Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Kebiasaan Wisata Yang Akan Berubah Setelah Wabah COVID-19 Berakhir

Sektor pariwisata yang sedang mati suri akan hidup lagi setelah wabah COVID-19 berakhir, namun adakah kebiasaan wisata yang akan berubah setelah ini?

Wabah COVID-19 yang menyerang hampir semua negara di dunia, tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan saja. Salah satu sektor yang paling terkena imbas dari wabah ini adalah sektor ekonomi. Perekonomian yang mandeg membuat krisis ekonomi setelah wabah corona menjadi ancaman yang nyata.

Salah satu sektor yang mati suri karena perekonomian yang mandeg adalah sektor pariwisata. Tentu saja sektor ini sangat mengandalkan mobilitas orang banyak untuk menghidupkan perekonomian. Lockdown serta pembatasan ketat di berbagai negara membuat aktivitas pariwisata tidak mungkin untuk dilakukan.

Beberapa pegiat wisata mengatakan, wabah virus corona ini akan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kebiasaan wisata masyarakat dunia. Nah, kira-kira, seperti apa sih dunia pariwisata pasca wabah corona?

Masker, Hand Sanitizer, dan Sarung Tangan

wisata

Wabah virus corona memaksa setiap orang untuk menjadi jauh lebih menjaga kebersihan. Yang tidak terbiasa memakai masker, sekarang sudah banyak peraturan di berbagai daerah yang mewajibkan untuk memakai masker atau kalau tidak kamu akan kena denda.

Bagi kamu yang jarang cuci tangan, semenjak wabah corona, pasti sudah lebih rajin cuci tangan. Kamu mungkin bisa cuci tangan lebih dari lima kali setiap harinya. Nah, kebiasaan wisata yang mungkin akan berubah adalah bagaimana wisatawan akan menambahkan masker, hand, sanitizer, maupun sarung tangan ke dalam bagasinya.

Selain itu, fasilitas-fasilitas di tempat umum atau di pusat-pusat wisata mungkin akan dilengkapi dengan wastafel lbeserta sabun pencuci tangan. Souvenir-souvenir dari hotel, bandara, maupun tempat wisata mungkin akan berisi hand sanitizer, sarung tangan, ataupun masker juga.

Disinfeksi Tempat Umum

Kegiatan disinfeksi memang kerap dilakukan selama masa wabah COVID-19 untuk mencegah penyebaran virus corona. Baik tempat umum maupun di dalam rumah, tidak luput dari kegiatan disinfeksi.

Kebiasaan wisata yang akan berubah setelah masa wabah ini salah satunya adalah kegiatan disinfeksi. Beberapa agensi dan pegiat wisata memprediksi berbagai hotel, restaurant, hingga tempat-tempat umum dan pusat-pusat pariwisata masih akan melakukan disinfeksi beberapa bulan setelah wabah ini berakhir.

Hotel-hotel pun akan melengkapi fasilitasnya dengan alat disinfeksi sederhana di dalam kamar. Kebiasaan wisata yang berubah ini bisa dibilang positif karena standar kebersihan di sektor pariwisata meningkat..

Pariwisata Meledak Atau Justru Melambat?

wisata

Tidak sedikit yang memprediksi, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa sektor pariwisata akan melonjak seiring berakhirnya wabah COVID-19. Orang-orang di seluruh dunia yang sedang dalam karantina hingga berbulan-bulan, sudah tidak sabar menunggu untuk traveling kembali.

Maka dari itu, beberapa kebijakan untuk mengembangkan sektor pariwisata di tengah masa wabah COVID-19 sedang dipersiapkan. Tujuannya adalah supaya pariwisata termasuk di Indonesia siap untuk menghadapi gelombang turis yang akan datang setelah wabah COVID-19 selesai.

Namun, tidak sedikit juga yang pesimis tentang prediksi melonjaknya wisatawan setelah wabah COVID-19. Mereka yang ragu dan berpendapat bahwa tidak mudah untuk langsung kembali ke kebiasaan wisata yang normal seperti sebelum wabah COVID-19 terjadi.

Butuh waktu bagi wisatawan untuk memberanikan diri memulai wisata lagi. Agensi-agensi wisata pun harus meyakinkan wisatawan bahwa perjalanan mereka akan aman. Laju petumbuhan sektor pariwisata pun diperkirakan tidak akan melonjak cepat namun perlahan seiring keyakinan masyarakat untuk kembali berwisata bertambah,

Physical Distancing

Kebiasaan baru yang diterapkan selama wabah COVID-19 ini tentu saja physical distancing. Bagi masyarakat Indonesia yang sangat kolektif, physical distancing merupakan tantangan baru.

