Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Mencari Destinasi Kota Untuk Bekerja Remote? Berikut 7 Kota Pekerja Remote Terfavorit di Dunia

Ada kota yang ingin kamu tuju?

Bobobox.co.id — Bekerja remote mendapati popularitasnya meroket setahun belakangan. Hal tersebut terjadi berkat teknologi yang semakin maju serta pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Para pekerja remote ini bisa memilih kota yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai destinasi bekerja remote. Halangannya adalah tak semua kota cocok untuk bekerja remote.

Nah, Nestpick sendiri sudah melakukan studi terhadap 75 kota terpilih. Platform tersebut mencatat persentase layak huni, hiburan, infrastruktur, biaya hidup, serta rate vaksinasi warga pada kota tersebut.

Nah, Bob sendiri sudah merangkum tujuh kota pekerja remote terfavorit di dunia berdasarkan studi Nestpick. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa membaca langsung laporan studi Nestpick melalui link ini.

Berikut adalah 7 Kota Pekerja Remote Terfavorit

1. Melbourne, Australia

Kota pekerja remote terfavorit di dunia pertama adalah Melbourne, Australia. Ibukota serta kota terpadat di negara bagian Victoria ini menduduki peringkat pertama dengan raihan poin sempurna yakni 100 persen.

Raihan tersebut didapat oleh Australia karena berbagai hal. Salah satunya adalah harga sewa apartemen. Melbourne menduduki peringkat kedua terendah dari tujuh kota pekerja remote terfavorit.

Di samping itu, akses transportasi umum serta kecepatan internet yang bisa diandalkan jadi alasan lainnya. Namun, hal yang paling menjanjikan dari Melbourne untuk skor undang-undang dan kebebasan, serta kelayakan huni.

Melbourne mampu menjadi kota paling unggul dibanding keenam kota lainnya. Hampir setiap kategori pada kategori tersebut untuk Melbourne mencapai rata-rata di angka 90 persen dan tidak ada yang di bawah 80 persen.

kota pekerja remote Melbourne, Australia
Melbourne, Australia via pexels.com/@felix-haumann-1938529

2. Dubai, Emirat Arab

Kota pekerja remote terfavorit berikutnya adalah Dubai, Uni Emirat Arab. Dubai sendiri merupakan satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di Uni Emirat Arab dan berada di sepanjang pantai selatan Teluk Persia.

Peroleh persentase dari Dubai sebagai kota pekerja remote terfavorit adalah 96,64. Terpaut hanya 3,36 persen dari Melbourne yang menduduki peringkat pertama pada daftar kota terfavorit kali ini.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Dubai ini adalah pajak penghasilan. Dibanding keenam negara lain, Dubai adalah satu-satunya kota yang membebaskan pekerja remote dari pajak tersebut.

Selain itu, rate vaksinasi warga Dubai terbilang tinggi yakni sudah mencapai 45,09 persen. Dengan begitu, rasa aman tentunya bisa lebih didapatkan karena hampir sebagian warganya sudah divaksin.

kota pekerja remote Dubai, Emirat Arab
Dubai, Emirat Arab via pexels.com/@jdgromov

Baca Juga: Bermimpi Menjadi Digital Nomad? Simak 10 Tips Memulai Menjadi Digital Nomad


3. Sydney, Australia

Australia tak hanya ‘mengirimkan’ Melbourne sebagai kota pekerja remote terfavorit di dunia. Kamu para pekerja remote bisa memilih Sydney sebagai destinasi untuk bekerja remote.

Secara keseluruhan, skor persentase yang didapat Sydney tak jauh berbeda dengan Melbourne. Bahkan, beberapa ada yang sama seperti income tax, infrastruktur untuk kerja remote, dan gender equality.

Walaupun begitu, ada beberapa aspek yang membuat Sydney menjadi alternatif yang tak kalah menarik. Hal tersebut karena akomodasi, internet speed, healthcare, cuaca, dan kualitas udara yang lebih unggul.

Nilai pada aspek tersebut Sydney mampu unggul. Jika kamu lebih senang dengan cuaca bersahabat dengan kecepatan internet yang sedikit lebih baik, Sydney adalah kota pekerja remote untukmu.

kota pekerja remote Sydney, Australia
Sydney, Australia via pexels.com/@patrick

4. Tallinn, Estonia

Para pekerja remote tentu mencari kota yang mempunyai biaya hidup yang terjangkau. Tallin di Estonia adalah pilihan kota pekerja remote jika bujet menjadi pertimbangan utama dalam memilih kota.

