Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Sambut Natal dengan Makanan-Makanan Khas Natal di Indonesia Berikut Ini!

Sajian khas yang menemani momen kebersamaan bersama keluarga

Identik dengan kegiatan menghias pohon, tukar kado dan beribadah di gereja, perayaan Natal juga merupakan momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, teman dan kerabat. Karena itu, tradisi makan malam dengan sajian yang menggugah selera tidak pernah terlewatkan di belahan dunia manapun.

Di luar negeri, perayaan satu ini biasanya dimeriahkan dengan kehadiran kalkun panggang, ham, gravy, mashed potato, stuffing (isian), pie, gingerbread, permen tongkat dan lainnya. Bagaimana dengan Indonesia? Makanan khas Natal di Indonesia juga tak kalah menarik dan memanjakan lidah lho. Berikut adalah tujuh di antaranya.

Klapertart

via Jessicabakery.com

Klapertart merupakan kue khas Manado yang kerap disajikan saat Natal tiba. Secara harfiah, klapertart dapat diartikan sebagai kue kelapa, yaitu dari kata klapper yang memiliki arti kelapa sementara tart yang berarti kue. Dari namanya, kamu pasti bisa menebak bahwa makanan khas Natal di Indonesia ini merupakan warisan zaman pendudukan Belanda yang sempat menguasai wilayah Sulawesi Utara di masa lampau.

Makanan khas Natal di Indonesia ini berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis yang cocok untuk menjadi hidangan penutup perayaan Natal kamu. Kue ini biasanya disajikan dengan taburan kismis, keju, kacang kenari cincang dan bubuk kayu manis.

Pengolahan klapertart biasanya menggunakan dua jenis cara yaitu kukus atau panggang. Klapertart kukus biasanya memiliki tekstur lembut dan gampang meleleh di dalam mulut. Sementara itu, klapertart panggang umumnya dibuat menggunakan roti sehingga hasilnya menjadi padat dan dapat dipotong layaknya kue tart.

Baca Juga: Sebentar Lagi Natal! Yuk Bersihkan Pohon Natalmu Dengan Mengikuti Tips-Tips Berikut Ini!

Kue Bagea

via kieraha.com

Kue bagea merupakan kudapan berbahan dasar sagu yang bisa dengan mudah kamu jumpai di wilayah Ternate. Kue satu ini biasanya diberi tambahan kacang kenari, gula, kayu manis, pala dan cengkih. Karena terbuat dari tepung sagu, bagea ini cenderung keras, apalagi pada gigitan pertama.

Bentuk kue biasanya bulat dengan warna kecokelatan sementara rasanya gurih, tidak terlalu manis dan didominasi oleh kelezatan kacang kenari. Selain itu, kue bagea juga dibungkus dengan daun enan atau daun lontar sehingga menguarkan aroma khas yang menggiurkan. Makanan khas Natal di Indonesia ini paling cocok disantap dengan teh atau kopi di kala kamu berkumpul dengan keluarga.

Kue Lapet

via tripelakitoba.com

Di Sumatra Utara, khususnya wilayah Tapanuli dan Batak, kamu akan menjumpai makanan khas Natal bernama kue lapet atau lampet. Makanan khas Natal di Indonesia ini umumnya terbuat dari adonan tepung beras dan kelapa dengan isian gula merah.

Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dibentuk mengerucut. Teksturnya sendiri lembut dengan rasa yang gurih manis. Kue lapet ini juga bisa kamu jumpai denga bahan tepung ketan, namun teksturnya cenderung lengket.

Selain perayaan Natal, kue lapet juga menjadi kudapan wajib dalam berbagai acara kumpul orang Batak. Kue satu ini biasanya dihidangkan dengan ditemani teh manis atau kopi dalam acara arisan, pernikahan, sarapan tamu dan bahkan kumpul-kumpul santai sekalipun.

Baca Juga: 10 Resep Makanan Khas Jawa Barat Enak Yang Perlu Dicoba Di Rumah

Ayam Kodok

via thejakartapost.com

Sama halnya seperti klapertart, ayam kodok merupakan makanan khas Natal di Indonesia yang dikenalkan oleh orang Belanda di masa penjajahan. Meski tersemat kata kodok, hidangan satu ini sama sekali tidak mengandung kodok.

Wujudnya berupa ayam utuh yang bagian daging, jeroan dan tulangnya dikeluarkan tanpa merobek kulit sehingga menyisakan bagian paha, sayap dan kulit. Ayam kemudian diisi dengan campuran daging ayam cincang dan rempah dan terkadang juga diberi isian telur atau jeroan ayam. Setelah dipanggang, ayam akan melebar dan memipih karena tulang-tulang telah dilepaskan. Hasilnya ayam tampak seperti kodok gemuk. Dari situlah namanya berasal.

