Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Bikin Merinding! Ini Dia Kecelakaan Kapal Laut Paling Mengerikan di Dunia!

Menelan korban hingga ribuan jiwa

Kapal laut merupakan salah satu moda transportasi tertua dan menjadi andalan di masa lalu. Alat transportasi tersebut umumnya digunakan untuk membawa barang dan mengantar manusia yang hendak menempuh perjalanan jarak jauh. Sama halnya dengan transportasi lainnya, kemungkinan terjadi kecelakaan kapal laut tentu tidak kecil. Human error, cuaca dan lingkungan yang tidak bersahabat hingga kondisi perang menjadi segelintir alasan penyebab kecelakaan itu terjadi.

Korban pun bergelimpangan bahkan hingga ratusan dan ribuan nyawa melayang. Salah satunya yang terjadi pada kapal Titanic. Nah, selain Titanic, berikut ini adalah kecelakaan kapal laut menyeramkan lainnya di dunia.

Arctic (1854)

via thoughtco.com

Perjalanan kapal Arctic yang dimulai pada 20 September, 1854 menjadi salah satu kecelakaan kapal laut menyeramkan di dunia. Saat itu, Arctic berllayar dari Liverpool, Inggris menuju New York, Amerika Serikat. Memasuki tanggal 27 September, Arctic bertabrakan dengan kapal uap  Prancis yang lebih kecil, Vesta, akibat kehadiran kabut tebal secara tiba-tiba. Meski Vesta tampak mengalami kerusakan parah, nyatanya kapal tersebut masih bisa mengapung dengan aman. Sementara itu, kapal Arctic justru menderita kerusakan fatal yang menyebabkan air laut masuk ke kapal.

Kepanikan pun tak dapat terelakkan. Dari total 400 orang penumpang, hanya 87 orang selamat. 22 di antaranya adalah penumpang sementara sisanya kru kapal. Ironisnya, tidak ada anak-anak dan wanita yang menjadi korban selamat. Arctic sendiri hanya membawa enam sekoci yang jika digunakan dan diisi secara efektif dapat menampung hingga 180 orang atau hampir semua penumpang termasuk anak-anak dan wanita. Sayangnya, sekoci dilemparkan sembarangan dan tidak terisi penuh. Intruksikan untuk mendahulukan anak-anak dan wanita juga diabaikan dan sejumlah kru kapal dan penumpang laki-laki justru berebut menuju sekoci.

Penumpang yang tertinggal berusaha menyelamatkan diri sendiri namun dinginnya air membuat penyelamatan terasa mustahil. Sementara itu, kapten kapal berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kotak kayu kapal sebelum diselamatkan oleh kapal lain. Para penumpang selamat menerima banyak kritik tajam karena telah melanggar kode etik yang melarang pelaut mementingkan diri sendiri sebelum penumpang di dalam kondisi  darurat. Meski begitu, tidak ada dari mereka yang dituntut karena aksi tersebut.

Sultana (1865)

via battlefields.org

Tragedi kapal uap Sultana menjadi salah satu kecelakaan kapal laut menyeramkan dalam sejarah Amerika. Tahun 1865 merupakan akhir dari Perang Saudara di tanah Amerika. Selama perang, banyak tentara Union terjebak di dalam penjara konfederasi dan akhirnya bisa bebas dan pulang setelah perang berakhir.

Mereka kemudian menaiki kapal Sultana pada tanggal 27 April, 1865. Sultana diketahui mengangkut sekitar 2.000 orang, hampir enam kali dari kapasitas legal kapal yang hanya dapat mengangkut 376 orang saja. Kapal ini sendiri merupakan salah satu kapal yang disewa oleh pemerintah dengan 5 dolar untuk setiap tamtama dan 10 dolar untuk perwira. Akibatnya, para perusahaan kapal pun menyuap para pejabat militer untuk mengangkut tentara sebanyak mungkin.

Saat tengah menyusuri Sungai Mississippi, kapal meledak di tengah malam dan terbakar hingga pagi. Akibatnya, sekitar 1.600 orang meregang nyawa karena terbakar dan tenggelam. Ledakan ini sendiri diduga terjadi karena adanya kebocoran pada tiga dari empat boiler kapal. Kapal yang terlalu sesak penumpang serta arus air yang cepat memberikan tekanan berlebih pada boiler.

Mont Blanc (1917)

via warmuseum.ca

Pada tahun 1917, kecelakaan kapal laut menyeramkan Mont Blanc ikut menghancurkan kota di dekatnya akibat ledakan kapal. Hal ini terjadi di masa Perang Dunia I di sebuah kota pelabuhan Halifax, Nova Scotia, Kanada. Kapal-kapal yang berlabuh biasanya membawa suplai, tentara dan juga amunisi.

Lalu, pada 6 Desember, 1917, sebuah kapal Norwegia, Imo, meninggalkan pelabuhan dan bertabrakan dengan Mont Blanc yang kala itu tengah mengangkut bahan peledak. Mont Blanc yang terdorong ke pesisir menarik perhatian banyak orang ke tepian laut. Mont Blanc pun terbakar dan tak lama langsung meledak.

Saking kuatnya, ledakan menyebabkan kaca bangunan sejauh 80 km pecah dan menimbulkan tsunami setinggi 18 meter yang menerjang pesisir pantai Halifax dan Dartmouth. Sekitar 2,5 km persegi kota Halifax pun rata dengan tanah akibat ledakan, tsunami atau kebakaran setelah bangunan runtuh dan menimpa kompor, lentera atau perapian. Ledakan ini juga memakan korban hingga 1.800 jiwa sementara 9.000 terluka. Selain itu, 1.600 rumah juga ikut hancur. Kecelakaan kapal laut menyeramkan ini pun menjadi tragedi ledakan terbesar sebelum bom Hirosima dan Nagasaki.

