Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Tips Memperkenalkan Diri yang Baik Saat Wawancara Kerja

Wawancara kerja kini tidak semenyeramkan yang kamu duga!

Wawancara kerja adalah salah satu tahapan yang harus dilewati kamu sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan. Mengapa wawancara kerja itu penting? Tahapan wawancara kerja menjadi proses untuk perusahaan mengenali diri kamu lebih dekat sehingga mengetahui apakah kamu sesuai untuk menempati posisi yang ditawarkan.

Selain dari sisi perusahaan, proses wawancara kerja pun menjadi momen untuk kamu mengenali lebih jauh mengenai profil dan budaya perusahaan sebagai pertimbangan untuk melanjutkan proses rekrutmen ke tahap yang lebih serius atau tidak. Banyak hal yang menjadi faktor pertimbangnan perusahaan dalam merekrut kandidatnya.

Selain keahlian dan pengalaman bekerja, kesan yang ditinggalkan kandidat setelah wawancara kerja pun menjadi salah satu bahan pertimbangan. Oleh karena itu kamu perlu mempersiapkan sikap dan juga apa saja yang akan disampaikan saat wawancara kerja. Bob akan menjelaskan beberapa tips memperkenalkan diri saat wawancara kerja.

Saat Tiba di Tempat Wawancara

Saat memasuki tempat wawancara kerja sampaikan salammu pada resepsionis ataupun petugas yang berada di tempat masuk lokasi wawancara kerja. Sebutkan namamu dan jadwal wawancara yang telah disepakati sambil menyebutkan nama orang yang mengundang kamu datang untuk wawancara kerja.

Saat kamu diarahkan ke ruangan wawancara kerja kamu akan berhadapan langsung dengan pihak rekruter seperti staff HRD. Tersenyumlah dan pekenalkan diri seraya menawarkan untuk berjabat tangan dengan ramah sambil melakuakan kontak mata untuk menghilangkan kekakuan.

Apa yang Harus Dikatakan Sebelum Wawancara Kerja

Setelah memperkenalkan diri, resepsionis akan mengarahkan kamu menuju ruang wawancara kerja dan memanggil manajer perekrutan untuk menemui kamu. Lakukan kembali perkenalan diri kepada pewawancara sambil menawarkan untuk berjabat tangan terlebih dahulu meskipun pewawancara tidak menyodorkan tangannya lebih awal. Berjabat tangan menjadi awal yang baik untuk kamu menunjukkan ketertarikan dengan perusahaan dan leramahan diri kamu.

Kamu bisa lanjutkan dengan mengatakan perasaan senang untuk dapat bertemu dengan pewawancara dan berterima kasih atas kesempatan diundang dalam sesi wawancara kerja ini untuk bisa mengenali perusahaan lebih dekat. Lakukan hal ini dengan tenang, posisi berdiri yang tegap, dibarengi dengan kontak mata dan senyuman. Selanjutnya kamu bisa serahkan berkas lamaran lengkap dan curriculum vitae kamu kepada pewawancara.

Jika kamu gugup mungkin telapak tangan kamu akan cenderung berkeringat. Pastikan untuk mencuci tangan kamu di toilet terlebih dahulu atau lap telapak tangan kamu menggunakan tisu. Hindari untuk melakukan kesalahan yang diakibatkan oleh rasa canggung dan stres berlebih karena wawancara kerja.

Perhatikan Bahasa Tubuh Kamu

Bahasa tubuh sedikit banyak mencerminkan kepribadian kamu. Oleh karena itu tidak mengherankan jika beberapa perusahaan memperhatikan cara kamu berdiri, berjalan, duduk, hingga menjadi penilaian mereka. Berjalanlah dengan tegak dan penuh percaya diri.

Rasa percaya diri yang terpancar dari diri kamu membuat pewawancara tertarik untuk mengenal kamu lebih dalam. Tersenyumlah dan berjalan dengan santai dan tegap. Jangan sampai kamu terlalu merasa gugup sehingga kamu berjalan terlalu cepat, berkeringat dingin, dan terlihat linglung. Cobalah untuk santai dan nikmati segala proses wawancara kerja di sana.

