Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

5 makanan yang tinggi akan kandungan selenium

Yuk, cari tahu daftar makanan apa saja yang kaya akan selenium!

Kamu mungkin sudah sangat familiar dengan mineral-mineral seperti kalsium dan zat besi yang terkandung dalam makanan yang kamu makan sehari-hari. Namun, pernahkah kamu mendengar selenium yang terkandung dalam makanan kamu?

Selenium mungkin masih jarang kamu dengar. Padahal, mineral mikro ini mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat baik untuk tubuh.

Selenium adalah salah satu mineral mikro yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Meskipun dibutuhkan dalam kadar yang sedikit, selenium memiliki fungsi yang cukup vital untuk kinerja tubuh.

Beberapa fungsi selenium untuk tubuh diantaranya adalah untuk membantu tubuh dalam memproduksi protein khusus yang berperan dalam mencegah kerusakan sel, membantu fungsi kognitif, menjaga kesehatan sistem imun, dan berkontribusi dalam sintesis DNA.

Selenium merupakan salah satu mineral yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asupan mineral satu ini harus diperoleh dari sumber lain yaitu makanan.

Terdapat beberapa makanan yang mengandung selenium dan dianjurkan untuk rutin dikonsumsi walau tidak setiap hari. Berikut ini Bob telah merangkum 5 makanan yang mengandung selenium untuk kesehatan tubuh:

1. Telur

Makanan tinggi selenium

(Sumber: pexels.com)

Telur merupakan bahan makanan yang relatif mudah dan murah didapat. Namun, kandungan gizi yang terdapat dalam sebutir telur tidak dapat dipandang sebelah mata.

Kita pasti sudah tahu kalau telur mengandung protein yang tinggi. Tapi bukan hanya itu, makanan satu ini juga kaya akan selenium yang baik untuk tubuh.

Dalam satu butir telur terkandung 15 mikrogram selenium, yang setara dengan 21 persen dari nilai harian. Kandungan mineral lain dalam telur seperti fosfor, vitamin D, vitamin B12 dan riboflavin juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Meskipun telur merupakan makanan kaya akan gizi, namun sebaiknya konsumsi akan telur sehari-hari harus tetap diperhatikan. Jangan sampai berlebihan, ya. Karena selain tinggi akan gizi, telur juga tinggi akan kolesterol.

2. Jamur

Makanan tinggi selenium

(Sumber: pexels.com)

Zat selenium juga terdapat dalam jamur. Jamur yang mengandung beragam sumber nutrisi seperti niacin, tembaga, potassium, riboflavin, vitamin D dan vitamin C yang cukup tinggi, juga memiliki kandungan selenium yang cukup tinggi. Jika kita mengkonsumsi 100 gram jamur setiap harinya, maka kita telah memenuhi 17 persen asupan selenium tubuh.

Jamur bisa diolah menjadi berbagai macam makanan yang lezat. Bahkan, ada jenis jamur tertentu dengan harga fantastis, sehingga masuk ke dalam daftar makanan mewah.

3. Ayam

Makanan tinggi selenium

(Sumber: pexels.com)

Siapa sih yang tidak suka makan ayam? Sepertinya ayam merupakan makanan favorit banyak orang. Selain harganya yang relatif murah dan mudah didapat, rasanya yang lezat dan dagingnya yang mudah untuk diolah menjadi berbagai macam masakan, menjadikan ayam salah satu makanan favorit.

Ayam merupakan salah satu makanan sumber protein, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Salah satu mineral yang terdapat pada ayam adalah selenium.

Dalam 100 gram ayam terkandung sekitar 27,6 mikrogram selenium, yaitu 39 persen dari nilai harian. Vitamin dan mineral lain yang terdapat pada ayam adalah niasin, vitamin B6, potassium dan fosfor.

4. Daging sapi

Makanan tinggi selenium

(Sumber: pexels.com)

Daging sapi juga merupakan salah satu makanan sumber selenium. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, kandungan selenium dalam daging sapi juga cukup tinggi jika dibandingkan dengan makanan lainnya.

Dalam porsi 100 gram daging sapi dapat terkandung sekitar 91,4 mikrogram selenium. Mineral lainnya yang terkandung dalam daging sapi yaitu diantaranya zat besi dan fosfor. Selain itu, terdapat juga kandungan vitamin seperti vitamin B12 dan vitamin C dalam daging sapi.