Wilhelm Gustloff (1945)

via smithsonianmag.com

Salah satu kecelakaan kapal laut menyeramkan terjadi pada sebuah kapal bernama Motor Vessel Wilhelm Gustloff. Kapal satu ini mulanya digunakan sebagai kapal pesiar bagi para pekerja Jerman lalu menjadi kapal rumah sakit di awal Perang Dunia II pada 1939. Wilhelm Gustloff selanjutnya dialihfungsikan sebagai barak terapung lalu di penghujung perang digunakan untuk mengevakuasi tentara serta warga Jerman dari Prusia Utara.

Pada tanggal 30 Januari 1945, segera setelah jam menunjukkan pukul 21.00, kapal yang mengangkut sekitar 10.000 orang itu ditembak tiga peluru torpedo dari sebuah kapal selam Soviet. Kehadiran es menyulitkan penggunaan sekoci sementara kru yang terlatih untuk evakuasi telah terbunuh karena serangan torpedo atau terjebak di bawah dek.

Kapal Gustloff pun akhirnya tenggelam di bawah dinginnya gelombang laut Baltik satu jam setelahnya. Meski penyelamatan telah dilakukan dalam hitungan menit setelah panggilan SOS, hanya 1.200 orang saja yang berhasil diselamatkan. Sementara 9.000 lainnya harus meregang nyawa dan menjadikan Gustloff sebaagi salah satu kecelakaan kapal laut menyeramkan sekaligus mematikan di dunia.

Baca Juga: 7 Kisah Kapal Hantu Legendaris Yang Paling Mencekam

Kiangya (1948)

via thatsmags.com

Kecelakaan kapal laut menyeramkan terjadi pada tahun 1948 pada kapal uap bernama SS Kiangya akibat perang sipil yang terjadi di Tiongkok tahun 1940-an. Kala itu, kapal tersebut mengangkut ribuan pengungsi perang sipil. Kiangya sendiri seharusnya hanya mengangkut 1.186 penumpang. Sementara itu, manifes kapal menunjukkan angka 2.150 penumpang. Namun, banyak yang meyakini angka penumpang lebih dari itu. Karenanya, jumlah korban pun tidak dapat diketahui dengan pasti.

Kapal kemudian meledak di mulut Sungai Huangpu, sekitar 80 km dari utara Shanghai. Hal ini diyakini terjadi akibat tabrakan kapal dengan bekas pertambangan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang menghancurkan bagian buritan. Tim SAR sendiri terlambat mengetahui kecelakaan tersebut. Sekitar 2.750-3.920 diperkirakan meninggal sementara 700-1.000 terselamatkan dengan bantuan kapal lainnya. Kabarnya, para penumpang di dek bawah tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri sementara mereka yang berhasil mencapai dek atas harus berdiri dengan air dingin setinggi pinggang dan meneriakkan permintaan bantuan.

Doña Paz (1987)

via themaritimepost.com

Tragedi Motor Vessel Doña Paz adalah kecelakaan kapal laut menyeramkan lainnya yang terjadi pada tahun 1987 silam. Tepatnya pada tanggal 20 Desember 1987, Doña Paz meninggalkan pulau Leyte, Filipina, dengan tujuan Manila. Nahasnya, pada dini hari kapal tersebut bertabrakan dengan sebuah kapal tanker minyak, MT Vektor, yang tengah mengangkut 8.000 barel bahan peledak. Kapal tanker pun terbakar lalu menyebar hingga Doña Paz.

Para penumpang kebanyakan sedang tertidur kala ledakan terjadi. Selain itu, penumpang juga tidak bisa menemukan rompi pelampung di atas kapal sementara para kru tidak mampu mengarahkan para penumpang. Karenanya, mereka pun terpaksa melompat dari kapal dan berenang di antara tubuh-tubuh terbakar dan air yang berkobar di sekitar kapal.

Doña Paz lalu tenggelam dalam waktu dua jam sementara kapal tanker karam empat jam setelah ledakan. Berdasarkan data dokumen kapal, kapal tersebut hanya mengangkut 1.493 penumpang. Namun, kenyataannya, penumpang kapal mencapai angka 4.386. Dari banyaknya penumpang tersebut, hanya sekitar 26 yang selamat. 24 di antaranya adalah penumpang sementara dua lainnya merupakan kru kapal tanker yang berjumlah 13 orang. Kecelakaan ini sendiri dilaporkan membutuhkan waktu delapan jam hingga sampai ke otoritas maritim Filipina dan delapan jam lainnya untuk mengatur operasi SAR.

Baca Juga: Mencengangkan! Berikut Adalah 7 Fakta Kapal Titanic Yang Kamu Mungkin Belum Ketahui!

Biar nggak bosan terus di rumah, kamu bisa banget staycation di Bobobox sambil mencari tahu lebih banyak atau menonton hal-hal berbau tragedi kapal dan lainya. Kehadiran fitur moodlamp di dalam pod memungkinkan kamu untuk mengatur pencahayaan. Serasa di dalam bioskop mini deh! Masalah kenyamanan, tidak perlu kamu ragukan lagi! Interior podnya cukup luas dengan kasur empuk yang dijamin bikin kamu betah. Harganya pun cukup terjangkau. Kamu bahkan bisa mendapatkan kesempatan menginap dengan harga promo lewat aplikasi Bobobox! Yuk unduh aplikasinya untuk informasi lebih lanjut!

You might also like