Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

8 Penyakit yang Rentan Mengintai Generasi Milenial

Jaga kesehatanmu!

Penelitian dari Blue Cross Blue Shield Association menunjukkan bahwa generasi milenial lebih mudah terserang penyakit dibanding generasi sebelumnya.

Berbeda dengan generasi X, generasi milenial dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, informasi yang berlebih, persaingan yang ketat, dan ketidakjelasan masa depan.

Hal ini menghasilkan gaya hidup yang berbeda dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan perilaku (behavioral health). Yap, penyakit yang rentan menyerang generasi milenial diakibatkan pola hidup yang tidak sehat.

Apa itu behavioral health

Kesehatan perilaku atau behavioral health adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara perilaku dan dampaknya bagi tubuh. Hal ini mencakup pola makan, minum, olahraga, dan lain-lain. Masalah yang diakibatkan perilaku seseorang bisa berdampak pada fisik dan juga mental.

Behavioral health berbeda dengan mental health karena behavioral health adalah payung yang menaungi mental health. Jika seseorang terkena depresi misalnya, seorang ahli kesehatan perilaku akan melihat apa kontribusi perilaku orang tersebut pada penyakit yang ia derita. Hal ini juga berlaku jika orang tersebut menderita obesitas atau diabetes.

Berikut adalah delapan penyakit yang menyerang generasi milenial akibat masalah kesehatan perilaku.

1. Depresi

generasi milenial
Photo by Claudia Wolff on Unsplash

Depresi adalah penyakit serius yang menimbulkan perasaan, pikiran, dan perilaku yang negatif. Tentu saja merupakan hal yang normal bagi seseorang untuk merasa sedih, berbuat salah, atau merasa kurang percaya diri.

Akan tetapi, seseorang yang menderita depresi biasanya mengalami kondisi tersebut dalam waktu yang cukup lama. Rasa sedih yang akut juga bisa disertai putusnya harapan dan merasa diri tidak berharga.

Jika tidak ditangani dengan serius, generasi milenial bisa mengalami hal yang lebih buruk seperti menurunya produtivitas, terganggunya hubungan sosial, dan yang paling berbahaya adalah keinginan untuk mengakhiri hidup.

Ciri-ciri orang yang mengalami depresi:

  • Perasaan sedih yang berlebih
  • Kehilangan minat pada hobi
  • Perubahan nafsu makan dan menurunnya berat badan
  • Susah tidur atau tidur terlalu banyak
  • Tidak berenergi dan sering lelah
  • Merasa tidak berguna
  • Sulit berpikir, berkonsentrasi, dan mengambil keputusan

2. Penyalahgunaan zat adiktif

generasi milenial
Photo by Mathew MacQuarrie on Unsplash

Karena tekanan gaya hidup yang mereka hadapi, generasi milenial berusaha mencari cara untuk menghadapi tekanan tersebut. Sayangnya, banyak generasi milenial yang beralih kepada gaya hidup yang lebih buruk alih-alih menghadapi tekanan tersebut dengan hal positif.

Salah satunya adalah penggunaan zak adiktif seperti obat-obatan terlarang, minuman beralkohol, dan rokok. Mengonsumsi zat-zat tersebut dianggap bisa memberikan ketenangan.

Akan tetapi, ketenangan itu hanya sementara dan konsumsi zat-zat tersebut justru bisa mengarah pada penyakit fisik yang lebih serius seperti jantung, kanker paru-paru, dan lain-lain.

3. Hipertensi

generasi milenial
Photo by Icons8 Team on Unsplash

Dulu penyakit hipertensi atau darah tinggi dikenal hanya menyerang seseorang yang sudah berusia lanjut. Akan tetapi, justru generasi milenial yang berusia muda pun bisa terserang. Beberapa penyebab generasi milenial terkena hipertensi di samping usia adalah:

  • Keturunan
  • Kelebihan berat badan
  • Terlalu banyak makan garam
  • Terlalu sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung kalium
  • Kurang aktivitas fisik dan olahraga
  • Merokok

4. Hiperaktif

generasi milenial
Photo by Christian Erfurt on Unsplash

Beranjak dewasa, generasi milenial rentan mengalami ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Gangguan ini bisa disebabkan oleh karir yang tidak menentu dan melihat kawan-kawan mereka maju.

