Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

3 Strategi Jitu untuk Negosiasi Gaji bagi Para Fresh Graduate

Dijamin, kamu akan mendapatkan angka yang memuaskan setelah melakukan tips ini.

Memiliki IPK yang tinggi serta lulus dari universitas ternama saja tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan dengan jumlah gaji yang diinginkan. Karenanya, kamu perlu melakukan negosiasi atau tawar-menawar perihal gaji pada perusahaan tempatmu melamar pekerjaan.

Negosiasi gaji ini biasanya dilakukan saat sesi wawancara atau interview kerja. Biasanya, para perekrut dari departemen Sumber Daya Manusia (HRD) akan menilai kapasitas dan kemampuan kerja seseorang di tahap ini.

Bagi kamu yang sudah berpengalaman dalam urusan wawancara kerja, kamu mungkin sudah punya trik serta gambaran tersendiri perihal gaji yang diinginkan dalam standar kerja tertentu.

3 Strategi Jitu untuk Negosiasi Gaji bagi Para Fresh Graduate
Foto oleh Hunters Race dari Unsplash

Namun, bagaimana dengan kamu yang masih merupakan fresh graduate? Tentu ini bisa menjadi urusan yang rumit, mengingat kamu belum berpengalaman dalam bernegosiasi seputar gaji yang ditawarkan.

Belum lagi label tentang fresh graduate yang biasanya dipandang sebelah mata karena dianggap belum cukup berpengalaman. Bisa jadi kamu hanya digaji seadanya, bahkan di bawah Upah Minimum Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP).

Jadi, bagaimana dong cara untuk negosiasi gaji dengan tepat? Jangan khawatir, karena Bob sudah punya strategi jitu untuk negosiasi gaji bagi para fresh graduate. Simak ulasannya di bawah ini, ya!

Ceritakan tentang passion dan tujuan dalam hidupmu

Saat wawancara, seringkali kamu akan mendapat pertanyaan berupa, “tolong ceritakan tentang diri Anda.” Nah, mulailah menceritakan tentang passion atau jenis pekerjaan yang sangat kamu sukai, serta tujuan yang ingin kamu capai dalam hidupmu.

Lalu, apa hubungannya menceritakan passion dan tujuan hidup dengan negosiasi gaji? Tentu ada. Dengan menceritakan dua hal tersebut, pihak perekrut yang baik akan menghitung dan memperkirakan berapa gaji yang cocok untuk ‘membiayai’ passion dan tujuanmu tersebut.

Jangan lupa untuk gunakan bahasa yang sopan, namun tetap bersifat persuasif. Kamu juga tak perlu malu untuk menjelaskan gambaran yang dibutuhkan untuk membiayai semua itu.

3 Strategi Jitu untuk Negosiasi Gaji bagi Para Fresh Graduate
Foto oleh Tim Gouw dari Unsplash

Misalnya, dengan kata-kata berikut ini, “Maaf sebelumnya, saya belum bisa menyebutkan nominalnya secara pasti kepada Bapak/Ibu. Tapi, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bahwa saya memiliki passion dan tujuan yang harus saya capai. Semua itu membutuhkan biaya kira-kira sebesar…”

Dengan begini, besar kemungkinan jika perekrut akan mempertimbangkan jumlah kisaran yang pasti untuk membayarmu dengan layak setiap bulannya.

Namun, hindari untuk bilang bahwa kamu ingin menabung untuk merintis sebuah bisnis, ya. Ini tentu akan memengaruhi pandangan perekrut bahwa kamu hanya menjadikan perusahaan tempatmu melamar kerja sebagai batu loncatan.

Ini juga akan membuat mereka berpikiran bahwa kamu hanya akan bekerja dengan performa yang biasa saja karena passion-mu bukan bekerja, melainkan membangun bisnis. Bisa-bisa kamu malah tidak akan diterima oleh perusahaan, deh.

‘Menjual diri’ dengan kemampuan dan prestasi selama kuliah

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa ada seorang fresh graduate sebuah universitas terkemuka di Indonesia yang mengeluh saat mendapat tawaran gaji Rp 8.000.000.

Berita ini sempat viral di platform Twitter, dan memancing komentar warganet. Banyak yang tidak setuju dengan cuitan tersebut.

Menurut warganet, gaji sebesar Rp 8,000,000 sudah sangat cukup untuk biaya hidup di Jakarta, asalkan menerapkan gaya hidup yang tidak berlebihan. Adapula yang bilang, bahwa dengan gaji sebesar itu harusnya bisa disyukuri, karena banyak orang yang sulit untuk sekadar mendapatkan pekerjaan.

