Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Pastikan 4 Hal Ini Ketika Mengajarkan Teknologi Kepada Anak

Anak

Teknologi 

Pada zaman sekarang, teknologi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, dari orang tua hingga anak. Teknologi erat kaitannya dengan kegiatan sehari-hari. Teknologi bukan hanya sekadar pilihan tetapi sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Percaya tidak, kalau mulai dari bangun tidur hingga terlelap sebenarnya kamu tidak lepas dari teknologi?

Misalnya, kamu bangun tidur dengan bantuan alarm ponsel, membuat nasi dengan rice cooker, pergi ke kantor menggunakan kendaraan, menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan komputer, berkomunikasi dengan orang lain melalui ponsel, mendengar kabar nasional dan internasional dari siaran televisi, sampai terlelap dengan AC yang menyala agar udara di kamar tetap sejuk.

Oleh karena itu, melek teknologi adalah kewajiban yang harus dikuasai oleh semua orang, tidak terkecuali pada anak. Anak tumbuh dalam kondisi teknologi yang terus berkembang. Namun, kemajuan teknologi ibarat mata pisau yang memiliki dampak positif dan negatif. Para orang tua menyadari pentingnya teknologi untuk anak misalnya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, membuat kegiatan lebih efisien, dan memberi akses pendidikan yang lebih luas.

Namun, teknologi pada anak juga bisa berdampak negatif seperti kecanduan gadget yang berdampak buruk pada kondisi kesehatan fisik dan mental anak. Si kecil bisa terus-terusan menonton televisi sampai malas bergerak atau jarang berinteraksi dengan anggota keluarga lain karena terlalu asyik main game di komputer. Apakah kamu sedang mencari tips mengajarkan teknologi kepada anak? Yuk, simak empat hal berikut yang wajib kamu ketahui!

Memperkenalkan Teknologi kepada Anak di Usia yang Tepat

Sumber foto: www.heredg.com

Mungkin hal pertama yang muncul di benak kamu, ‘kira-kira kapan saya bisa mulai mengenalkan teknologi kepada si kecil?’ National Association for the Education of Young Children (NAYEC) menyatakan bahwa pengenalan teknologi pasif memiliki nilai yang kecil untuk bayi dan balita.

Kemudian, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa orang tua sebaiknya membatasi bahkan menghilangkan penggunaan teknologi untuk anak usia dua tahun atau di bawahnya. Hingga usia tiga tahun, otak anak sedang berkembang dengan cepat dan peka terhadap sekelilingnya. Usia ini disebut critical period yang memerlukan stimulan dari manusia, bukan teknologi.

Buat kamu yang anaknya masih usia dua tahun atau kurang, lebih baik tidak usah diperkenalkan dengan teknologi dulu, ya! Teknologi bisa mulai kamu ajarkan ke si kecil mulai usia pra sekolah, yaitu usia 3-6 tahun.  Dalam hal ini, variasi teknologi yang diperkenalkan tergantung pada usia anak, ya.

Mengajarkan Teknologi kepada Anak Mulai dari Hal Kecil

Sumber foto: www.shutterstock.com

Orang tua harus menyadari bahwa anak zaman sekarang berbeda dengan zaman mereka kecil. Banyak kecanggihan teknologi yang sekarang ditemui si kecil. Harus dicatat bahwa anak perlu bereksplorasi dan di sini kamu berperan untuk menstimulasi mereka untuk berpikir sekaligus tetap menjaga keamanan si kecil, termasuk dalam pengajaran teknologi.

Awalnya, kamu bisa menunjukkan si kecil bagaimana cara menyentuh dan menggeser layar gawai. Lalu, kamu bisa mengenalkan aplikasi dan permainan edukatif. Melalui aplikasi dan permainan edukatif, anak akan merasa teknologi adalah hal yang mengasyikkan padahal di satu sisi sebenarnya mereka sedang belajar. Selain itu, untuk menstimulasi otak si kecil kamu bisa membelikan mainan yang berkaitan dengan teknologi.

Sumber foto: www.playtechlogic.com

Mainan untuk si kecil tidak melulu ada di dalam gawai. Kamu bisa menggunakan mainan mobil remote control yang akan membuatnya penasaran. Mainannya disesuaikan dengan umur si kecil, ya! Jenis teknologi yang diajarkan ke si kecil bisa mulai kamu tingkatkan seiring dengan pertumbuhannya. Kamu bisa membawa si kecil ke dapur untuk menunjukkan cara membuat jus kesukaannya menggunakan blender.

