Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Dari Cuaca Buruk Hingga Perompak, Ini Dia Kawasan Perairan Paling Berbahaya di Dunia

Lingkungan tidak bersahabat hingga ulah manusia bisa jadi penyebabnya

71 persen dari permukaan bumi didominasi oleh air dengan 97 persennya adalah air laut sementara sisanya termasuk danau dan sungai. Dengan luasnya permukaan air tersebut, jalur air pun menjadi salah satu yang paling penting dalam transportasi manusia dan barang ke seluruh dunia. Moda transportasi air sendiri termasuk yang paling tua dan murah sebab hal tersebut tidak memerlukan dana untuk maintenance dan konstruksi. Transportasi air juga memungkinkan pengangkutan dalam jumlah besar dibandingkan moda transportasi lainnya.

Dalam hal pariwisata, perairan juga menawarkan keindahan dan keunikan yang menyegarkan terutama bagi mereka pecinta kegiatan air seperti renang, snorkeling dan diving. Namun, baik transportasi atau pun wisata bukan berarti tanpa kekurangan. Perairan tidak jarang menyuguhkan bahaya yang mengancam keselamatan. Sebut saja cuaca dan lingkungan yang tidak bersahabat hingga ancaman para perompak. Maka dari itu, tidak sedikit perairan dianggap sebagai perairan paling berbahaya di dunia dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Samudra Selatan

Royal Navy via awesomeocean.com

Samudra Selatan atau Samudra Antartika dikenal sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia karena kondisi airnya yang tidak bersahabat. Penuh dengan tantangan, para pelayar biasanya dihadapakan dengan kehadiran suhu ekstrem, gunung es, badai dingin nan kencang, kapal karam, hingga ombak dengan ketinggian lebih dari 9,7 meter.

Suhu biasanya berada di kisaran -2 hingga 10 derajat Celcius di sekitar Antartika. Sementara itu, gunung es biasanya terendam di bawah air dan hal ini sangat berbahaya karena sulit untuk dideteksi apalagi ketika malam Selain itu, ombak tinggi dipengaruhi oleh perpaduan angin kencang dan konstan serta ketidakhadiran daratan yang membuat angin tidak bisa dipecah.

Baca Juga: Bikin Merinding! Ini Dia Kecelakaan Kapal Laut Paling Mengerikan Di Dunia!

Teluk Guinea

via eunavfor.eu

Teluk Guinea merupakan salah satu perairan paling berbahaya di dunia jika dikaitkan dengan bajak laut. Teluk Guinea sendiri berlokasi di lepas pantai Nigeria, Guinea, Togo, Benin dan Kamerun. Berdasarkan data Biro Maritim Internasional, di tahun 2020 lalu, tercatat ada 195 serangan bajak laut.

Sementara itu, data sementara tahun 2021 menunjukkan 43 inisiden pembajakan terjadi di teluk tersebut. Para bajak laut biasanya mepersenjatai diri dengan baik sehingga bisa menyerang meski jauh dari garis pantai. Mereka juga tidak segan melakukan kekerasan pada para awak kapal yang tidak bersalah.

Selat Drake

via peregrineadventures.com

Selat Drake dianggap sebagai salah satu perairan berbahaya di dunia karena cuaca dan ombak yang tidak bersahabat. Suhu airnya termasuk yang terdingin di bumi sebab menjadi bagian dari Aru Sirkumpolar Antartika, arus dingin yang mengelilingi Antartika. Selain itu, jumlah airnya juga terlampau banyak dan menjadi penyebab brutalnya ombak Selat Drake. Kedalamannya pun tidak main-main. Selat satu ini diperkirakan memiliki kedalaman 3.400 meter.

Sejak tahun 1616, perairan ini diklaim telah menyebabkan banyak kecelakaan kapal. Salah satunya terjadi pada tahun 2010 lalu pada kapal penumpang Clelia II yang mengangkut 160 orang. Sebagian bagian kapal tersebut dilumpuhkan oleh gelombang kencang dan membutuhkan bantuan dari National Geographic Endeavour. Meski begitu, rute ini tetap menjadi favorit. Dengan kemajuan teknologi, perjalanan melewati Selat Drake justru menjadi tantangan menyenangkan yang dapat dilewati dengan aman.

Blue Hole

@raimondklavins via Unsplash

Meski dikenal sebagai salah satu tempat menyelam paling mematikan sekaligus perairan paling berbahaya di dunia, Blue Hole di Dahab, Mesir tetap menjadi favorit para penyelam. Lubang Biru ini kabarnya telah menewaskan banyak korban yang diperkirakan mencapai 130-200 penyelam. Kejadian tersebut diyakini terjadi akibat nitrogen narcosis yaitu hilangnya kesadaran akibat nitrogen berdosis tinggi sesaat setelah menyelam di kedalaman 20 meter.

Para penyelam umumnya tertantang untuk menaklukkan lengkungan serta terowongan bawah air di dalam Blue Hole tanpa persiapan matang. Blue Hole sendiri terlalu dalam bagi mereka yang bukan penyelam technical diving dengan dasar yang berada di kedalaman 100 meter. Sementara itu, lengkungan tersebut mengharuskan penyelam untuk turun hingga mencapai 56 meter. Setelah mencapai terowongan, mereka harus menempuh tambahan 26 meter untuk menuju ke laut lepas.

