Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

7 Makanan Keberuntungan Saat Imlek

Beda makanan, beda makna yang dipercayai

Bobobox.co.id — Tahun baru Imlek memiliki makna yang cukup mendalam bagi masyarakat Tiongkok. Sehingga, ada banyak tradisi yang dilakukan saat merayakan Imlek. Salah satunya yang biasa dilakukan dari tahun ke tahun oleh keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia adalah acara makan bersama dengan keluarga besar.

Acara makan-makan bersama keluarga besar ini tidak sembarang dalam memakan hidangannya lho. Hidangan yang disantap bersama ini harus memiliki makna tersendiri yaitu membawa keberutungan bagi keluarga besar tersebut untuk satu tahun ke depan.

Setidaknya ada banyak makanan keberuntungan saat imlek yang wajib ada di meja makan saat merayakan tahun baru Imlek. Penasaran makanan keberuntungan apa saja yang wajib dihidangkan di saat Imlek? Yuk, simak penjelasan Bob mengenai 7 makanan keberuntungan saat Imlek berikut ini.

Mi Panjang Umur

Makanan keberuntungan pertama ada Mi Panjang Umur. Mi Panjang Umur ini seringkali dikenal dengan sebutan ‘Siu Mie’. Bentuk minya sendiri terbilang beda dibanding mi yang ada di pasaran. Makanan keberuntungan ini disajikan dalam bentuk yang lebih panjang dan tidak terputus dan diolah dalam bentuk mi goreng ataupun rebus.

Mi Panjang Umur sendiri memiliki makna yang cukup penting bagi masyarakat Tionghoa. Panjang dari minya bermakna sebagai lambang kehidupan yang panjang, rejeki yang berlimpah, dan selalu dirunungi oleh kebahagian. Untuk memakan Mi Panjang Umur ini, kamu harus memakan secara utuh tanpa terputus. Hal ini dimaknai sebagai harapan bahwa rezeki yang didapat tidak akan terputus dan terus mengalir.

Buah Jeruk

Yang selanjutnya ini biasa kamu temui di supermarket atau pasar buah di dekat rumahmu. Buah Jeruk ini menjadi buah keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa. Tak heran jika setiap menjelang perayaan tahun baru Imlek, kamu bisa menemukan penjual buah Jeruk di mana-mana.

Buah Jeruk sendiri melambangkan rezeki yang berlimpah. Selain itu, warna kuning keemasan dari salah satu makanan keberuntungan ini melambangkan juga kekyaaan, kesejerahteraan, dan kemakmuran yang selalu menyertai yang memakannya. Saat disajikan di perayaan Imlek, Jeruk ini tidak boleh dihidangkan dengan jumlah empat atau kelipatannya. Angka empat dianggap angka yang buruk.

Kue Keranjang atau Nian Gao

Kue keranjang menjadi makanan keberuntungan selanjutnya yang wajib ada saat merayakan tahun baru Imlek. Dikenal juga dengan nama mandarinnya Nian Gao, kue keranjang ini memiliki warna cokelat dan terbuat dari tepung ketan dan gula yang kemudian dicetak.

Selain karena rasanya yang manis, kue keranjang ini memiliki makna keberuntung yaitu harapan akan tahun yang lebih baik. Dengan memakan kue keranjang ini, masyarakat Tionghoa meyakini akan mendapatkan hal yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seperti pendapatan, posisi, ataupun pertumbuhan anak. Penyusunan kue keranjangnya di meja makannya tidak asal-asalan. Biasanya, kuenya disusun bertumpuk yang dimaknai agar mendapat kemakmuran.

kue keranjang keberuntungan
via pegipegi.com

Ikan

Siapa sih yang tidak kenal dengan makanan keberuntungan satu ini? Ikan sendiri dianjurkan untuk banyak dikonsumsi kandungannya yang kaya akan omega 3. Di perayaan tahun baru Imlek sendiri, Ikan menjadi menu wajib yang harus dihidangkan. Penyajiannya harus lengkap mulai dari kepala hingga ekor ikannya.

