Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Hari Kartini

Tanggal 21 April yang diperingati sebagai Hari Kartini memiliki sejarah yang panjang tentang perjuangan emansipasi perempuan.

Perayaan Hari Kartini yang diselenggarakan setiap 21 April identik dengan karnaval anak-anak atau penggunaan baju adat oleh karyawan di beberapa instansi. Namun, pemaknaan Hari Kartini seharusnya bisa lebih dari hanya sekadar selebrasi menggunakan baju adat.

Siapa yang tidak tahu Kartini. Seorang pahlawan nasional dan tokoh emansipasi wanita Indonesia yang hari lahirnya diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahun. Perjuangannya untuk wanita Indonesia supaya mendapatkan pendidikan yang setara di zamannya memang bukan hal yang mudah.

Perjuangannya untuk kemajuan wanita Indonesia pun diabadikan oleh sebuah lagu yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman untuk mengenang jasanya. Tapi, apakah kamu benar-benar mengenal siapa itu Ibu Kartini? Mengapa setiap 21 April dirayakan sebagai Hari Kartini?

Putri Priyayi Jawa

Hari Kartini
https://www.boombastis.com/fakta-kartini/69290

Kartini bisa dibilang perempuan yang cukup beruntung di zamannya. Ia adalah seorang putri dari Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Keluarga Kartini selain terpandang pun terkenal intelektual. Kakak Kartini, Raden Mas Panji Sosrokartono mampu menguasai 35 bahasa dan dijuluki si Jenius dari Timur.

Karena Kartini adalah putri seorang priyayi, Kartini mendapatkan beberapa hak istimewa bagi perempuan di zamannya, yaitu bersekolah. Ia sempat bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) sampai usia 12 tahun.

ELS termasuk sekolah dasar elite pada zaman kolonial. Berkat bersekolah di ELS itulah Kartini pun bisa menguasai Bahasa Belanda dengan baik. Sayangnya, Kartini harus mengikuti adat istiadat Jawa pada zamannya dan terpaksa berhenti bersekolah pada usia 12 tahun.

Putus Sekolah di Usia 12 Tahun

Alasan Kartini berhenti sekolah adalah hanya karena dia perempuan. Perempuan Jawa pada zaman kolonial memang tidak diprioritaskan untuk sekolah. Pendidikan untuk perempuan Jawa hanya sebatas tata krama wanita dan kemampuan untuk mengurus ranah domestik saja.

Kartini kecil pun harus dipingit di usianya yang ke 12 sampai ada pria yang mau melamar lalu Kartini bisa keluar dari pingitan untuk mengikuti suaminya. Pemberhentian sekolah Kartini bukannya tanpa protes dari Kartini sendiri.

Kartini sangat suka bersekolah dan mulai mempertanyakan kenapa kakak-kakak laki-lakinya boleh bersekolah tinggi hingga ke Belanda namun ia harus berhenti dan tinggal di rumah. Kartini merasa dia pun sebenarnya mampu untuk bersekolah hingga ke Belanda jika diberi kesempatan.

Namun Kartini kecil pun hanya bisa mengikuti adat istiadat yang berlaku bahwa perempuan harus dipingit sebelum menikah dan merelakan pendidikannya terhenti. Namun, Kartini belum mau kalah.

Berkorespondensi Dengan Teman-Teman Belanda

Hari Kartini
https://pandita.id/kutipan-surat-ra-kartini/

Selama dalam masa pingitan, Kartini tidak berhenti belajar. Dia berlangganan beberapa majalah berbahasa Belanda dan sangat giat membaca. Dari membaca itulah Kartini mengetahui apa yang terjadi di dunia luar.

Selain membaca, Kartini juga berkesempatan untuk berkorespondensi atau menulis surat kepada teman-teman perempuannya yang berada di Belanda. Salah satunya adalah Estelle Zeehandelaar.

Kartini dan Estelle bersahabat baik. Estelle sendiri tidak pernah ke Indonesia dan sangat takjub dengan cerita Kartini dengan budaya Jawa dan adat istiadat dimana Kartini tinggal. Sebaliknya, Estelle pun menceritakan tentang perkembangan yang terjadi di Eropa terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya.

Pertukaran pikiran dan kebudayaan antara Kartini dan Estelle inilah yang berkontribusi banyak pada kemajuan pemikiran Kartini.

Dalam surat-surat Kartini yang diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Door Duisternis tot Litch (Habis Gelap Terbitlah Terang) menggambarkan bagaimana pemikiran-pemikiran Kartini yang sudah sangat maju melampaui pemikiran wanita siapapun di zamannya.

Menikah dan Tutup Usia

Selama berada dalam masa pingitan bertahun-tahun, akhirnya Kartini pun menikah pada usia 24 tahun. Pada zaman kolonial, usia Kartini sudah termasuk tua untuk menikah. Namun, Kartini merasa bahwa dia telah memilih pasangan yang tepat untuk membina rumah tangga.

