Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Sejarah Panjang Hari Kasih Sayang, Hari Valentine

Bulan Februari dikenal dengan bulan kasih sayang karena adanya Hari Valentine!

Hari Valentine merupakan salah satu perayaan yang banyak dirayakan oleh orang-orang di setiap penjuru dunia. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang sudah cukup familiar dengan perayaan hari kasih sayang atau Valentine ini. Hari Valentine biasanya dirayakan sebagai hari untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang tercinta. Tradisi hari Valentine ini umumnya disertai dengan kebiasaan memberi hadiah, coklat, kartu ucapan, dan menghabiskan waktu bersama orang yang disayang.

Kemeriahan hari Valentine ini pun biasanya disertai dengan bertebarannya dekorasi berwarna pink dan merah sebagai simbol kasih sayang. Pernak-pernik bergambar hati, diskon makan malam, serta balon berwarna hati pun kian meramaikan perayaan hari Valentine. Pasangan muda-mudi tentu memanfatkan momen ini untuk saling mengenal pasangan satu sama lain dan saling mengapresiasi hubungan yang telah mereka jalani.

Lalu sebernanya seperti apa sih cerita dibalik perayaan hari valentine ini? Mungkin kamu pun penasaran mengapa hari kasih sayang, Valentine ini biasa dirayakan pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Pada kesempatan kali ini Bob akan menjelaskan sejarah dibalik hari Valentine. Dengan mengetahui sejarah di balik hari Valentine, Bob harapkan kamu bisa memaknai hari Valentine dengan baik. Yuk langsung simak penjelasan Bob berikut ini!

Sejarah Hari Valentine menurut Versi St. Valentine dan Claudius II

Sejarah pertama yang akan Bob bahas merupakan cerita dari seorang pendeta bernama Valentine yang berasal dari Roma. Sayangnya cerita ini memiliki akhir yang tragis dan pahit tak semanis coklat hari Valentine. Menurut legenda pada masa kekaisaran Roma, seorang Kaisar bernama Claudius II tengah memimpin kala itu. Claudius II dikenal sebagai kaisar yang kejam karena membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah.

Pertempuran berdarah ini berlangsung untuk menunjukkan bahwa Roma selalu menang dalam peperangan. Sang kaisar selau memastikan bala tentaranya kuat dalam peperangan. Namun ternyata sulit untuk memiliki tentara yang kuat dan rela pergi ke medan perang karena tidak bisa berpisah dengan istri maupun kekasih mereka. Atas dasar inilah Kaisar Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma.

Hal ini tentu meresahkan banyak orang tak terkecuali seorang pendeta bernama Valentine. Valentine kemudian secara diam-diam menikahkan pasangan muda kendati Kaisar melarang hal tersebut. Namun sayangya perlahan apa yang dilakukan pendeta Valentine diketahui Kaisar sehingga Valentine harus ditahan dan dihukum cukup berat. Pendeta Valentine kemudian dihukum dengan cara dipukuli tubuhnya hingga akhirnya dipacung mati pada tanggal 14 Februari tahun 278 Masehi.

Bentuk eksekusi ini adalah sebuah hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan Kaisar Claudius II. Hukuman ini pun sekaligus menunjukkan bentuk keseriusan Kaisar dalam menegakkan aturannya yang kejam. Menurut legenda. Valentine sempat meninggalkan catatan perpisahan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya saat dihukum penjara.

Catatan itu kemudian menjadi populer dan menginspirasi banyak orang. Pada akhirnya Valentine dinobatkan sebagai seseorang yang suci yang membuat ia disebut dengan panggilan Santo Valentine. Hari kematiannya kemudian diingat oleh banyak orang sebagai hari disaat kasih sayang diperjuangkan hingga maut menjemput. Cerita yang cukup tragis dibalik hangatnya perayaan hari Valentine.