Kemudian, kamu juga bisa mulai mengajak si kecil menggunakan perangkat komputer. Kamu bisa mengajarkan cara menyalakan komputer, menggunakan mouse, dan mengenalkan fitur-fiturnya. Jika si kecil sudah bisa membaca dan menulis, kamu bisa memintanya mengetik sesuatu yang sederhana seperti menulis namanya, nama anggota keluarga yang lain, daftar makanan dan minuman kesukaannya.

Membatasi dan Melakukan Pengawasan terhadap Penggunaan Teknologi

Sumber foto: www.indianexpres.com

Teknologi di sini bisa beragam, tetapi tidak bisa dipungkiri jenis teknologi yang kebanyakan dekat dengan si kecil adalah televisi, gawai, ponsel, dan komputer. Lalu, berapa lama screen time yang sebaiknya dihabiskan si kecil? AAP menyarankan penggunaan screen time dibatasi satu jam per hari dan itu pun harus diisi dengan program atau konten yang berkualitas.

Penggunaan teknologi harus dilakukan pengawasan yang ketat oleh orang tua, apalagi jika teknologi tersebut terhubung dengan listrik dan internet. Hal ini bertujuan untuk menjaga kemanan dan kenyamanan si kecil. Banyak kejadian yang tidak diinginkan apabila pengajaran teknologi lepas dari pengawasan orang tua.

Misalnya, karena si kecil memiliki penasaran yang tinggi, ia membuka remot televisi lalu mencoba memakan baterai atau memasukkan jari ke colokan listrik hingga kesetrum. Penggunaan internet di luar kontrol bisa membuat si kecil mengakses hal-hal yang belum pantas ia lihat, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Oleh karena itu, orang tua wajib membatasi dan melakukan pengawasan penggunaan teknologi pada si kecil. Kamu bisa membatasi penggunaan gawai hanya pada aplikasi game atau Youtube dengan konten edukatif serta mengaktifkan fitur kontrol orang tua (parental control). Kamu juga harus memberi pengertian kepada si kecil agar berhati-hati dan melakukan pengawasan terhadap si kecil ketika menggunakan barang-barang teknologi misalnya mengambil air dari dispenser, menyalakan komputer, dan lainnya.

Memberi Contoh yang Baik untuk Si Kecil

www.southernphone.com.au

Pernah mendengar ‘anak adalah peniru ulung’? Ya, si kecil akan meniru apa yang ia lihat di sekelilingnya, apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Orang tua adalah orang terdekat si kecil. Oleh karena itu, jika kamu ingin si kecil tidak kecanduan gadget dan bijak dalam penggunaan teknologi, kamu pun harus menjadi contoh yang baik bagi si kecil. Sebisa mungkin kamu juga membatasi penggunaan teknologi.

Misalnya kamu mengurangi waktu menonton televisi dan bermain gawai, kemudian mengalihkan aktivitas tersebut dengan bermain atau mengobrol dengan si kecil. Kamu juga bisa mencontohkan untuk menggunakan peralatan dan fasilitas rumah degan bijak seperti mematikan listrik selain di malam hari, mematikan AC bila tidak diperlukan, dan menonton program yang edukatif.

Nah, itulah hal-hal yang harus kamu ketahui untuk mengajarkan teknologi kepada anak. Peran orang tua di sini sangat penting agar si kecil dapat tetap menyesuaikan diri untuk menggunakan teknologi dengan bijak. Sebagai orang tua, kamu harus selektif dalam memilih teknologi yang dapat memberi manfaat bagi tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, pastikan kamu jangan ‘gaptek’ dan terus memperbarui pengetahuan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kalau tidak, bisa-bisa kamu lebih gaptek dari si kecil, deh.

Tentang Bobobox

Dengan konsep hotel dengan kapsul futuristik, Bobobox menawarkan pengalaman beristirahat yang nyaman, unik, dan murah. Keamanan di sini akan tetap terjaga karena setiap kamar menggunakan QR Code yang hanya bisa diakses melalu smartphone kamu.  Kamu bisa memesan kamar melalui aplikasi Bobobox yang tersedia untuk platform Android dan iOS. Buruan unduh aplikasi Bobobox. Ada promo menarik juga loh! Jadi, tunggu apa lagi? Unduh aplikasinya, pesan kamarnya!

You might also like
Comments
Loading...