Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Gejalanya! Ketahui Apa Itu Infeksi Ginjal dan Penyebabnya

Cintai ginjalmu!

Ginjal merupakan organ dalam tubuh yang terdiri dari dua bagian, di kiri dan kanan, dengan ukuran kira-kira sebesar kepalangan tangan dan bentuk seperti kacang. Karena tugasnya yang cukup penting terutama untuk menyaring darah serta membuang kotoran dan cairan dari tubuh dalam bentuk urine, ginjal termasuk salah satu organ vital dalam kelangsungan hidup manusia.

Oleh karena itu, kesehatan ginjal harus selalu terjaga agar terhindar dari masalah yang dapat mengganggu fungsi organ tersebut seperti infeksi ginjal. Apa itu infeksi ginjal dan gejala-gejalanya? Simak informasinya berikut ini!

Apa itu Infeksi Ginjal

@wayhomestudio via Freepik

Agar kamu tidak abai dengan kesehatan ginjal kamu, kamu wajib banget tahu apa itu infeksi ginjal. Jadi, apa itu infeksi ginjal?

Infeksi ginjal (pielonefritis) merupakan salah satu jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang biasanya bermula dari uretra atau kandung kemih dan menjalar ke salah satu atau kedua ginjal. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Bakteri yang umumnya menjadi penyebab infeksi tersebut adalah Escherichia coli (E. coli) yang biasa ditemukan dalam usus besar.

Bagaimana bakteri tersebut bisa masuk ke kandung kemih? Bakteri bergerak dari anus lalu masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra lalu berkembang biak dan menyebar ke ginjal. Hal ini biasanya terjadi jika kamu membersihkan anus dengan arah belakang ke depan.

Pada kasus yang jarang terjadi, bakteri dari infeksi lain juga bisa saja menyebar melalui aliran darah menuju ginjal. Hal ini biasanya menyerang mereka yang memiliki sendi buatan atau katup jantung yang terinfeksi. Infeksi juga bisa terjadi setelah dilakukan operasi pada ginjal. Namun, kemungkinannya sangat kecil.

Infeksi ginjal ini membutuhkan penanganan medis karena bisa berakibat kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Selain itu, bakteri penyebab infeksi juga bisa menyebar ke aliran darah dan mengakibatkan infeksi yang mengancam jiwa.

Siapa yang Berisiko?

via Freepik

Infeksi ginjal bisa terjadi pada siapa saja namun lebih sering menimpa wanita karena ukuran uretra pada wanita yang lebih pendek dibanding laki-laki. Dengan uretra pendek, bakteri lebih cepat mencapai ginjal. Ibu hamil, anak-anak di bawah dua tahu serta orang-orang di atas 60 tahun juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi ini.

Selain karena uretra yang pendek, kebersihan juga bisa berkontribusi pada terjadinya infeksi. Saat kamu menggunakan toilet dan membersihkan bagian anus, kontak dengan alat kelamin mungkin terjadi, misal saat mengusapkan tisu. Hal ini bisa membawa bakteri memasuki tubuh menuju ginjal. Infeksi tersebut juga bisa masuk melalui anus. Bakteri akan tinggal di dalam usus besar lalu menyebabkan infeksi pada ginjal.

Hal lainnya yang menjadi faktor risiko infeksi ginjal ini adalah:

  • Penggunaan kateter urine (selang yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan urine) dalam jangka panjang
  • Penyumbatan pada saluran kemih (batu ginjal dan pembesaran prostat)
  • Aktif secara seksual dan mengabaikan kebersihan organ kewanitaan
  • Kelainan bentuk saluran kemih
  • Kerusakan saraf pada kandung kemih
  • Penyakit yang mengakibatkan sulit buang air kecil (seperti retensi urine)
  • Refluks vesikoureter (urine kembali dari kandung kemih ke ginjal)
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (orang dengan sistem imun lemah, misal diabetes dan HIV, mungkin mengalami infeksi bakteri atau jamur pada kulit yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan menyerang ginjal)

BACA JUGA: Minuman Untuk Membersihkan Ginjal

Gejala Infeksi Ginjal

@shayne_ch13 via Freepik

Setelah mengetahui apa itu infeksi ginjal, kamu juga perlu mengenali gejala-gejala yang menunjukkan apakah ginjal kamu mengalami infeksi atau tidak. Infeksi satu ini mulanya tidak menunjukkan gejala apapun sehingga banyak orang yang tidak sadar bahwa ada yang salah dengan ginjal mereka. Namun, ada kalanya saat seseorang mengalami infeksi ginjal, gejala akan berkembang cukup cepat dalam sehari sampai dua hari atau bahkan beberapa jam setelah terinfeksi.

Demam dan menggigil

Saat infeksi sudah menyerang sampai ke ginjal, tubuh akan kan melawan dengan meningkatkan respons imun tubuh yang berakibat naiknya suhu tubuh kamu. Hal ini juga bisa disertai dengan keringat dingin di malam hari. Gejala ini sendiri lebih sering muncul pada wanita. Jika suhu tubuh melebihi 38 derajata Celsius, besar kemungkinan infeksi ginjal sudah akut.