Ikan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa sebagai lambang kemakmuran, kelimpahan rezeki, dan terhindari dari hal-hal buruk. Sedangkan makna memakan ikan secara utuh melambangkan keutuhan atau kelengkapan. Di Indonesia, jenis ikan yang sering menjadi bahan olahan saat perayaan tahun baru Imlek adalah ikan mas dan ikan bandeng.

via unflush.com

Lumpia atau Spring Rolls

Makanan keberuntungan satu ini biasa dikaitkan dengan ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Lumpia atau dalam bahasa Mandarin sering disebut Chun Juan, biasa kamu temui saat merayakan Imlek. Setelah digoreng bentuknya yang panjang dan keemasan terlihat seperti batangan emas.

Dalam bahasa Inggris, makanan ini disebut dengan nama spring rolls. Nama tersebut sebenarnya berasal dari Spring Festival yang merupakan nama lain Tahun Baru Imlek. Usut punya usut, spring rolls menjadi makanan tradisional yang biasa dikonsumsi pada momen Imlek tersebut.

Sehingga, masyarakat Tionghoa sendiri meyakini bahwa lumpia ini sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran yang akan hinggap di tahun yang akan datang. Biasanya, isian dari lumpianya sendiri yaitu sayuran, daging, atau sesuatu yang manis untuk disantap.

Dumpling

Makanan keberuntungan ini memiliki sejarah yang panjang di negara Tiongkok sana. Lebih dari 1.800 tahun lamanya, dumpling menjadi simbol kekayaan. Wajar saja mengingat bentuknya terlihat seperti uang China kuno yang menjadi alat pembayaran pada zamannya.

Sehingga, dengan sejarah panjang tersebut, banyak warga Tionghoa yang memercayai bahwa dumpling ini menambah kekayaan. Bahkan, ada kepercayaan yang di mana semakin banyak dumpling yang kamu makan di Hari Raya Imlek, maka semakin banyak juga rezeki yang akan kamu dapat di tahun mendatang. Saat menyantap dumpling bersama keluarga besar, biasanya dumpling ini akan dicocol bersama dengan uka dan kecap asin.

Manisan Segi Delapan atau Tray of Togetherness

Makanan keberuntungan yang terakhir yang wajib ada saat perayaan tahun baru Imlek adalah manisan segi delapan atau dikenal juga dengan sebutan The Tray of Togetherness. Kotak segi delapan ini biasanya berisi manisan, buah yang dikeringkan, dan biji-bijian sebagai camilan. Angka 8 dari kotan manisannya ini melambangkan keberuntungan dalam tradisi Tionkok.

Setiap manisannya memiliki makna yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan manisan yang biasanya ada dalam satu tray of togetherness beserta makna dari manisan tersebut.

  • Melon sebagai lambang perkembangan dan kesehatan.
  • Kelapa kering atau segaryang sebagai lambang persahabatan dan kesatuan.
  • Jeruk kumkuat sebagai lambang emas dan kemakmuran.
  • Lengkeng sebagai lambang banyak anak.
  • Biji teratai sebagai lambang kesuburan.
  • Leci sebagai lambang ikatan keluarga yang kuat.
  • Kacang tanah sebagai lambang panjang umur.
  • Semangka merah sebagai lambang kebahagiaan dan kejujuran.
via idntimes.com

Menginap di Malam Tahun Baru Imlek? Coba Aja di Bobobox

Setelah menikmati makanan keberuntungan yang wajib ada saat perayaan Tahun Baru Imlek, rasa ingin berjalan-jalan biasanya muncul guna menyegarkan kembali tubuh dan pikiran setelah seharian bersama keluarga besar menyantap makanan keberuntungan yang pastinya enak.

Salah satu tempat singgah yang bisa kamu kunjungi saat berjalan-jalan adalah Bobobox. Bobobox merupakan hotel kapsul berlogo Koala yang menawarkan pengalaman menginap yang berbeda. Pasalnya, selama menginap di sini, kamu akan dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas keren yang disediakan oleh pihak pengelola.

Beberapa fasilitas-fasilitas keren yang disediakan di antaranya adalah lampu led yang bisa kamu ubah sesuka hati, pengeras suara Bluetooth, QR Code untuk membuka kamar Bobobox atau podnya, koneksi WiFi yang standby selama 24 jam, dan masih banyak lainnya.

Jika kamu penasaran ingin mencoba menginap selama semalam, kamu bisa memesan podnya melalui aplikasi Bobobox yang bisa diunduh melalui link ini dan membayarnya secara cashless. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, menginap di Bobobox.

backpacker di bandung bobobox

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.