Namun, sebaiknya jangan mengkonsumsi daging sapi terlalu sering dan berlebihan, karena selain mengandung gizi yang sangat baik bagi tubuh, kandungan kolesterol dalam daging sapi pun terbilang cukup tinggi. Jadi, harus bijak, ya, dalam mengkonsumsinya.

5. Keju

Makanan tinggi selenium

(Sumber: pexels.com)

Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang sangat lezat. Namun sayang, tidak semua orang menaruh keju dalam daftar makanan favorit mereka.

Alasannya beragam, mulai dari karena bau dan rasanya yang kuat sehingga kurang cocok di lidah sejumlah orang, keju juga sering dianggap sebagai makanan yang tinggi lemak dan kalori.

Bagi kamu penyuka keju, inilah kabar baiknya. Banyak sekali gizi yang terkandung dalam makanan satu ini, diantaranya yaitu kalsium, protein, vitamin A, fosfor, dan salah satunya adalah selenium.

Dalam 100 gram keju terdapat 15 mikrogram selenium yang setara dengan 20 persen kebutuhan harian. Maka dari itu, mengkonsumsi keju sangat baik untuk asupan tubuh kita. Selain itu, jika kita rutin mengkonsumsi keju, tulang dan otak kita akan terjaga kesehatannya.

Apa saja manfaat selenium bagi tubuh kita?

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan jika kita rutin mengkonsumsi makanan yang kaya akan selenium.

Manfaat selenium diantaranya adalah menjaga kesehatan tiroid agar hormon dalam tubuh tetap stabil, meningkatkan sistem reproduksi agar kesuburan tetap terjaga, mendetoksifikasi tubuh agar racun yang masuk ke dalam tubuh kita dapat disterilkan.

Selenium juga berguna untuk menjaga kesehatan kardiovaskuler, agar tekanan darah dan kolesterol tetap normal. Selain itu, mineral ini juga berfungsi untuk melawan radikal bebas dan memerangi sel-sel kanker karena selenium dapat berfungsi sebagai anti oksidan.

Selenium juga dipercaya dapat melawan penurunan kondisi mental, bahkan dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Bagi para penderita asma, selenium juga berpotensi meredakan gejala asma, karena menurut sebuah studi, orang yang menderita asma cenderung memiliki kadar selenium yang rendah dalam tubuh mereka.

Jangan sampai mengabaikan asupan mineral ini untuk tubuh kamu, ya. Jika tubuh kekurangan selenium, akan muncul beberapa masalah kesehatan misalnya kelelahan, lemah otot, gangguan kelenjar tiroid, masalah hati, gangguan reproduksi, dan lain-lain.

Bukan hanya kekurangan asupan selenium yang akan menimbulkan masalah bagi tubuh, namun asupan selenium yang berlebihan pun akan menyebabkan efek samping pada tubuh seperti bitnik-bintik pada kuku, iritasi, kelelahan dan lain-lain.

Berapa banyak sih jumlah selenium yang dibutuhkan oleh tubuh? Sebenarnya, tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil selenium. Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian untuk selenium menurut Kementrian Kesehatan adalah:

  • 5 sampai dengan 17 mikrogram untuk anak kurang dari 3 tahun.
  • 20 mikrogram untuk anak usia 4 sampa dengan 12 tahun.
  • 30 mikrogram untuk pria dan wanita dewasa.
  • 35 mikrogram untuk ibu hamil.
  • 45 mikrogram untuk ibu menyusui.

Sebaiknya asupan selenium yang kita konsumsi tidak melebihi 400 mikrogram, karena bisa menyebabkan keracunan. Gejala keracunan akibat kelebihan selenium di antaranya adalah rambut rontok, sakit perut, kuku muncul bercak putih, dan bisa menyebabkan kerusakan jaringan.

Cari hotel yang nyaman dan affordable? Bobobox jawabannya.

Jika kamu butuh referensi hotel yang nyaman namun tetap affordable, Bobobox solusinya. Walaupun harganya sangat terjangkau, hotel kapsul yang modern ini menawarkan fasilitas hotel yang sangat oke. Di dalam pod-nya yang nyaman dan unik, terdapat lampu LED yang bisa kamu atur  sesuai dengan suasana hati lho.

Untuk informasi lebih lanjut soal pemesanan, kamu tinggal cek aja di aplikasi Bobobox yang bisa kamu download di sini.

You might also like