Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Sesak Nafas? Kenali Penyebab dan Gejala Asma Berikut Ini!

Yuk kenali penyebab dan gejala asma berikut!

Gejala asma yang banyak orang rasakan bisa jadi salah satu penanda adanya gangguan pada sistem pernapasan sehingga mereka merasa kesulitan saat bernapas. Penting bagi kamu untuk mengenali penyebab dan gejala asma untuk dapat mengambil proses pengobatan yang tepat. Asma pada dasarnya adalah sebuah penyakit radang kronis yang menyerang saluran pernapasan.

Setiap orang bisa mengalami penyakit asma baik muda maupun dewasa, wanita maupun laki-laki. Setiap orang pun dapat mengalami penyakit asma karena penyebab yang berbeda-beda. Salah satu hal yang pasti mengenai penyakit asma ini adalah saat saluran udara bersentuhan dengan penyebab asma, saluran udara tersebut akan meradang, menyempit, dan penuh dengan lendir.

Hal yang membuat penderita asma mengalami kesulitan saat bernapas adalah karena adanya kejang otot di sekitar saluran udara. Selain itu hal ini juga terjadi karena adanya peradangan dan pembengkakan pada selaput mukosa yang melapisi saluran udara atau tingginya jumlah lendir di dalamnya.

Selain mengalami kesulitan saat bernapas, penderita asma pun dapat mengalami sesak napas, mengi atau batuk karena tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut. Jika kamu atau orang terdekat kamu memiliki penyakit asma, penting untuk memahami penyebab asma. Setelah mengetahui penyebab dari penyakit asma tersebut maka kamu dapat mengambil  langkah yang tepat untuk menghindarinya. Berikut adalah penyebab dan gejala asma yang perlu kamu ketahui diantaranya:

via unsplash

1. Penyebab dan Gejala Asma: Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab timbulnya asma pada sebagian banyak orang. Kurang lebih sekitar 80% penderita asma memiliki alergi terhadap hal-hal di udara seperti pohon, rumput, serbuk sari bunga, jamur, bulu hewan, tungau debu, dan kotoran kecoa. Dilansir dari sebuah penelitian, anak-anak dengan kotoran kecoa tingkat tinggi di rumah memiliki peluang empat kali lebih besar memiliki penyakit asma pada masa anak-anak daripada anak-anak yang rumahnya lebih bersih.

Selain mengenali gejala asma sebelum keadaan memburuk, penting juga bagi kamu untuk mengetahui tingkat keparahan asma yang kamu miliki. Tingkat kerparahan asma yang kamu miliki akan mengambarkan kemungkinan kambuh penyakit ama kamu. Dengan memahami tingkat keparahan asma, dokter pun akan merasa sangat terbantu dalam memberikan pengobatan asma yang tepat sehingga dapat mencegah asma kembali kambuh.

2. Penyebab dan Gejala Asma: Mengonsumsi Makanan dan Zat Aditif

Penyebab dan gejala asma yang timbul bisa saja dikarenakan konsumsi makanan dan zat aditif. Bagi sebagain banyak orang alergi makanan bisa menyebabkan reaksi ringan hingga berat dan tak jarang diantaranya dapat mengancam jiwa. Beberapa jenis makanan tertentu faktanya bisa menyebabkan seseorang mengalami asma tanpa gejala lain.

Makanan paling umum yang dapat menjadi penyebab dan gejala asma melalui alergi adalah telur, susu sapi, kacang kacangan, gandum, ikan, udang, kerang, salad, atau bahkan buah segar. Selain makanan, zat aditif berupa pengawet makanan juga bisa memicu asma terutama diantaranya aditif sulfit seperti natrium bisulfit, kalium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium metabisulfit, dan natrium sulfit. Zat aditif ini umumnya digunakan dalam pengolahan atau persiapan makanan.

3. Penyebab dan Gejala Asma: Olahraga Juga Bisa jadi Penyebab Asma

Penyebab dan gejala asma berikutnya adalah rasa lelah yang terasa berat usai melakukan beberapa aktivitas olahraga. Bagi sekitar 80% pengidap asma, olahraga berat dapat membuat saluran udara mengalami penyempitan. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan gejala asma karena olahraga berat seperti adanya rasa sesak di bagian dada, batuk-batuk, dan kesulitan bernapas selama 5 hingga 15 menit pertama aktivitas olahraga.

