Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Jaga Kesehatan dengan 5 Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Rumah

Selain tanaman hias, tanaman obat juga harus kamu miliki di rumah.

Sebelum adanya obat modern seperti sekarang, tanaman obat menjadi pilihan untuk meredakan berbagai macam penyakit. Bahkan, sampai sekarang pun tanaman obat masih dipercaya dan menjadi pilihan banyak orang.

Nah, daripada beli lebih baik kamu tanam saja sendiri di rumah. Mudah dan nggak ribet. Berikut ini adalah tanaman obat yang bisa kamu tanam sendiri di rumah untuk menjaga kesehatan kamu.

Kamomi

tanaman obat
Photo by Rodion Kutsaev on Unsplash

Tanaman obat pertama yang bisa kamu tanam di rumah adalah kamomil. Tanaman obat ini sudah digunakan sebagai obat tradisional sejak ribuan tahun yang lalu. Biasanya untuk meredakan kegelisahan atau sakit perut.

Sekarang, kamomil lebih dikenal sebagai teh. Bagian yang digunakan adalah bunganya yang dikeringkan. Banyak orang menyukai teh kamomil karena tidak mengandung kafein sehingga bisa diminum sebagai pengganti teh hitam atau kopi.

Selain dari rasa dan wanginya yang menyerupai apel, kamomil juga dikonsumsi karena khasiatnya bagi kesehatan. Menurut situs Healthline, bunga kamomil memiliki kandungan yang bernama apigenin. Kandungan tersebut merupakan antioksidan yang memengaruhi otak agar kamu merasa mengantuk.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa wanita yang baru melahirkan memiliki kualitas tidur yang lebih baik setelah minum teh kamomil selama dua minggu. Mereka juga menunjukkan gejala depresi yang lebih rendah yang biasanya dikaitkan dengan masalah tidur.

Selain membantu kamu untuk tidur lebih cepat, tanaman obat ini juga memiliki manfaat lain bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah baik bagi pencernaan, berpotensi melawan kanker, berpotensi mengontrol kadar gula darah, dan memiliki manfaat bagi kesehatan jantung.

Tanaman obat ini bisa kamu tanam di dalam pot. Caran menanam dan perawatannya pun bisa kamu lakukan dengan mudah.

Daun pepermin

tanaman obat
Photo by Bonnie Kittle on Unsplash

Tanaman obat ini merupakan tanaman hibdrida dari watermint dan spearmint. Pepermin biasanya digunakan sebagai perasa untuk permen, permen karet, dan makanan lain. Selain itu, pepermin juga biasa dibuat sebagai teh. Mirip seperti kamomil, tanaman obat ini tidak mengandung kafein sehingga merupakan alternatif minuman yang baik dari kopi.

Di samping dikonsumsi karena rasanya yang menyegarkan mulut, daun peppermin juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 926 orang yang menderita sindrom iritasi usus menunjukkan bahwa minyak pepermin mampu meredakan gejala sakit lebih baik dibandingkan dengan plasebo.

Penelitian lain menunjukkan bahwa tanaman obat ini mampu meredakan sakit perut pada anak-anak, baik dari segi lama, panjang, dan tingkat keparahannya.

Tak hanya baik bagi pencernaan, tanaman daun pepermin juga mampu membantu meredakan sakit kepala dan migren. Pepermin memiliki kandungan yang mampu membuat otot rileks dan kandungan pereda sakit.

Sebuah penelitian yang dilakukan kepada 35 orang penderita migren menunjukkan bahwa minyak pepermin yang dioleskan ke dahi dan pelipis mampu meredakan sakit secara signifikan dalam waktu dua jam.

Hal ini berlaku untuk minyak oles pepermin sedangkan untuk teh pepermin belum ada penelitian yang bisa mengkalimnya meskipun beberapa orang mengatakan bahwa menghirup aroma teh pepermin membuat mereka rileks.

Tanaman obat kemangi

tanaman obat
Photo by Rob Pumphrey on Unsplash

Kemangi adalah daun yang sering muncul di beragam masakan Indonesia. Rasanya yang menyegarkan menjadi pelengkap sambal atau makanan pedas lainnya. Di samping rasanya, ternyata kemangi juga merupakan tanaman obat yang baik bagi kesehatan. Di dalamnya terdapat antioksidan, antiradang, dan banyak kandungan bermanfaat lainnya.

