Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kebanggaan Indonesia! Simak Sejarah Satelit Palapa Berikut Ini!

Satelit pertama kebanggaan Indonesia

9 Juli menjadi tanggal bersejarah bagi Indonesia sebab di tanggal tersebut Satelit Palapa A1 pertama kali diluncurkan ke angkasa. Maka dari itu, tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Satelit Palapa sebagai pengingat bahwa Palapa merupakan satelit telekomunikasi pertama Indonesia yang menjadi tonggak kemajuan komunikasi dan informasi di Tanah Air. Untuk ikut mengenang momen bersejarah ini, yuk ketahui lebih jauh tentang sejarah Satelit Palapa bersama Bob!

Penamaan Satelit Palapa

via kumparan.com

Mengacu pada KKBI, satelit bisa berupa benda alami atau buatan manusia. Secara alami, satelit merupakan benda langit yang mengorbit atau mengelilingi benda langit lainnya yang lebih besar. Salah satu contohnya adalah bulan yang menjadi satelit alami Bumi.

Sementara itu, satelit buatan merupakan alat buatan manusia yang diluncurkan ke orbit di luar angkasa untuk mengedari planet. Satelit tersebut hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk serta fungsi yang beragam.

Dari ribuan satelit yang mengorbit Bumi, Satelit Palapa adalah salah satunya. Satelit Palapa ini menjadi penanda langkah awal semakin mudah dan meratanya layanan komunikasi di Tanah Air. Peluncuran satelit tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai negara keempat yang mengoperasikan sistem komunikasi satelit domestik (SKSD) dengan satelit Geostationary Orbit (GSO) setelah Rusia, Kanada dan Amerika.

Pembangunan proyek satelit berlangsung di masa pemerintahan Presiden Soeharto yang menginisiasi penamaan satelit tersebut. Beliau menamainya Satelit Palapa dengan harapan dapat menyatukan Indonesia dengan sistem komunikasi yang lebih baik seperti yang terikrar dalam Sumpah Palapa.

Seperti yang kamu tahu, pada tahun 1334 Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa yang kemudian menjadi awal kejayaan Majapahit. Sumpah tersebut berisi janji sang patih untuk menyatukan nusantara.

Menoleh ke belakang, sistem komunikasi di Indonesia sebelum kehadiran satelit memang terbilang buruk, padahal Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau dan lautan. Maka dari itu, Satelit Palapa hadir untuk memberikan layanan telepon dan faksimile antarkota di Indonesia serta insfratuktur utama dalam pendistribusian jaringan televisi.


Baca Juga: Nama Ibu Kota Baru ‘Nusantara’ Berikut Sejarah Dan Fakta-Faktanya!


Sejarah Satelit Pertama Indonesia

via spacelegalissues.com

Satelit Palapa A1 merupakan satelit pertama Indonesia yang diluncurkan dari Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit kemudian dilepas di atas Samudra Hindia pada 83º BT.

Peluncuran berlangsung pada tanggal 8 Juli 1976 pukul 19.31 waktu Florida dengan menggunakan roket NASA bernama Delta 2914 buatan McDonnell Douglas. Karena perbedaan waktu, peluncuran di Indonesia tercatat pada 9 Juli 1976 pukul 06.31 WIB.

Selama peluncuran, roket tersebut berada di bawah tanggung jawab NASA. Setelah itu, NASA menyerahkan pengawasan kepada stasiun pengendali di Gleenwood, New York, Amerika Serikat.

Proses peluncuran tersebut disiarkan di TVRI sehingga masyarakat Indonesia termasuk Presiden Soeharto bisa ikut menyaksikan. Kontak pertama terjadi setelah 40 menit peluncuran, yaitu pukul 07.10. 10 hari setelah peluncuran, masyarakat baru bisa merasakan manfaat dari keberadaan Satelit Palapa A1.

Merupakan rancangan Hughes Aircraft Company, Palapa dapat menjangkau sepertiga belahan bumi, termasuk negara-negara ASEAN. Satelit ini juga bekerja aktif selama tujuh tahun serta tahan terhadap goncangan dan perubahan suhu.

Untuk memuluskan rencana proyek Satelit Palapa, Indonesia menghabiskan dana hingga Rp 561 miliar. Alokasinya adalah sebagai berikut:

  • 13% untuk satelit
  • 82% untuk telepon, telegram, teleks, dan trannsmisi
  • 8% untuk televisi

Baca Juga: Diperingati Sebentar Lagi, Ini Sejarah Hari Pasar Modal Indonesia!


Perencanaan hingga Peresmian

1966

Brigdjen. Soehardjono (mewaikili PN Postel) serta Derrick W. Samuelson dan William K. Short (mewakili ITT World Communications Inc.) berdiskusi tentang kemungkinan Indonesia untuk ikut serta dalam pemakaian sistem hubungan komunikasi dengan satelit.