Jangan Takut untuk Kontak Mata

wawancara kerja

Kontak mata menjadi salah satu faktor penting saat wawancara kerja. Kontak mata mencerminkan pribadi yang perhatian, pribadi yang tertarik dengan topik yang tengah dibahas dengan pewawancara, dan juga percaya diri. Hindari terlalu banyak menunduk melihat lantai karena membuat kamu terlihat tidak percaya diri dan pesimis. Sebaliknya kamu pun harus menghindari terlalu sering melihat langit-langit karena membuat kamu terlihat seperti kebingungan,

Lakukan kontak mata langsung dengan pewawancara untuk memberikan sinyal bahwa kamu tertarik dengan posisi yang ditawarkan dan kamulah kandidat yang tepat yang perusahaan cari. Selain pada saat sesi wawancara kerja, kontak mata pun bisa kamu lakukan saat kamu berjalan memasuki ruang wawancara kerja. Hindari untuk melakukan kontak mata terlalu intens karena kamu akan terlihat mengintimidasi dan terlihat tidak ramah.

Bersikap Positif

Kegugupan akan sulit untuk disembunyikan dan pasti terpancar dari wajah kamu. Selain wajah, gestur tubuh kamu pun akan terlihat tidak nyaman dan mungkin membuat tangan kamu gemetar dan dingin. Keringat dingin yang keluar di tubuh kamu membuat kamu semakin terlihat tidak nyaman dan membuat pewawancara ikut tidak nyaman.

Untuk menghilangkan rasa gugup kamu cobalah untuk mengambil nafas, mencoba untuk tenang, dan berpikir positif. Cobalah untuk tersenyum dan pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan untuk mengalihkan rasa gugup kamu. Rasa gugup itu wajar ada namun setidaknya rasa gugup kamu tidak terlihat jelas. Hal ini akan membuat pewawancara hanya terfokus dengan sorot mata dan senyuman kamu yang terlihat bersemangat untuk melalui proses wawancara kerja dan mengabaikan rasa gugup kamu.

Perkenalan Diri yang Singkat dan Ringkas

Lewat pertanyaan terbuka yang diajukan pewawancara seperti meminta kamu menceritakan diri kamu sendiri kamu memiliki kesempatan untuk bercerta banyak hal. Kamu bisa bercerita hal-hal mendalam mengenai diri kamu di sesi ini. Namun jangan sampai kebablasan ya. Pastikan kamu cukup menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan hal-hal utama dan mendasar mengenai latar belakang kamu.

Kamu bisa memulainya dengan latar belakang pendidikan kamu, pengalaman kerja, maupun kemampuan yang bisa kamu andalkan saat bekerja di perusahaan sesuai dengan posisi yang ditawarkan oleh perusahaan. Ceritakan pula minat dan kualitas pribadi kamu yang dapat mencerminkan bahwa kamu memenuhi atau bahkan melampaui persyaratan perekrutan kandidat sesuai dengan apa yang perusahaan cari.

Fokus pada Kualifikasi Anda

Selain singkat dan ringkas perkenalan diri kamu haruslah cukup untuk menarik minat pewawancra untuk mendengarkan. Tidak jarang pewawancara merasa bosan dan tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasan kandidat saat wawacara karena terlau bertele-tele dan tidak langsung pada poin utama.

Kamu cukup jelaskan kesimpulan kualifikasi kamu. Kamu bisa ceritakan hal-hal unik mengenai diri kamu meskipun hal tersebut tidak terlalu banyak berkaitan dengan posisi yang kamu lamar.Misalnya dengan menceritakan bahwa kamu suka membuat tulsan di blog, bermain musik bersama band, mengikuti kejuaraan nasional sebuah cabang olahraga, atau menjadi ketua sebuah komunitas.

Hal ini mampu menjadi nilai tambah yang membentuk image diri kamu yang supel, mampu bersosialisasi, dan juga kompetitif.Hal ini pun membuat pewawancara menjadi mudah untuk mengingat kamu karena kamu memiliki sebuah keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh kandidat lainnya. Kuncinya adalah percaya diri dan jangan gugup!

Kamu punya agenda wawancara kerja di luar kota? Sudah tahu harus menginap di mana? Urusan menginap serahkan saja pada Bobobox! Bob paham banget deh kamu sebagai pelamar pekerjaan mungkin tidak memiliki cukup banyak buet untuk dapat menginap di penginapan yang nyaman. Namun kamu gak perlu khawatir, di Bobobox kamu bisa menginap nyaman dengan harga terjangkau, lho! Yuk unduh aplikasi Bobobox sekarang untuk mendapatkan informasi promonya yang menarik!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.