Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Inilah 10 Pandemi Paling Mengerikan dan Mematikan Sepanjang Sejarah

Ada yang lebih mengerikan dibanding pandemi virus corona!

Bobobox.co.id — Pandemi virus corona yang terjadi mulai dari akhir tahun 2019 sudah merenggut jutaan jiwa dari berbagai negara. Kabar baiknya adalah beberapa negara sudah menunjukkan penurunan penyebaran virus tersebut.

Jika kita merunut ke belakang, sebenarnya pandemi ini sendiri sudah menjadi bagian dari sejarah kehidupan manusia. Puluhan hingga ratusan tahun lalu, manusia pada zamannya berperang melawan organisme berukuran mini ini.

Beberapa pandemi terdahulu bahkan merenggut korban jiwa yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan penyebaran virus corona yang sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Nah, jika kamu ingin mengetahui lebih dalam soal pandemi apa saja yang paling mengerikan dan mematikan sepanjang sejarah, simak langsung sepuluh pandemi mematikan dan mengerikan versi Bob berikut ini.

Wabah Cacar (4 Masehi – 1979)

Pandemi pertama versi adalah wabah cacar. Asal usul wabah ini sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa cacar terjadi abad ke-3 SM di Mesir dan Tiongkok pada abad ke-4 SM,

Penyakit cacar disebabkan oleh infeksi dari mulai gejala ringan hingga gejala fatal. Secara umum, orang yang terjangkit cacar memiliki gejala seperti demam, ruam, dan pustula yang mengalir dan melepuh yang timbul di kulit.

Setelah itu, pada tahun 1979, vaksin untuk virus ini sudah ditemukan. Oleh karenanya, virus cacar mungkin sudah tidak berbahaya lagi. Virus ini telah memusnahkan ratusan juta orang di seluruh dunia selama ribuan tahun.

via independent.co.uk

Wabah Justinian (541 M – 750 M)

Pandemi selanjutnya datang pada tahun 541 Masehi. Wabah virus paling mematikan ini terjadi di Benua Eropa tepatnya di kota Konstantinopel atau yang kini lebih dikenal sebagai kota Istanbul, Turki.

Wabah mematikan ini terjadi pada masa Kekaisaran Byzantium di masa jayanya. Wabah ini sendiri menyebar ke hampir seluruh daratan Eropa sehingga merenggut hampir setengah populasi Benua Eropa pada saat itu.

Pandemi Yusnitiniaus ini dianggap sebagai salah satu yang paling mematikan pertama yang pernah tercatat dalam sejarah. Jumlah korban jiwanya sendiri ditaksir mencapai 25 juta penduduk Eropa.

via europost.eu

Petaka Pandemi Kematian Hitam (1346 – 1353)

Dari sekian banyak pandemi yang pernah tercatat sejarah, banyak orang yang setuju jika kematian hitam atau Black Death menjadi pandemi yang paling mengerikan dan paling mematikan.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis atau bakteri yang pernah menyerang manusia pada tahun 541 Masehi. Namun, kali ini bakteri tersebut menjadi lebih ganas dan gila dari sebelumnya.

Pasalnya, selama hampir tujuh tahun berlangsungnya penyebaran penyakit tersebut, kurang lebih sebanyak 75 juta nyawa harus melayang di masa Kematian Hitam. Wabah ini tidak terjadi di Eropa saja, tetapi juga Asia, Afrika, hingga Amerika.

via washingtonpost.com

Wabah Besar London (1665 – 1666)

Bakteri Yersinia Pestis menjadi salah satu momok menakutkan pada zamannya. Setelah menjadi penyebab terjadinya pandemi Kematian Hitam, bakteri tersebut ‘berperan’ dalam terjadinya Wabah Besar London.

Walaupun tidak seberingas seperti pandemi sebelumnya, penyakit pes yang diakibatkan bakteri ini membunuh 20% penduduk London atau kurang lebih 100.000 korban jiwa pada rentang 1655 hingga 1666.

Meskipun sudah ada sejak abad keempat belas, penyakit pes ini masih sering muncul. Beberapa kasus di daerah pedesaan di Amerika Serika bagian barat dan Afrika pun pernah dilaporkan terjadi.

via historytoday.com

Pandemi Kolera (1817 – Sekarang)

Jika sebelumnya Kematian Hitam dianggap sebagai wabah yang paling mematikan dan mengerikan, pandemi selanjutnya ini bisa dikategorikan sebagai pandemi yang penyebarannya terjadi dalam tujuh gelombang.

Dari ketujuh periode merebaknya kolera ini, wabah kolera gelombang keenam merupakan pandemi kolera terlama yang pernah terjadi. Gelombang keenam tersebut terjadi pada tahun 1899 hingga 1923.

