Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kenali 5 Mitos Kulit Berminyak Berikut supaya Nggak Salah Langkah!

Tidak perlu pelembab dan sunscreen?

Masalah pada kulit wajah kerap kali membuat kesal, pasalnya hal tersebut bisa sangat mengganggu penampilan dan mengundang ketidakpercayadirian. Untuk mengatasinya pun bukanlah perkara asal-asalan. Setidaknya, kamu perlu mengenali terlebih dahulu jenis kulit apa yang kamu miliki.

Kulit wajah sendiri umumnya dibagi ke dalam lima jenis yakni normal, kering, berminyak, sensitif dan kombinasi. Setelah mengetahui jenis kulit apa yang kamu miliki, kamu bisa mengambil langkah perawatan serta pencegahan yang tepat mengingat beda tipe kulit beda pula cara-cara serta produk perawatan yang harus kamu gunakan. Dengan begitu, keinginan untuk mendapatkan kulit bersih dan sehat pun bisa segera terwujud.

Kalau boleh memilih, banyak orang mungkin berharap memiliki kulit normal saja karena jenis kulit tersebut terbilang mudah dirawat. Namun, kamu tentu tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan serta mengatasi masalah kulitnya.

Setiap jenis kulit tentu memiliki masalahnya masing-masing dan salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah jenis kulit berminyak. Produksi sebum berlebihan pada kulit berminyak membuat wajah tampak mengkilap, lengket, kusam dan berpori-pori besar.

Untuk mengatasi jenis kulit ini, kamu tentu harus ekstra hati-hati. Selain menemukan produk yang tepat agar masalah wajah tidak semakin parah, kamu juga perlu mengetahui beberapa mitos kulit berminyak agar tidak salah kaprah dan salah langkah. Apa saja mitos kulit berminyak ini? Simak lima di antaranya di bawah!

Tidak Perlu Pelembab

@cheyennedoig via Unsplash

Kondisi kulit berminyak yang cenderung lengket sampai sering diberi julukan kilang minyak membuat banyak orang beranggapan bahwa jenis kulit satu ini tidak memerlukan pelembab. Mitos kulit berminyak satu ini sebaiknya tidak kamu percaya.

Banyak orang menganggap bahwa penggunaan pelembab pada wajah akan semakin memperburuk keadaan kulit. Faktanya, hal tersebut merupakan usaha dengan niat yang bagus namun berakhir menjadi masalah.

Kulit berminyak bukan berarti kulit tersebut tidak memiliki kandungan air yang cukup. Jika permukaan kulit dibiarkan mengering, justru produksi minyak akan semakin meningkat untuk mengganti kelembaban yang hilang sehingga akhirnya minyak pun menumpuk dan menyumbat pori-pori.

Pelembab atau moisturizer sendiri berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit sehingga kulit kamu tetap terhidrasi. Selain itu, pelembab juga bisa mencegah kulit kamu kering jika kamu sedang menggunakan obat jerawat atau toner yang mengandung asam salisilat dan benzoil peroksida. Untuk pemilihan pelembab, sebaiknya pilihlah pelembab berbahan dasar air, bebas minyak dan berlabel non-comedogenic yang biasanya tidak akan menyumbat pori-por kamu.

Diet Tinggi Lemak Penyebab Kulit Berminyak

@robinstickel via Unsplash

Mitos kulit berminyak berikutnya adalah kulit berminyak disebabkan oleh konsumsi makanan yang tinggi lemak. Untuk masalah ini sendiri, sebenarnya belum ada penelitian yang mengungkapkan bahwa diet yang tinggi lemak menjadi penyebab produksi minyak berlebih pada wajah.

Seorang dermatolog asal Maryland, Chery Frey mengungkapkan bahwa lemak pada makanan dan sebum di wajah terbuat dari komponen yang berbeda. Karenaya, hal tersebut tidak akan memberikan efek apapun pada produksi sebum kamu sebanyak apapun makanan yang kamu konsumsi.

Meski begitu, bukan berarti kamu makanan tidak memiliki peranan penting pada kesehatan kulit. Conohnya diet dengan kandungan susu dan gula yang tinggi yang seringkali memicu adanya peradangan sehingga berisiko menimbulkan breakout dan komedo. Hal ini juga memicu minyak berlebih pada semua jenis kulit. Karena itu, jika kamu mendapati makanan tertentu memicu masalah pada kulit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Kulit berminyak sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal seperti faktor hormon dan genetik. Seberapa aktif kelenjar minyak kamu biasanya sudah terprogram dalam gen semenjak kamu terlahir di dunia. Meski begitu, bukan berarti kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan perawatan yang tepat, produksi minyak tersebut bisa kamu kendalikan.

Pembersihan Berlebih Bisa Mengeringkan Minyak

@torwaiphoto via Freepik

Membersihkan wajah, eksfoliasi serta penggunaan bedak berlebihan untuk mengurangi minyak di wajah merupakan mitos kulit berimnyak lainnya yang perlu kamu hindari. Tindahkan-tindakan lebih detailnya meliputi:

  • Mencuci wajah lebih dari dua kali sehari
  • Eksfoliasi setiap har misal penggunaan masker atau scrub setiap hari
  • Menggunakan bedak setiap jam
  • Menggunakan produk berbahan alkohol

Tinda-tindakan tersebut memang bisa menyerap minyak berlebih. Namun, tahukah kamu bahwa hal-hal itu tidak hanya menghilangkan minyak berlebih, tetapi juga ikut menyingkirkan kelembaban yang penting untuk kulit kamu.