Ayam kodok sendiri diyakini merupakan hidangan kreasi Belanda yang terinspirasi dari makanan Prancis ballotine namun telah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Proses pembuatan yang lama dan rumit membuatnya menjadi sajian istimewa yang hadir di momen besar saja seperti Natal dan Tahun Baru Imlek.

Selat Solo

via tokomesin.com

Selain dikenal sebagai makanan legendaris, selat Solo juga menjadi hidangan khas yang memeriahkan perayaan Natal di Solo. Makanan khas Natal di Indonesia ini akan mengingatkan kamu pada hidangan steak Eropa.

Selat Solo sendiri merupakan bentuk modifikasi hidangan Eropa di masa penjajahan yang disesuaikan dengan lidah Jawa. Sebagaimana kamu tahu, makanan Jawa umumnya identik dengan rasa manis. Karena itu, digunakanlah kuah encer kecap sebagai pengganti kecap Inggris dan mayones.

Jika dilihat dari asal katanya, “slachtje” yang bermakna salad dan “biefstuk” yang berarti steak atau bistik, selat Solo ini merupakan perpaduan antara salad dan bistik. Berbeda dengan steak yang menggunakan daging utuh yang dimasak setengah matang, daging pada selat Solo terbuat dari campurang daging sapi cincang, sosis, tepung roti dan telur. Campuran tersebut dibentuk seperti lontong, dibungkus daun pisang, dan dikukus. Daging kemudian didinginkan dan diiris tebal untuk kemudian digoreng dengan sedikit margarin.

Selat Solo selanjutnya disajikan dengan tambahan wortel dan buncis rebus, tomat, daun selada, kentang goreng, saus mustard di atas selada, telur rebus, dan kuah encer. Terkadang, acar mentimun juga ikut ditambahkan ke dalam makanan khas Natal di Indonesia ini. Layaknya steak, daging juga diberi taburan lada hitam untuk membersi sensasi pedas.

Baca Juga: Ini Dia 10 Wisata Kuliner Solo 2021 Yang Harus Kamu Coba Saat Menginap Di Bobobox Solo Slamet Riyadi

Ikan Kuah Kuning

via lifestyle.okezone.com

Ikan kuah kuning merupakan hidangan khas Natal di daerah Ambon. Makanan khas Natal di Indonesia ini umumnya terbuat dari ikan tuna atau muba. Ikan tersebut kemudian dimasak dengan kunyit, kapur, serta rempah-rempah lainnya.

Hasilnya adalah ikan kuah kuning dengan rasa asam dan menyegarkan. Setelah matang, ikan biasanya disantap dengan papeda, makanan pokok masyarakat Ambon yang terbuat dari sagu. Namun, disajikan dengan sepiring nasih hangat pun tak kalah nikmatnya.

Ayam Budu-Budu

via suara.com

Selain ayam kodok, hidangan ayam budu-budu juga kerap memeriahkan momen perayaan Natal terutama bagi keluarga di Makassar. Makanan khas Natal di Indonesia ini disajikan dalam bentuk potongan ayam berkuah sehingga sekilas mirip dengan sup ayam. Namun, hidangan satu ini tentu memiliki keistimewaan dan cita rasanya tersendiri.

Ayam budu-budu umumnya berbahan dasar ayam kampung yang dipadukan dengan berbagai rempah seperti jahe, jeruk nipis, lengkuas dan daun bawang. Berbeda dengan ayam kodok yang terbilang rumit, pembuatan ayam budu-budu ini justru cukup mudah.

Kamu hanya perlu memotong ayam ke dalam delapan bagian lalu melumurinya dengan air jeruk nipis. Setelah itu, ayam direbus dengan jahe, asam Jawa serta merica dan garam. Ayam kemudian ditutup dan dimasak dengan api kecil lalu ditaburi dengan potongan bawang. Sup ayam menyegarkan pun siap menemani makan malam keluarga kamu.

Liburan Natal dan tahun baru sudah di depan mata nih! Daripada bingung harus ke mana, pintu Bobobox terbuka lebar untuk memberi kamu pengalaman menginap yang asyik dan menyenangkan dalam menyambut hari baru.

Masalah kenyamanan, tidak perlu kamu ragukan lagi! Interior podnya cukup luas dengan kasur empuk yang dijamin bikin kamu betah. Nggak hanya itu, Bobobox juga dilengkapi dengan fasilitas seperti Bluetooth speaker, Wi-Fi, moodlamp, pantry, shared bathroom, musala, communal space hingga vending machine yang siap memenuhi kebutuhan camilan kamu.

Harganya juga terjangkau. Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo lewat aplikasi Bobobox! Yuk unduh aplikasinya untuk informasi lebih lanjut!

You might also like