Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

10 Kota Besar di Dunia yang Kosong Ditinggal oleh Penduduknya

Ada yang menjadi saksi bisu sejarah.

Bobobox.co.id — Penduduk menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah kota. Tanpa penduduk, kota besar mungkin tidak akan bisa mencapai pertumbuhan seperti sekarang ini.

Dibalik itu semua, ada juga kota besar yang akhirnya harus kehilangan penduduknya. Hal tersebut terjadi karena berbagai alasan mulai dari perang, bencana alam, mahalnya biaya hidup, dan masih banyak lainnya.

Dari sekian banyak kota besar tersebut, beberapa kota besar tersebut sekarang ini menjadi tempat wisata yang patut dikunjungi saat kamu berkunjung ke negara di mana kota besar tersebut ada.

Tidak usah berlama-lama lagi, yuk langsung saja simak ulasan singkat Bob mengenai 10 kota besar yang akhirnya kosong akibat ditinggal oleh penduduknya berikut ini.

Wittenoom, Australia

Kota besar pertama yang harus menelan pil pahit ditinggal oleh penduduknya adalah Wittenoom, Australia. Kota ini pada awalnya merupakan kota tambang di Australia Barat yang didirikan pada tahun 1946.

Sempat mencapai puncak kejayaan hingga menjadi kota terbesar di kawasan Pilbara pada tahun 1950an, Wittenoom akhirnya mulai kehilangan permintaan asbes hingga akhirnya ditutup pada tahun 1996.

Selain karena permintaan asbes yang menurun, paparan asbes beracun menjadi alasan lainnya kenapa kota besar ini ditinggalkan. Dengan ditutupnya kota tersebut, para penduduknya mulai mencari pekerjaan ke kota besar lainnya. Tahun 2007 silam, kota ini pun resmi ditutup.

witternoon kota besar kosong
via loveproperty.com

Ordos Kangbashi, Tiongkok

Investasi tinggi terhadap sebuah kota besar tentunya diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik untuk memikat banyak orang untuk memiliki hunian atau tempat tinggal di kota tersebut.

Namun, hal tersebut nyatanya tidak dialami oleh Ordos Kangbashi di Tiongkok. Pada awal tahun 200an, perusahaan swasta diperbolehkan untuk menggali batubara di kota ini hingga 2005 ratusan juta untuk investasi. Tak lama berselang, pada tahun 2010, pajak properti di Ordos Kangbashi yang semakin tinggi membuat banyak keluarga mengurungkan niat untuk pindah ke kota besar hingga akhirnya kosong hingga saat ini.

via pinterest.com

Varosha, Siprus

Kota besar berikutnya ini ditinggalkan oleh penduduknya bukan karena mahalnya pajak properti seperti halnya Ordos, melainkan terjadi akibat invasi yang dilakukan oleh Turki.

Pada tahun 1970an, Varosha merupakan salah satu tempat wisata populer yang dimiliki oleh Siprus. Namun, pada tahun 1974, Turki menginvasi yang membuat penduduk kota mulai meninggalkan kota besar ini.

Hingga akhirnya kota ini benar-benar kosong dan hanya kalangan terbatas saja yang diperbolehkan untuk masuk ke kota ini. Sebenarnya, sudah ada upaya untuk merevitalisasi kota ini, hal tersebut berujung sia-sia.

via middleeastmonitor.com

Bodie, California, Amerika Serikat

Bodie di California, Amerika Serikat menjadi kota besar lainnya yang ditinggal oleh penduduknya. Kota besar satu ini terkenal akan keindahan lokasinya dan adanya tambang emas pada tahun 1859.

Namun, hal tersebut tidak bertahan relatif lama. Pasalnya, mulai menipisnya tambang emas pada tahun 1881 ditambah dengan kebakaran hebat pada tahun 1932 membuat Bodie mulai ditinggalkan.

Tak pelak, dengan kota yang sekarang benar-benar kosong tidak heran jika Bodie dijuluki sebagai kota hantu. Tak kurang dari 200 ribu wisatawan berkunjung setiap tahunnya ke Bodie.

via stocksy.com

Centralia, Amerika Serikat

Kota besar selanjutnya ini termasuk salah satu kota yang akhirnya kosong akibat sebuah bencana yang terjadi pada tahun 1962. Pada tahun tersebut, percikan api membakar cadangan batu bara di bawah kota Centralia, Pennsylvania.

Akibatnya pun tidak tanggung-tanggung. Kebaran tersebut berlangsung relatif lam yakni hingga 50 tahun. Bahkan, yang mengerikan lagi adalah api di bawah tanahnya akan terus menyala sampai 250 tahun ke depan.

