Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Apakah Hubungan Aku Sudah Mulai Tidak Sehat? Ini Dia 10 Ciri-Ciri Hubungan Toxic!

Love yourself!

Setiap orang pasti mendambakan hubungan yang penuh cinta, kehangatan dan keharmonisan, namun nyatanya tidak sedikit yang terjebak dalam hubungan toxic. Hubungan toxic sendiri bisa diartikan sebagai hubungan yang beracun karena hubungan yang dijalani tidaklah sehat dan merugikan salah satu piha.

Dengan kata lain, hubungan ini melibatkan perilaku merusak atau beracun sehingga berdampak buruk baik secara fisik maupun mental. Dari segi fisik, hubungan semacam ini dapat memengaruhi kesehatan jantung serta kekebalan tubuh kamu akibat seringnya menahan rasa marah dan kesal terhadap perlakuan pasangan. Selain itu, smakin lama kamu terjebak dalam hubungan toxic, semakin tinggi risiko kamu mengalami stres, depresi hingga gangguan kecemasan.

Agar kamu tidak semakin jatuh dan terpuruk, kamu harus segera melepaskan diri dari jerat beracun itu. Memang tidak mudah, apalagi jika pikiran kamu masih diselimuti oleh rasa cinta mendalam terhadap pasangan kamu. karenanya, kamu harus bisa mengenali tanda-tanda apakah kamu sedang terjebak dalam hubungan toxic dengan pasangan kamu.

Untuk itu, berikut ini Bob sudah merangkum 10 ciri bahwa hubungan kamu sudah mulai tidak sehat. Jika tanda-tanda tersebut tampak tak asing dalam hubungan kamu, sebaiknya kamu segera berbenah dan membuat perubahan besar.

Terlalu Dikekang

freepik

Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa kamu berada dalam hubungan toxic adalah adanya satu pihak yang lebih mengontrol atau mengekang pihak lainnya. Dalam hal ini kehidupan kamu terlalu dikendalikan oleh pasangan kamu sehingga kamu pun tidak memiliki kebebasan.

Misalnya, pasangan kamu seringkali memaksakan kehendakanya sehingga apapun yang kamu lakukan harus melalui persetujuan dia meskipun kehendaknya tidak sejalan dengan keinginan kamu. Jika kamu tidak menuruti kemauannya, kamu mungkin dituduh tidak peduli atau sayang terhadap pasangan kamu itu. Akhirnya, kamu akan selalu mengikuti apapun kemauan pasangan kamu tanpa memedulikan keinginan kamu yang sebenarnya.

Sulit Menjadi Diri Sendiri

freepik/yanalya

Sulit menjadi diri sendiri adalah ciri lain bahwa kamu berada dalam hubungan toxic. Hal ini juga masih berkaitan dengan poin di atas. Dengan kata lain, karena kamu terlalu sering dikekang, kamu pun tidak bebas mengekspresikan diri kamu bahkan mengutarakan pendapat kamu sehingga hal ini membuat kamu tidak bisa menjadi diri sendiri lagi.

Selain itu, saat menjalani sebuah hubungan, kamu mungkin akan dituntut untuk berubah dengan dalih menyenangkan pasangan. Kamu mungkin akan mati-matian melakukan perubahan agar kamu mendapatkan pengakuan darinya.

Pasangan kamu juga mungkin akan menuntut kamu untuk berhenti menyukai sesuatu yang dalam pandangannya tidak ideal. Misalnya saja kamu merupakan seorang penggemar K-pop atau K-drama.

Namun, pasangan kamu menganggap hal tersebut tidak dewasa atau dia kurang menyukai konsep yang diusung dalam dunia K-pop karena tidak sesuai dengan seleranya. Agar dapat menyenangkan hatinya, kamu pun rela berhenti menyukai hal tersebut.

