Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Review Film Disney Cruella, Cerita Asal Usul Tokoh Antagonis 101 Dalmatians

Sisi lain dari sang antagonis

Film Cruella telah lama dinantikan kehadirannya. Tahun 2021 ini menjadi tahun dirilisnya film tentang asal usul Cruella De Vill, sosok antagonis dalam 101 Dalmatians. Film Disney satu ini sebenarnya telah diumumkan sejak tahun 2013 lalu.

Pada 2016, film ini mulai melakukan pemilihan pemeran hingga akhirnya rampung pada tahun 2019. Cruella sendiri awalnya direncanakan untuk tayang pada 23 Desember 2020. Namun, karena pandemi COVID-19, penayangan pun diundur hingga Mei 2021. Mengingat beberapa film live-action Disney sebelumnya yang cukup mengecewakan, kamu mungkin masih merasa ragu untuk menyaksikan film satu ini atau tidak. Untuk menepis keraguan kamu, simak dulu yuk review Disney Cruella ini!

Review Disney Cruella: Siapa Cruella?

@disneycruella via Instagram

Setelah Maleficent, film Cruella bisa dibiliang merupakan film Disney berikutnya yang mengambil sudut pandang tokoh villain atau antagonis. Untuk yang belum tahu, Cruella De Vill adalah tokoh antagonis dalam franchise 101 Dalmatians. Film tersebut merupakan film petualangan kriminal komedi yang berkisah tentang perburuan anjing-anjing berkulit polkadot.

Dalam film 101 Dalmatians (1996) dan sekuelnya 102 Dalmations (2000), Cruella De Vill digambarkan sebagai sosok perempuan yang jahat dan ambisius. Karena kecintaannya pada fashion kulit hewan, Cruella tidak segan meminta anak buahnya untuk memburu hewan termasuk para Dalmatian untuk dijadikan bahan pakaian.

Namun, aksi perburuannya itu bisa digagalkan akibat kecerdikan para anjing tersebut. Dengan gambaran karakternya yang kejam, kamu mungkin memiliki pendapat serupa bahwa tokoh Cruella De Vill dalam kedua film itu benar-benar menakutkan dan menyulut emosi. Lalu, bagaimana sosok Cruella dalam film prekuel ini?

Review Disney Cruella: Sinopsis

via movies.disney.com

Setelah 25 tahun berlalu, Cruella De Vill pun kembali dengan sisi lain dari dirinya lewat peran apik yang dimainkan oleh Emma Stone. Dalam film Cruella ini, kamu akan dibawa mundur ke tahun 1970-an dan 1960-an yang menjadi latar belakang awal kebencian dan obsesinya pada para anjing bercorak polkadot.

Dikisahkan bahwa Cruella yang terlahir dengan nama Estella dan rambut alami setengah hitam dan setengah putih merupakan anak perempuaneksentrik, energik, dengan jiwa pemberontak yang tinggi. Dia pun tumbuh menjadi Cruella, sang desainer nyentrik dengan segala ide gila dan uniknya yang sukses menyedot perhatian khalayak umum.

Estella kecil (Tipper Selfert-Cleveland) dibesarkan oleh seorang ibu tunggal bernama Catherine (Emily Beecham). Penampilannya yang berbeda dengan anak kebanyakan serta sifatnya yang terlalu terang-terangan kerap kali mengundang masalah. Setelah melalui masa sekolah dasar yang dipenuhi dengan berbagai insiden, sang ibu akhirnya membawa Estella pergi dari kampung halaman menuju London dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Sayang, sebuah peristiwa tragis melibatkan tiga anjing Dalmatian justru merenggut nyawa sang ibu sebelum mereka sampai ke tempat tujuan. Hal itu pun meninggalkan dendam mendalam dalam diri seorang Estella.

Bersama dengan anjing kesayangannya, Estella pun tiba di London dan berjumpa dengan Jasper (Joel Fry) dan Horace (Paul Walter Hauser), dua anak yatim piatu yang kemudian mengajarkan Estella cara untuk bertahan hidup di jalanan. Mereka bertiga pun hidup dari hasil mencopet dan mencuri dengan bantuan dua anjing lucu dan menggemaskan sampai kemudian Estella memiliki kesempatan untuk mengejar mimpinya menjadi seorang desainer.

Setelah mengalami berbagai peristiwa menyebalkan namun kocak, Estella akhirnya bekerja untuk seorang desainer terkenal, Baroness von Hellman (Emma Thompson). Wanita yang mengklaim dirinya sebagai desainer terbaik itu memiliki tingkat narsis yang cukup tinggi dan kejam terhadap para bawahannya. Petualangan penuh balas dendam, ambisi dan obsesi pun akhirnya dimulai setelah pertemuan Estella dengan sang Baroness.

