Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Menjaga Kesehatan Mental Pasca Terkena PHK

Bangkit dari keterpurukan memang tidak mudah. Namun, kamu harus tetap kuat demi kesehatan mental yang lebih baik

Kehilangan pekerjaan bisa menimbulkan dampak yang besar. Selain keadaan finansial yang jadi tak menentu, kesehatan mental juga bisa terganggu. Terutama di saat-saat kondisi ekonomi dunia sedang tidak stabil seperti sekarang ini akibat krisis wabah sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja di mana-mana.

Terganggunya kesehatan mental akibat PHK bukanlah hal yang bisa diabaikan. Pasalnya, kehilangan pekerjaan berarti kehilangan pemasukan. Kehilangan pemasukan berarti kehilangan kemampuan untuk bertahan hidup. Belum lagi jika ada banyak tanggungan yang harus dipenuhi. Semua masalah ini menjadi campur aduk sehingga bisa menimbulkan stres hingga depresi.

Selain itu, menurut Sherrie Bourg Carter, seorang psikolog, banyak orang memandang pekerjaan atau karir sebagai bagian penting dari identitas diri mereka. Oleh karena itu, kehilangan pekerjaan berarti kehilangan konsep diri. Cara berpikir seperti ini bisa berujung pada meragukan diri sendiri dan mempertanyakan nilai diri. Bukan hanya nilai diri sebagai seorang pekerja yang dianggap tidak kompeten, namun juga nilai diri di mata orang lain secara umum.

Hal ini juga menjadikan seseorang berpikir tentang ketidakpastian masa depan di mana sekali lagi berujung pada terganggunya kesehatan mental. Pada dasarnya perasaan sedih dan kecewa akibat pemutusan kerja adalah hal yang wajar. Itu merupakan reaksi alami dari seorang manusia. Akan tetapi, jangan sampai kesedihan dan kekecewaan ini dibawa terlalu dalam.

Dalam kondisi seperti ini, kamu harus tetap berpikiran positif dan menjaga kesehatan mental. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental akibat pemutusan hubungan kerja.

Izinkan diri kamu untuk bersedih

kesehatan mental
Photo by Ben Hershey on Unsplash

Hal pertama yang harus kamu lakukan setelah diberhentikan dari pekerjaan adalah menerima keadaan. Mencoba melawan takdir tidak akan ada artinya. Hal tersebut hanya akan membawa kamu kepada pengandaian yang hanya akan membuatmu tersesat di masa lalu. Tidak masalah untuk menangis. Hadapi perasaanmu.

Namun, tetap saja ada penerimaan yang baik dan penerimaan yang buruk. Jangan sampai kamu malah melarikan diri ke minuman beralkohol, rokok, junk food, atau hal-hal yang justru menyakiti diri kamu dan semakin membahayakan kesehatan mental.

Menurut tim penulis dari situs HelpGuide, berikut adalah langkah-langkah penerimaan diri yang bisa kamu lakukan:

  • Luangkan waktu untuk beradaptasi
  • Tuliskan perasaanmu
  • Hindari menyakiti diri sendiri

Tetap beraktivitas demi kesehatan mental yang lebih baik

kesehatan mental
Photo by Jenny Hill on Unsplash

Kesehatan mental yang baik juga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang baik. Meskipun kamu tidak lagi harus bangun pagi dan berangkat ke kantor, kamu harus tetap menjaga tubuh kamu untuk tetap aktif. Kamu bisa kembali berolahraga di pagi hari misalnya.

Menurut jurnal artikel yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information, olahraga bisa membantu mengurangi kecemasan dan depresi. Selain itu, olahraga juga dinilai bisa membantu menaikkan rasa percaya diri dan mengurangi resiko gejala penarikkan diri dari lingkungan sosial.

Kedua kondisi ini cukup sering ditemukan saat seseorang mengalami pemberhentian kerja di mana bisa sangat berpengaruh pada kesehatan mental.

Tak hanya berolahraga, kamu juga bisa mengisi waktu luangmu dengan menambah kemampuan lain seperti mendesain, menulis, belajar teknologi dan lain sebagainya. Dengan kemampuan yang bertambah, kamu bisa merasa lebih percaya diri dan kesehatan mental juga tetap terjaga.