Penyebab dari penyebaran kolera sendiri ditemukan oleh seorang dokter berkebangsaan Inggris, John Snow. Ia menemukan bahwa penyebab kolera berasal dari air yang terkontaminasi oleh penyakit tersebut.

via brewminate.com

Flu Spanyol (Februari 1918 – April 1920)

Pandemi selanjutnya mulai muncul kasus pertamanya pada bulan Februari 1918. Penyakit influenza ini bisa dikategorikan sebagai pandemi Influenza pertama dan terbesar yang pernah terjadi di dunia.

Penyakit yang menewaskan lebih dari 50 juta jiwa dari berbagai negara di seluruh dunia ini termasuk unik. Pasalnya, korban yang terjangkit flu spanyol adalah anak muda yang justru terlihat sehat-sehat saja.

Selama hampir dua tahun menyebar ke berbagai negara, korban yang diestimasi terjangkit flu spanyol sendiri lebih dari 500 juta jiwa yang terbagi ke dalam empat gelombang di mana gelombang kedua menjadi gelombang yang paling parah.

pandemi flu spanyol
thediplomat.com

Flu Asia (1957 – 1958)

Penyakit influenza kembali menjadi biang kerok dalam pandemi paling mengerikan dan mematikan ini. Kali ini, influenza menyebabkan kurang lebih dua juta jiwa melayang pada periode 1957 hingga 1958.

Orang-orang yang terjangkit flu Asia menunjukkan ciri-ciri seperti demam, batuk, menggigil, lemas, hingga kehilangan nafsu makan. Walaupun terkesan gejalanya biasa saja, flu Asia termasuk salah satu yang mematikan.

Usut punya usut, kasus flu Asia pertama kali ditemukan di Guizhou, Tiongkok pada akhir tahun 1956 sebelum akhirnya menyebar ke beberapa negara seperti Hong Kong dan Amerika Serikat pada awal tahun 1957.

via history.com

HIV/AIDS (Juni 1981 – Sekarang)

Selanjutnya, ada HIV yang masuk dalam pandemi paling mengerikan dan mematikan yang pernah terjadi. Pandemi HIV (Human Immunodeficiency Virus) sendiri pertama kali ditemukan pada awal 1980an.

Mulai dari situlah, diperkirakan sekitar 75 juta orang sudah positif HIV. Dari 75 juta yang positif tersebut, kurang lebih 32 juta orang meninggal akibat penyakit yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

Walaupun vaksin HIV sudah ditemukan guna memungkinkan yang terinfeksi bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun, namun penyebaran virus mematikan ini di beberapa negara tertinggal masih sangat tinggi.

via worldvision.org

Flu Hong Kong (Juli 1968 – Januari 1969)

Teror penyakit influenza yang awalnya diperkirakan selesai pada tahun 1958 kembali menyerang. Biang kerok dari flu Hong Kong yang menyebar ke berbagai negara disebabkan oleh virus H3N2.

Virus tersebut merupakan virus turunan dari virus H2N2 yang menjadi penyebab flu Asia pada tahun 1957 hingga 1958. Walaupun penyebarannya kurang dari satu tahun, nyawa yang melayang tidaklah sedikit.

Flu Hong Kong ‘berhasil’ membunuh korban jiwa kurang lebih satu hingga empat juta jiwa. Sebagian besar kasus kematian yang terjadi akibat flu Hong Kong adalah orang tua yang sudah berusia 65 tahun ke atas.

via scmp.com

Flu Babi (Januari 2009 – Agustus 2010)

Pandemi terakhir yang bisa dibilang paling mengerikan dan mematikan terjadi pada tahun 2009. Pada tahun tersebut, wabah flu babi dengan virus influenza terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat.

Tidak berselang lama, virus yang juga dikenal dengan nama H1N1 ini menyebar dengan sangat cepat. Tak kurang dari 61 juta kasus flu babi akhirnya dilaporkan sepanjang periode tahun 2009 hingga 2010.

Pandemi yang berlangsung kurang lebih selama satu setengah tahun ini diperkirakan telah merenggut korban jiwa hingga 575.400 orang di seluruh dunia. Pandemi flu 2009 ini cenderung menyerang anak-anak dan orang dewasa paruh baya.

via uoguelph.ca

Menginap dengan Nyaman? Datang saja Langsung ke Bobobox Terdekat

Kenyamanan menjadi salah satu faktor penentu dalam memilih sebuah penginapan. Dari sekian banyak penginapan yang ada, Bobobox menjadi salah satu yang terdepan dalam urusan kenyamanan.

Tidak percaya? Unduh aplikasi Bobobox di sini untuk melakukan reservasi dan buktikan sendiri kenyamanan seperti apa yang ditawarkan oleh Bobobox.

suasana kamar bobobox