Jika itu perubahan yang kamu lakukan itu positif, tentu tidak masalah. Namun, jika perubahan itu malah membuat kamu merasa tidak nyaman dan kamu menjadi orang lain, tentu hal tersebut harus kamu hindari.

Dimanfaatkan

freepik/drobotdean

Jika pasangan kamu seringkali memanfaatkan kamu, itu tandanya kamu sedang terlibat hubungan toxic. Dalam sebuah hubungan, biasanya ada pemberi dan penerima. Penerima sendiri biasanya sering bersikap baik dan manis namun dengan maksud tertentu.

Hal-hal yang dimanfaatkan dari kamu bisa berupa uang, waktu, dan juga kasih sayang. Saat dimanfaatkan, pasangan kamu cenderung ingin memenuhi keinginannya tanpa merasa punya kewajiban untuk melakukan hal yang sama terhadap kamu.

Salah satu yang umum terjadi adalah ketika kamu selalu mengeluarkan uang untuk kebutuhan pasangan kamu. Sebut saja untuk makan dan minum, membeli barang, bahkan untuk membayar cicilan yang harganya tidak sedikit. Hal ini juga seringkali dibarengi dengan tidak adanya rasa menghargai dari pasangan kamu seperti ucapan terima kasih atas kebaikan kamu.

Dia bahkan tak segan-segan akan meninggalkan kamu jika keinginannya telah terpenuhi. Lebih parahnya lagi, dia bisa saja berperilaku buruk jika kamu tidak memenuhi keinginannya.

Merendahkan Kamu

freepik/nikaniki

Pasangan yang kerap kali merendahkan, menghina serta mengolok-olok kamu bahkan di depan umum membuat hubungan yang kamu jalani menjadi tidak sehat. Salah satu contohnya adalah saat dia meremehkan ketidakmampuan kamu saat mengerjakan sesuatu yang masih awam bagi kamu.

Dia bisa juga merendahkan kamu dengan memberikan kritik menohok tentang penampilan kamu. Ucapan-ucapan berbau merendahkan tentu dapat membuat kamu menjadi kurang percaya diri. Kamu juga merasa takut untuk mengungkapkan pendapat atau kesulitan kamu karena takut dia akan memberikan reaksi negatif dan kembali menghina kamu.

Selalu Disalahkan

freepik/pressfoto

Jika pasangan kamu selalu menyudutkan dan membuat kamu merasa bersalah, hubungan yang kamu jalani adalah hubungan toxic. Dia bisa saja tidak secara terang-terangan menyalahkan kamu. Namun, dia menggunakan cara halus sehingga membuat kamu merasa bersalah.

Di sisi lain, pasangan kamu juga bisa saja secara gamblang menyalahkan kamu tanpa peduli sikapnya itu membuat kamu sedih, kecewa dan marah. Dia akan selalu mencari celah untuk menyalahkan kamu bahkan saat dia yang sebenarnya melakukan kesalahan. Hal-hal seperti itu tentu akan membuat kamu selalu diliputi rasa bersalah sehingga kamu jadi sulit mengambil keputusan akibat takut disalahkan.

Posesif

freepik

Dalam sebuah hubungan, rasa ingin memiliki adalah hal yang lumrah. Namun, hal ini menjadi beracun jika rasa memiliki atau sikap posesif itu berlebihan. Sikap ini biasanya ditandai dengan intensitas pertanyaan tentang keseharian kamu yang berlebihan sifat mengatur, membatasi dan melarang yang berlebihan.

Hal tersebut seringkali dia jadikan alat untuk mengatur serta memanipulasi hidup kamu hingga ke hal-hal terkecil. Karenanya, kamu seolah tidak memiliki hak untuk menjalankan hidup kamu.

Salah satu contohnya adalah intensitas pertanyaan tentang keseharian kamu. Dalam satu menit saja tidak ada jawaban, pasangan kamu akan marah besar.

