Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Melirik Hari Buku Nasional dan Minat Baca di Indonesia

Gimana sih caranya hari buku nasional membantu meningkatkan minat baca di Indonesia? Simak terus di sini ya!

Hari buku adalah hari di mana buku diapresiasi atas peran besar yang dimainkannya. Mulai dari menerangi diri hingga membangun peradaban. Dunia internasional memperingati hari buku setiap tanggal 23 April. Peringatan yang diorganisir oleh UNESCO tersebut berfokus pada mengkampanyekan manfaat buku, penerbitan, dan pentingnya hak cipta.

Hari peringatan ini merambat hingga ke berbagai negara di dunia dengan menginisiasi hari buku nasional mereka masing-masing, termasuk di Indonesia.

Tak lama berselang dari hari buku sedunia, Indonesia mempertingati hari buku nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang hari buku nasional.

Tanggal dirayakannya hari buku nasional menurut situs Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar pada tahun 2002.

Tanggal ini bertepatan dengan hari lahirnya Perpustakaan Nasional Republik Indoneisa, yaitu 17 Mei, 1980. Ide dari diadakannya hari buku nasional berangkat dari masyarakat perbukuan yang ingin meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dan meningkatkan penjualan buku.

Kenapa perlu meningkatkan minat baca di Indonesia?

hari buku
Photo by Thought Catalog on Unsplash

Salah satu tujuan diadakannya hari buku nasional adalah untuk mendongkrak minat baca dan kemampuan literasi penduduk Indonesia. Namun, sebelumnya kamu harus memahami terlebih dahulu apa yang disebut dengan literasi.

Banyak orang menganggap kemampuan literasi sama dengan kemampuan membaca dan menulis. Namun, sebenarnya kemampuan literasi lebih dari itu. Kemampuan literasi juga berarti kemampuan untuk memahami, menganalisi, dan merespon sebuah teks.

Tingkat literasi masyarakat Indonesia di mata internasional

hari buku
Photo by Alfons Morales on Unsplash

Menurut survey yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terhadap penduduk Jakarta pada tahun 2015, hanya 1 persen orang dewasa yang mampu menyentuh tingkat 4 hingga 5 tes profisiensi.

Di level ini, peserta diharapkan mampu mengintregasi, menerjemahkan, mesintesis, informasi dari teks yang padat dan panjang. Selebihnya, 5,4 persen berada di tingkat 3 dan 70 persen berada di tingkat 1 ke bawah. Orang dewasa yang berada di tingkat 1 hanya mampu membaca teks singkat dengan topik yang familiar untuk menarik informasi yang spesifik.

Untuk dapat melakukan hal tersebut hanya dibutuhkan pengetahuan bahasa yang dasar. Pembaca juga tidak perlu memahami struktur kalimat atau paragraf.

Meskipun survey ini tidak bisa dijadikan acuan keseluruhan, setidaknya angka ini menjadi gambaran umum kemampuan literasi penduduk Indonesia. Hal ini dikarenakan Jakarta adalah kota di mana berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda berkumpul.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University untuk mencari tahu negara mana di dunia yang paling melek literasi, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang disurvey, di bawah Thailand dan Botswana.

Tidak begitu buruk

hari buku
Photo by Jessica Ruscello on Unsplash

Akan tetapi, di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud Dadang Sunendar mengatakan pada CNN bahwa mengatakan Indonesia darurat literasi adalah hal yang berlebihan. Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang gemar membaca.

Hal ini didasari oleh survey yang dilakukan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud. Survey dilakukan di 24 provinsi di Indonesia terhadap 6,500 siswa di 300 sekolah setingkat kelas 10 atau setara PISA (Programme for International Student Assessment). Hasilnya menunjukkan bahwa dari rentang skor PISA, yaitu 200-800, peserta survey berada di skor 480-an.

Hal ini menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia yang cukup bagus sehingga bisa menjadi tolak ukur untuk kemampuan literasi yang juga baik.

