Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Apa Itu “Pandemic Fatigue” Fase yang Sedang Dihadapi Masyarakat Indonesia

Lelah, jenuh, marah tanpa ada kepastian

Sepanjang tahun 2020, masyarakat dunia termasuk Indonesi dipusingkan dengan merebaknya COVID-19 yang menjangkit hampir seluruh negara di dunia. Berbagai perubahan serta penyesuaian pun dilakukan demi bisa memutus penyebaran virus penyebab penyakit tersebut.

Sayangnya, memasuki tahun 2021, belum ada tanda-tanda pasti bahwa pandemi COVID-19 ini akan segera berakhir meskipun penggunaan vaksin sudah mulai diberlakukan. Hal ini lantas membuat masyarakat mengamali pandemic fatigue.

Apa itu pandemic fatigue? Yuk simak lebih jauh di bawah ini!

Apa itu Pandemic Fatigue?

@entersge via Unsplash

Istilah pandemic fatigue mungkin masih terdengar awam di telinga sebagian masyarakat sehingga menimbulkan tanya tentang apa itu pandemic fatigue. Istilah pandemic fatigue ini bisa diartikan sebagai perasaan lelah terhadap segala hal berbau pandemi yang sejauh ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda akan segera berakhir.

Setiap harinya selalu ada informasi terbaru tentang bertambahnya jumlah penderita COVID-19 sehingga pemerintah pun semakin gencar menyerukan agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan. Selain itu, tidak sedikit juga orang-orang dari berbagai kalangan yang membagikan pengalaman mereka yang terkena jerat penyakit tersebut dan ikut mengimbau pentingnya mengikuti protokol tersebut.

Beberapa aturan serta protokol yang perlu dipatuhi di antaranya adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, anjuran untuk tetap di rumah serta menghindari kerumunan. Meski data menunjukkan kenaikan jumlah pasien COVID-19 per harinya, rasa lelah akibat pandemi atau pandemic fatigue justru membuat kebanyakan orang cenderung mengabaikan protokol-protokol tersebut.

Ketidakpastian tentang kapan pandemi akan berakhir berbalik menjadi demotivasi dan membuat masyarakat urung untuk mengikuti aturan. Masyarakat mungkin lelah dengan ketidaknyamanan menggunakan masker dalam waktu lama, intensitas mencuci tangan melebihi biasanya serta keterbatasan untuk bergerak, melakukan berbagai kegiatan hingga berjumpa teman dan keluarga.

Banyak hal yang terlewatkan serta kejadian pahit yang menimpa. Sebut saja kehilangan pekerjaan, kematian orang terkasih, hilangnya kesempatan untuk merayakan atau menghadiri acara-acara besar dan penting  (seperti wisuda,  pernikahan, pemakaman, dan hari raya), penutupan sekolah, tempat kerja dan tempat hiburan atau bermain, tidak bisa pulang ke kampung halaman serta tidak bisa melakukan hobi seperti biasanya.

Semuanya harus ditahan dalam jangka waktu lama dan tidak menentu.  Karena itu, wajar saja jika pandemi yang berkepanjangan ini membuat jenuh dan berpengaruh negatif pada perasaan, pikiran dan perilaku banyak orang.

Gejala Pandemic Fatigue

@cameramandan83 via Unsplash

Setelah mengenal apa itu pandemic fatigue, ketahui juga seperti apa gejala jika kamu mengalami kelelahan akibat pandemi ini. Sebelum memasuki pembahasan lebih jauh, pandemic fatigue ini bukanlah suatu kondisi kesehatan yang bisa didiagnosa layakanya penyakit atau gangguan. Istilah ini hanya digunakan untuk menjelaskan dampak yang ditimbulkan COVID-19 pada perasaan, perilaku dan pikiran masyarakat.

Pandemic fatigue ini bisa menunjukkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orangnya. Namun, yang umum dirasakan adalah:

  • Rasa gelisah
  • Kesal dan tidak sabaran
  • Tertekan oleh tugas-tugas yang sebelumnya dapat kamu kerjakan dengan baik
  • Kesulitan berkonsentrasi saat menjalankan tugas
  • Kurangnya motivasi
  • Menarik diri dari sosialisasi dengan orang lain
  • Perubahan dalam pola makan (misal makan lebih banyak)
  • Cukup tidur namun tetap lelah
  • Peningkatan konsumsi alkohol atau obat-obatan
  • Merasa tidak punya harapan untuk masa depan
  • Mulai melepas kebiasaan menggunakan masker dan mencuci tangan
  • Tidak begitu memperhatikan jaga jarak aman

Pandemic fatigue ini bisa dirasakan setiap orang namun cenderung dilakukan oleh anak-anak muda. Mereka umumnya terbiasa berkegiatan di luar atau yang masih dalam tahap membangun pertemanan yang dianggap penting di tahap kehidupan mereka sekarang ini. Karenanya, melanggar aturan mungkin terkesan menggiurkan.