Pasalnya, ibu kota sekaligus kota terbesar di Estonia ini menawarkan harga paling murah untuk akomodasi. Bagi para pekerja remote, rata-rata harga inapnya hanya sebesar 394 Euro saja.

Di samping itu, ketersedian akomodasi dan kualitas udara menjadi aspek paling tinggi yang dimiliki oleh Tallin. Nilai keduanya bahkan mampu mengalahkan peringkat pertama, Melbourne.

Walaupun begitu, soal cuaca dan infrastruktur bekerja remote menjadi minus dari kota pekerja remote nomor empat ini. Tak hanya itu, soal kultur serta hiburan tak terlalu menarik diberikan oleh Tallinn.

kota pekerja remote Tallinn, Estonia
Tallinn, Estonia via unsplash.com/@papaleo

Baca Juga: 8 Cara Ampuh Agar Kamu Selalu Produktif Saat Bekerja


5. London, Inggris

Masih berada di Benua Eropa, para pekerja remote bisa memilih London sebagai destinasi kota pekerja remote terfavorit. London sendiri adalah ibukota dari Inggris dan wilayah metropolitan terbesar di Britania Raya.

Jika Tallin termasuk kota termurah di daftar ini, berbeda halnya dengan London. Pasalnya, London merupakan kota kedua termahal untuk urusan sewa apartemen per malamnya yang mencapai 1.281 EURO.

Tak mengherankan juga jika kota ini pun mendapatkan nilai terendah dari enam negara lain soal biaya hidup. London mendapatkan persentase sebesar 65,91 persen untuk aspek kota pekerja remote ini.

Namun, hal tersebut bisa terobati dengan beberapa aspek yang memiliki persentase tertinggi. Sebut saja infrastruktur bekerja remote, rate vaksinasi tertinggi, dan kultur serta hiburan.

kota pekerja remote London, Inggris
London, Inggris via pexels.com/@chaitaastic

6. Tokyo, Jepang

Kota pekerja remote terfavorit di dunia lainnya adalah Tokyo. Tokyo sendiri merupakan salah satu dari 47 prefektur Jepang yang menjadi ibu kota Jepang sejak 1869 dan menempati posisi enam di daftar kali ini.

Tokyo mendapatkan total persentase sebesar 86,81 persen. Terpaut hanya 0,37 persen saja dari London yang menempati peringkat kelima dalam daftar kota pekerja remote terfavorit di dunia ini.

Secara garis besar, Tokyo menawarkan aspek yang tak kalah dengan kota berperingkat di atas kota ini. Biaya hidup dan healthcare Tokyo menempati posisi kedua terbaik pada masing-masing aspek.

Walaupun biaya hidupnya terbilang termurah kedua, berbeda halnya dengan harga sewa apartemen. Harga 914 Euro ini menjadikannya harga termahal ketiga setelah Singapura dan London.

kota pekerja remote Tokyo, Jepang
Tokyo, Jepang via unsplash.com/@jezael

Baca Juga: 7 Tools Dan Software WFH Untuk Membantumu Lebih Produktif


7. Singapura

Kota pekerja remote terfavorit terakhir pada daftar ini adalah Singapura. Untuk yang satu ini, Nestpick memilih Singapura sebagai satu kesatuan dan menganggap negara ini sebagai satu kota.

Singapura menduduki peringkat ketujuh dengan perolehan persentase sebesar 85,5. Persentase tersebut hanya lebih baik 0,74 persen saja dari Glasgow, Skotlandia yang menempati peringkat kedelapan.

Bagi pekerja remote yang memiliki bujet terbatas, Singapura tidak disarankan untuk menjadi destinasi. Harga sewa apartemen termahal serta biaya hidup termahal kedua jadi alasannya.

Namun, ada sisi positif dari Singapura untuk dijadikan kota pekerja remote terfavorit. Infrastruktur bekerja remote menjadi kedua terbaik serta rate vaksinasi terbaik kedua adalah sisi positif yang bisa didapat dari Singapura.

kota pekerja remote Singapura
Singapura via unsplash.com/@zhuzhutrain

Yuk, Coba WFB Alias Workcation From Bobobox!

Bosan dengan situasi itu-itu saja selama WFH? Bagaimana kalau kamu coba untuk WFB alias Work From Bobobox. Di samping suasana baru, kamu bisa mendapatkan koneksi internet super cepat.

Koneksi internet super cepat ini tentu bakal semakin memperlancar online meeting bersama atasan dan rekan kerja. Dengan begitu, kerjaanmu dijamin tak bakal terganggu untuk urusan internet.

Tertarik mencoba? Unduh aplikasi Bobobox di sini untuk memesan dan merasakan langsung pengalaman bekerja yang menyenangkan!

You might also like