Pakar HRD, Pambudi Sunarsihanto, mengatakan bahwa meminta gaji tinggi di awal karir bukanlah merupakan sesuatu yang salah. Namun, ini juga harus dibarengi dengan ilmu, karakter, dan pengalaman yang sepadan dan mumpuni.

Perusahaan pasti membutuhan seorang fresh graduate dengan kualifikasi terbaik, baik dari segi akademis maupun dari segi kemampuan. Dari segi akademis, pihak perusahaan bisa melihat dan menilai dari data administrasi pelamar, seperti daftar riwayat hidup (curriculum vitae), ijazah, serta transkrip nilai.

3 Strategi Jitu untuk Negosiasi Gaji bagi Para Fresh Graduate
Foto oleh Christina @ wocintechchat.com dari Unsplash

Sedangkan, perihal kemampuan, biasanya pelamar juga sudah menyertakan buktinya dengan melampirkan berbagai sertifikat, mulai dari sertifikat prestasi hingga sertifikat berbagai seminar dan pembelajaran non-formal lainnya.

Namun, jangan lupa untuk menjelaskan dan memberikan pemaparan singkat tentang kemampuanmu pada saat wawancara. Yakinkan perekrut bahwa kamu memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan, dan akan sangat berguna untuk kemajuan perusahaan.

Jangan lupa untuk menerapkan soft skill atau keterampilan yang kamu miliki. Bagaimanapun juga, soft skill sangatlah penting bagi para karyawan, untuk bisa menjaga stabilitas dan kinerja perusahaan dengan baik. Oh iya, menyampaikan negosiasi gaji dengan baik juga termasuk soft skill, lho!

Mencari tahu kisaran gaji pekerjaan yang dilamar

Strategi terakhir untuk bisa melakukan negosiasi gaji dengan layak, tentu saja dengan tahu terlebih dahulu kisaran gaji pada posisi pekerjaan yang kamu lamar.

Kamu bisa memulainya dengan mengetahui UMK dan UMP di wilayah perusahaan tersebut. Jadikan UMK dan UMP sebagai standar awal, sebelum mempertimbangkan hal lain. Setelah itu, baru kemudian kamu cari tahu secara spesifik besaran gaji yang biasa diberikan pada posisi pekerjaan yang kamu inginkan.

Kamu bisa menemukan beragam informasi seputar gaji ini di internet. Selain itu, kamu juga bisa menanyakan kepada kerabat atau teman yang berpengalaman dan bekerja di bidang yang sama.

Kamu tidak harus mencari informasi gaji di seputar perusahaan tujuanmu melamar kerja saja, namun juga perusahaan-perusahaan lainnya dengan posisi pekerjaan yang sama. Semakin banyak kisaran gaji yang kamu dapatkan, semakin kamu bisa menentukan rata-rata jumlah gaji yang bisa kamu dapatkan.

3 Strategi Jitu untuk Negosiasi Gaji bagi Para Fresh Graduate
Foto oleh Adeolu Eletu dari Unsplash

Jangan lupa untuk menyesuaikan level gaji yang akan kamu tentukan. Bagaimanapun juga, ada kemungkinan jika gaji seorang fresh graduate tidak akan lebih besar dari gaji orang yang sudah berpengalaman dalam pekerjaannya.

Begitu pula dengan beban kerja. Gaji seorang yang bekerja kantoran, tidak akan sama dengan gaji pekerja lapangan. Adapun gaji seorang konsultan keuangan, tidak akan sama dengan gaji seorang teknisi listrik.

Jika gaji yang ditawarkan terlalu kecil dari ekspektasi gaji yang kamu ajukan, ada baiknya untuk menanyakan tunjangan perusahaan yang ada, seperti asuransi kesehatan, biaya makan dan transportasi, serta tunjangan lainnya. Jika jumlah tunjangannya sesuai, kamu bisa mempertimbangkan untuk menerima tawaran pekerjaan tersebut.

Sebagai fresh graduate, penting kiranya untuk mencari pengalaman bekerja terlebih dahulu. Namun, bukan berarti fresh graduate juga harus dibebankan dengan porsi pekerjaan yang berlebihan dan tidak layak dengan yang seharusnya, ya.

Wawancara kerja di luar kota?

Ada lowongan di luar kota, namun bingung perihal akomodasi? Jangan khawatir, menginap di Bobobox saja! Tidak hanya untuk staycation saja, hotel kapsul ini juga dapat dijadikan tempat bermalam saat kamu harus wawancara kerja di luar kota.

Proses pemesanan kamarnya juga sangat mudah kok. Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi Bobobox di smartphone-mu dan dapatkan kemudahan layanan dan aksesnya. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan pengalaman menginap yang seru di hotel bergaya futuristik ini. Yuk, menginap sekarang!