Menurut WHO sendiri, pandemic fatigue ini adalah hal yang wajar. Hanya saja, bukan berarti kesehatan dan keamanan bersama harus diabaikan. Dalam hal ini, kamu perlu merenungkan kembali tujuan di balik segala keterbatasan dan larangan yang ada, yakni untuk kesehatan bersama.

Cara Menghadapi Pandemic Fatigue

@leohoho via Unsplash

Setelah mengetahui apa itu pandemic fatigue beserta gejala-gejalanya, ketahui juga yuk bagaimana cara kamu menghadapinya. Jika kamu merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami pandemic fatigue, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar rasa lelah tidak berlarut-larut. Hahl-hal tersebut mungkin tidak akan membuat COVID-19 segera berakhir, namun bisa membantu menghadapi tekanan yang kamu rasaka.

Ingatkan Diri

Hal yang paling sederhana jika kamu mulai abai dengan berbagai protokol kesehatan adalah dengan mengingatkan diri sendiri bahwa hal tersebut adalah salah satu cara untuk mengendalikan situasi pandemi saat ini. Dengan begitu, harapan kamu meningkat dan kamu juga berkontribusi pada kesehatan keluarga serta masyarakat.

Olahraga Hingga Meditasi

Selanjutnya, tetaplah berolahraga. Selain untuk menjaga kesehatan tubuh secara fisik, olahraga juga merupakan kegiatan yang dapat mengeluarkan hormon bahagia. Dengan begitu, kamu juga mendapat manfaat secara psikologis sehingga membantu menurunkan tingkat stres kamu.

Selain olahraga, kamu juga bisa mencoba mengontrol tingkat stres dan kecemasan dengan melakukan latihan pernapasan dan meditasi secara rutin. Hal ini juga termasuk latihan sederhana yang bisa kamu lakukan setidaknya tiga kali dalam sehari. Kamu cuma perlu menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya secara perlahan.

Latihan ini akan membantu kamu mengingatkan tubuh bahwa kamu tidak sedang dalam bahaya. Satu menit saja latihan bernapas, kamu bisa meredakan kecemasan yang melanda kamu. Hal ini selanjutnya akan membuat kamu lebih tenang dan fokus.

Hindari Doomscrolling

Langkah selanjutnya, hindarilah melihat berita-berita tentang COVID-19 yang sekiranya akan membawa pengaruh negatif. Kecenderungan untuk menelusuri berita-berita negatif sendiri bisa disebut dengan istilah doomscrolling. Jika terus dilakukan, kamu bisa terus dihantui rasa takut, ketidakpastian, kecemasa dan akhirnya kelelahan.

Untuk itu, kamu bisa menghindari berita-berita semacam itu untuk dengan menjauhkan diri dari media sosial atau tayangan TV. Kamu bisa menghapus aplikasi media sosial dari ponsel kamu atau jadwalkan kapan kamu boleh membuka media sosial dan batasi waktunya. Batasi juga sumber berita kamu sehingga kamu memperoleh informasi hanya dari sumber terpercaya dan akurat. Sebagai ganti kegiatan bermedia sosial, lakukanlah kegiatan positif lain seperti membaca buku, mengdengarkan musik, atau menonton tayangan yang menghibur.

Komunikasi

Jika kamu mulai menarik diri akibat pandemic fatigue ini, kamu bisa mencoba kembali untuk terhubung dengan keluarga atau teman-teman. Jika berjauhan, manfaatkan telepon atau panggilan video di ponsel kamu. Kamu mungkin akan dikejutkan dengan fakta bahwa mereka merasakan hal yang sama dengan kamu. Dengan begitu, kamu akan terhindari dari perasaan terisolasi atau sendirian yang kemudian mengarah pada kelelahan.

Recharge Energi

Di saat yang penuh kesulitan dan tekanan ini, kamu perlu beristirahat dari segala kejenuhan. Tentunya ada berbagai cara sederhana yang bisa kamu lakukan seperti berjalan santai, memanjakan diri dengan perawatan tubuh, atau sekadar staycation. Di masa pandemi ini, mungkin agak sulit bagi kamu untuk berlibur. Karena itu, sekadar berstaycation sambil menenangkan diri namun tetap menghindari kerumunan bisa jadi altenatif buat kamu.

Dalam hal ini, sebaiknya kamu memilih hotel yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi yang baik. Salah satu hotel aman yang bisa kamu pilih adalah Bobobox. Hotel kapsul yang satu ini telah menerapkan beberapa aturan yang wajib diikuti oleh semua orang yang berada di area Bobobox.

Aturan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh oleh host serta kewajiban menggunakan masker untuk semua pihak, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dengan tim Bob dan tamu lain, serta menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki area pod. Kamu juga diharuskan untuk menggunakan siku kamu jika ingin menekan tombol lift atau membuka pintu. Selain itu, bawalah alat makan dan alat salat pribadi.

Untuk keperluan kesehatan, Bobobox juga menyediakan obat-obatan standar yang bisa kamu gunakan agar tubuh kamu tetap sehat dan fit. Yuk segera unduh aplikasi Bobobox di Play Store  dan App Store, dijamin aman dan nyaman!

 

You might also like