1974

  • Pengiriman SDM ke luar negeri untuk mempelajari sistem komunikasi modern
  • Kontrak kerja sama dengan perusahaan asal AS, Hughes Aircraft Company

1975

  • Presiden Soeharto mencetuskan nama Satelit Palapa yang rencananya ditempatkan pada ketinggian 35.680 km. Dengan begitu, putarannya sama dengan kecepatan Bumi. Antenanya juga membentuk sudut 17 derajat agar satelit terus mengarah ke Indonesia selama 24 jam.
  • Pengujian Satelit Palapa (Desember 1975)

1976

  • Januari: pemasangan instalasi komunikasi di stasiun pengendali utama di Cibinong (Januari)
  • 9 Jul: peluncuran Satelit Palapa
  • 16 Agustus: Presiden Soeharto meresmikan SKSD dengan menghubungi Gubernur Aceh Muzakir Walad untuk pertama kalinya melalui telepon di ruang masuk utama gedung DPR RI di Jakarta

Baca Juga: Sambut Hari Donor Darah Sedunia Dengan Sejarah Awal Mula Donor Darah Berikut Ini!


Regenerasi Satelit Palapa

via kompas.com

Seiring berjalannya waktu, Satelit Palapa telah mengalami sembilan kali pergantian sejak peluncuran pertamanya sebab satelit memiliki jangka waktu terbatas. Berikut adalah ringkasannya.

Palapa A1 (1976-1983)

Palapa A1 memiliki berat 574 kg, tinggi 3,7 meter, diameter 1,9 meter dan diameter antenna 1,5 meter. Satelit ini berfungsi untuk mengoptimalkan pancaran sinyal ke seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Satelit ini selanjutnya berada di bawah pengawasan Perumtel (sekarang Telkom).

Palapa A2 (1977-1988)

Meluncur pada 10 Maret 1977 dengan roket yang sama, Palapa A2 sebenarnya merupakan satelit cadangan jika ada kegagalan pada A1.

Palapa B1 (1983-1990)

Palapa B1 menjadi satelit ketiga yang meluncur dengan menggunakan pesawat ulang-alik  Challenger pada 18 Juni 1983. Mengorbit di Kepulauan Maluku, satelit ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi negara-negara ASEAN.

Palapa B2 (1984)

Palapa B2 mengalami kegagalan dalam peluncurannya pada 3 Februari 1984. Penyebabnya adalah motor perigee yang tidak bisa berfungsi maksimal pada pesawat ulang-alik STS-11 Challenger dan Westar IV yang membawa satelit tersebut.

Palapa B2P (1987-1996)

Sebagai ganti kegagalan Palapa B2, pemerintah kemudian membuat proyek B2P yang meluncur pada 20 Maret 1987 dengan cara konvensional menggunakan roket Delta 3920. Peluncuran seharusnya berlangsung pada tahun 1986, namun mengalami penundaan akibat adanya kecelakaan pesawat Challenger yang meledak di udara dan menewaskan kru pesawatnya.

Palapa B2R (1990-2000)

Palapa B2R merupakan Satelit Palapa B2 yang mengalami perbaikan oleh Sattel Technologies pada 13 April 1990. Satelini ini kemudian diluncurkan melalui Delta 6925 dan selanjutnya disebut Satelit Palapa B2R (R berarti recovered).

Palapa B4 (1992-2005)

Selanjutnya, ada Palapa B4 yang meluncur pada 14 Mei 1992 selama empat hari. Lamanya peluncuran tersebut bertujuan untuk menguji peralatan dan komunikasi dengan melakukan pengecekan pada fungsi transponder dan pengaruhnya setelah peluncuran.

Palapa C1 (1996-1999) dan C2 (1996-2011)

Menggantikan B4, Palapa C ini menjadi tonggak sejarah bermulanya penswastaan pengoperasian satelit di Indonesia. Satelit yang meluncur pada 31 Januari dan 16 Meli ini merupakan dimiliki dan dioperasikan oleh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo, sekarang Indosat). Dibandingkan dengan Palapa A dan B, Palapa C ini memiliki jangkauan lebih luas yang meliputi Asia Tenggara, sebagian China, India, Jepang dan Australia.

Palapa D (2009-2024)

Palapa D hadir menggantikan C2 yang telah habis masa berlakunya di tahun 2011. Satelit satu ini memiliki cakupan wilayah Nusantara serta negara-negara Asean, Asia, Timur Tengah dan Australia.

Saat hari libur tiba dan bingung harus ke mana, pintu Bobobox terbuka lebar untuk memberi kamu pengalaman menginap yang asyik dan menyenangkan. Masalah kenyamanan, tidak perlu kamu ragukan lagi.

Interior podnya cukup luas dengan kasur empuk yang dijamin bikin kamu betah dan bebas berleha-leha. Nggak hanya itu, Bobobox juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti Bluetooth speaker, Wi-Fi, moodlamp, pantry, shared bathroom, musala, communal space hingga vending machine yang siap memenuhi kebutuhan camilan kamu.

Harganya juga terjangkau. Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo lewat aplikasi Bobobox! Yuk unduh aplikasinya untuk informasi lebih lanjut!

You might also like