Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tradisi Unik Perayaan Isra Mi’raj, Kenaikan Nabi Muhammad SAW

Tradisi yang Masih Terjaga

Isra Mi’raj adalah hari untuk memperingati perjalanan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Pengaruh islam yang cukup besar di Indonesia menciptakan beragam tradisi Isra Mi’raj sebagai bentuk perayaan perjalanan sakral ini.

Isra sendiri merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Sementara itu, Mi’raj adalah perjalanan yang ditempuh Nabi dari bumi menuju langit ke tujuh, kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, yang menjadi tujuan akhir perjalanan ini. Di tempat tersebutlah dikeluarkan perintah untuk melaksanakan salat lima waktu dalam sehari semalam.     

Sebagaimana kamu tahu, ibadah salat lima waktu adalah bagian dari Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh semua pemeluk agama islam di dunia.

Maka tidak mengherankan, peristiwa penting ini pun selalu diperingati dan khususnya di Indonesia, peringatan tersebut umumnya berupa tradisi Isra Mi’raj yang kental dengan budaya khas daerah.

Tradisi Isra Mi’raj di masing-masing daerah tentu memiliki kesamaan serta keunikannya tersendiri. Umumnya, perayaan akan melibatkan pengajian, arak-arakan, pembagian makanan, dan sebagainya.

Hal tersebut didasari oleh bentuk rasa syukur terhadap Tuhan atas kesempatan untuk masih bisa menjalani dan menikmati hidup.

Nah, kalau kamu penasaran apa saja tradisi Isra Mi’raj yang ada di Indonesia, yuk simak informasinya berikut ini!

Rajeban Peksi Burak, Yogyakarta

budayajawa.id

Siapa sih yang tidak tahu Yogyakarta, kota yang dikenal dengan beragam budaya dan tradisi yang masih kental dan terjaga kelestariannya!

Nah, salah satu tradisi yang masih dilakukan di Yogyakarta adalah tradisi Isra Mi’raj yang dikenal dengan nama Rajeban Peksi Burak.

Tradisi ini cukup populer karena sudah dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta sejak ratusan tahun yang lalu. Nama tradisi ini terinspirasi dari kendaraan yang dipakai Nabi saat melakukan Isra Mi’raj, yakni burak.

Rangkaian acaranya sendiri berupa kirab budaya di mana kamu akan melihat simbol kendaraan Nabi Muhammad yang terbuat dari kulit jeruk Bali.

Kendaraan yang dipenuhi dengan gunungan buah tersebut akan diarak oleh para abdi dalem Kaji Selusin dari Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta menuju Masjid Gede Kauman.

Simbol burak juga akan kamu temukan di atas tumpukan buah yang biasanya terdiri dari rambutan, manggis, hingga tebu.

Sesampainya di masjid, gunungan buah tersebut akan dibagikan kepada masyarakat setelah pengajian usai.

Pawai Obor, Bandung

fimela.com

Cukup berbeda dengan kegiatan arak-arakan yang dilakukan di Yogyakarta, Bandung memiliki cara unik lain untuk memperingati Isra Mi’raj.

Tradisi Isra Mi’raj yang dilakukan di Bandung adalah pawai obor yang rutin dilaksanakan di Taman Tegalega.

Karena antusiasme masyarakat cukup tinggi, pawai ini pun seringkali dimeriahkan oleh ribuan warga yang ikut berpartisipasi.

Pawai diawali dengan menyalakan obor pada pukul 19.00. Setelah itu, para peserta akan berpawai melewati beberapa rute tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya sambil menyanyikan yel-yel agar suasananya semakin semarak.

Ambengan, Magelang

reddoorz.com

Ambengan merupakan tradisi Isra Mi’raj yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Tradisi ini bisa dibilang cukup sederhana karena dalam pelaksanaannya masyarakat akan berkumpul untuk makan bersama di masjid atau musala.

Sebelum acara makan dimulai, para warga akan terlebih dulu melakukan pengajian yang kemudian disusul dengan acara makan-makan.

Makanan yang disajikan umumnya berupa nasi, sayur, serta lauk pauk lainnya yang disusun memanjang di atas daun pisang.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, tradisi ini juga mengajarkan bahwa manusia memiliki derajat yang sama di mata Tuhan.

Rajaban, Cirebon

budayajawa.id

Tradisi Isra Mi’raj juga dikenal dengan istilah Rajaban karena peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab dalam kalender Hijriah. Bagi masyarakat Cirebon, Isra Miraj adalah saatnya untuk berziarah ke Plangon.

