Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Skincare Baru Malah Bikin Jerawatan? Kenali Perbedaan Breakout dan Purging Demi Kulit yang Selalu Glowing!

Setelah jerawat, kulit glowing atau justru meradang?

Kulit wajah sehat, bersih dan glowing adalah dambaan banyak orang. Karenanya, tidak sedikit yang mencoba berbagai cara agar kulit wajah selalu tampil paripurna. Salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah dengan menggunakan skincare atau produk perawatan wajah mulai dari yang dasar hingga banyak tahapan.

Menemukan skincare yang cocok sendiri merupakan perkara susah-susah gampang. Sebagian orang bisa dengan mudah menemukan skincare yang cocok di wajah mereka sementara yang lain harus mengelus dada dan lanjut melakukan pencarian untuk skincare terbaik bagi kulit mereka.

Hal tersebut memang wajar terjadi lantaran kandungan-kandungan skincare tertentu mungkin cocok untuk sebagian orang, namun tidak untuk yang lainnya. Tidak jarang skincare yang baru dicoba pun menimbulkan efek beruntusan atau jerawat.

Saat hal tersebut terjadi, ada dua kemungkinan yang paut kamu curigai yaitu breakout atau purging. Lalu apa perbedaan breakout dan purging? Simak lebih lanjut di bawah ini!

Purging dan Breakout

@sssri_sakorn42 via Freepik

Untuk mengenali perbedaan breakout dan purging, tentu kamu perlu tahu apa itu purging dan breakout. Purging sendiri bisa diartikan sebagai reaksi kulit terhadap bahan-bahan aktif dalam suatu produk baru yang memicu terjadinya pergantian sel. Kulit memang memiliki siklus pergantian sel setiap 28 hari. Namun, beberapa bahan aktif seperti retinoid atau asam dapat mempercepat proses tersebut.

Dalam hal ini, kamu sebenarnya memiliki jerawat yang masih tertimbun di bawah kulit. Namun, proses purging mempercepat keluarnya jerawat tersebut ke permukaan kulit. Dengan kata lain, purging ini merupakan proses penyesuaian yang menyebabkan kulit membersihkan serta mengganti sel-selnya yang sudah mati lebih cepat dari biasanya.

Jerawat itu sendiri biasanya berupa mikrokomedo yang terbentuk dari berbagai kotoran yang sudah menumpuk sebelumnya seperti minyak berlebih dan sel kulit mati. Mikrokomedo ini berupa komedo kecil yang tidak dapat dilihat mata.

Namun, hal tersebut berpotensi berkembang menjadi berbagai macam jerawat seperti papula, kistik, pustula, bleakhead, dan whitehead. Selain menimbulkan berbagai macam jerawat, purging juga bisa membuat kulit terasa kering, memerah atau mengelupas.

Karena adanya jerawat-jerawat tersebut, skin purging pun terkadang disalahartikan sebagai tanda bahwa produk skincare yang sedang dicoba tidak cocok di kulit pengguna. Padahal hal tersebut sebenarnya adalah proses dari siklus pergantian sel yang dipercepat sehingga akhirnya memunculkan kulit yang lebih bersih setelah kotoran-kotoran dikeluarkan.

Dengan begitu, purging ini merupakan proses yang wajar terjadi saat kamu mencoba skincare baru terutama pada skincare yang menawarkan eksfoliasi atau peremajaan kulit. Banyak atau tidaknya purging yang timbul akan bergantung pada jenis kulit masing-masing dan seberapa banyak kotoran yang menumpuk di bawah kulit.

Sementara itu, istilah breakout biasanya mengacu pada reaksi alergi atau ketidakcocokan karena kulit sensitif terhadap sesuatu yang ada dalam produk skincare kamu. Hal tersebut bisa menyumbat pori-pori, menyebabkan alergi atau juga menimbulkan iritasi. Karenanya, jika kulit mengalami breakout, kamu harus benar-benar berhenti menggunakan produk penyebab breakout. Jika ternyata itu purging, jangan berhenti karena setelah jerawat terbitlah kulit sehat.

Perbedaaan Breakout dan Purging

via Freepik

Lalu, apa saja perbedaan breakout dan purging? Agar kamu tidak salah mengartikan breakout sebagai purging dan sebaliknya, perbedaan breakout dan purging bisa dilihat dari jenis produk yang digunakan, area timbulnya jerawat, lamanya jerawat muncul serta ada tidaknya bekas jerawat.

