Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tes Kebiasaan Orang Sunda Asli: Apakah Kamu Melakukan dan Mengatakan 10 Hal Ini?

Hanya untuk melepas tawa saja!

Bobobox.co.id — Indonesia merupakan negara dengan budaya dan suku yang beragam. Dengan keberagaman budaya di Indonesia, hal tersebut mempunyai adanya perbedaan kebiasaan untuk setiap sukunya.

Tak terkecuali suku Sunda. Salah satu suku di Indonesia ini tentu memiliki kebiasaan yang berbeda. Kebiasaan orang Sunda yang khas inilah yang membedakan dengan orang dari suku lain di Indonesia.

Nah, tanpa berlama-lama lagi, Bob akan membawamu untuk melakukan tes kebiasaan orang Sunda asli yang biasa kamu lakukan dan katakan. Ingat, tes ini tidak bersifat mutlak atau hanya gambaran umum saja ya!

Memangkas Huruf D dan B

Kebiasaan orang Sunda pertama adalah memangkas pelafalan huruf B dan D. Namun, kebiasaan ini hanya berlaku dalam beberapa percakapan saja di mana kedua huruf tersebut tidak akan dibaca saat dilafalkan.

Saat bercengkrama, orang Sunda akan menyebut beberapa kata seperti Bandung menjadi Banung, Lembang menjadi Lemang, dan Sandal menjadi Sanal. Hal ini tentunya mudah ditemukan dari orang Sunda.

Kata-kata tersebut pun hanya akan dipangkas jika percakapannya menggunakan bahasa Sunda. Jika kamu adalah orang Sunda, kamu tentu paham dengan aturan memangkas huruf B dan D ini sebagai kebiasaan orang Sunda.

kebiasaan orang sunda
@katekalvach via unsplash.com

Penambahan Kata Imbuhan

Tak hanya memangkas huruf B dan D dalam percakapan bahasa Sunda, kebiasaan orang Sunda lainnya adalah menambahkan kata imbuhan seperti mah, teh, atuh, euy, dan masih banyak lainnya.

Bahkan, hal satu ini mungkin sudah termasuk identik dengan orang Sunda. Sulit sekali rasanya untuk menemukan orang Sunda yang tidak menambahkan kata imbuhan saat berbicara dengan orang lain.

Mau itu bahasa Indonesia atau bahasa Sunda, kata imbuhan tersebut adalah sebuah kewajiban. Untuk beberapa kasus, kata-kata umpatan bahkan sering disisipkan untuk menandakan sebuah pertemanan yang dekat.

via mojok.co

Logat Berbicara yang Khas

Indonesia mempunyai banyak suku dan bahasa. Tak heran jika setiap suku tersebut mempunyai logat khas saat berbicara. Hal tersebut pul berlaku untuk orang Sunda. Hal ini dianggap sebagai salah satu kebiasaan orang Sunda.

Pasalnya, banyak orang yang menggangap bahwa logat berbicara orang Sunda yang khas. Kamu pun akan mampu mengenali seseorang jika orang tersebut adalah orang Sunda walaupun berbicara bahasa Indonesia.

Hal lainnya yang wajib diketahui adalah tiap daerah pun memiliki logat yang berbeda. Kamu akan mendapati perbedaan orang Tasikmalaya dalam berbicara bahasa Sunda dengan orang Bandung bahkan orang Cirebon.

via popmagz.com

Adat Makan Bersama

Kebiasaan orang Sunda berikutnya adalah tradisi makan bersama. Namun, bukan sekadar makan bersama saja. Orang Sunda akan makan bersama-sama sambil lesehan dengan menggunakan alas daun pisang.

Kebiasaan orang Sunda ini bisa disebut botram. Sebenarnya, kegiatan ini memiliki nama yang berbeda saat momennya berbeda juga. Ada juga yang namanya bancakan jika dilakukan sebagai bagian selametan.

Tak hanya itu, ada juga papahare atau papadangan. Perbedaannya adalah kebiasaan orang Sunda ini mewajibkan setiap orang membawa makanannya masing-masing untuk makan bersama di rumah yang ditunjuk.

Notram/Foto hms via bipol.co

Pandai Membuat Akronim Makanan

Berbicara soal kuliner, tanah Sunda termasuk salah satu yang mempunyai banyak kuliner yang bisa disantap. Namun, salah satu kebiasaan orang Sunda yang sulit ditemukan di daerah adalah membuat akronim.

Maksudnya adalah orang Sunda memiliki kebiasaan untuk membuat akronim untuk makanan yang mereka buat. Sudah tak terhitung berapa banyak makanan yang nama akronimnya sudah terkenal hingga ke luar Jawa Barat.

