Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda

Meskipun terkesan mudah, tapi bersepeda perlu dilakukan dengan benar.

Olahraga bersepeda sehat semakin digandrungi dari waktu ke waktu. Bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit karena bisa dilakukan oleh hampir semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang yang sudah berusia lanjut sekalipun.

Bersepeda juga memiliki beragam manfaat untuk tubuh, seperti membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Selain itu, bersepeda juga terbukti dapat mengurangi risiko terkena beberapa penyakit yang ringan hingga yang berat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Purdue, Amerika Serikat menunjukkan bahwa bersepeda yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 50 persen.

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh sabina fratila dari Unsplash

Manfaat lainnya dari bersepeda adalah dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah, jika dilakukan selama 20 menit per hari. Ini disebabkan karena selama bersepeda, jantung akan berdetak lebih cepat dari biasanya. Inilah sebabnya olahraga bersepeda sehat tergolong penting untuk kesehatan.

Namun, manfaat bersepeda sehat tersebut bisa didapatkan secara maksimal jika kamu dapat melakukan cara-cara yang benar. Berikut Bob rangkum 5 langkah bersepeda sehat yang perlu dilakukan oleh para pesepeda.

Perhatikan jumlah dan irama kayuhan saat bersepeda sehat

Pernahkah kamu menghitung berapa kayuhan yang sudah kamu lakukan setiap menitnya saat bersepeda sehat? Pada umumnya, jumlah kayuhan pedal berkisar antara 60 hingga 80 putaran per menit (rpm).

Hitungan ini dilakukan saat kamu sedang bersepeda dengan kecepatan normal, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu cepat. Berbeda dengan pembalap sepeda yang mampu mengayuh pedal sepeda hingga 80-100 rpm saat balapan.

Jika kamu tak pernah menghitung jumlah kayuhan pedalmu saat bersepeda, biasakan untuk menghitung dan memperkirakannya mulai sekarang. Menghitung jumlah kayuhan sepeda dapat dijadikan patokan, apakah kamu terlalu lambat mengayuh sepedamu atau tidak.

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh Coen van den Broek dari Unsplash

Di samping itu, memperhatikan irama kayuhan pedal juga tak kalah penting. Kamu bisa meningkatkan kecepatan dan kekuatan dengan menyempurnakan irama kayuhan sepeda.

Cobalah untuk mendorong dan menarik pedal antara kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian. Kedua kaki harus memiliki porsi yang sama dalam mengayuh sepeda, dan lakukan secara konsisten. Gerakan ini disebut upstroke dan downstroke.

Gunakan bagian tengah hingga ujung kaki bagian depan saat mengayuh untuk memberikan daya kayuh yang kuat dan efektif. Menggunakan bagian kaki bagian depan juga dapat mengurangi risiko cereda pada kaki. Pastikan telapak kakimu tetap menginjak pedal ya, agar irama kayuhan sepeda tetap terjaga.

Cara-cara tersebut dapat membuat banyak ototmu terkena dampak tekanan sehingga bisa menjadikan kaki lebih ramping, terutama bagian paha dan betis.

Mengubah posisi tubuh saat bersepeda sehat

Saat bersepeda sehat, usahakan untuk melakukan variasi pada posisi tubuh dan tanganmu. Tujuannya adalah agar tekanan dan titik berat pada otot serta sarat tidak selalu terfokus atau terkonsentrasi pada satu area tertentu selama bersepeda.

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh Tony Pham dari Unsplash

Posisikan badanmu senyaman mungkin dan tidak perlu terlalu kaku dengan mengunci lengan dan sikumu selama bersepeda. Kamu bisa mengubah sudut lengan, posisi punggung, dan leher secara bergantian. Dengan begini, badanmu akan lebih menyesuaikan saat melalui jalanan yang tidak rata.

Namun, hindari untuk berpegangan di bagian melengkung pada setang dalam waktu yang lama, ya. Berpegangan pada bagian melengkung ini dapat menyebabkan kram pada pada tangan, bahu, dan leher, sekalipun kamu sudah melakukan pemanasan.

Melatih otot saat bersepeda sehat

Bersepeda bisa menyebabkan nyeri otot, apalagi jika bersepeda ke daerah perbukitan yang memiliki jalanan yang menanjak dan menurun.

