Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Minta Komen dan Testimonal Dong! Yuk Nostalgia dengan 5 Media Sosial Jadul Ini!

Kelima media sosial jadul ini ngehits banget pada masanya!

Nggak terasa kita sudah masuk bulan Maret 2021. Padahal, sepertinya baru kemarin kita tahun baruan di bulan Desember 2019. Ya, pandemi yang terjadi seolah-olah bikin kita kehilangan waktu berharga selama satu tahun. Pasti tidak sedikit juga dari kita yang merasa bahwa 2020 jadi tahun terburuk. Bob juga merasa begitu kok. Nggak bisa liburan, ketemu teman dan keluarga, atau bahkan sekadar pergi ke pusat perbelanjaan. Duh! Semoga pandemi ini bisa segera selesai, ya!

Meskipun nggak bisa bertatap muka dengan teman-teman dan keluarga, untungnya ada media sosial yang bikin kita tetap terhubung dengan mereka. Kehadiran media sosial jadi jembatan buat berkomunikasi dan membayar rindu dengan orang-orang tersayang. Duh! Nggak kebayang kalau media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter nggak ada. Kayaknya kita akan makin bete di kondisi seperti ini. Kita juga mungkin kesulitan berbagi kabar dengan orang lain atau tahu berita terbaru.

media sosial jadul
Credit: Chris Montgomery via Unsplash

Eh, ngomong-ngomong soal media sosial, para milenial mungkin sepakat kalau tahun 2000an jadi momen seru-seruan pakai internet. Ya! Di era ini, penggunaan internet makin memuncak, terutama dengan adanya beragam platform media sosial jadul yang seru. Ingat nggak sih momen main ke warnet sepulang sekolah buat cek profil media sosial kamu? Apalagi di beberapa platform, kita bisa hias profil kita dengan background keren dan stiker bling-bling. Seru banget!

Nah, Bob mau ngajak kalian nostalgia dengan 5 media sosial jadul yang populer di eranya. Sebagian platform sudah ditutup, sementara yang lainnya masih beroperasi sampai sekarang. Hmm… Kira-kira, kamu pernah punya yang mana aja nih? Langsung aja kita lihat pilihannya. Check these out!

1. Friendster

Media sosial jadul yang pertama jatuh ke Friendster. Aduh! Siapa sih yang nggak kenal media sosial yang satu ini? Dilansir dari New York Times, Friendster dibuat oleh Jonathan Abrams di tahun 2002. Kalau diingat-ingat lagi, media sosial yang satu ini memang populer di era tahun 2000an awal dan akhir. Hayo! Waktu itu kamu masih SD apa sudah SMP? Bahkan, The Next Web menyebutkan bahwa Friendster adalah salah satu leluhurnya media sosial. Duh! Facebook dan Instagram harus sungkem nih sama Friendster!

media sosial jadul
Sumber: socialmediaprogramming.blogspot.com

Salah satu kelebihan Friendster adalah fitur kustomisasinya. Kita bisa atur sendiri desain profil kita. Ada banyak situs web yang menawarkan kode HTML untuk desain profil. Eh! Siapa yang dulu suka tambah stiker bling-bling “Welcome to My Page” ke profilnya? Lewat Friendster, kita bisa berteman dengan banyak orang. Kita juga bisa meninggalkan komentar atau testimoni di profil teman. Dilansir dari Kompas, Friendster beralih haluan menjadi platform gaming di tahun 2011. Sayangnya, media sosial ini akhirnya harus ditutup di tahun 2015.

2. 8tracks

Media sosial jadul yang berikutnya adalah 8tracks. Buat kamu penggemar musik, media sosial jadul yang satu ini mungkin udah nggak asing lagi di telinga. Dilansir dari Crunchbase, 8tracks dirilis pada tahun 2008 sebagai situs radio internet dan jejaring sosial. Lewat 8tracks, kamu bisa mendengarkan musik dan mengurasi lagu-lagu kesukaanmu sendiri. Uniknya, sesuai namanya, kamu hanya bisa membuat playlist yang memuat minimal 8 lagu. Cocok banget nih buat kamu yang suka share rekomendasi-rekomendasi lagu.

media sosial jadul
Sumber: The Next Web

8tracks nggak hanya tersedia sebagai situs web. Media sosial jadul ini pun menawarkan aplikasi resminya untuk komputer dan perangkat seluler. Salah satu kelebihannya, dilansir dari Maladiva adalah tidak adanya gangguan iklan. Kamu juga bisa mengintegrasikan akun 8tracks dengan akun YouTube dan SoundCloud. Sayangnya, di akhir tahun 2019 layanan ini harus dihentikan, seperti dilansir dari New York Magazine. Hmm… Kira-kira 8tracks bisa diaktifkan lagi, nggak, ya?

