Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Perbedaan Pneumonia Dengan Corona

Pasien positif virus corona sering didiagnosis sebagai pneumonia sebelum hasil tes lab keluar. Kira-kira apa sih pneumonia dan apa bedanya dengan COVID-19?

Sejak akhir tahun 2019, dunia sedang diguncangkan oleh penyebaran virus baru yang belum ditemukan vaksinnya. Virus corona atau COVID-19 tidak hanya membuat gempar dunia kesehatan, namun juga berimbas ke berbagai sektor, seperti sektor ekonomi dan pendidikan.

Kurangnya informasi yang memadai dari virus baru yang satu ini memunculkan banyak sekali spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai gejala, penemuan obat baru, hingga berbagai teori konspirasi. Salah satu yang masih sering membuat bingung adalah perbedaan antara virus corona dan pneumonia.

Virus corona dan pneumonia memiliki gejala yang hampir mirip namun tetap saja berbeda. Tahukah kamu perbedaan virus corona dengan pneumonia? Sebelum membahas perbedaan keduanya, mari cari tahu apa itu pneumonia terlebih dahulu.

Pneumonia, Saat Paru-Paru Menjadi “Basah”

pneumonia

Pneumonia bukanlah penyakit baru. Penyakit ini menyerang paru-paru seseorang yang menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara di paru-paru. Hal ini membuat paru-paru orang tersebut terisi cairan akibat peradangan.

Maka dari itu, pneumonia sendiri sering disebut sebagai paru-paru basah karena kondisi paru-paru yang dibanjiri cairan akibat peradangan yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Apakah paru-paru basah berbahaya? Jika kondisi pasien sudah parah tentu penyakit ini berbahaya. Namun, paru-paru basah bisa ditangani dengan cepat jika gejala yang muncul masih tergolong ringan.

Penderita paru-paru basah sendiri umumnya akan merasakan gejala-gejala tertentu seperti demam, menggigil, batuk berdahak dan sesak napas. Gejala-gejala inilah yang sangat mirip dengan gejala pasien yang tertular virus corona.

Penyebab Paru-Paru Basah

Penyebab paru-paru basah sendiri sangat beragam. Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur yang menyerang sistem pernapasan hingga ke paru-paru. Ketika zat asing tersebut mencapai paru-paru, maka peradangan bisa terjadi dan gejala paru-paru basah akan muncul.

Paru-paru basah sendiri bisa dengan mudah menjangkit siapapun yang memiliki daya tahan tubuh yang kurang bagus. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kondisi udara yang buruk seperti yang diakibatkan oleh polusi dan asap rokok juga termasuk yang rentan terkena paru-paru basah.

Hal tersebut juga berlaku bagi perokok berat, pecandu alkohol atau orang-orang dengan gaya hidup yang kurang sehat. Biasanya mereka lebih beresiko terkena paru-paru basah daripada orang dengan gaya hidup sehat.

Pada umumnya, pasien paru-paru basah akan mengalami ISPA terlebih dahulu. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan atas dimana bakteri ataupun virus menyerang saluran pernapasan sebelum menuju paru-paru. Jika ditangani dengan cepat, bakteri dan virus yang menyebabkan ISPA bisa mati sebelum sampai di paru-paru.

Perawatan Pneumonia

pneumonia

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah paru-paru basah bisa disembuhkan atau tidak, jawabannya bisa. Selama gejala belum parah, paru-paru basah bisa sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu. Jika gejala sudah cukup parah, pasien harus melakukan perawatan hingga 6 bulan atau lebih.

Hanya saja dalam perawatannya, pasien paru-paru basah harus ditangani dengan tepat dan cepat. Meskipun rasio kematian akibat paru-paru basah sangat sedikit, namun jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit ini bisa berakibat fatal bagi pasien.

Untuk paru-paru basah yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan antibiotik khusus yang langsung menyasar bakteri yang menjadi pusat infeksi di paru-paru. Pasien tidak perlu rawat inap kecuali jika paru-paru basah telah menggangu fungsi organ lain seperti ginjal.

Perbedaan Pneumonia dengan Virus Corona

Banyak orang yang masih bingung perbedaan paru-paru basah atau penumonia dan virus corona. Beberapa kasus positif corona pertama kali didiagnosis sebagai gejala paru-paru basah . Kira-kira apa sih perbedaan diantara keduanya?

