Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Seni Abstrak di Balik Seblak: Lebih Dari Sekedar Kerupuk Basah

Booming hingga tak lagi asing

Sebagian jajanan khas Bandung identik dengan nama-namanya yang unik karena penggunaan akronim. Sebut saja cireng, cimol, cilok, cilor, batagor, basreng, bastus, colenak dan sebagainya. Selain yang berbau akronim, beberapa tahun ke belakang salah satu jajanan Bandung justru terkenal karena rasanya yang pedas dan toppingnya yang beragam.

Namanya seblak dan kamu tentunya sudah sering mendengar bahkan menyantap jajanan khas yang satu ini. Saking boomingnya serta banyaknya peminat terhadap jajanan ini, kamu dapat dengan mudah menemukannya baik di Bandung sendiri maupun di luar kota Bandung.

Dibalik rasanya yang lezat dan kepopulerannya yang tidak meredup setelah lama viral dan diincar banyak orang, tentunya banyak fakta tentang seblak yang wajib kamu tahu. Apa saja fakta tentang seblak itu? Simak di bawah!

Booming Hingga Tak Lagi Asing

@nyeblak_boss via Instagram

Fakta tentang seblak pertama yang wajib kamu tahu adalah awal kepopulerannya. Makanan bernama seblak ini baru diketahui keberadaannya oleh seantero Indonesia beberapa tahun ke belakang. Hal ini tepatnya terjadi pada tahun 2016 bersamaan dengan boomingnya makanan asal tanah Sunda lainnya, yaitu tahu bulat dengan slogannya ‘digoreng dadakan’.

Setelah empat tahu berlalu, seblak masih terlihat eksis tanpa kekurangan penggemar sehingga kini makanan tersebut tidak lagi asing di telinga dan lidah masyarakat Indonesia. Meskipun kelezatan makanan ini baru diketahui pada tahun 2016 oleh banyak orang, nyatanya seblak sudah populer di tanah Pasundan sejak tahun 2000-an.

Di Bandung sendiri, seblak mulai booming sejak tahun 2012-an. Saking eksisnya, saat itu penjual seblak banyak bermunculan dan laris manis di pasaran dengan kreasi yang lebih beragam dari olahan dasar seblak. Sementara itu, di kawasan Jakarta seblak diyakini mulai masuk pada tahun 2013-an. Hanya saja, belum sebooming tahun 2016.

Asumsi Asal Mulanya

via cookpad.com

Bandung sebagai daerah asal makanan khas ini bukan lagi fakta tentang seblak yang tidak diketahui banyak orang. Jika ditanya tentang kunliner khas Bandung, seblak sudah pasti akan masuk daftar kuliner tersebut.

Hanya saja, pencipta atau orang yang pertama kali mengenalkan makanan ini hingga sepopuler sekarang tidak bisa dilacak dan diketahui dengan pasti. Seblak sendiri awalnya identik dengan jajanan kaki lima yang pasarnya mayoritas orang-orang kalangan bawah.

Jajanan tersebut bisanya dapat ditemui dipinggir jalan dan dijual dengan menggunakan gerobak atau tangguangan (dipikul dengan bahu). Namun, berkat kepopulerannya, kini makanan tersebut juga ramah bagi kalangan premium dengan titel lebih higienis dan topping yang lebih berkelas.

Meskipun diyakini berasal dari Bandung, banyak orang yang berasumsi bahwa makanan pedas ini berakar dari penganan asal Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Asumsi tersebut dilatarbelakangi oleh adanya makanan yang cukup mirip dengan seblak, yakni krupuk godog yang kabarnya sudah ada sejak tahun 1940.

Selain dianggap berasal dari Jawa Tengah, seblak juga dipercaya berasal dari daerah Cirebon. Di daerah tersebut, makanan seperti seblak juga sudah dikenal sejak zaman penjajahan sebagai makanan alternatif bagi masyarakat kalangan bawah dengan ekonominya yang lemah.

Teori lainnya mengungkapkan bahwa kehadiran seblak tercetus akibat adanya sisa kerupuk yang tidak digoreng. Agar memiliki rasa lebih nikmat, kerupuk tersebut diolah dengan menggunakan cara dan bumbu yang berbeda.

Nah, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu juga menganggapnya sebagai fakta tentang seblak atau hanya asumsi semata?

Apa itu Seblak

Fakta tentang seblak lainnya adalah arti dari kata seblak tersebut dan bagaimana makanan itu dibuat. Makanan ini pada dasarnya bertekstur lembek dan kenyal dengan rasa yang sangat pedas. Bahan dasarnya sendiri adalah kerupuk berwarna oranye yang dibuat bertekstur kenyal karena telah direbus atau disiram air panas. Karena teksturnya yang kenyal tersebut, seblak akan terasa nikmat jika langsung disantap apalagi jika masih panas.

