Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Nama Ibu Kota Baru ‘Nusantara’ Berikut Sejarah dan Fakta-Faktanya!

Bobobox.co.id — Setelah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kata ‘Nusantara’ semakin populer. Tak heran jika banyak orang ingin mengetahui sejarah dan fakta dari nama ibu kota baru tersebut.

Jika kamu termasuk salah satunya, kamu berada di tempat yang tepat. Pasalnya, Bob akan membagikan sejumlah fakta dan sejarah menarik di balik nama ‘Nusantara’ yang menjadi nama ibu kota negara nantinya.

Daripada berlama-lama, langsung simak penjelasan lengkapnya dari Bob mengenai fakta dan sejarah nama ibu kota baru berikut ini.

Fakta dan Sejarah Nama Ibu Kota Baru

1. Sejarah Nama Ibu Kota Baru

Informasi pertama yang akan Bob bahas adalah soal sejarah nama ibu kota baru, Nusantara. Untuk saat ini, sejarah soal nama Nusantara tersebut yakni lahir di masa Kerajaan Majapahit di sekitar abad ke-14.

Pada laman Kompas.com, kata ‘Nusantara’ diucapkan oleh Gajah Mada, patih Majapahit saat itu. Gajah Mada mengucapkan kata Nusantara lewat sumpah yang dikenal dengan Sumpah Palapa.

Sumpah Palapa berbunyi “Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa.”

Artinya, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa.”

Sumpah tersebut tertulis di dalam Kitab Paraton. Setelah Majapahit runtuh akibat salah satunya adalah pesatnya kerajaan Islam, istilah Nusantara terlupakan. Nusantara baru kembali digunakan di abad ke-20.

nama ibu kota baru gajah mada
Gajah Mada via Civilization V

2. Arti Nama Ibu Kota Baru

Informasi berikutnya soal nama ibu kota baru berkaitan dengan arti dari nama itu sendiri. Dikutip dari KBBI, Nusantara memiliki arti sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia.

Jika kembali pada zaman dahulu, kata nusantara sendiri diambil dari Bahasa Jawa Kuno yakni nusa dan antara. Nusa berarti pulau atau pulau-pulau sedangkan antara berarti lain atau diartikan juga seberang.

Seperti yang sudah Bob sebutkan sebelumnya, nama nusantara sempat terlupakan begitu saja. Hal tersebut terjadi setelah majapahit runtuh. Walaupun begitu, kata ‘nusantara’ pun akhirnya kembali muncul.

Kata ‘nusantara’ populer kembali pada abad ke-20. Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan nasional yang juga sebagai pendiri dari Taman Siswa, merupakan orang yang mempopulerkannya kembali.

Saat itu, penggunaan nusantara untuk alternatif dari Nederlandsch Oost-Indie atau Hindia Belanda. Hingga saat ini, istilah nama ibu kota baru tersebut kerap berasosiasi sebagai padanan Indonesia.

Arti nama ibu kota baru
Arti nama Nusantara via rimbakita.com

Baca Juga: 10 Tokoh Perempuan Indonesia Inspiratif Yang Layak Jadi Panutan


3. Alasan Pemilihan Nama Ibu Kota Baru

Informasi terkait nama ibu kota baru berikutnya akan membahas mengenai alasan pemilihannya. Dilansir dari idntimes.com, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengemukakan alasannya.

Menurut Suharso Monoarfa, ada beberapa alasan mengapa Presiden Joko Widodo memilih nama Nusantara. Salah satunya adalah nama Nusantara yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat sejak lama.

Masih menurut Suharso, nusantara sudah terkenal sejak dahulu dan ikonik di mata internasional. Tak hanya itu, nama tersebut pun mudah dan menggambarkan kenusantaraan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, dilansir, news.detik.com, Suharso pun menyebutkan bahwa ibu kota tersebut akan berbentuk pemerintah daerah bersifat khusus setingkat provinsi. Hal ini tentu menjawab pertanyaan dari banyak orang terkait ibu kota baru.

