Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali apa itu Plant-Based Diet, Diet Sehat Berbasis Tumbuhan

Makanan berbasis nabati namun tidak melarang makanan hewani

Setiap tahun, kamu mungkin sering menjumpai aneka tren dalam berbagai hal, tidak terkecuali tren dalam hal diet. Di tahun 2021 sendiri, popularitas plant-based diet kian meroket. Diet yang satu ini juga mulai digandrungi banyak orang seiring dengan mengingkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta kepedulian terhadap lingkungan dan hewan terutama di tengah pandemi COVID-19 yang sudah melanda dunia sejak setahun silam.

Tentu tidak ada salahnya jika kamu juga ingin mengikuti tren ini. Namun sebelum melangkah lebih jauh, ketahui dulu yuk apa itu plant-based diet beserta manfaat yang bisa kamu dapat dengan mengikuti diet tersebut!

Apa itu Plant-Based Diet?

@bondarenko-rimma via Freepik

Sebelum memutuskan untuk mulai menerapkan plant-based diet, kamu tentu perlu mengenal terlebih dahulu apa itu plant-based diet. Sesuai dengan namanya, diet yang satu ini merupakan diet yang berbasis tumbuhan atau nabati.

Plant-based diet ini berfokus pada makanan yang berasal dari tumbuhan seperti:

  • Buah (buah beri, jeruk-jerukan, pir, pisang, nanas, dan lain-lain)
  • Sayuran (kale, bayam, tomat, brokoli, kembang kol, paprika, wortel, dan masih banyak lagi)
  • Sayuran pati (kentang, ubi, labu madu, dan sebagainya)
  • Whole grain (gandum, beras cokelat, kinoa, barli, dan lain-lain)
  • Lemak sehat (alpukat, minyak zaitun, minyak kanola dan semacamnya)
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan (almon, mete, biji bunga matahari, biji labu, dan sebagainya)
  • Tumbuhan polong (buncis, kacang polong, lentil, dan lain-lain)
  • Susu nabati tanpa pemanis (susu almon, susu kedelai, susu mete, dan lain-lain)
  • Protein nabati (tahu, tempe, dan sebagainya)

Sementara itu, konsumsi makanan berbahan hewani serta makanan olahannya seperti daging merah, unggas, ikan, makanan laut, telur, produk susu, dan madu perlu dikurangi atau bahkan dihentikan.

Dengan kata lain, jika kamu hendak melakukan plant-based diet, kamu tidak perlu terlalu restriktif terhadap makanan hewani. Orang-orang yang memilih makanan berbasis nabati sebagai makanan utama mereka masih boleh mengonsumsi daging merah, unggas, ikan, makanan laut, susu, telur dan madu dalam jumlah sedikit.

Hal ini tentu cukup berbeda dengan diet vegetarian dan vegan. Diet vegetarian umumnya tidak mengonsumsi daging merah, unggas, ikan dan makanan laut namun tidak membatasi pada konsumsi produk hewan seperti susu, telur, keju dan semacamya.


BACA JUGA: Menjadi Vegetarian Tidak Sesulit Itu Kok: Yuk Intip 7 Tips Menjadi Vegetarian Yang Baik Dari Bob The Koala!


Sementara itu, diet vegan sendiri benar-benar melarang konsumsi segala jenis daging dan produk-produk berbahan hewan. Diet vegan juga biasanya meliputi hingga segala aspek kehidupan. Orang-orang yang menganut gaya hidup vegan umumnya juga menghindari produk yang melibatkan hewan. Sebagai contoh, mereka tidak akan menggunakan pakaian atau kosmetik yang terbuat dari hewan atau melakukan percobaan pada hewan.

Manfaat Kesehatan: Sistem Kekebalan hingga Menjaga Berat Badan

@Racool_studio via Freepik

Setelah mengetahui secara umum apa itu plant-based diet, kamu tentu perlu mengenali manfaat yang ditawarkan jenis diet satu ini. Mengonsumsi makanan yang didominasi oleh nabati terutama yang mengalami sedikit pengolahan dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh kamu.

Tumbuhan sendiri memang dikenal kaya akan vitamin, mineral, fitokemikal dan antioksidan yang senantiasa membuat sel-sel dalam tubuh kamu tetap sehat dan tubuh kamu seimbang. Dengan begitu, sistem kekebalan kamu dapat bekerja dalam kondisi terbaiknya.

Kandungan antioksidan dan fitokemikal tersebut juga sangat berguna dalam menangkal radikal bebas. Dengan konsumsi makanan plant-based, racun dalam tubuh yang berasal dari polusi, makanan olahan, bakteri, virus dan lainnya akan dinetralisir sehingga peradangan yang terjadi pada tubuh akibat racun tersebut pun berkurang.

Peradangan atau inflamasi yang berkelanjutan sendiri dapat merusak sel-sel di tubuh kamu sehingga dapat meningkatkan risiko terhadap kanker dan penyakit radang lainnya seperti artritis (peradangan pada sendi). Nah, plant-based diet ini akan membantu untuk mengatasi pemicu dari penyakit-penyakit tersebut.

Kedua fungsi tersebut juga tidak terlepas dari kandungan serat yang tinggi dalam makanan plant-based. Nutrisi dalam makanan tersebut cenderung lebih mudah diserap sehingga mempermudah proses kekebalan tubuh serta pengurangan inflamasi. Selain itu, serat juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menstabilkan gula dalam darah.