Review Disney Cruella: Sisi Lain Sang Antagonis

@disneycruella via Instagram

Meskipun Cruella berbasis tokoh villain atau antagonis, film prekuel dari 101 Dalmations ini disajikan dengan ringan dan menghibur. Dalam waktu 134 menit (dua jam dan 14 menit), kamu akan diajak untuk menyaksikan perjalanan hidup serta kenyataan-kenyataan pahit yang kemudian mengubah hidup seorang Estella yang kemudian bertransformasi menjadi Cruella si fashion designer bengis, licik nan eksentrik.

Melihat basisnya yang seorang villain, kamu mungkin akan teringat dengan sosok Arthur Fleck yang kemudian menjadi Joker atau Anakin dari franchise Star Wars yang berakhir menjadi Darth Vader. Meski bisa dianggap sebagai salah satu film gelap Disney, film Cruella ini tidak sekejam itu dan masih aman jika kamu tonton bersama keluarga.

Kamu memang akan dibuat kesal dengan perubahan Estella namun sosok Cruella di film ini lebih diperlembut dan dibuat aspirasional. Adegan demi adegan, kamu tidak akan mejumpai sosok kejam perwujudan dari nama Cruella. Kamu tidak akan melihat Cruella bersikap kejam ataupun mengatakan sesuatu yang buruk kepada hewan-hewan yang ada di sekitarnya.

Estella justru diceritakan memiliki seekor anjing dan teramat menyayangi anjing tersebut yang bahkan selalu ikut dalam aksi menegangkan para tiga sahabat tersebut. Karenanya, dia tidak akan membunuh hewan hanya untuk fashion belaka meskipun dia memiliki dendam tersendiri mengingat kematian sang ibu mmelibatkan ulah para anjing Dalmatian. .

Dengan karakter tersebut, kamu justru akan merasa bersimpati kepada seorang Cruella dan sosoknya jauh lebih mudah disukai dibandingkan dengan versi animasi atau live-action 101 Dalmatians.

Ini tentu cukup jauh dari Cruella yang punya niat untuk menguliti para Dalmatian demi hasratnya terhadap mantel bulu hewan. Kamu justru akan menemukan sisi evil dan menyeramkan tersebut dalam diri sang Baroness. Sosok satu ini menghalalkan segala cara dengan membunuh sekalipun demi kesenangan dirinya serta mempertahankan kedudukannya.

Review Disney Cruella: Memanjakan Penonton

@disneycruella via Instagram

Selain menampilkan sisi lain Cruella, film satu ini bisa dibilang cukup menyegarkan apalagi buat kamu yang tidak terlalu suka kisah percintaan dramatis. Kamu tidak akan menjumpai adegan-adegan romantis seperti ciuman pangerang untuk putri. Sebagai gantinya, kamu akan dihibur oleh paduan mimpi dengan dendam, ambisi dan obsesi.

Film Cruella ini juga menyuguhkan permainan fashion yang memukau. Kamu akan dimanjakan dengan parade kostum khas fashion Punk mengingat era 1970-an memang terkenal dengan fashion punk rock-nya. Selain itu, film ini juga menghadirkan berbagai pilihan lagu dari band-band yang besar di masa tersebut.

Sebut saja Should I Stay or Should I Go-nya The Clash, Smile Judy Garland, One Way or Another dari Blondie, Five to One milik The Doors, These Boots Are Made for Walking dari Nancy Sinatra, Queen, The Rolling Stones, David Bowie, Nina Simone, Supertramp, Ike & Tina Turner dan masih banyak lagi. Telinga pasti langsung click dan ikut bernyanyi bersama dengan lantunan lagu-lagu dari band-band serta penyanyi ternama tersebut.

Setelah membaca review Disney Cruella, kamu mungkin langsung kepikiran untuk menonton. Ingins suasana nonton yang menyenangkan? Cobain nonton sambil menginap di Bobobox yuk! Wi-Finya kencang dan suasananya nyaman banget buat nonton dalam posisi apapun. Kehadiran moodlamp bisa digunakan untuk mengatur warna cahaya dalam pod sehingga suasananya dapat disesuaikan dengan genre film yang kamu tonton.

Tunggu apa lagi? Yuk unduh dulu aplikasi Bobobox biar kamu bisa pesan kamar yang kamu mau dan dapatkan informasi serta promo-promo terbaru Bobobox.

You might also like