Terlebih, kamu bisa membuat CV kamu jadi lebih baik. Hal ini juga dilakukan oleh Oren Frank, CEO sekaligus penemu Talkspace –Online Therapy di saat dia mengalami hal yang sama, pemutusan hubungan kerja.

Libatkan orang-orang terdekat

kesehatan mental
Photo by Dustin Belt on Unsplash

Di saat-saat seperti ini, mungkin salah satu hal paling berharga dalam hidup kamu adalah dukungan orang-orang terdekat. Jangan jauhi mereka. Meskipun kamu membutuhkan waktu untuk sendirian, bicaralah tentang keadaanmu dengan keluarga atau teman dekat tentang apa yang kamu alami.

Terlalu lama menyendiri bisa menimbulkan pikiran-pikiran negatif yang berbahaya untuk kesehatan mental. Sudut pandang mereka ada supaya kamu tetap waras. Tidak perlu memberikan solusi. Cari orang-orang yang memang betul-betul mendengarkan keluhanmu.

Menurut penelitian BMC Psychiatry, berbicara dengan keluarga dan teman bermanfaat bagi kesehatan mental di antaranya adalah:

  • Memberikan dukungan sosial
  • Memberikan dukungan emosi
  • Memberikan dukungan informasi berupa saran
  • Memberikan dukungan instrumen seperti bantuan finansial
  • Meringankan beban

Bicara kepada ahli kesehatan mental

kesehatan mental
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Berbicara dengan keluarga dan teman tidak hanya baik untuk kesehatan mental. Ada juga kekurangannya. Untuk menghindari kekurangan itu, kamu bisa menyeimbangkannya dengan berbicara pada ahlinya seperti terapis.

Seorang terapis bisa membantu kamu memroses masa-masa kehilangan pekerjaan dan membantu kamu mencari pekerjaan dengan cara yang lebih baik bagi kesehatan mental.

Seorang terapis bisa memberikan pandangan yang netral dan dukungan profesional. Yang penting, terapis ada untuk membantu kamu memastikan bahwa kesehatan mental kamu ada dalam kondisi yang baik.

Beberapa orang mungkin masih ragu untuk mencari bantuan seorang terapis dengan segala alasannya. Cobalah untuk menepis stigma tersebut dan melihat terapis dari sisi lain. Sisi yang bisa membantu menjaga kesehatan mental kamu dengan lebih terarah.

Mulai mencari alternatif

kesehatan mental
Photo by Ben White on Unsplash

Nah, kamu sudah melalui tahap-tahap penerimaan, mengevaluasi diri, dan menambah kemampuan baru. Kini saatnya untuk memulai kembali. Ada banyak jalan yang bisa kamu ambil seperti mencari pekerjaan lain. Memang tidak akan mudah.

Namun, kamu tetap harus mengambil langkah baru. Hal ini sangat penting agar kamu tidak terlalu lama terjebak dalam kemurungan dan kesedihan. Kamu bisa mulai dengan mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan pengalamanmu atau kemampuan barumu.

Atau, kamu juga bisa memulai usaha. Lakukan apapun itu, terutama yang belum bisa kamu lakukan sebelumnya. Kehilangan pekerjaan tidak berarti musibah. Ini merupakan kesempatan lain untuk mengembangkan sayapmu.

Menjaga kesehatan mental dengan menginap di Bobobox

Liburan selain menyenangkan juga bisa meningkatkan kesehatan mental kamu, lho. Salah satunya dengan staycation. Di mana lagi kalau bukan di Bobobox?

Bobobox adalah hotel kapsul yang bisa bikin kamu bebas dari stres. Suasana tenang dan hening akan kamu dapatkan saat masuk ke pod-nya. Selain itu, desainnya yang modern juga enak untuk dinikmati.

Nggak cuma itu, teknologi yang digunakan juga canggih. Untuk memesan kamar, kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Bobobox. Aplikasi ini, selain untuk memesan, juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Tinggal pindai saja QR code-nya.

Di kamarnya juga kamu akan menemukan lampu led yang bisa kamu atur sesuai dengan suasana hati kamu. Modenya pun ada banyak. Mau untuk tidur? Ada. Mau untuk meditasi? Tinggal pakai mode zen. Pokoknya pas banget untuk melepas stres dan menjaga kesehatan mental.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menginap di Bobobox dan lupakan stres untuk sejenak!

You might also like