Perbedaan Breakout dan Purging: Jenis Produk

Seperti yang Bob sebutkan sebelumnya, purging biasanya terjadi saat kamu mencoba produk skincare untuk eksfoliasi atau mengangkat sel-sel kulit mati. Produk-produk tersebut biasanya mengandung alpha hydroxy acid (AHA seperti asam glikolat, asam laktat, asam malat dan asam mandelik), beta hydroxy acid (BHA seperti asam salisilat), benzoyl peroxide, asam azalea, atau retinoid.

Maka dari itu, jika kamu sedang mencoba produk baru yang tidak mengandung bahan-bahan tersebut, misal sunscreen, pelembab atau hydrating oil, kemungkinan besar kulit kamu sedang mengalami breakout. Selain itu, breakout juga bisa disebabkan oleh bahan-bahan yang bersifat comedogenic atau memicu timbulnya komedo. Kandungan yang tidak cocok dengan kulit juga bisa berkontribusi pada timbulnya alergi atau iritasi.

Perbedaan Breakout dan Purging: Lokasi

Salah satu perbedaan breakout dan purging terletak pada area timbulnya jerawat. Purging biasanya muncul di area-area yang biasa timbul jerawat (misal hidung, dagu dan kening) sementara breakout timbul di tempat yang tidak biasa. Karena itu, jika kamu melihat ada jerawat yang tumbuh di area baru yang biasanya tidak berjerawat, kemungkinan itu adalah breakout.

Perbedaan Breakout dan Purging: Durasi

Hal lainnya yang menandai perbedaan breakout dan purging adalah durasi timbulnya jerawat. Skin purging biasanya tidak berlangsung selama breakout. Karena itu, jika jerawat kamu bertahan hingga lebih dari enam sampai delapan minggu setelah menggunakan skincare yang diperuntukkan untuk eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati, maka kemungkinan kamu mengalami breakout. Sementara itu, durasi purging bergantung pada beberapa faktor namun biasanya akan berlangsung selama dua minggu hingga sebulan. Selain itu, jerawat purging umumnya tidak meninggalkan bekas sementara breakout bisa meninggalkan bekas jerawat setelah hilang.

Bagaimana Mengatasinya

@diana.grytsku via Freepik

Sebagai bagian dar proses peremajaan kulit, purging tidak bisa kamu hindari saat mencoba produk baru. Untuk menyiasatinya, kamu dapat memperkenalkan produk tersebut perlahan-lahan sehingga kulit memiliki waktu untuk beradaptasi. Misal, jika kamu akan menggunakan produk yang mengandung retinol, untuk pemakaian pertama gunakan satu kali seminggu saja. Selanjutnya, lakukan dua kali seminggu di minggu kedua lalu tiga kali di minggu ketiga dan seterusnya hingga kamu menggunakannya setiap hari atau setiap dua hari sekali.

Selain itu, kamu juga bisa:

  • Menjaga kebersihan sarung bantal
  • Tahan keinginan untuk memencet atau mengeluarkan jerawat
  • Hindari penggunaan skincare yang dapat membuat kulit kering atau mengelupas (seperti asam salisilat atau benzoil peroksida)
  • Batasi paparan sinar matahari dan jangan lewatkan penggunaan sunscreen

Sementara itu, untuk memastikan apakah kulit kamu cenderung pada breakout, kamu bisa menunggu dua hingga tiga minggu untuk melihat reaksi kulit kamu. Coba hentikan pemakaian produk selama seminggu. Jika breakoutnya hilang, maka kemungkinan besar kulit kamu bereaksi pada bahan yang ada dalam produk tersebut. Karenanya, pilihan terbaik adalah menghentikan pemakaian karena bahan tersebut mungkin tidak sesuai dengan jenis kulit kamu. Namun, jika setelah tiga minggu kulit terasa lebih kenyal, kamu bisa melanjutkan penggunaannya.    

Agar kulit senantiasa sehat dan bebas dari jerawat, kamu juga perlu banget meluangkan waktu untuk melepas stres yang seringkali menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Salah satu hal yang bisa kamu coba adalah dengan staycation di Bobobox yuk!

Hotel kapsul yang satu ini dirancang agar memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan desain minimalis dan futuristik serta harga yang terjangkau. Banyak fitur menarik yang wajib kamu coba saat menginap di sini. Salah satunya adalah fitur moodlamp yang memungkinkan kamu untuk mengubah warna cahaya LED dalam kamar kamu.

Suasana terang hingga temaram bisa kamu coba dan sesuaikan dengan kebutuhan dan suasana hati kamu di dalam pod. Tertarik? Yuk unduh aplikasi Bobobox dan dapatkan promo serta giveaway menarik dari Bob!

You might also like