Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Wah, Gawat! Ini Dia Risiko Data Pribadi Bocor di Internet

Wajib waspada dan selalu berhati-hati!

Bobobox.co.id — Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan bocornya sekitar 279 juta data di sebuah forum online. Data yang bocor sendiri mencakup NIK, nomor telepon, hingga email.

Nah, tak sedikit orang yang masih belum mengetahui risiko data pribadi bocor di internet. Padahal, bocornya data pribadi tersebut bisa berakibat fatal dan merugikan korban. Kamu bisa jadi salah satunya.

Untuk itu, Bob akan mengulas mengenai risiko data pribadi bocor di internet. Tak usah berlama-lama, simak beberapa risiko yang bisa saja terjadi dan wajib diketahui agar bisa mengetahui cara antisipasinya.

Berikut Ini Merupakan Risiko Data Pribadi Bocor di Internet

1. Terbongkarnya Kata Kunci

Risiko data pribadi bocor di internet pertama adalah terbongkarnya kata kunci. Risiko ini bisa dibilang merupakan risiko dan bahaya yang bisa menjadi efek domino untuk bahaya lainnya yang bisa saja menimpamu.

Kebanyakan data pribadi yang bocor biasanya menyangkut nama, data tanggal lahir, dan e-mail. Nah, untuk data tanggal lahir dan e-mail bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk mengambil alih akun.

Modal tersebut sendiri didasari oleh kecenderungan orang yang menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi. Dengan begitu, mereka menggunakan kombinasi tanggal lahir untuk menemukan kata kunci.

Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk mengaktifkan sistem pengamanan two factor authentication (TFA). Hal tersebut demi memperketat keamanan perangkat dan juga akun dari kebobolan peretas.

risiko data pribadi bocor di internet password
Password via unsplash.com/@neonbrand

2. Digunakan untuk Pinjaman Online Diam-Diam

Risiko data pribadi bocor di internet berikutnya adalah digunakan untuk pinjaman online secara diam-diam. Kasusnya sendiri peretas berpura-pura sebagai pemilik nomor dan akun asli seseorang.

Kemudian, ia menggunakan nomor ataupun akun media sosial seperti Instagram korban. Peretas ini akan meminjam uang ke anggota keluarga atau teman dengan dalih menggunakan tujuan rekening berbeda.

Bahkan, kemungkinan lain dari risiko data pribadi bocor di internet adalah digunakan untuk mengajukan pinjaman online atau pinjol. Hal ini pastinya sangatlah menyeramkan.

Pasalnya, sudah banyak korban yang dirugikan akibat hal tersebut. Apalagi data pribadi korban berpotensi disebar oleh sejumlah oknum dari pinjol tersebut yang di mana mampu mencoreng reputasi korban tersebut.

risiko data pribadi bocor di internet Pinjaman online
Pinjaman online via pexels.com/@karolina-grabowska

Baca Juga: 5 Tips Agar Smartphonemu Tidak Mudah Kebobolan


3. Diperjualbelikan di Dark Web

Dark web adalah sebuah bagian dari internet yang menyimpan beragam informasi yang begitu disembunyikan. Bahkan, untuk mengaksesnya, kamu memerlukan browser khusus yang membuatmu anonim.

Salah satu aktivitas ilegal yang kerap terjadi di dark web adalah jual beli data pribadi. Data pribadi yang dijual tersebut kemudian dipakai oleh oknum tertentu untuk melakukan kejahatan kriminal.

Penipuan, pemerasan, pencurian uang tanpa sepengetahuan pemiliki aslinya, hingga phising adalah beberapa risiko data pribadi bocor di internet. Naasnya, tak hanya itu saja yang dirasakan korban.

Korban dari data pribadi yang bocor bisa diungkap identitasnya dari orang tertentu ke publik. Biasanya, tujuan yang diincar sendiri adalah untuk menjatuhkan ataupun mempermalukan orang tersebut.

risiko data pribadi bocor di internet diperjualbelikan
Diperjualbelikan di dark web via pexels.com/@pixabay

4. Profiling untuk Politik atau Iklan

Profiling untuk kepentingan politik atau iklan menjadi risiko data pribadi bocor di internet. Jutaan data pribadi yang bocor bisa digunakan untuk melakukan rekayasa sosial hingga profiling.

Setelah diproses, terbentuklah big data yang bisa dianalisa untuk profiling penduduk. Pengkategorian umur dan demografi penduduk berdasarkan lokasi, hobi, hingga jenis kelamin tersaji di big data.