Beliau juga menambahkan bahwa mungkin angka literasi Indonesia yang merosot bukan karena minat bacanya namun akses terhadap buku yang masih terbatas. Ketersediaan buku di Indonesia masih 1 buku berbanding 15 ribu jiwa. Padahal, idealnya adalah 2 buku untuk 1 jiwa.

Cara hari buku nasional mendongkrak minat baca di Indonesia

Hari buku nasional adalah hari selebrasi. Sebagaimana selebrasi, harus ada aksi. Harus ada kegiatan yang berpengaruh agar hari buku nasional tidak menjadi sekadar perayaan saja. Berikut adalah beberapa cara agar hari buku nasional bisa memberikan dampak lebih.

Mulai dari keluarga
hari buku
Photo by Ben White on Unsplash

Keluarga adalah lembaga pendidikan paling pertama. Oleh karena itu, jika budaya membaca tidak dibiasakan dari rumah, akan sulit membangun budaya membaca yang efektif di luar rumah.

Setiap hari buku nasional, kamu bisa merayakannya dengan keluarga seperti mengadakan tukar buku antar anggota keluarga. Hal ini bisa memicu setiap anggota keluarga untuk lebih tertarik terhadap buku, terutama anak.

Hadiah adalah hal yang menyenangkan dan anak-anak suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Memberikan buku sebagai hadiah setiap hari buku nasional dan merutinkannya bisa menjadi gerakan yang berpengaruh di kemudian hari.

Peringati hari buku nasional bersama komunitas
hari buku
Photo by Alexis Brown on Unsplash

Komunitas adalah tempat berkumpulnya para insan yang menyukai hal yang serupa. Di Indonesia ada banyak komunitas dengan jiwa literasi yang menggema. Beberapa bahkan memiliki pengikut di media sosial yang sangat banyak.

Di hari buku nasional, para komunitas bisa mengadakan acara semacam lomba atau kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca. Diharapkan, jika trennya semakin bagus dan membaca dianggap semakin keren, otomatis orang-orang pun dengan sendirinya akan mengambil buku mereka yang sudah berdebu.

Pemerintah turut memeriahkan hari buku nasional
hari buku
Photo by freestocks on Unsplash

Pemerintah juga memainkan peranan penting dalam meningkatkan minat baca penduduk Indonesia. Salah satunya adalah melalui Gerakan Literasi Nasional dan pengiriman buku gratis yang dilakukan setiap hari buku nasional tiba.

Selain itu, akses bebas dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terhadap lebih dari 4.000 buku juga adalah langkah yang baik dari pemerintah dalam menangani masalah kurangnya minat baca ini.

Kesimpulan

Meningkatan minat baca dan kemampuan literasi di Indonesia tidaklah mudah. Banyak aspek yang harus terlibat mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah.

Salah satu yang bisa dilakuan bersama-sama adalah dengan memperingati hari buku nasional. Jika minat baca dan ketersediaan buku sudah saling melengkapi, semoga Indonesia tidak lagi duduk di klasemen bawah tingkat kemampuan literasi.

Membaca di hari buku nasional dengan tenang di Bobobox

bobobox

Bobobox adalah hotel kapsul yang memiliki suasana tenang dan hening. Cocok kaau kamu ingin mencari nuansa yang berbeda untuk membaca buku. Tak hanya itu, teknologi yang digunakan juga canggih.

Untuk memesan kamar, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Bobobox. Aplikasi ini, selain untuk memesan, juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Tinggal pindai saja QR code-nya. Mudah kan?

Di kamarnya juga kamu akan menemukan lampu led yang bisa kamu atur sesuai dengan suasana hati kamu. Modenya pun ada banyak. Mau untuk tidur? Ada. Mau untuk meditasi? Tinggal pakai mode zen. Pokoknya pas banget untuk melepas stres dan menjaga kesehatan mental.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan habiskan waktumu bersama buku kesayanganmu!

You might also like