Mereka yang memiliki penyakit asma ringan, gejala asma berupa sesak dan kesulitan bernapas ini mungkin dapat hilang dalam 30 hingga 60 menit latihan berikutnya. Namun bagi mereka yang memiliki tingkat keparahan asma yang cukup tinggi atau sekitar 50 persen dari orang-orang yang memiliki penyakit asma yang disebabkan oleh olahraga mungkin mengalami serangan lain 6 sampai 10 jam kemudian. Dalam menyiasati kambuhnya asma, dianjurkan untuk selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga dan berolahraga sesuai kemampuan dengan intensitas moderat.

Langsung Tidur Setelah Sahur? Lebih Baik Jangan Deh!
via unsplash

4. Penyebab dan Gejala Asma: Mulas dan Sakit Maag

Siapa yang menyangka jika rasa mulas dan sakit maag yang kamu rasakan bisa jadi sala satu gejala asma. Faktanya rasa mulas dan juga asma memang cukup sering terjadi secarabersamaan. Sekitar kurang lebih 89 persen orang yang memiliki penyakit asma juga mengalami sakit maag parah (gastroesophageal reflux atau GERD). Gejala asma ini umumnya terjadi di malam hari saat kamu tidur berbaring karena katup yang mencegah asam lambung naik ke kerongkongan tidak berfungsi seperti seharusnya.

5. Penyebab dan Gejala Asma: Kebiasaan Merokok

Jika kamu memiliki penyakit asma sekaligus juga memiliki kebiasaan merokok, mungkin ini saatnya bagi kamu untuk mengurangi dan menghentikan kebiasaan ini. Asap rokok yang kamu hirup bisa jadi salah satu penyebab munculnya penyakit asma. Gejala asma berupa sesak napas, batuk, dan mengi bisa terjadi jika kebiasaan merokok tetap dilakukan. Mereka yang mengidap asma dan merupakan seorang perokok aktif dangat direkomendasikan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

6. Penyebab dan Gejala Asma: Sinusitis dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas Lainnya

Penyakit asma memiliki kemiripan dengan penyakit sinusitis karena sama-sama menyebabkan peradangan pada lapisan saluran udara. Sinusitis menyebabkan peradangan pada selaput lendir yang melapisi sinus sehingga membuat membran mengeluarkan lebih banyak lendir dan dapat membuat asma mudah kambuh. Bob sangat menyarakan untuk segera melakukan pengobatan terhadap infeksi sinus untuk meredakan gejala asma.

gejala asma
via unsplash

7. Penyebab dan Gejala Asma :Efek Pengobatan

Pemilik penyakit asma yang memiliki alergi atau sensitif terhadap beberapa jenis obat-obatan bisa jadi akan mengalami kekambuhan asma saat mengonsumsi obat tersebut. Beberapa obat yang umumnya sensitif untuk dikonsumsi pengidap penyakit asma ini beberapa contoh diantaranya adalah obat antiinflamasi (ibuprofen, naproxen) dan beta-blocker (digunakan untuk mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan glaukoma).

Hindari Stres dan Tenangkan Pikiran dengan Staycation!

Asma memang dikena sebagi penyakit menahun yang memang sulit untuk disembuhkan. Mereka yang mengidap penyait ini seringkali mengalami kesulitan untuk beraktivitas terutama melakukan aktivitas fisik yang cukup berat karena akan merasa keslitan saat bernapas. Namun meskipun demikian, paa penderita penyakit asma dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara menjalan gaya hidup yang sehat.

Apabila Anda mengidap asma sejak kecil, gejalanya bisa saja menghilang saat beranjak remaja dan muncul kembali di usia dewasa. Nah jika kamu merasa stres, burn-out dan butuh tempat staycation singkat dan mendukungmu berlatih yoga atau meditasi, Bobobox cocok untukmu!

Dengan pods yang sunyi dan lampu yang bisa diatur, kamu bisa bebas melakukan yoga tanpa takut diganggu. Selain itu, setiap pods dilengkapi juga dengan Bluetooth speaker dan fitur white noise yang bisa membuatmu mendapatkan pengalaman yang sama seperti melakukan yoga di hutan tanpa harus menguras dompet kamu! Yuk download aplikasinya sekarang!

bobobox

You might also like