Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Apa Itu Kalsifilaksis, Gangguan Kulit yang Dapat Mengancam Kesehatanmu!

Kenali dan tangani sejak dini!

Peringatan: Artikel ini akan menampilkan gambar-gambar yang mungkin akan membuatmu merasa kurang nyaman.

Kalsifilaksis (calciphylaxis) merupakan sebuah penyakit serius yang disebabkan oleh terjadinya penumpukan kalsium dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penggumpalan darah, timbulnya lesi kulit, hingga infeksi kronis. Meski langka, penyakit kalsifilaksis ternyata beresiko mengancam nyawa!

Gejala Kalsifilaksis

penyakit kalsifilaksis

(Image by @dr_ismayil_esgerov via Instagram)

Gejala utama yang biasanya ditunjukkan oleh penyakit kalsifilaksis ini adalah timbulnya lesi kulit berwarna ungu pada tungkai bawah atau daerah tubuh yang memiliki jumlah kandungan lemak lebih tinggi. Contohnya seperti bokong, payudara, paha, dan perut, bahkan juga dapat memengaruhi jaringan lemak, otot rangka, serta organ dalam.

Lesi tersebut kemudian akan berkembang menjadi nodul atau bisul yang dalam, memborok, dan berupa luka terbuka dengan kerak berwarna hitam kecoklatan. Luka borok ini sangat sulit bahkan tak dapat disembuhkan serta terasa sangat menyakitkan.

Selain itu, para penderita penyakit kalsifilaksis ini juga terkadang menunjukkan gejala yang disebut hiperparatiroidisme dikarenakan tingginya kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Gejala ini terjadi jika hormon paratiroid (PTH) diproduksi terlalu banyak oleh kelenjar paratiroid. Padahal, kadar PTH yang normal sebenarnya berfungsi untuk mengatur kadar kalsium, fosfor, serta vitamin D yang ada di dalam tulang dan darah.

Terakhir, gejala paling umum yang biasa muncul akibat penyakit kalsifilaksis ini antara lain adalah gejala-gejala seperti kelelahan, kelemahan, kram, pegal-pegal, bahkan hingga depresi.

Penyebab Kalsifilaksis

penyakit kalsifilaksis

(Image by @stubobphoto.pathology via Instagram)

Penyebab penyakit kalsifilaksis ini diyakini diakibatkan oleh terjadinya penumpukan kalsium di dalam pembuluh darah. Sebenarnya, mekanisme penyebab penumpukan kalsium dalam darah tersebut masih belum diketahui atau betul-betul dipahami secara jelas.

Umumnya, gangguan metabolisme mineral memang biasanya dianggap sebagai penyakit atau gangguan pada ginjal. Sehingga timbul anggapan bahwa penyakit kalsifilaksis ini kemungkinan besar terjadi akibat adanya masalah metabolisme hormon dan mineral dalam tubuh, seperti hormon paratiroid, kalsium, dan fosfat.

Meski begitu, ternyata gangguan ini dapat pula terjadi pada orang dengan fungsi ginjal yang normal. Selain itu, sebuah penelitian juga menjelaskan bahwa ternyata juga terdapat kelainan pada faktor pembekuan darah di tubuh para penderita penyakit kalsifilaksis.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan frekuensi pembentukan gumpalan darah kecil dalam pembuluh darah. Namun, demi pemahaman yang lebih dalam, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap hal tersebut.

Siapa yang berisiko mengalami kalsifilaksis?

penyakit kalsifilaksis

(Image by @woundmechanics via Instagram)

Dalam setiap penyakit, pasti ada segelintir atau segmen-segmen tertentu yang beresiko lebih tinggi untuk terpapar penyakit tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti contohnya faktor usia, kesehatan, penyakit bawaan, genetik, hingga pola hidup.

Sama halnya dengan penyakit kalsifilaksis. Mereka yang menderita penyakit ginjal kronis atau tahap akhir, serta mereka yang mengalami gagal ginjal dan menjalani dialisis atau tranplantasi ginjal, sangat rentan dan beresiko tinggi terserang penyakit kalsifilaksis ini. Menurut data laporan, penyakit yang juga dapat disebut dengan arteriolopati uremik kalsifikasi ini terdapat pada sekitar 1 hingga 4,5 persen penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis.

Selain itu, terdapat pula beberapa kondisi medis yang mampu meningkatkan resiko terjadinya penyakit kalsifilaksis pada mereka yang menjalani dialisis. Contohnya seperti faktor obesitas (kegemukan), diabetes, adanya penyakit pada organ hati, mengonsumsi obat warfarin (Caumadin) untuk mencegah pembekuan darah, serta penggunaan suplemen kalsium yang mengandung pengikat fosfat.