3. Myspace

Selain Friendster, Myspace juga merupakan media sosial jadul yang jadi nenek moyangnya media sosial modern. Dilansir dari Lifewire, Myspace dirilis pada tahun 2003 dan menjadi media sosial yang paling populer di tahun 2005 hingga 2008. Bisa dibilang Myspace dan Friendster ini saling bersaing, meskipun keduanya punya charm-nya masing-masing. Namun, berbeda dari Friendster, layanan Myspace masih aktif hingga saat ini. Ayo! Siapa yang punya akun Myspace dan masih pakai sampai sekarang?

media sosial jadul
Sumber: Social Industry

Myspace hadir dengan fitur kustomisasi profil. Jadi, kamu bebas menghias profilmu sesuai keinginan. Nggak hanya itu, media sosial jadul ini hadir dengan pemutar musik yang melengkapi profil. Oh, ya! Kalau kamu punya karya sendiri, kamu juga bisa mengunggahnya ke Myspace, lho! Lumayan ‘kan jadi ajang unjuk bakat! Dilansir dari Screen Rant, sekarang para pengguna Myspace bisa mengunggah beragam jenis konten. Kamu juga bisa membaca artikel, mendengarkan musik, dan menonton video yang diinginkan dari tabStream“. Paket komplit, ya!

4. Plurk

Beberapa dari kita mungkin sering “nyampah” atau curhat di Twitter. Nah, di era 2000an, kita juga punya media sosial jadul sebagai tempat curcol: Plurk. Dilansir dari Crunchbase, Plurk adalah semacam versi “Asia” dari Twitter. Situs micro-blogging asal Taiwan ini dirilis pada tahun 2008. Wah, seumuran sama 8tracks nih! Seperti halnya Twitter, para pengguna bisa berbagi pembaruan lewat pesan singkat atau plurk yang ditayangkan di timeline profil kita. Teman-teman juga bisa mengomentari plurk kita.

media sosial jadul
Sumber: The Next Web

Namun, ada yang beda dari Plurk. Kalau Twitter punya konsep timeline vertikal, di Plurk timeline profil justru ditampilkan secara horizontal. Fitur kustomisasi juga tetap tersedia. Jadi, kamu bisa mendesain profil Plurk kamu sesuai keinginan. Plurk juga punya sistem “karma” yang bisa kamu kumpulin untuk dapat pilihan emoji baru. Oh, ya! Karena sifatnya sebagai micro-blogging website, ada batasan karakter untuk setiap plurk kamu. Dilansir dari situs resminya, saat ini Plurk membatasi panjang unggahan menjadi 360 karakter. Lumayan lah buat curcol!

5. Foursquare

Suka check-in di Facebook atau tag lokasi di Instagram? Nah, sebelum fitur-fitur tersebut populer, Foursquare sudah hadir lebih dulu. Dilansir dari situs resminya, layanan ini dirilis pada tahun 2009 dan sejatinya bukan merupakan media sosial. Foursquare didesain sebagai situs pemberi rekomendasi tempat, seperti restoran atau kafe dan hotel. Namun, para pengguna bisa saling berteman dan follow daftar rekomendasi masing-masing. Buat kamu yang suka share rekomendasi kafe atau restoran, Foursquare cocok banget buat kamu.

media sosial jadul
Sumber: tonofbricks.wordpress.com

Meskipun pada dasarnya bukan merupakan media sosial, Foursquare menghadirkan beberapa elemen sosial. Dilansir dari Washington Post, Foursquare memungkinkan kamu buat mengetahui keberadaan teman-teman yang lain. Kamu juga bisa share lokasi kamu dengan fitur check-in. Yang unik lagi, kamu bisa jadi “kuncen” atau mayor tempat tertentu yang kamu sering kunjungi. Kamu juga bisa ngumpulin beragam badge keren. Sayangnya, kedua fitur ini sudah dihapus dari Foursquare dan dipindahkan ke layanan spin-off-nya, Swarm.

Meskipun ada yang sudah tidak aktif, kelima media sosial jadul yang Bob sebutkan di atas pernah mewarnai kehidupan kita. Nah, kalau kamu pakai media sosial yang mana saja nih? Terlepas dari fungsinya, pastikan kamu tetap menggunakan media sosial dengan bijak, ya. Jangan menyalahgunakan media sosial untuk hal-hal yang negatif. Dan yang pasti, jangan sampai lupa dengan pekerjaan dan tanggung jawab kamu, ya!

Hadirnya media sosial bikin kamu tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman. Jadi, saat liburan atau kerja di luar kota, kamu tetap bisa ngobrol dengan mereka dan berbagi kabar. Eh, bicara soal liburan, Bobobox hadir dengan akomodasi baru buat melengkapi momen vakansi kamu: Bobocabin!

Liburan Seru di Alam dengan Bobocabin

Di Bobocabin, kamu tetap bisa menikmati kenyamanan khas Bobobox. Bedanya, setiap kabin punya interior bergaya kontemporer dengan sentuhan warna-warna earthy yang hangat. Jendela besar di kabin memungkinkan kamu buat melihat pemandangan alam di luar. Duh! Pas banget buat rebahan atau bersantai! Teknologi ala Bobobox juga tetap diterapkan dan bisa diintegrasikan dengan perangkat seluler kamu. Jadi, staycation kamu tetap antiribet.

Fasilitas-fasilitas yang tersedia di Bobocabin mencakup shared bathroom, area parkir yang luas, dan koneksi WiFi. Nggak akan keki deh karena nggak bisa update Instagram atau chatting dengan teman dan keluarga! Mumpung lagi di alam, kamu juga bisa membuat api unggun dan menikmati quality time dengan teman-teman, pasangan, atau keluarga. Penasaran dengan Bobocabin? Kamu bisa lihat informasi lebih lengkapnya di sini. Jangan lupa download aplikasi Bobobox juga, ya!

You might also like