Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tidak Hanya Kanibalisme, Ini Dia Suku-Suku di Dunia dengan Budaya Ekstrem Lainnya

Apakah kamu pernah menyaksikannya?

Tiap suku di dunia pasti memiliki kebiasaan dan budaya yang unik dan berbeda dari suku-suku lainnya. Hal tersebut yang membuat dunia ini kaya akan keberagaman budaya yang sangat indah. Beberapa suku di dunia memiliki budaya yang tak hanya unik, tetapi tergolong ekstrem bahkan membuat kita tercengang. Bob sudah merangkum beberapa budaya ekstrem dunia khusus untuk kamu!

 

Potong Jari (Suku Dani, Wamena, Papua, Indonesia)

Via archipelagos.id

Budaya ekstrem dunia yang pertama di daftar ini berasal dari suku Dani di Wamena, Papua. Suku Dani memiliki cara yang unik dan tergolong ekstrem untuk mengekspresikan kesedihan anggota keluarganya meninggal dunia. Mereka memotong jari sebagai tanda berduka saat ditinggal oleh orang terkasih. Rasa sakit yang dirasakan setelah pemotongan jari merupakan ekspresi kesedihan dan penderitaan setelah ditinggalkan oleh anggota keluarganya.

 

Memakan Abu Jasad (Suku Yanomami, Brazil)

via tripfreakz.com

Suku Yanomami percaya bahwa jiwa manusia perlu dilindungi dan dikembalikan ke bumi setelah meninggal dan akan kembali dengan wujud yang berbeda. Mereka juga percaya bahwa jiwa manusia dapat diselamatkan dengan cara pembakaran jasad dan abunya dimakan oleh sanak saudaranya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pelepasan jiwa mereka yang telah meninggal dari hal-hal duniawi.

Maka dari itu, budaya ekstrem dunia memakan abu jasad dilakukan sebagai bentuk rasa sayang dan cara memuliakan anggota keluarga yang sudah meninggal.

 

Digigit Ratusan Semut Peluru (Suku Satere-Mawe, Brasil)

via infoamazonia.com

Masih dari Brasil, budaya ekstrem dunia yang berikutnya melibatkan ratusan hingga ribuan semut peluru yang terkenal sebagai salah satu hewan dengan gigitan paling menyakitkan di dunia. Ritual yang dikenal dengan nama Da Tucandeira ini merupakan ritual menuju kedewasaan suku Satere-Mawe yang mengharuskan anak laki-laki menahan rasa sakit dan tidak menangis saat digigit ratusan hingga raibuan semut peluru di bagian tangan.

Ritual ini dilakukan pada anak laki-laki yang berusia 12-16 tahun. Anak tersebut kemudian akan dipakaikan sarung tangan yang dibuat dari dedaunan dimana didalamnya terdapat puluhan hingga ratusan semut peluru. Sebelum memakai sarung tangan tersebut tangan mereka akan dilapisi dengan arang sebagai pelindung.

Anak laki-laki yang dianggap berhasil mencapai kedewasaan adalah mereka yang sanggup bertahan selama 10 menit tanpa menangis. Ritual ini juga dapat dilakukan berulang-ulang hingga anak laki-laki tersebut dapat bertahan melewatinya.

 

Meruncingkan Gigi (Suku Bogobo, Mindanao, Filipina)

Via Wikimedia Commons

Tradisi meruncingkan gigi bagi para perempuan di suku Bogobo merupakan definisi dari kecantikan. Para perempuan dari suku Bogobo harus melalui proses yang panjang dan menyakitkan untuk membuat giginya runcing. Hal ini seperti menjadi keharusan bagi mereka karena bentuk gigi yang seperti itulah yang dianggap paling cantik oleh warga suku Bogobo di Mindanao Filipina.

 

Pukul Sapu (Maluku Tengah, Indonesia)

Via ANTARA FOTO / Atika Fauziyyah

Budaya ekstrem dunia berikutnya berasal dari Maluku Tengah. Pukul sapu atau yang dikenal dengan baku pukul manyapu, dilaksanakan setiap perayaan hari Idul Fitri. Banyak turis domestik maupun mancanegara yang sengaja hadir untuk menyaksikan budaya ekstrem dunia tersebut.

Tradisi pukul sapu dilakukan dengan saling memukulkan lidi ke tubuh satu sama lain hingga berdarah. Hal tersebut dilakukan untuk mengenang perjuangan Pasukan Telukabessy saat mempertahankan benteng kapapaha dari penjajah.

 

Ritual Manene (Tana Toraja, Indonesia)

Via Indonesiakaya.com

Masih dari Indonesia, budaya ekstrem dunia berikutnya sempat populer di media. Ritual Manene dari Tana Toraja adalah ritual perawatan jenazah dari kerabat yang telah meninggal dunia. Setelah jenazah tersebut dimandikan, dirawat dan digantikan pakaiannya, jenazah tersebut akan diarak keliling kampung. Uniknya, jasad yang sedang diritualkan dapat berdiri tegak layaknya orang yang masih hidup. Ritual ini berangkat dari kepercayaan bahwa walaupun seseorang telah meninggal, jasadnya tetap perlu dirawat dan dihormati.

Buat kamu yang penasaran, ritual ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. Jadi pastikan kamu datan sesuai waktunya ya!

 

Melompat dari Ketinggian (Vanuatu)

Via letemsvetem

Budaya ekstrem dunia berikutya adalah Nagole atau ritual melompat dari ketinggian yang dilakukan oleh suku Vanuatu di Vanuatu. Sama seperti ritual Da Tucandeira, Nagole juga merupakan sebuah ritual menuju kedewasaan. Dalam ritual ini, seorang anak laki-laki harus membuktikan kedewasaannya dengan menunjukan keberanian memanjat ke atas menara kayu yang cukup tinggi dan melompat ke bawah dengan hanya bermodalkan seutas tali tanpa pelindung apapun.

Sekilas ritual ini terlihat seperti versi tradisional dari olahraga bungee jumping. Tetapi lebih dari itu, Ritual ini dianggap sangat penting bagi pria-pria di Vanuatu karena mereka baru dianggap dewasa setelah mampu melaluinya.

 

Mempelajari Kekayaan Budaya di Bobobox

Dengan jaringan internet yang super cepat membuat kamu bisa mempelajari beragam kebudayaan dunia dengan lancar tanpa gangguan.

Bobobox telah hadir di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Semarang. Kamu pasti mendapatkan kesempatan istirahat yang berkualitas tanpa gangguan karena Bobobox merupakan hotel kapsul yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan didukung dengan integrasi dengan sistem berteknologi tinggi. Kamu bisa mendengarkan musik dengan bluetooth speaker, mengubah warna lampu pod-mu sesuai mood, bahkan streaming film tanpa gangguan dengan koneksi internet super cepat! Oh iya, kamu juga bisa melihat langsung pods Bobobox lewat virtual 360° tour lho!

Yuk pesan pod kamu sekarang!

You might also like