Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Syarat Baru Mengunjungi Candi Borobudur Sekarang

Syarat baru di era kenormalan baru

Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika bertandang ke Yogyakarta atau Magelang. Setiap tahunnya, Candi Borobudur bisa menarik hingga jutaan pengunjung domestik juga mancanegara.

Hal ini tentu tidak mengherankan mengingat Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di Indonesia dan bahkan dunia. Selain itu, candi ini juga telah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia PBB pada tahun 1991 silam.

Candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki luas 15.129 meter persegi, tinggi 42 meter, dan terdiri dari 10 tingkat. Selain itu, candi ini juga memiliki sekitar 2.672 panel relief dan 504 arca Budha.

Arca-arca tersebut sebagian besar dalam bentuk meditasi sementara enam di antaranya dengan posisi tangan yang berbeda di sepanjang candi. Borobudur juga dikelilingi oleh dua pasang gunung, yakni Merbabu dan Merapi serta Sumbing dan Sindoro, dan juga dua sungai yaitu Elo dan Progo.

Borobudur sendiri dibangung para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan dinasti Sailendra. Waktu pembangunannya tidak terlalu pasti. Ada yang meyakini candi ini dibangun sekitar tahun 760 hingga 830 Masehi, 770 hingga 825 Masehi, 780 hingga 840 Masehi, dan sebagainya.

Candi kemudian ditemukan oleh pasukan Inggris pada tahun 1814 di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi pun dibersihkan seluruhnya hingga rampung pada tahun 1835.

Peninggalan dari nenek moyang Indonesia ini sudah mengalami sejarah panjang dan sarat akan sejarah, spiritualitas, budaya dan keindahan alam. Karenanya, wisatawan tidak pernah dibuat bosan oleh kemegahan dan keindahan yang disuguhkan Borobudur.

Namun, sejak bulan Maret 2020, Borobudur terpakasa ditutup sementara karena adanya pandemi COVID-19. Penutupan sementara ini dibarengi dengan langkah preventif  berkala seperti penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan candi serta tetap menjaga kebersihan lingkungan kerja.

Lalu setelah tiga bulan, Borobudur kembali dibuka pada tanggal 25 Juni dengan syarat-syarat baru agar dapat mencegah penularan COVID-19. Apa saja syaratnya? Yuk simak informasi berikut ini!

Syarat Baru Mengunjungi Candi Borobudur

borobudurpark.com

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, kawasan Borobudur yang dibuka untuk umum hanyalah kawasan Zona I. Pembukaan kawasan wisata ini dilakukan setelah Balai Konservasi Borobudur (BKB) mendapatka izin dari Bupati Magelang sebagai Ketua Gugus Tugas Penangan COVID-19 Kabupaten Magelang.

Izin tersebut tertera dalam surat Bupati Magelang tertanggal 1 Juli 2020 nomor 100/220/01.01/2020 tentang Izin Penyelenggaraan Kegiatan/Usaha. Izin ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Bupati Magelang dan juga SKB Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Maka dari itu, PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola wisata Candi Borobudur juga memberlakukan protokol kesehatan umum bagi pengunjung. Dalam hal ini, pengunjung diwajibkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak satu meter dengan orang lain.

Aturan lainnya yang harus dipatuhi adalah larangan membawa makanan dan minuman dari luar serta mengikuti pengecekan suhu oleh petugas sebelum memasuki kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Pengelola juga memastikan kebersihan lokasi dengan rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan.

Penerapan protokol kesehatan tersebut sudah terlebih dulu diuji lewat simulasi penerapan protokol kesehatan. Aturan sudah dimulai sejak dari pintu gerbang sampai di depan tangga pertama bangunan Candi Borobudur.

Di pintu gerbang area parkir, penyemprotan disinfektan sudah mulai dilakukan pada semua mobil yang masuk. Setelahnya, pengunjung yang turun di area drop off akan dikondisikan untuk antre pada kotak berjarak yang sudah disiapkan untuk mencuci tangan secara bergantian di wastafel yang telah disiapkan.