Sementara itu, pada orang-orang tertentu seperti lansia, orang dengan sistem kekebalan lemah, atau orang dengan gangguan kekebalan, gejala demam justru bisa tidak terjadi.

Nyeri punggung, pinggang, selangkangan atau perut

Gejala lain dari infeksi ginjal adalah nyeri punggung, pinggang atau selangkangan. Organ ginjal terletak di belakang rongga perut, di kedua sisi tulang belakang, di dekat bagian tengah punggung. Saat mengalami infeksi, ginjal perlahan membengkak dan menekan kapsull ginjal yang menutupinya.

Tekanan tersebut kemudian menimbulkan rasa nyeri pada area punggung bagian bawah, pinggang hingga selangkangan karena lokasinya tersebut. Selain itu, infeksi juga memicu otot perut untuk berkontraks. Alhasil, perut pun ikut merasakan nyeri.

Sering buang air kecil

Gejala yang umum terjadi saat terkena infeksi ginjal adalah sering buang air kecil atau adanya dorongan kuat untuk terus buang air kecil. Hal ini terjadi karena bakteri sudah menjalar ke kandung kemih dan menyebabkan iritasi. Kandung kemih pun menjadi lebih sensitif terhadap tekanan dari urine. Akibatnya, kamu menjadi lebih sering buang air meskipun kandung kemih sedang kosong.

Rasa terbakar atau sakit saat buang air kecil

Rasa terbakar atau sakit saat buang air kecil juga bisa menjadi pertanda kamu mengalami infeksi ginjal. Dalam hal ini, bakteri juga menyerang jaringan saraf kandung kemih dan mengaktifkan reseptor rasa nyeri di area tersebut. Akibatnya, rasa sakit pun terasa ketika kamu mengeluarkan urine dari tubuh.

via Freepik

Mual dan muntah

Sama halnya dengan demam, gejala mual dan muntah diakibatkan oleh respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Karenanya, saat bakteri menyerang, kamu mengalami mual dan muntah.

Nanah atau darah dalam urine

Jika kamu mendapati nanah atau bercak darah dalam urine kamu, hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya infeksi ginjal. Darah atau nanah dalam urine menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi. Karena itu, sel darah merah atu putih (seperti nanah) keluar dari urine.

Hadirnya nanah dalam urine menjadi pertanda betapa seriusnya infeksi yang terjadi. Infeksi parah ini menyebabkan penumpukan sel darah putih dan bakter yang kemudian keluar bersama urine.

Urine yang berbau kurang sedap atau berwarna keruh

Gejala lainnya yang menunjukkan bahwa kamu mengalami infeksi ginjal adalah urine yang keruh dan berbau tidak sedap. Saat mengalami infeksi, tubuh akan mengirimkan sinyal untuk memproduksi banyak sel darah putih yang bertujuan melawan bakteri. Karena itu, urine pun menjadi keruh karena mengandung banyak sel darah putih.

Sementara itu, bau tidak sedap biasanya berasal dari fermentasi bakteri. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi bahwa kamu kekurangan cairan. Untuk membedakannya, jika kamu minum banyak air putih namun urine masih keruh dan berbau, kemungkinan besar kamu memang mengalami infeksi ginjal.

Pencegahan

@quokkabottle via Unsplash

Selain mengetahui apa itu infeksi ginjal serta penyebab dan gejala-gejalanya, ketahui pula langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan. Beberapa cara terbaik untuk mencegah infeksi ginjal adalah:

  • Meminum banyak air
  • Jangan menahan buang air kecil
  • Buang air setelah melakukan hubungan seksual serta cuci organ intim sebelum dan sesudah berhubungan
  • Bersihkan bagian anus dari depan ke belakang untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri ke organ intim
  • Makan banyak serat (konstipasi dapat meningkatkan risiko berkembangnya infeksi)

BACA JUGA: Tak Boleh Diremehkan! 10 Manfaat Air Putih Untuk Kesehatan Tubuhmu

Menghindari stres merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran kamu. di tengah padatnya aktivitas, kamu bisa meluangkan waktu untuk menjauhkan diri dari segala kepenatan bahkan hanya dengan sekadar staycation saja.

Bingung pilih akomodasinya? Bobobox saja. Selain menawarkan harga yang terjangkau, hotel kapsul satu ini memang dirancang demi kenyemanan pengunjung. Kamu bisa menikmati fasilitas moodlamp yang tersedia untuk memastikan kualias tidur tetap terjaga.

Moodlamp ini menyediakan banyak pilihan warna cahaya yang bisa kamu ubah sesuai dengan suasana hati kamu. Selain itu, fitur satu ini juga bisa menambahkan nilai estetik di dalam pod sehingga kamu bisa mengubah suasana di dalam seperti studio foto dadakan.

Yuk unduh dulu aplikasinya untuk kemudahan dalam booking hingga check-in dan check-out!

You might also like