Tak hanya para penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis saja, mereka yang tidak memiliki penyakit atau gangguan ginjal pun ternyata beresiko terkena penyakit kalsifilaksis. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh kondisi-kondisi seperti kanker, hiperparatiroidisme primer, penyakit radang usus, autoimun seperti lupus, penyakit Chron, atau rheumatoid arthritis, serta hiperkoagulasi seperti kekurangan protein C dan protein S, hingga penyakit hepatitis alkoholik (peradangan hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang).

Menurut penelitian, penyakit kalsifilaksis pun lebih sering diderita oleh mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun. Selain itu, wanita juga dua kali lebih beresiko terkena penyakit kalsifilaksis.

Diagnosis Penyakit Kalsifilaksis

penyakit kalsifilaksis

(Image by @dravictoriavolonteri via Instagram)

Untuk diagnosis penyakit kalsifilaksis, dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pemeriksaan gejala, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan riwayat kesehatan. Selain itu, ada beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk melengkapi diagnosis penyakit kalsifilaksis, contohnya seperti biopsi kulit atau pengangkatan sedikit jaringan, tes darah, pemeriksaan ginjal, serta sinar-X yang bertujuan untuk menunjukkan endapan kalsium di dalam pembuluh darah.

Pengobatan Kalsifilaksis

penyakit kalsifilaksis

(Image by @woundaddicts via Instagram)

Sebenarnya, pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit kalsifilaksis ini masih belum diketahui. Namun, beberapa upaya biasanya dilakukan untuk meringankan penyakit kalsifilaksis ini, seperti perawatan lesi kulit, pencegahan infeksi pada luka, hingga perbaikan dan pengontrolan kadar kalsium dan fosfor dalam darah.

Upaya perawatan penyakit kalsifilaksis tersebut biasanya meliputi agen debriding enzimatik atau terapi luka menggunakan enzim, penggunaan pembalut hidrokoloid atau hidrogel, pemberian antibiotik sistemik, terapi oksigen hiperbarik, konsumsi obat-obatan tertentu, tindak operasi paratiroidektomi, pemberian sokongan asupan nutrisi, penahan rasa nyeri, bahkan hingga pemberian dukungan psikologis pada para penderita penyakit kalsifilaksis.

Penyakit Kalsifilaksis adalah Penyakit yang Mematikan

penyakit kalsifilaksis

(Image by @woundmechanics via Instagram)

Penelitian menunjukkan bahwa penyakit kalsifilaksis merupakan penyakit yang mampu mengancam kesehatan bahkan mengancam nyawa. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Kidney mengatakan bahwa 46 persen penderita penyakit kalsifilaksis ini hanya dapat bertahan kurang lebih satu tahun.

Resiko kematian ini biasanya disebabkan oleh infeksi pada darah atau komplikasi lainnya. Maka dari itu, diagnosis dan upaya perawatan awal dari penyakit kalsifilaksis ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk meminimalisir resiko yang lebih buruk.

Pasti happy staycation di Bobobox!

Kesehatan tubuh tentunya harus senantiasa dijaga, yakni dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Namun, bukan hanya kesehatan tubuh saja yang mesti kalian jaga, loh. Kesehatan mental dan jiwa pun sama pentingnya untuk kamu jaga agar hatimu selalu bahagia.

Banyak cara yang bisa kamu lakukan agar hatimu bahagia dan senang, salah satunya adalah dengan staycation. Bosan staycation di hotel yang gitu-gitu aja? Butuh referensi tempat seru untuk menemani kegiatan staycation kamu? Berarti ini saatnya kamu datang ke Bobobox! Hotel kapsul yang modern dan unik ini pasti bisa memberikan kamu pengalaman baru menginap di hotel.

Pod-nya yang unik dan nyaman pasti bikin kamu betah berlama-lama staycation di Bobobox. Selain itu, di dalam pod-nya juga terdapat lampu LED yang bisa disesuaikan dengan suasana hati kamu. Keren banget, kan?

Untuk memesan kamar, kamu nggak usah khawatir bakal ribet, tinggal download aja aplikasinya. QR code yang ada di aplikasinya juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Keren, kan? Tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox! Stay healthy, stay happy!

Oh iya, kamu juga bisa melihat langsung pods Bobobox lewat virtual 360° tour lho!

You might also like