Generasi milenial cenderung melakukan segala sesuatunya bersama-sama. Masuk sekolah bersama, lulus bersama, melakukan kegiatan bersama. Pada satu titik, ketika memasuki dunia yang “sesungguhnya”, generasi milenial mulai berjalan masing-masing. Bekerja tidak lagi di tempat yang sama dan menikah tidak pada waktu yang sama.

Gejala ADHD diantaranya:

  • Mudah lupa dan sering terlambat
  • Resah
  • Kepercayaan diri yang rendah
  • Sulit menahan amarah
  • Impulsif
  • Penggunaan zat berbahaya
  • Tidak teratur
  • Sering menanti-nanti pekerjaan
  • Mudah frustasi
  • Mudah bosan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Suasana hati yang mudah berubah

5. Psikosis

generasi milenial
Photo by Ehimetalor Unuabona on Unsplash

Jika sudah dalam tingkat keresahan yang tinggi, generasi milenial mudah untuk terkena psikosis. Penyakit ini adalah keadaan di mana seseorang tidak bisa membedakan mana yang nyata dan yang bukan.

Penyebab pasti dari kondisi ini pada generasi milenial belum diketahui secara jelas. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan serius, psikosis bisa sangat berbahaya bagi kehidupan sosial generasi milenial.

Gejala yang timbul akibat psikosis berbeda setiap orang. Namun, ada dua gejala utama yang bisa diperhatikan yaitu delusi dan halusinasi. Jika generasi milenial mengalami dua hal tersebut, ada kemungkinan mereka terkena psikosis.

6. Radang usus

generasi milenial
Photo by twinsfisch on Unsplash

Radang usus terjadi jika saluran pencernaan kamu mengalami iritasi hingga terluka. Ada dua jenis radang usus yang biasanya ditemukan yaitu Crohn’s disease dan ulcerative colitis.

Crohn’s disease adalah peradangan yang terjadi di semua sistem pencernaan mulai dari mulut sampai ke dubur. Di sisi lain, ulcerative colitis hanya menyerang lapisan dalam usus besar.

Hingga saat ini, penyebab radang usus khususnya di generasi milenial belum diketahui secara pasti. Pola makan yang tidak sehat dan stres bisa menjadi salah satunya. Ada juga sebab lain seperti autoimun, yaitu kelainan pada sistem kekebalan tubuh.

7. Kolesterol tinggi

generasi milenial
Photo by Carles Rabada on Unsplash

Generasi milenial disuguhkan dengan makanan yang bervariasi. Karena akses mereka terhadap makanan lebih banyak, diet mereka pun kadang tidak terkontrol. Akibat dari tidak terkontrolnya asupan adalah kadar kolesterol yang tinggi.

Makanan yang menyebabkan kolesterol tinggi adalah yang tinggi lemak jenuh seperti makanan siap saji, daging, susu, mentega, roti, hati, dan boga bahari.

8. Diabetes tipe 2

generasi milenial
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Diabetes tipe 2 atau diabetes mellitus adalah kondisi di mana penderitanya mampu memproduksi insulin yang memadai. Akan tetapi, insulin tersebut tidak bisa digunakan dengan efektif oleh sel-sel tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Semakin lama, glukosa di dalam darah akan terus melonjak naik sehingga menyebabkan resistensi insulin. Gula darah berlebih akan menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan berbagai gejala diabetes mellitus tipe 2.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, diabetes tipe 2 bisa menjadi semakin parah seperti menyebabkan komplikasi yang memengaruhi sistem saraf, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah, serta gusi dan gigi.

Bagaimana generasi milenial mengatasinya?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan generasi milenial untuk mencegah penyakit akibat behavioral health yang tidak baik. Salah satunya adalah dengan mengubah pola hidup. Konsumsi makanan yang lebih sehat dan perbanyak olahraga.

Kedua, jaga kesehatan mental seperti lewat liburan atau aktivitas lain yang bisa membuat perasaan semakin tenang. Terakhir, jangan ragu untuk mencari bantuan. Kesadaran akan kesehatan mental sekarang semakin tinggi. Psikiater pun semakin banyak. Jangan tunggu semakin parah.

Hotelnya generasi milenial

bobobox

Bobobox adalah hotel kapsul yang modern. Desainnya futuristik dan kekinian. Kamarnya nyaman karena kasurnya berukuran king size.

Untuk bisa memesan kamar di Bobobox, kamu hanya perlu mengunjungi situs resmi atau mengunduh aplikasi Bobobox. Aplikasi ini juga memiliki fungsi untuk mengatur lampu led dan sebagai kunci kamar kamu.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.