Selain itu, sikap posesif juga dapat dilihat dari kecenderungan rasa cemburu yang sangat besar. Misal, pasangan kamu akan cemburu jika kamu sedang chat dengan orang lain atau saat kamu berkumpul dengan teman-teman kamu.

Akibat rasa cemburu berlebih, pasangan kamu tidak segan-segan memeriksa ponsel kamu bahkan membajak email hingga akun media sosial kamu hingga melabrak orang yang dicemburui. Kecemburuan sendiri merupakan hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Namun, jika terlalu berlebihan kamu justru menjadi tidak nyaman karena hal itu menunjukkan tidak adanya rasa percaya dari pasangan kamu.

Kekerasan

freepik/syarifahbrit

Hubungan toxic jelas terjadi jika kamu mengalami kekerasan dari pasangan kamu. Pasangan seperti itu umumnya tidak sehat secara emosional sehingga seringkali bermain tangan saat terjadi perselisihan atau masalah. Dia bisa saja menampar, memukul, melempar benda, meninju, menendang atau mendorong saat emosinya tidak stabil.

Selain itu, kekerasan juga bisa berupa kekerasan verbal seperti penggunaan kata-kata yang kotor dan tidak pantas atau melakukan ancaman untuk menyakiti kamu jika kamu tidak patuh. Lebih parahnya, pasangan toxic juga dapat memaksa dengan melakukan kekerasan seksual seperti memeluk, mencium hingga berhubungan intim.

Mengungkit Kesalahan

freepik

Jika kamu dan pasangan seringkali mengungkit kesalahan saat berdebat atau berselisih, itu tandanya hubungan kalian hubungan toxic. Bukannya menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, kalian malah saling mengungkit kesalahan siapa yang paling besar di masa lalu.

Perilaku ini biasanya dilakukan sebagai pembenaran atas apa yang kamu atau pasangan kamu lakukan. Bentuk komunikasi ini tentu tidak sehat karena sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Banyak Rahasia

freepik

Komunikasi yang baik serta kejujuran merupakan beberapa hal yang mendasari sebuah hubungan yang sehat. Hubungan menjadi toxic jika pasangan kamu sering berbohong dan merahasiakan hal-hal yang penting dari kamu.

Teman dan Keluarga Membenci Pasangan Kamu

freepik/rawpixel.com

Saat berada dalam hubungan toxic, kamu mungkin tidak menyadarinya sama sekali. Di saat seperti itu, pendapat orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman merupakan tanda yang paling penting untuk mengetahui seberapa beracun hubungan kamu dengan pasangan. Maka dari itu, sebaiknya kamu mendengarkan pendapat mereka tentang hubungan kamu.

Refresh Diri Kamu di Bobobox

Jika kamu berada dalam hubungan toxic atau baru saja keluar dari hubungan semacam itu, kini saatnya kamu berbenah dan menata diri kamu. Jauhkan juga diri kamu dari pengaruh pasangan yang toxic agar kamu bisa berpikir jernih. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan agar pikiran kamu lebih resfreshed adalah dengan staycation di Bobobox.

Hotelnya nyaman dan harganya pun terjangkau. Kamu juga akan dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas yang akan membuat kamu melupakan hubungan beracun kamu.

Kamu bisa menyusun lembaran hidup baru sambil mendengarkan alunan musik favorit kamu dengan fitur Bluetooth speaker yang ada dalam pod kamu. Manfaatkan pula Wi-Fi kencang yang tersedia di seluruh area Bobobox. Kamu bisa berselancar di dunia maya sepuasnya agar kamu bisa melupakan hubungan toxic yang mengganggu hidup kamu.

Manfaatkan pula fitur mood lamp untuk mengatur warna cahay dalam pod sehingga sesuai dengan mood kamu. Kamu bisa menggunakannya untuk latar foto dan tunjukkan kalau kamu happy setelah terbebas dari hubungan toxic.

Yuk segera unduh aplikasinya di PlayStore dan App Store dan refresh diri kamu di Bobobox!

You might also like