Mencuci muka lebih dari dua kali sehari akan menghilangkan minyak pelindung alami kulit dan mengikis penghalang lipid alaminya. Selain itu, pembersihan muka berlebihan akan membuatnya terlalu kering sehingga kemudian berakhir dengan produksi minyak yang semakin meningkat. Untuk itu, cucilah muka sewajarnya dan gunakan produk yang berbahan lembut, tanpa busa berlebih dan tanpa bahan pewangi yang dapat mengganggu kelembaban dan kesehatan kulit.

Sementara itu, eksfoliasi setiap hari juga tidak akan memberi keuntungan pada kulit kamu karena hal tersebut juga dapat mengikis permukaan kulit sehingga menimbulkan iritasi dan kemerahan. Karena itu, sebaiknya lakukan juga eksfoliasi seminggu sekali dengan menggunakan scrub lembut atau eksfolian kimia sehingga lapisan kulit tidak rusak, tertarik bahkan tercabik.

Lalu, untuk penggunaan produk berbahan alkohol, produk tersebut memang dapat menghilangkan lapisan minyak pada kulit. Namun, hal tersebut tidak akan meningkatkan kesehatan kulit kamu dalam jangka panjang. Sama halnya seperti mencuci wajah berlebihan, kulit kamu akan cenderung mengering sehingga memproduksi lebih banyak minyak. Selain itu, kulit juga bisa iritasi hingga menjadi sensitif.

Sunscreen Memperparah Kulit Berminyak

@user18526052 via Freepik

Mitos kulit berminyak lainnya adalah anggapan bahwa penggunaan sunscreen dapat memperparah jenis kulit tersebut. Selama ini, sunscreen mungkin sering dianggap terlalu berat dan lengket sehingga bisa memporakporandakan kulit beminyak.

Faktanya, tidak semua sunscreen terbuat dari bahan seperti itu. Sekarang ini, kamu sudah bisa menemukan banyak jenis sunscreen yang sesuai untuk kulit berminyak, yakni yang berbahan ringan dan oil-free. Selain itu, penggunaan sunscreen sendiri merupakan salah satu rutinitas perawatan kulit yang wajib dilakukan untuk melindungi kamu dari sengatan matahari serta ancaman dari kanker kulit.

Karena itu, hindarilah aktivitas di bawah sinar matahari apalagi tanpa perlindungan tabir surya. Meskipun terkesan dapat mengeringkan minyak di wajah, terpaan sinar matahari juga dapat meningkatkan produksi sebum untuk mengganti minya yang mengering tersebut.

Kulit Berminyak Identik dengan Jerawat

@user18526052 via Freepik

Mitos kulit berminyak lainnya adalah bahwa kulit berminyak cenderung berjerawat. Memiliki kulit berminyak bukan berarti kulit kamu akan berjerawat. Kamu mungkin sering mendapati keduanya secara bersamaan. Hal tersebut biasanya terjadi karena pori-pori tersumbat akibat minyak berlebih bersamaan dengan  adanya tumpukan sel kulit mati, polusi, kotoran dan masalah kebersihan dan kemudian bercampur dengan bakteri.

Meskipun keduanya seringkali terjadi bersamaan, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan mengenai penyebab. Sebut saja faktor genetik, hormon dan stres.

Bagaimana dengan Awet Muda?

@valuavitaly via Freepik

Kulit berminyak kerap kali dikaitkan dengan wajah yang lebih awet muda. Hal ini tidak bisa dikatakan sebagai mitos kulit berminyak karena minyak pada kulit sendiri memiliki manfaat untuk mencegah kerutan.

Berdasarkan beberapa penelitian, pemilik kulit berminyak cenderung memiliki lebih sedikit kerutan seiring dengan bertambahnya usia karena banyaknya kelenjar sebasea. Kelenjar sebasea sendiri sering dikaitkan dengan dermis yang lebih tebal sehingga garis-garis halus pada wajah bisa dicegah. Akan tetapi, alasan pasti di balik hal ini belum dapat ditemukan dan pemilik kulit berminyak tentu akan menunjukkan penuaan seperti jenis kulit lainnya.

Butuh liburan, staycation, atau suasana baru buat kamu yang WFH? Bobobox bisa menjadi pilihan yang tepat. Akomodasinya nyaman dengan tempat tidur yang cukup luas, harganya terjangkau, dan keamanan sangat terjamin apalagi dengan adanya fitur keyless access ke dalam pod kamu. Selain itu, kebersihan juga sangat diperhatikan dengan kehadiran tim cleaner yang senantiasa melakukan pembersihan berkala baik di pod maupun fasilitas Bobobox lainnya.

Unduh dulu yuk aplikasinya di Play Store atau App Store kalau kamu sudah mantap mau booking pod di Bobobox! Pilih saja lokasi mana yang kamu mau karena Bob sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Solo.

You might also like