Secara tradisional tanaman obat ini sering digunakan untuk meredakan mual dan mengobati gigitan serangga. Akan tetapi, menurut situs Healthline, sebagai obat untuk meredakan penyakit serius, belum ada penelitian yang bisa membuktikannya. Baru ada uji coba yang dilakukan terhadap tikus dan uji tabung reaksi. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Mengurangi resiko pikun akibat stres dan penuaan
  • Meredakan depresi akibat stres
  • Mengurangi kadar gula darah
  • Meningkatkan kesadaran mental saat dihirup sebagai aromaterapi

Rosemary

tanaman obat
Photo by Manuela Böhm on Unsplash

Baik sebagai penambah cita rasa, aroma terapi, maupun tanaman obat, rosemary sudah populer sejak lama. Biasanya, tanaman obat ini diambil daun atau minyaknya. Daun rosemary sering digunakan sebagai bumbu rempah camuran makanan atau dibuat sebagai teh sedangkan minyaknya digunakan sebagai olesan atau untuk dihirup.

Rosemary memiliki kandungan antioksidan, antimirkoba, dan antiradang yang tinggi. Antioksidan mampu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan radang yang menyebabkan kanker, diabetes, atau penyakit jantung. Kandungan antioksidan paling tinggu yang ada di dalam rosemary disebut polyphenolic.

Mengonsumsi teh rosemary juga dinilai mampu mengurangi kadar gula darah, meningkatkan suasana hati dan memori, menjaga kesehatan otak dan mata, dan baik bagi pencernaan.

Sebagai minyak, tanaman obat ini juga memiliki banyak manfaat seperti mampu menstimulasi pertumbuhan rambut. Salah satu masalah rambut yang sering menimpa pria adalah kebotakan. Minyak rosemary mampu menangani kebotakan dengan cara mencegah produk sampingan testosteron dari menyerang kantung rambut.

Caranya adalah dengan mengoleskan minyak rosemary yang dilarutkan dengan air ke kulit kepala sebanyak dua kali sehari selama enam bulan. Menurut penelitian, mengoleskan minyak tanaman obat ini memiliki efek yang serupa dengan minoxidil, ketebalan rambut meningkat.

Ketumbar

tanaman obat
Photo by Tomasz Olszewski on Unsplash

Di Indonesia, baik biji maupun daunnya, ketumbar sering digunakan sebagai bumbu masakan. Sebagai tanaman obat juga ternyata ketumbar memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah berpotensi menunurkan kadar gula darah.

Penelitian yang dilakukan terhadap hewan menujukkan bahwa biji ketumbar mampu menunurkan kadar gula darah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang mmembantu menghilangkan gula dalam darah.

Selain itu, tanaman ini juga dinilai baik bagi kesehatan otak. Penyakit otak seperti Parkinson dan Alzheimer seringkali dihubungkan dengan peradangan yang terjadi di dalam otak. Ketumbar bisa menjadi pelindung otak dari peradangan ini karena tanaman obat ini memiliki kandungan antiradang.

Manfaat lainnya dari tanaman ini adalah baik untuk pencernaan, kesehatan jantung, dan kesehatan kulit. Mengonsumsi tanaman obat ini juga tidaklah sulit karena mudah ditemukan dan bisa dimasukkan ke dalam berbagai makanan.

Tetap bahagia dengan menginap di Bobobox

bobobox

Kesehatan tidak hanya soal tubuh saja, mental kamu juga perlu dijaga. Salah satunya adalah dengan liburan. Di masa pandemi seperti sekarang, staycation menjadi pilihan yang mudah dan aman.

Bobobox adalah hotel kapsul yang bisa kamu coba untuk staycation. Suasana tenang dan hening akan kamu dapatkan saat masuk ke pod-nya. Selain itu, desainnya yang modern juga enak untuk dinikmati.

Nggak cuma itu, teknologi yang digunakan juga canggih. Untuk memesan kamar, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Bobobox. Aplikasi ini, selain untuk memesan, juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Tinggal pindai saja QR code-nya.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan lupakan stres untuk sejenak!

You might also like