Di tempat tersebut, kamu akan menemukan makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan yang merupakan tokoh penyebaran agama Islam di masa lampau.

Selain ziarah, Keraton Kasepuhan Cirebon juga mengadakan acara pengajian yang dapat dihadiri oleh siapa saja.

Setelah acara pengajian berakhir, mereka akan membagikan makanan berupa nasi bogana yang terdiri dari kentang, telur, ayam, tempe, tahu, parutan kelapa, dan bumbu kuning.

Makanan tersebut juga akan dibagikan kepada warga keraton, kaum masjid, abdi dalem, dan masyarakat Magersari.

Khatam Kitab Arjo, Temanggung

nu.or.id

Cara lain untuk memperingati Isra Mi’raj adalah dengan membaca dan memahami Isra Mi’raj itu sendiri dengan mendetail.

Tradisi Isra Mi’raj ini dinamakan dengan Khatam Kitab Arjo dan rutin dilakukan oleh masyarakat Desa Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah.

Acara ini digelar setelah salat Isya dan masyarakat yang berpartisipasi akan menyimak pembacaan Kitab Arjo oleh seorang kiai atau ulama setempat. Sebelum pembacaan dimulai, acara ini akan terlebih dahulu diawali dengan tahlil singkat.

Kitab Arjo sendiri merupakan sebuah kitab dengan tulisan Arab Pegon dan dikarang oleh KH Ahmad Rifai Al-Jawi. Kitab tersebut menyimpan cerita lengkap tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Nganggung, Bangka Belitung

bobo.grid.id

Tradisi Isra Mi’raj lainnya yang tak kalah unik berasal dari Bangka Belitung yang umumnya dilakukan di Desa Bukit, Toboali, dan Bangka Selatan.

Tradisi ini bernama Nganggung yang mana masyarakat dari berbagai golongan akan berkumpul dan bersilaturahmi di suatu tempat tertentu misal masjid, surau, dan semacamnya.

Dalam tradisi ini, masing-masing perwakilan keluarga akan membawa makanan untuk dikumpulkan di tempat tersebut.

Makanan-makanan tersebut bisa berupa buah-buahan, nasi beserta lauknya, serta kue yang diletakkan di atas piring atau mangkok.

Piring dan mangkok tersebut kemudian diletakkan di atas dulang dan ditutup dengan menggunakan tudung saji dengan corak khas Bangka Belitung, berwarna mencolok dengan dominasi merah, kuning, dan hijau.

Sesampainya di tempat tujuan, dulang-dulang tersebut akan disusun rapi. Kemudian acara dilanjutkan dengan agenda pembacaan doa serta ceramah. Setelah itu, barulah acara makan-makan dimulai.

Marhabanan, Bogor

trainingcenter.events

Masyarakat Bogor memiliki tradisi Isra Mi’raj tersendiri, yakni berupa pengajian dan zikir bersama yang disebut dengan nama Marhabanan.

Acara Marhabanan ini diawali dengan zikir bersama yang dipimpin oleh seorang pemuka atau tokoh agama setempat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kisah-kisah tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Kisah-kisah tersebut dibalut dalam bentuk puji-pujian atau kasidah dengan syair yang indah. Setelah acara selesai, peserta akan disuguhi dengan snack atau makanan yang sudah disediakan di sana, lalu dilanjutkan salat Isya berjemaah.

Tradisi ini masih dilestarikan dan umumnya dilakukan oleh warga Desa Malasari, Bogor, Jawa Barat.

Buat kamu yang ingin merasakan sensasi menginap di hotel kapsul, yuk datang ke Bobobox. Hotel kapsul yang satu ini sudah hadir di tiga kota besar, yaitu Bandung, Jakarta, dan Semarang.

Desainnya yang minimalis namun futuristik tentunya membuat banyak pelanggan betah berlama-lama di sini, bahkan kembali lagi untuk menginap.

Soal fasilitas, kamu tidak usah khawatir, semuanya lengkap dan nyaman. Kalau kamu menginap di Bobobox Pods Kebayoran Baru Jakarta, kamu bisa melihat keindahan senja di kota Jakarta selepas kamu menunaikan ibadah salat di musala yang letaknya di rooftop.

Menyenangkan bukan? Yuk unduh aplikasinya dan segera meluncur ke Bobobox!

You might also like