Sebelum memasuki loket penjualan tiket, mereka juga akan memasuki bilik disinfektan yang menyemprotkan air sabun. Jika tidak ingin mengatre di loket, TWC juga sudah menyiapkan loket elektronik bagi pengunjung.

Lalu, yang terakhir adalah proses pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan barang-barang bawaan. Jika ada pengunjung dengan suhu mencapai 37,8 derajat Celsius, maka pengunjung tersebut akan akan diminta untuk kembali.

Social Distancing

borbudurpark.com

Karena perlunya social distancing atau jarak sosial, jumlah pengunjung per harinya hanya dibatasi 140 orang per jamnya. Selain itu, pengunjung belum diperbolehkan naik ke Candi Borobudur. Karena itu, para pengunjung hanya bisa menikmati keindahan candi Buddha tersebut dari area halaman.

Menurut Kepala BKB Tri Hartono, larangan tersebut diberlakukan karena lorong-lorong di sana terbilang sempit sehingga akan menyulitkan penerapan protokol jarak sosial. Pengunjung yang akan naik ke Zona I dibagi ke dalam kelompok denga jumlah maksimal 20 orang dan harus dipandu oleh seorang pemandu dengan tarif Rp 100.000,00 per kelompok.

Pemandu tersebut bertugas untuk menjelaskan tentang Candi Borobudur ini meskipun mereka hanya bisa berkunjung ke halamannya saja. Setidaknya, penjelasan tersebut dapat menggambarkan situasi sebenarnya dari atau cerita relief Candi Borobudur. Ketentuan ini juga dilakukan agar tidak ada penumpukan wisatawan.

Dalam waktu satu jam, sebagian dari 140 orang tersebut diarahkan ke utara sementara setengahnya lagi ke selatan. Namun, jika kunjungan tidak sampai satu jam, maka jumlah wisatawan dapat bertambah. Hal ini tentu tetap disesuaikan dengan kapasitas halaman Zona I. Agar protokol jarak sosial lebih maksimal, TWC juga telah menyediakan tempat duduk untuk wisatawan yag tengah menunggu giliran naik ke Zona I.

Aturan baru ini tidak luput dari protes pengunjung karena merasa tidak ada pemberitahuan tentang jasa pemandu untuk naik ke Zina I saat pembelian tiket. Namun, sebagian pengunjung lain dapat menerima aturan tersebut. Jika dihitung-hitung, dalam satu kelompok yang terdiri dari 20 orang, setiap orangnya hanya perlu membayar jasa pemandu sebesar Rp 5.000,00.

Jam Kunjungan ke Candi Borobudur dimulai pukul 08.30-16.30. Selain itu, setiap hari Senin tempat wisata ini akan ditutup sehingga kawasan Borobudur dapat beristirahat dan dibersihkan.

Harga tiketnya sendiri dibedakan antara anak dan dewasa. Untuk pengunjung dewasa (10 tahun ke atas), mereka dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,00 sementara anak (tiga sampai 10 tahun) sebesar Rp 25.000,00. Harga tiket tersebut berlaku untuk pengunjung domestik. Untuk pengunjung mancanegara, tiket dewasa dihargai sebesar 25 USD sementara anak-anak sebesar 15 USD.

New Normal Experience dengan Bobobox

Ngomong-ngomong soal wisata di era kenormalan baru atau new normal, kamu tentu harus menyiapkan penginapan yang aman juga kan? Tidak usah bingung-bingung. Ke Bobobox yuk!

Hotel kapsul yang satu ini telah menerapkan beberapa aturan yang wajib diikuti oleh semua orang yang berada di area Bobobox agar pengunjung tetap aman dan nyaman. Aturan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh oleh host serta kewajiban menggunakan masker untuk semua pihak, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dengan tamu lain, dan menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki area pod.

Kamu juga diharuskan untuk menggunakan siku kamu jika ingin menekan tombol lift atau membuka pintu. Selain itu, bawalah alat makan dan alat salat pribadi. Untuk keperluan kesehatan, Bobobox juga menyediakan obat-obatan standar yang bisa kamu gunakan agar tubuh kamu tetap sehat dan fit. Yuk segera unduh aplikasi Bobobox di Play Store  dan App Store, dijamin aman dan nyaman!

You might also like