Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali Apa Itu Aphasia, Kondisi Kesulitan Berkomunikasi yang Diderta Bruce Willis

Kerusakan pada otak menjadi pemicunya

Apa itu aphasia mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Namun, topik tentang aphasia sempat menjadi perbincangan setelah aktor ternama Hollywood Bruce Willis harus mundur dari dunia akting akibat vonis gangguan tersebut.

Kabar tersebut disampaikan oleh pihak keluarga Bruce Willis tanpa memberikan detail lebih lanjut terkait kemungkinan penyebabnya. Hal ini tentu semakin membuat banyak orang penasaran tentang gangguan tersebut  serta gejala-gejala dan penyebabnya.

Meski masih terdengar asing, gangguan satu ini telah dialami oleh banyak orang. Karena itu, tidak ada salahnya kamu mengetahui lebih lanjut apa itu aphasia, baik sebagai bentuk antisipasi ataupun untuk menambah wawasan kamu. Yuk, ketahui lebih lanjut bersama Bob!

Apa itu Aphasia?

via vibrahealthcare.com

Secara garis besar, apa itu aphasia mengacu pada gangguan bahasa yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi. Hal ini dipengaruhi oleh kerusakan pada satu atau lebih bagian otak yang mengontrol bahasa.

Akibatnya, kemampuan seseorang dalam berbicara, menulis, membaca, mendengarkan dan memahami kata-kata atau pembiacaraan akan terganggu. Namun, gangguan bahasa ini tidak serta merta berpengaruh langsung pada semua hal tersebut. Saat salah satu bagian otak mengalami cedera tetapi bagian lain tetap sehat, maka sebagian fungsi bahasa mungkin terpengaruh. Namun, sebagian lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Gangguan ini juga berbeda dengan ketidakmampuan untuk berbicara akibat kelumpuhan bibir atau lidah. Saat seseorang mengalami aphasia, daya ingat serta tingkat kecerdasannya juga tidak terpengaruh.

Dengan kata lain, kamu tidak bisa menyebutnya memiliki gangguan mental atau penurunan inteligensi. Hanya saja, penderita kerap keliru dalam memilih atau merangkai kata untuk membentuk kalimat yang benar.

Penyebab Aphasia

Untuk lebih memahami apa itu aphasia, kamu juga bisa mengenalinya lewat penyebab terjadinya gangguan tersebut. Penyebab paling umumnya adalah stroke.

Stroke akan menghambat aliran darah ke otak. Tidak adanya pasokan darah berisi nutrisi dan oksigen kemudian mengakibatkan kematian pada sel otak atau kerusakan pada bagian otak yang memproses bahasa.

Namun, gangguan ini juga bisa muncul akibat cedera kepala, tumor otak atau ensefalitis. Pada kasus-kasus tersebut, gejala seperti gangguan daya ingat dan kesadaran biasanya menyertai aphasia.

Selain itu, penyakit-penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sel otak seperti Alzheimer, demensia, dan Parkinson juga bisa menjadi penyebab lain gangguan aphasia. Dalam kasus ini, aphasia biasanya muncul secara bertahap seiring dengan perkembangan penyakit.


Baca Juga: Jangan Langsung Kerja! Lakukan Ritual Pagi Yang Baik Bagi Otak Ini Dulu Sebelum Mulai Beraktivitas


Jenis-Jenis Aphasia

Mengetahui apa itu aphasia berarti mengenali juga jenis-jenisnya. Ada tiga tipe umum aphasia yaitu Broca’s aphasia, Wernicke’s aphasia dan global aphasia.

Broca’s Aphasia

Broca’s Aphasia juga dikenal sebagai motor aphasia atau eskpresif. Jenis ini biasanya berkaitan dengan kerusakan otak di bagian kiri depan. Dalam kasus ekspresif, penderita umumnya tahu apa yang ingin ia sampaikan. Kemampuan membaca dan memahaminya juga tetap bagus.

Hany saja, dia mengalami kesulitan dalam mengungkapkannya. Karena itu, ia akan berbicara dalam kalimat pendek dan menghilangkan kata dalam kalimat. Pendengarnya biasanya paham maksud pembicaraan penderita. Selain itu, penderita juga seringkali sadar akan kondisi tersebut dan merasa frustasi.

Wernicke’s Aphasia

Wernicke’s aphasia memiliki nama lain sensory aphasia atau reseptif. Penyebabnya adalah adanya kerusakan otak di bagian kiri tengah. Saat seseorang mengalami jenis ini, dia akan mengalami kesulitan dalam memahami atau mengerti kata-kata yang ia dengar atau baca.

Akibatnya, ia pun kerap mengucapkan kalimat kompleks yang sulit dimengerti oleh lawan bicara dan mengandung kata-kata tidak perlu, tidak tepat dan tidak bisa dikenali. Penderita kerap kali tidak menyadari bahwa orang lain tidak memahami kalimatnya.