Sebut saja cilok (aci dicolok), combro (oncom dijero), batagor (baso tahu goreng), dan masih banyak lainnya. Bahkan, beberapa makanan tersebut mampu membuat banyak orang penasaran untuk mencicipinya.

via bloggerkendal.com

Mendukung Persib Bandung

Kebiasaan orang Sunda kali ini mungkin cukup debatable. Walaupun demikian, hal tersebut tak afdal rasanya jika tidak dimasukkan ke dalam tes ‘Urang Sunda Asli’. Kebiasaan tersebut adalah mendukung Persib.

Meskipun, tiap daerah memiliki timnya masing-masing, orang Sunda tetap akan menjadikan Persib sebagai tim yang mereka dukung. Tak heran jika mereka pun rela untuk memberikan dukungan langsung ke Bandung.

Kebiasaan ini yang seringkali melekat pada orang Sunda. Di manapun mereka berada, sebagian besar mereka akan tetap memberikan dukungan mereka sesibuk apapun kegiatan atau pekerjaan yang mereka hadapi.

Fahrul Jayadiputra/ANTARA FOTO via republika.co.id

Murah Senyum dan Terkenal Ramah

Kebiasaan orang Sunda lainnya adalah murah senyum, humor, dan terkenal ramah. Banyak orang mengindetifikasi orang Sunda itu dikenal sebagai orang yang suka ngabodor atau melucu dalam bahasa Indonesia.

Tak hanya dari perkataan yang mereka ucapkan, tingkah laku orang Sunda pun kerap kali mengundang gelak tawa. Bahkan, jokes orang Sunda bisa dibilang memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lain.

Selain itu, orang Sunda pun kerap kali terkenal akan keramahannya. Orang Sunda tak sungkan untuk sekadar melayangkan senyuman pada pada orang yang belum dikenali alias someah.

@priscilladupreez via unsplash.com

Menjunjung Adat Istiadat

Provinsi Jawa Barat tersebut salah satu provinsi dengan banyak daerah di dalamnya. Hal tersebut membuat banyak budaya dan adat istiadat yang berasal dari berbagai daerah di provinsi ini.

Nah, salah satu kebiasaan orang Sunda berikutnya adalah menjunjung tinggi adat istiadat tersebut. Hal ini sebenarnya adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang di daerah masing-masing.

Hal tersebut demi lestarinya budaya yang kini harus berhadapan dengan kemajuan teknologi. Dengan kebiasaan ini, nantinya tak hanya budaya Sunda saja yang tetap lestari tetapi juga budaya lainnya di Indonesia.

Armin Abdul Jabbar/Pikiran Rakyat via pikiran-rakyat.com

Tidak Bisa Membedakan F dan P

Kebiasaan orang Sunda berikutnya mungkin hanya sebagai anekdot saja. Pasalnya, kebiasaan ini mungkin sudah jadi stereotip di mana orang Sunda tidak membedakan huruf F atau V dengan huruf P.

Nah, hal tersebut nyatanya bisa dijelaskan secara ilmiah mengapa orang Sunda sulit membedakan huruf F atau V. Penjelasan ini sendiri berkaitan dengan aksara Sunda yang menjadi dasar penjelasannya.

Dalam aksara Sunda, huruf F atau V sendiri tak ada pada kosakata bahasa Sunda. Walaupun akhirnya ada bentuk serapannya, hal tersebut tetap tak mengubah bunyi dan hanya berbeda pada penulisan saja.

via jennynotestoday.blogspot.com

Tradisi Sunatan Sisingaan

Kebiasaan orang Sunda terakhir adalah mendapatkan iring-iringan sisingaan saat sunatan. Tradisi memang termasuk salah satu tradisi yang sudah turun temurun dilakukan bahkan hingga saat ini.

Upacara khitanan sendiri termasuk salah hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Nah, beberapa daerah memiliki tradisi yang berbeda dan Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang memiliki tradisi tersebut.

Selain nantinya akan diiring keliling desa, kebanyakan orang Sunda pun akan disunat saat usia mereka masih sangat muda. Bahkan, beberapa di antaranya sudah disunat saat usia mereka belum menginjak satu tahun.

via mangyono.com

Pengalaman Menginap Asyik di Bobobox

Tidak lengkap rasanya jika liburan di Bandung tanpa menginap di Bobobox. Hotel kapsul dengan logo Koala ini menawarkan pengalaman menginap asyik yang tidak akan kamu lupakan.

Apalagi dengan fasilitas-fasilitas penunjang baik di dalam maupun luar podnya yang keren dan ciamik bisa membuatmu merasa betah selama menginap di sini.

Untuk pemesanannya, unduh aplikasi Bobobox terlebih dahulu di sini. Setelah itu, kamu sudah bisa memesan pod yang kamu mau lewat aplikasi tersebut.

You might also like