Sejauh ini, ada empat pemerintahan daerah bersifat khusus yakni Provinsi Aceh, Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, dan Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan, Provinsi Aceh dan Provinsi DIY adalah daerah bersifat istimewa.

pemilihan nama ibu kota baru
Joko Widodo via Antara Foto/Puspa Perwitasari

4. Usulan Nama Sebelum Memilih ‘Nusantara’

Masih dari news.detik.com, Suharso pun kembali menjelaskan soal terpilihnya nama Nusantara. Menurutnya, nama tersebut terpilih berkat hasil konsultasi dengan ahli bahasa hingga ahli sejarah.

Ia pun menyebutkan bahwa pemilihan kata yang tepat untuk nama ibu kota baru berdasarkan hasil diskusi dengan para ahli tersebut.

Pada saat pendiskusian, Suharso menyebutkan ada lebih dari 80 nama yang muncul sebagai usulan. Kedelapan puluh nama tersebut muncul berdasarkan pembicaraan dengan para ahli.

Nah, berikut ini adalah beberapa nama yang muncul sebagai usulan.

Negara Jaya
Nusantara Jaya
Nusa Karya
Nusa Jaya
Pertiwipura
Warnapura
Cakrawalapura
Kertanegara dan lain sebagainya

Dari nama-nama tersebut terselip nama ‘Nusantara Jaya’. Menurut Suharso, Presiden Joko Widodo akhirnya memilih nama ‘Nusantara’ namun tanpa kata ‘Jaya’ sebagai ibu kota negara baru nantinya.

nama ibu kota baru Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa via Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Soal Hari Film Indonesia


5. Kritik pada Pemilihan Nama ‘Nusantara’

Informasi yang akan Bob bahas terakhir berkaitan dengan kritik pada pemilihan nama ‘Nusantara’. Setelah disetujui oleh Presiden RI, tak semua orang setuju dengan pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota negara.

Masih dari news.detik.com, Ketua Pansus RUU IKN, Ahmad Doli Kurnia, memberikan kritikannya. Ia memberikan catatan soal susunan kalimat pada ‘ibu kota negara Nusantara’.

Menurutnya, susunan kalimat tersebut harus clear secara semantik dan secara bahasa pun harus tepat. Pasalnya, kalimat ‘ibu kota negara Nusantara’ dirasa multitafsir.

Lebih lanjut, Doli pun memberikan saran untuk hal tersebut. Menurutnya, kata ‘ibu kota negara’ tidak digabung dengan kata ‘Nusantara’ dan cukup dengan kata ‘Nusantara’ saja.

“Misalnya, ibu kota negara yang bernama Nusantara, saya begitu, yang selanjutnya disebut sebagai Nusantara saja, karena sudah dijelaskan, ibu kota negara bernama Nusantara. Saya tidak ahli bahasa, tapi saya tangkap semua aspirasi teman-teman begitu,” papar Doli.

nama ibu kota baru Ahmad Doli Kurnia
Ahmad Doli Kurnia via jpnn.com/Ricardo

Baca Juga: 10 Daftar Stasiun Peninggalan Belanda Yang Ada Di Indonesia


***

Itulah tadi fakta dan sejarah mengenai nama ibu kota baru yang setidaknya kamu ketahui.

Kira-kira setujukah kamu dengan pemilihan nama ‘Nusantara’ sebagai nama dari ibu kota baru Republik Indonesia? Atau kamu memiliki pemikiran lain terkait pemilihan nama Nusantara untuk ibu kota baru?

Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Jangan lupa untuk mengecek juga artikel-artikel menarik lainnya dari Bob yang bisa kamu baca di sini.

Tidur Nyenyak di Hotel Kapsul? Tentu saja Bisa!

Banyak hal mitos yang biasanya menghantuimu saat ingin menginap di hotel kapsul. Salah satunya adalah kamu tidak bisa tidur nyenyak selama di menginap di hotel kapsul.

Padahal, hal tersebut nyatanya tidak akan terjadi saat kamu menginap di Bobobox. Hotel kapsul yang Bob rekomendasikan ini menjamin kenyamanan yang akan kamu dapat saat menginap di Bobobox.

Dengan begitu, kamu pun bisa tidur nyenyak selama menginap. Informasi lebih lanjut soal pemesanan bisa kamu dapat di aplikasi Bobobox dengan mengklik link ini.

Bob tunggu momen menginapmu di Bobobox, ya!

promo bobobox

You might also like