduk bisa memberi mereka tips atau mengajaknya untuk sahur bersama.


Baca Juga: Ramadan Tiba! Kenali Perbedaan Candil Dan Biji Salak Yang Seperti Kembar Yuk!


Tradisi Fanous, Mesir

tradisi unik ramadan mesir
via egyptianstreets.com

Menyalakan fanous (lentera hias) merupakan salah satu tradisi unik Ramadan yang yang sudah ada sejak lama di Mesir. Di bulan Ramadan, masyarakat akan menghiasi jalanan dengan lentera warna-warni sebagai simbol sukacita dan keceriaan.

Tradisi ini kabarnya sudah ada sejak zaman Dinasti Fatimiyah, antara abad ke 10-12. Untuk menyambut kedatangan seorang Khalifah di Kairo di hari pertama bulan Ramadan, para pejabat militer meminta penduduk setempat untuk memegang lilin di sekitar jalanan yang gelap.

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mengubah lilin menjadi lentera berlukis dan bermotif indah yang dipasang sebagai dekorasi. Terkadang, terlihat juga anak-anak memegang lentera saat mereka berjalan sambil bernyanyi dan meminta permen.

Selain fanous, Mesir juga memiliki tradisi unik Ramadan lainnya, yaitu penembakan meriam kala memasuki waktu buka. Asal usul tradisi ini cukup beragam. Namun, salah satu yang cukup diterima adalah tradisi ini bermula pada tahun 1465 di era Dinasti Mamluk.

Gubernur Khoshkhadam kala itu tengah melakukan tembakan percobaan meriam baru saat matahari terbenam di hari pertama Ramadan. Orang-orang di sekitar Kairo pun menyalahartikan suara dentuman meriam sebagai pertanda buka puasa. Meski berawal dari kesalahpahaman, orang-orang justru memuji sang gubernur atas solusi tidak sengaja tersebut, di era saat jam alarm belum tercipta.

Tradisi Haq Al Laila, Uni Emirat Arab

via inspiration.rehlat.com

Di Uni Emirat Arab, kamu akan menjumpai tradisi unik Ramadan yang mungkin terdengar mirip dengan trick-or-treat saat Halloween. Masyarakat setempat menyebutnya haq al laila. Tradisi unik ini biasanya dilakukan sebelum Ramadan, yaitu pada tanggal 15 bulan Sha’ban.

Dalam tradisi unik Ramadan ini, anak-anak akan mengenakan pakaian cerah dan berwarna-warni. Mereka kemudian akan berkeliling di sekitar lingkungannya untuk mengumpulkan permen dan kacang dalam kantung (kharyta) yang mereka bawa.

Sambil berkeliling, anak-anak juga akan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Salah satu baitnya berbunyi “Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum” yang berarti “Berilah kami dan Allah akan menghadiahimu dan membantumu mengunjungi Rumah Allah di Mekah”. Tradisi ini sendiri menyoroti pentingnya ikatan yang kuat antar warga, komunitas, pertemanan dan nilai-nilai keluarga.

Tradisi Nafar, Maroko

via moroccoworldnews.com

Serupa dengan Turki, Maroko juga punya ‘jam alarm manusia’ yang siap membangunkan para warga untuk santap sahur. Mereka disebut dengan istilah ‘nafar’. Tradisi unik Ramadan ini kabarnya bermula pada abad ketujuh ketika seorang sahabat Nabi Muhammad SAW melantunkan doa dengan melodi yang merdu.

Par nafar biasanya akan mengenakan gandora (pakaian tradisional Maroko) beserta topi dan sandal. Berbeda dengan Turki yang menabuhkan drum untuk membangunkan warga, nafar akan menyanyikan lantunan doa di sepanjang jalan.

Orang-orang yang menjadi nafar sendiri bukan sembarang orang. Masyarakat biasanya memilih nafar berdasarkan kejujuran serta empatinya. Di malam terakhir bulan Ramdan, para nafar kemudian akan memperoleh hadiah atas jasa mulia mereka.

Menyalakan Meriam, Lebanon

via inspiration.rehlat.com

Sama halnya dengan Mesir, Lebanon juga memiliki tradisi menyalakan meriam setiap harinya kala matahari terbenam. Tradisi unik Ramadan ini bernama midfa al iftar dan menjadi penanda akan waktunya berbuka puasa.

Selain itu, midfa al iftar juga diyakini berasal dari Mesir yang kemudian menyebar ke banyak negara di Timur Tengah, termasuk Lebanon. Invasi pada tahun 1983 yang dibarengi dengan penyitaan sejumlah meriam ditakutkan akan mengakhiri tradisi unik Ramadan ini. Namun, tentara Lebanon berhasil mendapatkannya kembali sehingga tradisi itu masih ada hingga sekarang.