Baca Juga: Misterius Dan Konon Menelan Banyak Korban, Inilah 7 Fakta Segitiga Bermuda!

Great Blue Hole

Ambergris Caye via diving-info.com

Sekitar 100 km dari Belize City, kamu akan dihadapkan pada surga menakjubkan bernama Great Blue Hole. Lubang ini juga termasuk salah satu perairan paling berbahaya di dunia dengan diameter 318 meter dan kedalaman mencapai 124 meter. Sama halnya seperti Blue Hole, Great Blue Hole menjadi ancaman terutama bagi para penyelam yang tidak berpengalaman. Kejernihan air dapat menyulitkan penyelam untuk menentukan kedalaman yang ditempuh. Akibatnya, mereka bisa saja menyelam terlalu dalam dari seharusnya kemudian mulai merasakan tekanan air yang menyebabkan nitrogen narcosis.

Ekspedisi yang dilakukan Aquatica Submarines pada 2018 menemukan tidak adanya kehidupan memasuki kedalaman 90 meter. Selain itu, di kedalaman tersebut mereka juga menemukan lapisan tebal hidrogen sulfida yang membentang di seluruh bagian lubang layaknya selimut terapung. Lebih dalam lagi, mereka menjumpai dua mayat dari tiga orang yang dikabarkan hilang di lubang tersebut.

Jacob’s Well

via grunge.com

Hal yang membuat Jacob’s Well menjadi salah satu perairan paling berbahaya di dunia adalah susunan serta formasi gua bawah lautnya yang rumit. Kerumitan tersebut kerap kali membuat para penyelam tersesat hingga berkahir di jalan buntu dan kehabisan oksigen.

Jacob’s Well memang dikenal memiliki berbagai ruang gua dengan jalur sempit. Salah satunya adalah yang disebut dengan “false chimney”. Ruang ini berbentuk setengah terowongan dan tampak mengarah ke permukaan air. Namun, ruang tersebut ternyata banyak membawa penyelam pada lokasi kematian mereka.

Boa Viagem

via fabio-nascimento.com

Serangan ikan hiu menjadi alasan Boa Viagem dianggap sebagai salah satu perairan paling berbahaya di dunia. Boa Viagem sendiri merupakan sebuah pantai di Recife dengan jumlah serangan hiu terbanyak di Brazil. Sebelum tahun 1992, pantai-pantai di Recife termasuk Boa Viagem selalu ramai dikunjungi untuk kegiatan berenang dan surfing. Namun, hal tersebut kini berubah. Boa Viagem justru termasuk ke dalam 10 besar pantai di dunia yang dipenuhi ikan hiu.

Karena itu, kamu akan menjumpai banyak peringatan tentang bahaya berenang di sana. Menurut keterangan penduduk setempat, hiu sebelumnya bukanlah masalah. Namun, kehadiran pelabuhan diyakini menjadi penyebab mereka mendekat ke pesisir. Antara tahun Juni 1992-September 2006, dilaporkan ada sekitar 47 serangan dengan 17 kematian. Kasus terbarunya terjadi pada 2011 lalu dengan dua di antaranya menyebabkan luka pada kaki dan paha.

Danau Kivu

via expeditewildlifetours.com

Selain laut, perairan paling berbahaya di dunia juga bisa dijumpai dalam bentuk danau. Danau Kivu yang berada di perbatasan Rwanda dan Kongo adalah salah satunya. Bahaya yang mengintai di danau ini berkaitan dengan kandungan karbon dioksida dan gas metana di dalamnya. Danau Kivu diketahui mengandung sekitar 300 kilometer kubik karbon dioksida dan 60 kilometer kubik metana.

Karena itu, danau ini berpotensi mengeluarkan gas beracun yang dapat memenuhi lembah di sekitarnya. Jika terhirup, jutaan nyawa manusia bisa melayang sebab konsentrasi CO2 yang tinggi akan menggantikan oksigen di udara. Letusan gas tersebut bisa dipicu oleh gempa bumi kuat, erupsi gunung atau aktivitas manusia di sekitarnya.

Danau Karachay

Danau Karachay adalah danau lainnya yang termasuk salah satu perairan paling berbahaya di dunia. Danau di Rusia timur ini sangat terkontaminasi oleh radiasi sehingga berada di dalamnya akan siapapun meregang nyawa dengan mudahnya.

Danau Karachay ini memang menjadi rumah bagi bekas fasilitas pengujian nuklir Rusia pada tahun 1940. Danau tersebut digunakan untuk menyalurkan dampak radioaktif fasilitas tersebut. Meski menyuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung hanya butuh kurang dari satu jam untuk  mengumpulkan lebih da 600 radiasi. Selain mengotori air sungai, radiasi tersebut juga dilaporkan telah meningkatkan jumlah kasus kanker, leukemia serta cacat lahir.

Biar nggak bosan terus di rumah, kamu bisa banget staycation di Bobobox sambil mencari tahu lebih banyak atau menonton hal-hal tentang perairan. Kehadiran fitur moodlamp di dalam pod memungkinkan kamu untuk mengatur pencahayaan. Serasa di dalam bioskop mini deh! Masalah kenyamanan, tidak perlu kamu ragukan lagi! Interior podnya cukup luas dengan kasur empuk yang dijamin bikin kamu betah. Harganya pun cukup terjangkau. Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo lewat aplikasi Bobobox! Yuk unduh aplikasinya untuk informasi lebih lanjut!

You might also like