Sementara itu, bumbu dasar yang membuatnya sangat lezat terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kencur. Kencur atau dalam bahasa Sunda disebut cikur merupakan kunci dari rasa dan aroma khas seblak. Jika tidak menggunakan kencur, sepertinya yang kamu makan bukanlah seblak deh.

Selain aroma khas kencur, seblak juga terkenal dengan rasanya yang pedas. Dalam bahasa Sunda, kata seblak berasal dari kata ‘nyeblak’. Kata ‘nyeblak’ tersebut memiliki arti semacam rasa kaget dengan bumbu ketakutan. Contoh konteksnya adalah ‘nyeblak hate’. Misal saat bertemu dengan mantan kekasih, maka kamu akan ‘nyeblak hate’ atau merasa kaget-kaget takut karena pertemuan tersebut.

Dalam kaitannya dengan seblak, rasa kaget tersebut diasumsikan berkaitan dengan perasaan kaget saat merasakan pedasnya jajan khas Bandung tersebut. Sementara itu sekarang kata ‘nyeblak’ mengalami pergeseran menjadi istilah yang bisa dimaknai sebagai kegiatan memakan seblak.

Penyajiannya sendiri terdiri dari dua pilihan, yakni seblak kering dan seblak basah. Untuk yang kering, seblak dibuat hingga airnya tak bersisa sementara seblak basah disajikan berkuah untuk menambah kelezatannya.

Seni yang Abstrak

@seblak_cilookba via Instagram

Seblak yang kamu kenal sekarang mungkin tidak lagi sama dengan seblak di awal kemunculannya. Sebagaimana yang Bob sebutkan sebelumnya, mulanya seblak merupakan sajian berbahan dasar kerupuk basah dengan bumbu berbahan dasar kencur, bawang merah, bawang putih dan cabai untuk pedasnya. Fakta tentang seblak yang satu ini mungkin sudah diketahui banyak orang, terutama oleh orang-orang Bandung sendiri.

Seperti kebanyakan makanan khas lainnya, sebagian besar orang melakukan banyak modifikasi untuk mengikuti perkembangan zaman serta kemauan pelanggan. Hanya saja, bagi seblak hal tersebut menjadi tampak abstrak.

Makanan yang awal mulanya berisikan kerupuk basah, sekarang kamu bisa mengganti dan menambahkan berbagai macam bahan lainnya untuk menarik perhatian khalayak. Para pedagang dintuntut untuk berkreasi dan berlomba-lomba agar seblak mereka digemari dan diserbu para pecinta kuliner.

Jika kamu hendak membeli seblak, kamu pasti akan dihadapkan dengan banyaknya pilihan topping menarik yang bisa kamu pilih sesuai selera. Dari jenis kerupuk, kamu akan mendapatkan pilihan berupa kerupuk oranye biasa hingga kerupuk taraje atau rantai.

Selain kerupuk, kamu juga bisa memasukkan berbagai macam sayuran, bagian ayam, dan mi, jamur, telur, cilok, bakso, tahu, siomay, macaroni, seafood, pasta, keju dan masih banyak lagi. Dari jenis sayuran, kamu akan menjumpai sawi putih, kangkung hingga brokoli. Untuk bagian ayam, penjual biasanya menambahkan tulang dan ceker. Lalu, untuk jenis mi penjual biasanya menyediakan mi kuning hingga kwetiaw.

Selain adanya modifikasi pada isiannya, penjual seblak juga melakukan modifikasi pada bumbunya. Sebagian masih mempertahankan rasa kencur sebagai ciri khas seblak. Sementara itu, sebagian yang lain justru tidak lagi menggunakan kencur, namun masih mempertahankan kehadiran si kerupuk basah.

Hal ini membuat seblak terasa seperti seni yang abstrak. Kamu bisa memasukkan topping appaun yang dirasa cocok dan mengolahnya sesuai selera kamu sehingga menghasilkan seblak yang dikenali saat ini, yakni olahan pedas dengan beragam isian.

Bobobox Bandung

Selain seblak, Bobobox juga bermula di Bandung lho. Lokasi pertamanya berada di Jalan pasir Kaliki atau yang lebih populer disebut Paskal. Pemilihan lokasi tersebut didasari oleh keadaannya yang strategis. Selain berdekatan dengan beberapa pusat perbelanjaan, Bobobox Pods Paskal juga tidak jauh dari Stasiun Bandung sheingga memudahkan pelancong luar kota untuk mengaksesnya.

Selain Paskal, kamu juga bisa menginap di Bobobox Pods Cipaganti, Dago, dan Alun-Alun. Tertarik untuk mencoba? Unduh dulu aplikasinya lalu book kamar yang kamu mau. Dijamin betah deh menginap di Bobobox!

You might also like