Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Penyebab Sleepwalking Hingga Cara Mengatasinya

Penyebab sleepwalking faktanya dapat terjadi atas berbagai faktor!

Penyebab sleepwalking bisa terjadi karena berbagai hal. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan fisik dan juga kesehatan mental. Sleepwalking dikenal sebagai gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berdiri dan berjalan saat tidur.

Umumnya mereka yang mengalami sleepwalking tidak dapat merespons saat kejadian dan biasanya tidak mengingatnya. Mereka yang mengalami sleepwalking dapat berbicara yang tidak masuk akal. Siapa saja yang dapat mengalami sleepwlking?

Gangguan sleepwalking ini dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak meskipun umumnya  menyerang anak kecil usia 4-8 tahun. Apa sajakh kira-kira penyebab sleepwalking, gejala, cara mengatasi, dan cara menghindarinya? Berikut adalah informasinya.

Penyebab Sleepwalking: Tanda & Gejala Sleepwalking

Berbagai gangguan tidur termasuk sleepwalking umumnya muncul pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang. Saat seseorang mengalami sleepwalking, kondisi ini dapat terjadi jarang ataupun sering, dan satu episode biasanya berlangsung beberapa menit atau lebih.

Penyebab Sleepwalking: Gejala Sleepwalking yang Paling Umum Terjadi

  • Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
  • Bangun di tempat tidur dan membuka mata
  • Tampak memiliki ekspresi sayu
  • Dapat melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara, atau mengonsumsi camilan dengan mata tertutup
  • Tidak merespons atau berkomunikasi dengan orang lain
  • Sulit bangun saat mengalami episode
  • Disorientasi atau bingung sesaat setelah bangun
  • Kembali tidur dengan cepat
  • Tidak mengingat bahwa ia tidur berjalan pada pagi harinya
  • Kadang kesulitan berfungsi pada siang hari karena tidur yang terganggu
  • Alami teror tidur/mimpi buruk yang bersamaan dengan tidur berjalan

Penyebab Sleepwalking: Gejala Sleepwalking yang Jarang Terjadi

  • Meninggalkan rumah
  • Mengendarai mobil
  • Melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang air kecil di dalam lemari
  • Melakukan aktivitas seksual tanpa kesadaran
  • Mengalami cedera, seperti jatuh dari tangga atau lompat dari jendela
  • Menjadi kasar saat kebingungan setelah bangun atau pada kejadian

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Saat kamu merasa mengalami beberapa gejala di atas dan menyadari bahwa kamu mengalami sleepwalking apa yang harus kamu lakukan? Kapan waktu terbaik bagi kamu untuk segera menemui dokter untuk memperbaiki siklus tidur kamu menjadi lebih baik? Kamu bisa temukan dokter jika kondisi ini:

  • Sering terjadi, sebagai contoh, lebih dari 1-2 kali seminggu
  • Sebabkan perilaku berbahaya atau cedera pada orang yang sleepwalking (seperti meninggalkan rumah) atau orang lain
  • Sebabkan gangguan tidur pada anggota keluarga atau mempermalukan diri sendiri
  • Baru terjadi pertama kali sebagai orang dewasa
  • Berlanjut dari kecil hingga masa remaja

Baca Juga: Lakukan Kebiasaan Sehat Sebelum Tidur Berikut Ini Agar Istirahatmu Lebih Maksimal

Penyebab sleepwalking

Beberapa penyebab umum dari sleepwalking antara lain adalah:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Stres
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Demam
  • Gangguan pada jadwal tidur
  • Pengobatan, seperti hipnotik jangka pendek, sedatif, atau kombinasi obat untuk penyakit psikiatris, serta alkohol

Masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan tidur berjalan

  • Kelainan pernapasan saat tidur (pernapasan abnormal selama tidur), seperti sleep apnea obstruktif
  • Narkolepsi
  • Restless legs syndrome
  • Gejala maag
  • Migrain
  • Kondisi medis seperti penyakit tiroid, cedera kepala atau stroke
  • Bepergian

Penyebab Sleepwalking: Faktor Risiko Sleepwalking

kumpul keluarga

Apakah sleepwalking dipengarugi faktor dan genetik? Berikut adalah penjelasannya:

  • Genetik. Kondisi ini dapat menurun pada keluarga. Kemungkinan dapat meningkat 2-3 kali lipat jika salah satu orangtua mengalami tidur berjalan saat masa kecil atau dewasa.
  • Usia. Tidur berjalan lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orangtua, dan terjadinya kondisi ini pada orang dewasa biasanya terkait dengan kondisi kesehatan.