Dengan big data tersebut, sosialisasi politik dan target iklan di media sosial bisa dilakukan. Keakuratan data yang leaked ini tentu memberikan segmen yang lebih terarah untuk kedua hal tersebut.

Salah satu kasus yang pernah viral adalah kasus Cambridge Analytica dengan data pengguna Facebook. Profiling warga Amerika Serikat tersebut digunakan untuk penggiringan opini terhadap kandidat tertentu.

risiko data pribadi bocor di internet iklan
Iklan via pexels.com/@pacofdezsaura

5. Pembobolan Dompet Digital

Di samping pinjaman online, dompet digital pun bisa jadi sasaran peretas. Layanan dompet digital yang sudah banyak digunakan akan rentan untuk dibobol dengan data pribadi yang bocor.

Seperti halnya risiko data pribadi bocor di internet lainnya, peretas bisa membobol dompet digital melalui data tanggal lahir. Aksi peretas akan semakin mudah jika datanya berisikan nomor smartphone.

Caranya bisa dengan meminta kode OTP. Saat melakukan aksi ini, peretas akan mengaku sebagai pihak terkait dan meminta korban untuk mengirimkan kode OTP yang diterima korban.

Dengan begitu, akun dompet digital tersebut sudah beralih tangan. Risiko yang muncul lainnya adalah uang yang dalam dompet digital tersebut bisa hilang dalam hitungan detik.

risiko data pribadi bocor di internet pembobolan online wallet
Pembobolan online wallet via unsplash.com/@cardmapr

6. Pembobolan Akun Media Sosial

Pembobolan akun media sosial menjadi risiko data pribadi bocor di internet lainnya. Dengan mengetahui alamat email dan informasi penting seperti tanggal lahir, peretas mampu meretas akun seseorang.

Peretas biasanya akan menebak password akun media sosial seseorang. Cara yang paling mudah adalah dengan kombinasi tanggal lahir yang biasa dijadikan sebagai kata kunci oleh banyak orang.

Setelah itu, beragam aksi kriminal bisa dilakukan oleh si peretas. Peretas bisa saja meminta uang tebusan kepada korbannya untuk membuat akun tersebut kembali pada sang empunyanya.

Oleh karena itu, sangatlah disarankan untuk tidak menggunakan tanggal lahir sebagai kata kunci media sosialmu. Frasa adalah pilihan tepat untuk dijadikan sebagai kata kunci baru.

risiko data pribadi bocor di internet media sosial
Pembobolan media sosial via pexels.com/@tracy-le-blanc-67789

Baca Juga: 10 Tempat Misterius Di Seluruh Dunia Yang Menyimpan Banyak Rahasia


7. Telemarketing

Risiko data pribadi bocor di internet adalah telemarketing. Kejadian ini mungkin salah satu yang paling relatable karena sudah banyak orang Indonesia yang mengalami kejadian ini setiap harinya.

Kepentingan telemarketing ini membuat seseorang mendapatkan panggilan telepon. Data nomor telepon orang tersebut bocor dan dimanfaatkan untuk ditawari sebuah jasa atau produk tertentu.

Hal yang lebih mengerikan adalah mereka mengetahui nama lengkap dari orang yang mereka telepon. Padahal, orang tersebut tidak memiliki afiliasi atau hubungan dengan perusahaan yang menelepon.

Selain itu, SMS spam adalah hal menyebalkan yang menjadi risiko data pribadi bocor di internet. Mulai dari penawaran berhadiah palsu hingga pesan berisikan phising menjadi beberapa contoh nyata.

risiko data pribadi bocor di internet SMS
SMS spam via blog.mokapos.com

Menginap Tanpa Takut Kemalingan? Ya di Bobobox

Sama seperti halnya smartphone, saat sedang menginap di akomodasi penginapan, terkadang kamu merasa was-was jika kamu meninggalkan barang-barang berharga di kamar yang kamu sedang inapi.

Oleh karena itu, kamu membutuhkan akomodasi penginapan yang memberikan rasa aman. Salah satunya adalah Bobobox. Hotel kapsul ini menawarkan fasilitas seperti QR Code yang mampu menjaga keamanan barangmu.

Untuk pemesanan pod dan informasi lebih lanjut soal promo terkini seputar Bobobox, unduh aplikasi Bobobox secara gratis untuk pengguna iOS dan Android di sini.

Bob tunggu kehadirannya di Bobobox pilihanmu, ya!

Bobobox Bandung Tarif dibawah Rp200 Ribu

You might also like