Namun, setelah lebih dari satu bulan pemerintah menghimbau supaya masyarakat melakukan physical distancing, masyarakat pun semakin terbiasa dengan aktivitas ini.

Begitu pula jika wabah COVID-19 ini telah usai, kebiasaan physical distancing ini tidak akan serta merta hilang. Hal ini juga yang menjadi prediksi teman-teman penggiat wisata bahwa akan ada satu lagi kebiasaan wisata yang berubah setelah wabah COVID-19.

Masyarakat yang sudah terbiasa dengan physical distancing cenderung akan menghindari kerumunan orang. Disini juga diharapkan pemerintah dan pelaku bisnis di sektor pariwisata menjadi lebih sensitif.

Ada baiknya jika di tempat-tempat umum dan pusat-pusat wisata diberikan ruang yang cukup bagi para wisatawan yang tidak merasa nyaman jika harus berkerumun. Akomodasi hotel dan restauran pun harus lebih sigap untuk memberikan ruang-ruang yang cukup sehingga wisatawan masih bisa merasa nyaman dengan menjaga jarak.

Screening Kesehatan di Bandara

wisata

Kebiasaan wisata yang akan berubah lagi setelah wabah COVID-19 adalah antrian di bandara yang kemungkinan akan menjadi lebih lama dan panjang. Kok bisa? Yap, setelah wabah COVID-19 ini selesai, bandara, stasiun, tempat-tempat umum dan pusat-pusat wisata diprediksi masih akan meningkatkan standar keamanannya.

Salah satunya adalah dengan mengecek atau screening kesehatan wisatawan pada saat check-in sebelum mengunjungi tempat-tempat wisata. Mulai dari mengecek suhu tubuh hingga surat keterangan sehat dari dokter kemungkinan akan diminta oleh petugas setempat.

Wajib karantina setelah datang ke tempat baru pun diprediksi akan menjadi kebiasaan wisata yang baru setelah wabah COVID-19. Tentu saja hal ini akan merugikan turis yang hanya memiliki waktu singkat untuk liburan.

Kapan Bisa Mulai Liburan?

Buat kamu yang tidak tahan untuk segera berlibur, sepertinya harus lebih bersabar lagi. Meskipun pemerintah sudah memprediksi bahwa sektor pariwisata akan melonjak setelah wabah COVID-19, namun butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan situasi setelah wabah.

Kebijakan beberapa negara mungkin akan lebih memperketat lagi pengamanan karena memang virus corona ini tidak bisa diprediksi. Banyak yang mengkhawatirkan virus ini akan kembali merebak segera setelah dibukanya portal pariwisata.

Kamu bisa jadi harus menunggu waktu agak lama untuk bisa berwisata ke luar negeri setelah wabah COVID-19 usai. Namun, tidak demikian dengan tempat wisata dalam negeri. Jika tren virus corona ini menurun, maka bisa dipastikan pariwisata akan kembali hidup perlahan.

Tempat-tempat pariwisata dalam negeri akan dibanjiri turis lokal paling pertama jika kurva COVID-19 menurun di Indonesia.

Namun, hal-hal tersebut baru prediksi. Ada baiknya kamu lebih bersiap diri jika mau berlibur setelah masa wabah COVID-19. Kebiasaan-kebiasaan berwisata mungkin akan berubah drastis dan butuh waktu hingga situasi untuk berwisata menjadi kondusif dan normal kembali.

Wisata Singkat Selama Wabah? Staycation di Bobobox Saja!

wisata

Siapa bilang selama wabah ini kamu tidak bisa berlibur? Kamu bisa mencari suasana baru selama karantina ini dengan mencoba wisata staycation di Bobobox. Kamu juga tidak perlu khawatir karena kebersihan di Bobobos sudah mengikuti standar di rumah sakit.

Kalau kamu memutuskan untuk staycation di Bobobox, sebelum kamu masuk ke hotel kapsul kami, suhu tubuhmu akan dicek terlebih dahulu. Bobobox juga telah menyediakan hand sanitizer di ruang bersama untuk digunakan bersama-sama pengunjung yang lainnya.

Kebersihan di Bobobox bagaimana? Tidak usah ditanya lagi. Bobobox adalah hotel kapsul yang sudah terkenal akan kebersihannya. Apalagi di tengah suasana wabah seperti saat ini, Bobobox semakin meningkatkan standar kebersihannya.

Bobobox juga punya banyak promo, lho. Penasaran? Cek terus promonya disini.

 

 

You might also like