Dengan kondisi yang semakin tidak terkendali akibat kandungan monoksida yang semakin tinggi membuat penduduk di Centralia diungsikan hingga membuat Centralia sekarang ini hanya dihuni beberapa orang saja.

via idealista.com

Nagoro, Jepang

Sebenarnya, Nagoro sendiri tidak bisa dikategorikan sebagai kota besar. Pasalnya, Nagoro ‘hanya’ merupakan sebuah desa terpencil di Jepang yang memiliki penduduk kurang dari 100 orang.

Pada masanya, Nagoro merupakan primadona wisatawan. Namun, seiring berjalannya waktu dan teknologi yang semakin maju, desa ini mulai ditinggalkan oleh para penduduknya.

Walaupun begitu, daya tarik dari Nagoro terletak pada ribuan boneka yang ‘menghuni’ Nagoro. Boneka tersebut hasil karya dari Ayano Tsukimi, satu dari segelintir penduduk yang masih tinggal di Nagoro.

via japantravel.com

Pripyat, Ukraina

Jika kamu tidak mengetahui kota besar ini, mungkin serial televisi Chernobyl yang dirilis pada tahun 2019. Dari bencana tersebut, kota yang terkena dampak hebatnya adalah Pripyat, Ukraina.

Bencana Chernobyl terjadi akibat adanya ledakan nuklir di kota tersebut pada 26 April 1986. Bencana tersebut merenggut ribuan nyawa yang meninggal pada waktu yang relatif lama.

Ledakan tersebut membuat kurang lebih 50 ribu penduduk Pripryat terpaksa harus ‘angkat kaki’ dari kota tersebut. Hingga kini, baik Chernobyl dan Pripyat masih tidak terurus dan kosong.

via flickr.com

Craco, Italia

Craco menjadi kota besar berikutnya yang akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya. Seringnya bencana alam yang melanda kota di daerah Basilicata, Matera, Italia menjadi penyebabnya.

Mulai dari tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi sering melanda Craca pada tahun 1892 dan 1922. Tidak heran jika akhirnya penduduknya memilih untuk hijrah ke kota lain.

Kemudian, pada tahun 1959 dan 1972, bencana alam seperti gempa dan tanah longsor menerjang Craco. Sehingga, setelah saat itu, kota tersebut akhirnya benar-benar ditinggalkan oleh penduduknya.
via pinterest.com

Houtouwan, Tiongkok

Sama seperti halnya Nagoro, Houtouwan pun tidak bisa dikategorikan sebagai kota besar. Walaupun begitu, Houtouwan termasuk dari banyak tempat yang akhirnya ditinggalkan oleh penduduknya.

Dijuluki sebagai desa nelayan, Houtouwan sendiri berada di Pulau Shengshan, Tiongkok. Dulunya, desa ini dihuni oleh kurang lebih 2.000 orang. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama. Pada tahun 1900an, penduduk Houtouwan memutuskan untuk meninggalkan desa tersebut.

Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut antara lain kondisi ekonomi yang semakin sulit, buruknya fasilitas pendidikan, dan kawasannya yang sulit dijangkau.

via michaelfreemanphoto.com

Oradour-sur-Glane, Prancis

Kota besar terakhir yang akhirnya kosong akibat ditinggalkan oleh penduduknya adalah Oradour-sur-Glane. Sebenarnya, kota ini sendiri tidak ditinggalkan oleh penduduknya.

Pasalnya, peristiwa tragis yang terjadi di Oradour-sur-Glane sendiri adalah pembantaian masal yang terjadi pada tanggal 10 Juni 1944 yang merenggut 642 orang penduduk di kota ini.

Sekarang, kota tak berpenghuni ini menjadi saksi bisu Perang Dunia kedua. Salah satu alasan kenapa kota ini tidak dibangun lagi adalah adanya pemakaman masal di Oradour-sur-Glane.

via britannica.com

Menginap dengan Harga Terjangkau? Datang aja ke Bobobox

Menginap dengan harga terjangkau tapi fasilitas lengkap memang sulit untuk ditemukan. Namun, hal tersebut bukanlah tidak mungkin. Pasalnya, ada Bobobox yang menawarkan harga menginap yang pasti bersahabat dengan dompetmu.

Soal pemesanan podnya terbilang mudah dan tidak bikin ribet kok. Cukup unduh aplikasi Bobobox di sini dan kamu sudah bisa melakukan pemesanan di manapun kamu mau.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.