Penyebab Sleepwalking: Diagnosis & pengobatan sleepwalking

Sleepwalking pada anak-anak normal terjadi dan biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Orangtua perlu mengawasi anak-anak. Orang dewasa yang berlanjut atau mulai sleepwalking lebih berisiko terhadap cedera. Pada kasus ini, konsultasikan dengan ahli medis.

Penyebab Sleepwalking: Bagaimana Cara Mendiagnosis Sleepwalking?

Ahli medis akan mencoba mencari tahu apakah ada penyebab lain sleepwalking atau yang menyebabkan gejala memburuk, seperti:

  • Gangguan tidur lainnya
  • Kondisi medis
  • Penggunaan obat
  • Kelainan mental
  • Penyalahgunaan zat

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan pola tidur kamu dengan menggunakan studi tidur di dalam laboratorium. Studi ini dikenal dengan polysomnogram yang akan menunjukkan gelombang otak, detak jantung, dan pernapasan saat tidur. Studi ini akan memberikan informasi tentang bagaimana tangan dan kaki bergerak dan merekam perilaku kamu saat tidur. Informasi ini kemudian dapat membantu menunjukkan jika kamu bangun dari tempat tidur dan melakukan hal yang tidak wajar.

Baca Juga: Simak Hal-Hal yang Tetap Terjadi Dalam Tubuhmu Saat Kamu Tertidur Pulas

Penyebab Sleepwalking: Pengobatan Sleepwalking di Rumah

Bagaimana cara untuk mengobati gangguan tidur ini? Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu kamu untuk melindungi diri saat sleepwalking terjadi, di antaranya:

  • Buatlah lingkungan yang aman, bebas dari benda berbahaya atau benda tajam
  • Kunci pintu dan jendela
  • Tutup jendela kaca dengan gorden berat
  • Pasang alarm atau bel pada pintu kamar tidur
  • Cobalah untuk tetap positif, karena walaupun mengganggu, tidur berjalan biasanya bukanlah kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya

Penyebab Sleepwalking: Pencegahan Sleepwalking

Kamu bisa melakukan pencegahan sleepwalking dengan beberapa tips berikut ini:

  • Terapkan sleep hygiene agar kamu tidak kurang tidur
  • Tahu caranya mengatasi stres, contoh dengan meditasi atau latihan relaksasi agar dapat tidur nyenyak
  • Berhenti merokok dan minum alkohol menjelang tidur

Cobain Pengalaman Seru Menginap di Bobobox!

Di saat yang penuh kesulitan dan tekanan ini, kamu perlu beristirahat dari segala kejenuhan. Tentunya ada berbagai cara sederhana yang bisa kamu lakukan seperti berjalan santai, memanjakan diri dengan perawatan tubuh, atau sekadar staycation. Di masa pandemi ini, mungkin agak sulit bagi kamu untuk berlibur. Karena itu, sekadar berstaycation sambil menenangkan diri namun tetap menghindari kerumunan bisa jadi altenatif buat kamu.

Dalam hal ini, sebaiknya kamu memilih hotel yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi yang baik. Salah satu hotel aman yang bisa kamu pilih adalah Bobobox. Hotel kapsul yang satu ini telah menerapkan beberapa aturan yang wajib diikuti oleh semua orang yang berada di area Bobobox.

Lorong Pods bobobox bandung

Aturan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh oleh host serta kewajiban menggunakan masker untuk semua pihak, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dengan tim Bob dan tamu lain, serta menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki area pod. Kamu juga diharuskan untuk menggunakan siku kamu jika ingin menekan tombol lift atau membuka pintu. Selain itu, bawalah alat makan dan alat salat pribadi.

Untuk keperluan kesehatan, Bobobox juga menyediakan obat-obatan standar yang bisa kamu gunakan agar tubuh kamu tetap sehat dan fit. Mau coba pengalaman yang lebih seru lagi? Cobain layanan Bobobox bernama Bobocabin! Bobocabin adalah sebuah jalan keluar yang tepat dari hiruk pikuk dan keramaian kota.Yuk segera unduh aplikasi Bobobox di Play Store dan App Store, dijamin aman dan nyaman!

You might also like