Tradisi Chaand Raat, Pakistan

tradisi unik ramadan Pakistan
via utsavpedia.com

Di penghujung Ramadan, penduduk Pakistan biasanya akan melakukan perayaan bernama chaand raat. Tradisi unik Ramadan ini umumnya dilakukan oleh para wanita.

Setelah berbuka untuk terakhir kalinya, mereka akan berbondong-bondong menuju pasar lokal atau pusat perbelanjaan untuk membeli gelang warna-warni. Tak hanya itu, mereka juga akan melukis tangan dan kai mereka dengan henna.

Dalam menghadapi tradisi ini, para penjual juga akan menghias toko mereka dan buka hingga dini hari. Selain itu, kamu juga akan menjumpai banyak kios henna temporer yang biasanya didirikan dekat toko perhiasan untuk menarik konsumen yang tengah belanja.

 


Baca Juga: Simak Takhayul-Takhayul Yang Paling Aneh Di Dunia Berikut Ini, Pasti Bakal Bikin Kamu Geleng-Geleng Kebingungan!


Tradisi Seheriwala, India

via timesofindia.indiatimes.com

Tradisi seheriwala atau zohridaar serupa dengan nafar dan penabuh drum Mesir. Tradisi unik Ramadan ini juga melibatkan orang-orang yang berarak di jalanan untuk membangunkan warga untuk sahur.

Para seheriwalas akan melantunkan nama Allah dan Nabi sebagai bentuk panggilan agar orang-orang terbangun. Mereka biasanya mulai berarak sejak pukul 02.30 sambil membawa tongkat untuk mengetuk pintu atau dinding rumah penduduk. Tradisi ini sendiri sangat kental dengan budaya Mughal kuno dan masih dipraktikkan di beberapa bagian Old Delhi dengan populasi muslim yang tinggi.

Tradisi Menyanyi, Albania

via wikipedia.com

Setiap hari di bulan Ramadan, komunitas muslim Romawi di Albania akan menandai awal dan akhir berpuasa dengan lagu-lagu tradisional. Mereka akan berarak di jalanan sambil memaikan alat musik lodra (sejenis drum dengan dua sisi). Keluarga muslim biasanya akan mengundang mereka ke dalam rumah untuk memainkan lagu balad tradisional untuk merayakan awal berbuka.

Tradisi Unik Ramadan di Indonesia

tradisi unik ramadan di Indonesia
via travel.kompas.com

Sebagai negara yang kaya akan budaya, tentu tidak sedikit tradisi unik Ramadan yang bisa kamu jumpai di Indonesia. Selain buka bersama, berburu takjil, dan kegiatan membangunkan sahur, Indonesia juga memiliki tradisi unik Ramadan lainnya seperti:

  • Nyadran (Jawa Tengah): tradisi menjelang Ramadan berupa nyekar atau berziarah ke makam leluhur sambil membersihkan makam dan membaca Al-Quran, doa hingga zikir lalu diikuti dengan santap bersama
  • Padusan (Jawa Tengah dan Jawa Timur): ritual menyucikan diri sebelum bulan Ramadan dengan berendam bersama atau mandi di laut atau sumber air lainnya
  • Balimau (Sumatra Barat): serupa dengan padusan, namun acara mandi biasanya menggunakan perasan jeruk limau sebagai pengganti sabun
  • Munggahan (Jawa Barat): tradisi berkumpul hingga makan bersama keluarga, sanak saudara dan teman menjelang Ramadan di daerah Jawa Barat (biasanya antara satu sampai dua minggu sebelum Ramadan)
  • Meugang (Aceh): tradisi memasak daging lalu membagikannya pada keluarga, kerabat hingga yatim piatu sebaga bentuk syukur
  • Malamang (Sumatra Barat): tradisi membuat lemang bersama-sama, yaitu makanan khas berbahan ketan yang dimasukkan ke dalam buluh bamu beralas daun pisang

Baca Juga: 10 Tradisi Unik Indonesia Yang Tak Akan Bisa Ditemui Di Negara Lain


Puasa sambil staycation di Bobobox? Kenapa nggak! Kamu bisa ngabuburit di sekitar lokasi Bobobox yang strategis lalu lanjut buka puasa bareng di communal area. Bingung mau buka puasa sama apa?

Nggak usah khawatir, Bobobox sudah menyiapkan takjil gratis untuk seluruh tamu di Bobobox. Hal ini juga berlaku buat para guest di Bobocabin. Bukan cuma itu, Bob juga punya promo 10% untuk makanan cepat saji lho! Tunggu apa lagi? Yuk segera unduh aplikasi Bobobox untuk reservasi dan informasi lebih lanjut!

You might also like