Global Aphasia

Global aphasia kerap terjadi saat seseorang baru saja mengalami stroke. Tipe ini terbilang berat dan disebabkan oleh kerusakan yang luas pada otak. Dalam kasus ini, meski masih bisa mengatakan beberapa kata yang mudah dikenali, penderita mengalami kesulitan dan bahkan tidak mampu untuk membaca, menulis dan memahami perkataan orang lain.

Selain ketiga jenis itu, ada juga aphasia progresif primer dan anomik. Gangguan progresif primer termasuk jarang terjadi, namun sulit untuk ditangani. Penderita jenis ini biasanya mengalami penurunan kemampuan membaca, menulis, berbicara hingga memahami percakapan yang terjadi secara perlahan.

Sementara itu, gangguan anomik menyebabkan penderita kesulitan untuk memilih dan menemukan kata-kata yang tepat untuk suatu objek atau hal lain saat berbicara dan menulis. Meski begitu, tata bahasa kalimat yang mereka utarakan tepat dan kemampua mendengarkan dan membaca tetap bagus.


Baca Juga: Simak Fakta Seputar Jenis-Jenis Mimpi Berikut Ini! Mana Yang Pernah Kamu Alami?


Gejala Aphasia

apa itu aphasia dan gejalanya
@priscilladupreeez/Unsplash

Apa itu aphasia juga bisa kamu pahami melalui gejala-gejalanya. Aphasia sendiri sebenarnya merupakan gejala dari kondisi kesehatan lain seperti stroke atau tumor otak.

Orang yang mengalami gangguan ini biasanya menunjukkan berbagai gejala, dari sedang hingga parah. Hal tersebut tergantung pada lokasi kerusakan yang terjadi di otak dan tingkat keperahannya. Gejala-gejala tersebut biasanya tumpang tindih antar jenis-jenis aphasia. Karena itu, penderita akan membutuhkan pendapat profesional untuk mengatasi gangguan tersebut.

Secara umum, penderita aphasia bisa menunjukkan gejala seperti ini umumnya meliputi:

  • Berbicara dengan kalimat pendek tidak lengkap
  • Mengganti satu kata dengan kata lain (misal pena dengan spidol) atau satu bunyi dengan bunyi lain
  • Berbicara dengan kalimat-kalimat tidak masuk akal
  • Mengucapkan kata-kata yang aneh atau tidak bisa dikenali
  • Menulis kalimat yang tidak masuk akal
  • Menggunakan kata-kata dalam urutan yang tidak tepat
  • Tidak memahami pembicaraan orang lain
  • Terbalik mengucapkan kata, seperti terima kasih menjadi kasih terima
  • Kesulitan memahami pembicaraan yang cepat
  • Keliru menangkap makna kiasan atau lelucon

Baca Juga: Ini Dia 7 Ciri Gangguan Kesehatan Mental Mesti Kamu Ketahui


Periksakan Diri ke Dokter

Tingkat keparahan tergantung pada sejumlah faktor seperti penyebab dan seberapa jauh kerusakan yang terjadi pada otak. Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Selain itu, mengingat stroke sebagai penyebab paling umum, sebaiknya jangan  mengabaikan tanda-tanda seperti:

  • Rasa lemas atau mati rasa pada lengan
  • Kesulitan berjalan
  • Wajah asimetris
  • Sakit kepala hebat

Dokter akan mendiagnosis setelah menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Selain itu, dokter juga akan menjalanka serangkaian tes untuk menilai kemampuan bahasa pasien, seperti:

  • Menyebutkan objek dengan awalan huruf tertentu
  • Membaca atau menulis
  • Mengajak berbicara
  • Memahami arahan dan perintah

Diagnosis lebih komprehensif akan melibatkan CT scan dan MRI untuk menentukan lokasi dan tingkat kerusakan otak yang menjadi penyebab aphasia. Setelah mengetahui penyebabnya, penderita bisa melakukan terapi wicara dan bahasa. Terapi biasanya melibatkan anggota keluarga untuk membantu penderita berkomunikasi.

Melalui terapi ini, penderita akan:

  • Mempelajari kembali kemampuan berbahasa
  • Melatih kemampuan berbahasa yang sudah ada
  • Mempelajari cara lain untuk berkomunikasi

Recharge Energi? Bobobox Saja!

Jangan biarkan stres memengaruhi kesehatan tubuh kamu. Maka dari itu, yuk, recharge energi kamu dengan staycation di Bobobox! Hotel kapsul satu ini memang menawarkan kenyemanan bagi pengunjung dengan berbagai fasilitas yang bikin betah.

Salah satunya adalah fasilitas moodlamp yang tersedia untuk memastikan kualias tidur tetap terjaga. Moodlamp ini menyediakan banyak pilihan warna lampu yang bisa kamu ubah sesuai dengan suasana hati dan kenyamanan kamu, dari remang hingga terang. Yuk, unduh dulu aplikasi Bobobox untuk reservasi dan informasi lebih lanjut!

You might also like