Ketika kamu mengayuh sepeda di jalanan yang menanjak, kamu tentu akan mengayuhnya sekuat tenaga. Saat proses mengayuh ini, asam laktat yang merupakan hasil metabolisme karbohidrat di tubuhmu akan menumpuk pada otot. Inilah yang menyebabkan nyeri otot sehabis bersepeda.

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh Patrick Hendry dari Unsplash

Tindakan pencegahan yang harus dilakukan agar kamu tidak mengalami nyeri otot adalah dengan cara mengolah ototmu secara konsisten. Tetaplah mengayuh sepeda saat jalanan menurun, meskipun sepeda dapat meluncur dengan sendirinya di kondisi jalanan yang menurun.

Dengan mengayuh sepeda secara ringan dan terus-menerus di saat jalanan menurun, asam laktat yang ada dalam tubuhmu bisa hilang dan tidak membebani ototmu. Di samping itu, koordinasi dan keseimbangan tubuhmu juga ikut terlatih dengan baik.

Gunakan pakaian dan pelindung yang benar

Pakaian dan pelindung ketika bersepeda sehat adalah komponen penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Gunakan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat agar kamu bisa tetap nyaman saat bersepeda.

Pakaian berbahan latex juga direkomendasikan untuk dipakai saat bersepeda. Bahan latex merupakan bahan yang mudah menyerap keringat namun juga cepat kering. Jadi, kamu tak perlu khawatir akan mudah masuk angina jika memakai pakaian dengan bahan tersebut saat bersepeda.

Jangan lupakan juga pelindung saat bersepeda, ya. Pakailah pelindung yang diperlukan, seperti pelindung kepala, sikut, dan lutut. Pelindung tersebut akan melindungimu jika kamu mengalami kecelakaan.

5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh Victor Xok dari Unsplash

Pilih sepeda yang paling sesuai untukmu

Terakhir, pilihlah sepeda yang paling sesuai untukmu. Sepeda dapat dikatakan sesuai jika ukuran frame atau kerangkanya cocok dengan ukuran tubuhmu.

Berikut adalah ciri-ciri sepeda yang ideal untukmu:

  • Ukuran kerangka sudah tepat, artinya ketika kamu menaiki sepeda tersebut, kakimu bisa menapak tanah dengan baik atau tidak jinjit.
  • Untuk sepeda pada umumnya, harus ada jarak 2,5 hingga 5 sentimeter antara pangkal paha dengan kerangka sepeda bagian atas atau top tube. Sedangkan untuk sepeda gunung, minimal ada jarak 5 sentimeter antara pangkal paha dan top tube.
  • Saat pedal berada di putaran atau titik terendah dalam perputarannya, posisi kakimu bisa sedikit menekuk (tidak lurus).
  • Siku bisa menekuk dengan nyaman, sehingga jarak dengan setang tidak terlalu dekat atau tidak terlalu jauh.
5 Langkah Bersepeda Sehat yang Perlu Dilakukan oleh Para Pesepeda
Foto oleh Tiffany Nutt dari Unsplash

Bagaimana, kelima langkah bersepeda sehat di atas mudah untuk dilakukan kan? Pastikan untuk melakukan langkah-langkah tersebut supaya kamu bisa merasakan manfaat bersepeda sehat dan terhindar dari cedera ya.

Selain bersepeda, menjaga kesehatan juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Hal inilah yang sudah diterapkan oleh Bobobox, hotel kapsul yang sedang hits di beberapa kota di Indonesia.

Bobobox sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan para tamu yang sedang menginap, di antaranya dengan melakukan pembersihan menyeluruh secara rutin di setiap sudutnya.

Selain itu, kamu akan mendapatkan pengalaman baru dengan menikmati berbagai fasilitas yang didesain modern dan futuristik di setiap podnya. Kamu juga dapat memesan kamar melalui website dan aplikasi Bobobox, melakukan pembayaran otomatis, dan mendapatkan QR code pada aplikasi Bobobox.

QR code tersebut bisa digunakan sebagai akses untuk masuk ke dalam pod tanpa harus menggunakan kunci biasa. Dengan aplikasi Bobobox di smartphone-mu, kamu juga bisa mengatur lampu LED di dalam pod sesuai dengan keinginan dan suasana hatimu saat menginap.

Bob jamin kamu akan tetap aman dan nyaman, deh, selama menginap di Bobobox! Tunggu apa lagi, pesan kamar di sini sekarang, yuk!

You might also like