Pria beruntung itu adalah seorang priyayi juga. Beliau adalah Raden Adipati Djojodiningrat yang merupakan Bupati Rembang yang telah memiliki empat orang istri. Dalam suratnya untuk salah satu temannya di Belanda, Kartini menulis bahwa calon suaminya adalah pria yang cerdas dan berpikiran maju.

Terbukti Raden Adipati Djojodiningrat mendukung keputusan Kartini untuk meraih mimpinya. Beliau pun memberikan tempat di kompleks kantor Kabupaten Rembang untuk Kartini membuka sekolah khusus perempuan.

Namun, Kartini harus tutup usia di usia yang masih sangat muda, 25 tahun. Kartini wafat empat hari sejak melahirkan putra satu-satunya pada tanggal 17 September 1904. Namun perjuangan Kartini untuk kemajuan wanita Indonesia sudah bisa dirasakan hingga sekarang dan selalu dikenang setiap Hari Kartini.

Hari Kartini Untuk Perempuan Indonesia

Hari Kartini
https://www.urbanicon.co.id/magazine/makna-hari-kartini-bagi-wanita-indonesia/

Perjuangan Kartini tidaklah sia-sia. Pada 3 Agustus 1964, Kartini diangkat menjadi pahlawan nasional dimana Hari Kartini diperingati tanggal 21 April di setiap tahunnya. Peringatan Hari Kartini menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang kembali bahwa negara ini pernah punya pahlawan wanita yang hebat.

Perjuangan untuk memajukan perempuan memang tidak dilakukan oleh Kartini saja. Beberapa perempuan hebat baik yang dinobatkan menjadi pahlawan nasional maupun tidak tetap berjasa. Maka dari itu Hari Kartini diperingati tidak hanya untuk perempuan-perempuan yang berjasa untuk negeri tapi untuk setiap perempuan Indonesia.

Hari Kartini lah yang seharusnya menjadi ajang perenungan terutama bagi perempuan bahwa tanpa pahlawan-pahlawan tersebut, perempuan Indonesia tidak akan seperti hari ini.

Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kerap dirayakan di berbagai tempat dari tahun ke tahun. Perayaan-perayaan Hari Kartini bermacam-macam jenisnya dari yang sangat khidmat hingga yang unik dan menarik.

Seperti perayaan Hari Kartini di Jogjakarta dimana ibu-ibu berlomba gerobak sapi. Ada pula upacara peringatan Hari Kartini yang menggunakan Bahasa Jawa atau perayaan Hari Kartini lainnya di Surabaya dimana ibu-ibu bermain tenis mengenakan kebaya.

Terlepas dari berbagai perayaan Hari Kartini yang meriah di berbagai daerah. Ada baiknya kita merenungkan kembali makna cita-cita Kartini untuk direnungkan di Hari Kartini. Apakah perjuangan perempuan Indonesia telah selesai? Apakah perempuan sudah mencapai kesetaraan dan keadilan gender?

Yuk, rayakan Hari Kartini dengan perayaan yang meriah serta perenungan yang khidmat, merayakan dan mensyukuri kebebasan berpikir perempuan Indonesia. Namun, jangan lupa, jadikan juga perayaan dan peringatan Hari kartini sebagai momentum untuk saling bekerja sama baik laki-laki maupun perempuan untuk meneruskan perjuangan Ibu Kartini.

Bobobox Bukti Kerja Sama Yang Baik

Hari Kartini

Bobobox selalu mengutamakan interaksi-interaksi positif baik antar karyawan maupun karyawan dan tamu. Kalau kamu menginap di Bobobox, selain privasi kamu benar-benar terjamin, kamu pun tetap akan mendapatkan pelayanan maksimal dari karyawan kami.

Bobobox juga menjamin keamananmu. Jika kamu perempuan dan berencana untuk menginap sendiri di Bobobox, kamu tidak perlu takut atau khawatir. Sistem keamanan Bobobox sudah sangat canggih dimana kamu hanya bisa mengakses pods Bobobox melalui telepon pintarmu saja.

Untuk masalah kebersihan dan kenyamanan, jangan ditanya lagi deh. Di tengah wabah corona saat ini, Bobobox meningkatkan sistem kebersihan berkali-kali lipat supaya kesehatan dan keamananmu dan karyawan Bobobox tetap terjaga.

Saat ini, Bobobox menjadi pilihan karantina diri karena tempatnya yang nyaman, kebersihan terjaga, serta fasilitas kebersihan yang selalu tersedia. Memperingati Hari Kartini juga bisa di Bobobox loh. Tunggu apa lagi. Download aplikasi Bobobox hanya disini.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.