Hal lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker adalah dengan menjaga berat badan kamu. Salah satu hal yang diyakini dapat meningkatkan risiko tersebut adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas sendiri dapat menyebabkan peradangan serta ketidakseimbangan hormon yang kemudian mengarah pada risiko kemungkinan terkena kanker.

Dengan mengonsumsi makanan yang didominasi oleh nabati, kamu tentunya terhindar dari makanan-makanan yang umumnya membuat berat tubuh kamu naik. Selain itu, kadar air, serat serta karbohidrat kompleks dari makanan nabati juga dapat menjaga perut merasa kenyang lebih lama dan dengan begitu akan meningkatkan penggunaan energi saat kamu berisirahat.

 

Manfaat Kesehatan: Hipertensi hingga Awet Muda

@xb100 via Freepik

Berdasarkan beberapa studi, plant-based diet dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hipertensi sendiri merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

Selain mengurangi risiko terkena hipertensi, plant-based diet ini juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung kamu. Dengan menambahkan lebih banyak nabati di piring kamu, konsumsi daging pun akan berkurang. Sebagaimana kamu tahu, daging merupakan makanan yang mengandung lemak jenuh. Jika dikonsumsi berlebih, lemak tak jenuh tersebut akan berkontribusi pada munculnya berbagai masalah jantung.

Diabetes tipe 2 juga bisa kamu cegah dengan rutin mengonsumsi makanan plant-based. Seperti yang Bob sebutkan sebelumnya, makanan plant-based tinggi akan serat serta antioksidan yang dapat membantu mengatur kadar gula dalam darah. Selain itu, plant-based diet ini juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas dan mengurangi resistensi terhadap insulin.

Nah, buat kamu yang ingin selalu tampak segar dan awet muda, plant-based diet tentu sayang untuk dilewatkan. Pasalnya, makanan yang tinggi akan buah, sayur, gandum serta rendah gula, garam dan daging olahan dapat mendorong proses penuaan yang sehat. Hal ini juga cukup berperan dalam mencegah kondisi kesehatan yang umumnya dirasakan saat menua. Bagaimana? Setelah tahu apa itu plant-based diet dan berbagai manfaatnya, apa kamu mulai tertarik?


BACA JUGA: 10 Manfaat Menjadi Seorang Vegetarian Bagi Kesehatan

Bagaimana Cara Memulainya?

@pablodelafuente via Unsplash

Setelah cukup tahu sedikit gambaran tentang apa itu plant-based diet serta manfaatnya, kamu mungkin kebingungan dengan bagaimana kamu memulai pola makan ini. Jika masih pemula dan belum terbiasa dengan makanan berbasis nabati, memulai diet ini mungkin bukanlah hal yang mudah.

Untuk itu, mulailah dengan langkah kecil. Kamu tidak perlu langsung memakan segala hal berbau nabati karena mungkin tidak semua orang cocok melakukan diet ini. Kamu perlu mengenali terlebih dahulu karakteristik tubuh kamu, apakah kamu cenderung meat-based atau plant-based.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menambahkan lebih banyak nabati untuk asupan energi kamu. Kamu tentu perlu memastikan untuk memilih tumbuhan dengan berbagai warna karena umumnya setiap warna menunjukkan kandungan serta manfaat tertentu.

Konsumsi nabati ini masih bisa kamu barengi dengan konsumsi daging dan produk susu. Asupan makanan yang tinggi akan sayur dan buah (dengan atau tanpa mengonsumsi daging dan produk susu) masih dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan lainnya. Namun, sebaiknya kamu menjadikan daging atau produk susu ini sebagai hiasan saja, bukan makanan utama.

Selain itu, jika kamu masih mengonsumsi makanan hewani, pastikan bahwa makanan tersebut berkualitas dan lebih baiki jika berasal dari peternakan lokal. Contohnya adalah:

  • Telur dan produk susu pasture-raised (dari ayam yang dikembangbiakkan di padang rumput)
  • Unggas  yang dibiakkan secara bebas (kalau bisa organik)
  • Daging merah yang berasal dari hewan yang dibiakkan di padang rumput atau diberi makan rumput
  • Makanan laut yang berasal dari alam dengan menerapkan sustainable fishery

Selanjutnya, kamu juga bisa memulai hari kamu dengan sarapan whole grain seperti gandum, kinoa, dan buckwheat dengan tambahan buah, kacang-kacangan atau biji-bijian. Selain itu, kamu juga bisa bermain dengan kreativitas kamu dengan memanfaatkan berbagai sumber nabati yang ada di sekitar kamu. Salah satunya adalah dengan membiasakan diri memasak makanan nabati setidaknya seminggu sekali.

Liburan Nyaman Bersama Bobobox

Agar diet kamu berjalan dengan lancar, kamu tentu harus terbebas dari segala tekanan yang membuat kesehatan mental kamu terganggu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah meluangkan waktu untuk menyegarkan serta recharge pikiran dan tubuh kamu dengan berlibur.

Untuk masalah akomodasi, serahkan saja pada Bobobox! Tempatnya nyaman dan aman, harganya terjangkau dan fasilitasnya pun menarik. Bobobox sendiri sudah bisa kamu jumpai di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Solo. Untuk mempermudah proses booking dan transaksi, yuk unduh dulu aplikasinya di Play Store atau App Store!

You might also like