Pneumonia atau paru-paru basah yang merupakan peradangan kantung-kantung udara di paru-paru, disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti virus, bakteri, dan jamur. Virus corona yang menyerang organ pernapasan juga bisa menjadi penyebab paru-paru basah.

Gejala awal pnumonia karena terinfeksi virus corona dan pneumonia karena terinfeksi jamur atau bakteri memang sangat mirip. Gejala seperti batuk, demam, hingga sesak napas juga terjadi pada penumonia akibat virus corona.

Beberapa dokter mengatakan ada perbedaan yang cukup signifikan antara gejala pneumonia akibat virus corona dengan gejala pneumonia biasa. Pneumonia akibat virus corona memiliki ciri batuk yang kering sedangkan pneumonia biasa cenderung menunjukkan gejala batuk berdahak.

Pneumonia yang diakibatkan oleh bakteri pun lebih mudah ditangani karena sudah tersedia vaksin, sehingga pasien hanya membutuhkan perawatan yang intensif sebelum akhirnya bisa pulih kembali. Namun untuk kasus pneumonia akibat infeksi virus corona, hingga kini belum ditemukan vaksinnya.

Meskipun vaksin pneumonia akibat infeksi virus corona belum ditemukan, namun perkembangan pasien yang sembuh karena virus corona jumlahnya semakin meningkat. Imun yang kuat dan penanganan yang cepat adalah kunci supaya pasien pneumonia akibat virus corona bisa sembuh kembali.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Paru-Paru Basah?

pneumonia

Jika badanmu menujukkan gejala paru-paru basah, yang harus kamu lakukan adalah segera pergi ke rumah sakit terdekat. Meskipun belum tentu kamu didiagnosis paru-baru basah atau belum tentu paru-paru basah tersebut karena infeksi virus corona, namun di tengah situasi wabah, apapun gejalanya harus ditangani dengan sangat serius.

Apalagi jika daya tahan tubuhmu sedang menurun serta kamu menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau kecanduan alkohol. Selain itu, kamu juga haru lebih waspada jika ada anggota keluargamu yang memiliki riwayat penyakit berat serta berusia di atas 60 tahun karena mereka juga sangat rentan terkena paru-paru basah.

Pencegahan Pneumonia

Ada beberapa cara untuk mencegah pneumonia di tengah masa pandemi. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah pneumonia sama seperti langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona. Dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker kemana pun kamu pergi, penularan pneumonia bisa dicegah.

Selama pandemi, kamu pun harus lebih serius menjaga daya tahan tubuh. Hindari merokok atau berada di sekitar perokok karena asap rokok bisa menjadi pemicu utama paru-paru basah. Asap rokok pun bisa menurunkan performa paru-parumu selama pandemi.

Cara pencegahan paru-paru basah lainnya adalah dengan menggunakan vaksin. Terdapat tiga vaksin yang berbeda untuk paru-paru basah yaitu PCV, PPSV, dan HIB. PVB merupakan vaksin paru-paru basah khusus untuk anak di bawah usia 2 tahun sedangkan PPSV adalah vaksin untuk lansia yang berusia di atas 64 tahun.

Vaksin yang terakhir adalah vaksin HIB untuk segala usia yang memberikan kekebalan pada bakteri penyebab paru-paru basah dan meningitis.

Lingkungan yang Bersih Untuk Hidup Lebih Sehat

Pneumonia

Di masa pandemi ini memang penting sekali untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Kesehatan dan daya tahan tubuh akan meningkat jika kamu tinggal di lingkungan yang bersih. Maka dari itu, Bobobox berkomitmen untuk selalu menjadikan kebersihan sebagai prioritas utama hotel kapsul kami.

Sejak wabah virus corona, Bobobox pun sudah melakukan protokol pencegahan penyebaran virus corona dengan mengecek suhu tubuh tamu yang akan menginap. Bobobox juga menyediakan hand sanitizer serta contactless experience untuk menghadapi kondsi pandemi ini.

Kebersihan, kenyamanan, dan keamanan di Bobobox pun menjadi semakin baik setiap harinya sehingga kamu bisa menginap dengan tenang. Tunggu apalagi, selalu cek info tentang Bobobox di sini.