Sejarah menurut Festival Lupercalia

Lalu benarkah kisah mengenai Santo Valentine di atas? Ternyata masih ada kisah lain mengenai Valentine menurut festival Lupercalia. Masih belum diketahui manakah kisah yang betul-betul merupakan sejarah di balik diperingatinya hari Valentine. Namun cukup banyak legenda yang menceritakan kisah Valentine berdasarkan festival Lupercalia ini. Festival Lupercalia ini merupakan tradisi bangsa Romawi kuno yang tidak terlepas dengan hal-hal berbau seks.

Cerita mengenai tradisi festival ini pernah ditulis oleh J.A North dalam The Journal of Romance. Festival Lupercalia ini dikenal sebagai tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang. Sampai pada akhirnya tradisi ini diubah menjadi lebih baik. Festival Lupercalia ini dirayakan sebagai salah satu tradisi untuk menghormati Dewa Kesuburan pada zaman sebelum Romawi.

Lalu sejarah Valentine manakah yang paling benar? Apakah kisah Valentine menurut Santo Valentine ataukah festival Lupercalia? Terlepas dari hubungan antara kedua kisah di atas dengan perayaan Valentine yang biasa banyak orang rayakan, Valentine merupakan momen penuh suka cita.

Ornamen Pendukung atau Simbolisasi Hari Valentine

Selanjutnya Bob akan bahas mengenai sejarah beberapa ornamen juga simbolisasi hari valentine yang biasa kamu temukan. Lalu seperti apakah asal-usul ornamen Valentine dan kartu Valentine muncul? Seorang pria yang merupakan Duke Charles of Orleans menulis sebuah surat cinta berima untuk istrinya.

Surat cinta tersebut dikenal sebagi surat Valentine tertua yang ada dan apa yang dianggap sebagai kartu Valentine tertua kini disimpan di perpustakaan British. Berdasarkan kisah tersebut banyak orang yang kemudian terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Pada akhirnya setiap hari Valentine tiba momen ini sering dimanfaatkan banyak orang untuk mengungkapan rasa sayang mereka.

Sedangkan untuk asal-usul coklat Valentine berawal pada abad ke-17. Masyarakat di Eropa dan Amerika Tengah biasanya senang memberikan makanan manis seperti coklat. Coklat ini kemudian diberikan kepada orang-orang yang disayang sebagai ungkapan rasa cinta dan kasih sayang.

Fakta Hari Valentine Dulu dan Kini

Tentu terdapat beberapa perbedaan perayaan hari valentine pada zaman dengan perayaan hari valentine zaman kini. Setiap tanggal 14 Februari pada zaman Romawi kuno semua orang memperingati hari kasih sayang ini hingga meliburkan berbagai kegiatan. Menurut penelusuran beberapa sejarawan, pada zaman Romawi kuno tersebut banyak orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari libur karena menghormati Juno yang merupakan ratu dewa-dewi Romawi.

Menurut fakta lainnya, pada zaman dahulu perayaan hari Valentine dimulai pada tanggal 15 Februari hingga 14 Februari. Berbeda dengan apa yang saat ini biasa kita temukan hanya diselenggarakan pada tanggal 14 Februari saja. Biasanya pada tanggal 15 Februari diadakan sebuah perayaan bernama festival Lupercalia yang umumnya disebut sebagai festival kesuburan. Dalam festival ini terdapat tradisi memasukkan nama berbagai wanita ke dalam sebuah kotak.

Kemudian para pria akan acak mengambil sebuah nama yang nantinya akan dijodohkan atau dipasangkan. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi ini mulai berubah dan diganti hanya dengan mengungkapkan kasih sayang ketika hari Valentine tiba. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah-kisah mengenai sejarah perayaan mengenai hari kasih sayang ini, cerita ini cukup menarik untuk kita ketahui.

Tradisi memberikan hadiah kepada orang tersayang berupa coklat dan kartu ucapan pun sudah semakin berubah. masyarakat tidak hanya bisa memberikan hadiah berupa coklat namun juga hadiah-hadiah lain yang sekiranya disukai oleh pasangan atau orang yang kita sayangi. Kamu juga bisa berikan hadiah kepada orang yang kamu sayangi kesempatan mengina di Bobobox. Unduh aplikasi Bobobox untuk info lengkapnya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.