Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Hari Buku Anak Sedunia

Mari kita rayakan Hari Buku Anak Sedunia untuk masa depan literasi Indonesia yang lebih baik.

Siapa sih yang tidak suka baca buku? Saat ini, seiring tingkat literasi masyarakat yang semakin tinggi dimana angka melek huruf di Indonesia sudah lebih dari 90%, kegiatan membaca buku bukan hal yang asing lagi. Mulai dari buku anak hingga buku-buku professional mudah di dapat di toko buku terdekat.

Nah, bagi kalian yang belum tahu, kegiatan membaca buku pun ada perayaannya loh. Setiap tanggal 2 April setiap tahunnya, dunia merayakan Hari Buku Anak Sedunia. Ada apa sih perayaan Buku Anak Sedunia ini dan apa sejarahnya?

Hans Christian Andersen, Bapak Dongeng Dunia

buku anak
https://kumparan.com/tutur-literatur/baru-tahu-hans-christian-andersen-part-2

‘Hari Buku Anak Sedunia pertama kali dicetuskan oleh sebuah organisasi yang bernama International Board of Books for Young People (IBBY) pada tahun 1966. Sejak saat itu, Hari Buku Anak Sedunia tetap dirayakan setiap tanggal 2 April untuk mengenang bapak dongeng dunia, Hans Christian Andersen.

Bagi kamu yang semasa kecil hobi membaca buku, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. Hans Christian Andersen adalah seorang penulis cerita anak yang berasal dari negara Denmark. Beberapa karyanya yang terkenal sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan masih diterbitkan hingga hari ini.

Kamu pasti pernah mendengar atau membaca buku yang berjudul Si Itik Buruk Rupa, Gadis Penjual Korek Api, atau pun Legenda Putri Duyung. Ya ketiga buku tersebut merupakan beberapa dari sekian banyak karya Hans Christian Andersen yang mendunia.

Hans Christian Andersen sendiri lahir di Denmark pada 2 April 1805. Tanggal kelahiran beliau lah yang menjadi penanda Hari Buku Anak Sedunia sebagai penghargaan atas kontribusi beliau memperkaya khazanah cerita dan buku anak bagi dunia.

Dari Denmark Untuk Dunia

Hans Christian Andersen memang telah berjasa dalam menyumbang karya-karya sastra anak terbaik untuk dunia. Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan Hans Christian Andersen di masa lalu. Ternyata menulis buku anak bukanlah pekerjaan yang mudah.

Andersen kecil berasal dari keluarga kelas bawah dimana ayahnya adalah seorang pembuat sepatu dan ibunya membantu mencucikan baju tetangga. Namun, sejak kecil, Hans Christian Andersen telah menunjukkan minat terhadap cerita anak dan dongeng.

Hingga akhirnya Hans Christian Andersen mendapat beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan kuliah dan memulai karirnya dalam bidang literasi setelah lulus. Namun, sebelum menulis buku anak, Hans Christian Andersen lebih dulu melakoni pekerjaan sebagai penulis naskah drama dan puisi.

Bahkan, sempat buku anak-anak yang dia tulis tidak dihargai dan dijual murah. Namun, karena ide-ide buku anak Andersen yang otentik membuat karya-karya Hans Christian Andersen abadi hingga kini. Dengan alasan itulah Hari Buku Anak Sedunia jatuh pada hari kelahirannya.

Merayakan Hari Buku Anak Sedunia

buku anak
https://www.marcellinamaria.my.id/index.php/10-writing/142-multicultural-children-s-book-day-hour-of-the-bees

Bagaimana sih cara merayakan Hari Buku Anak Sedunia? Di Indonesia sendiri, perayaan Hari Buku Anak Sedunia memang belum menjadi rutinitas baik di sekolah maupun di event-event lain. Namun, tahukah kamu, perayaan Hari Buku Anak Sedunia sudah menjadi perayaan tahunan di negara lain?

Di beberapa negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, setiap sekolah, perpustakaan dan toko buku biasanya menyelenggarakan event tahunan untuk merayakan Hari Buku Anak Sedunia. Kegiatan mendongeng untuk anak biasanya tidak pernah luput dari acara-acara ini.

Selain itu, kegiatan membaca buku anak bersama dengan penulisnya pun selalu menjadi kegiatan ekstra untuk merayakan Hari Buku Anak Sedunia.

Para orangtua pun tidak mau ketinggalan dalam merayakan Hari Buku Anak ini. Mereka biasanya memanfaatkan momen hari buku anak untuk mengajak anak mereka ke perpustakaan atau toko buku terdekat untuk membeli buku anak bersama-sama.

Kegiatan di sekolah pun tidak kalah seru. Anak-anak akan didorong untuk menulis dongeng dan ceritanya sendiri yang kemudian akan dibacakan, dipajang atau dibukukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis anak sejak dini.

Kegiatan-kegiatan seru pada Hari Buku Anak Sedunia sebenarnya masih banyak lagi. Semoga ke depannya semua sekolah, toko buku, dan perpustakaan di Indonesia juga bisa menyelenggarakan event yang sama ya.

Tantangan Literasi di Indonesia

Pada tahun 2016, UNESCO mengadakan survey yang bertajuk Negara dengan Tingkat Literasi Tertinggi (World’s Most Literate Nations). Dari 61 negara yang di survey oleh UNESCO, Indonesia berada di urutan 60 atau setingkat lebih tinggi dari Botswana yang berada di urutan paling bontot.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat melek huruf di Indonesia sudah tinggi namun tidak berbanding lurus dengan minat baca masyarakat. Belum lagi dilansir dari data World Bank, persentase buta huruf fungsional di Indonesia mencapai 55%!

Apa sih buta huruf fungsional itu? Buta huruf fungsional adalah suatu kondisi dimana seseorang bisa membaca namun kurang memahami isi dan konteks dari bacaannya tersebut. Hal ini sudah termasuk gawat karena berarti banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa membaca dengan benar.

Sulitnya Akses Untuk Membaca

buku anak
https://nusantaranews.co/peduli-membaca-mahasiswa-uin-jogja-kirim-3-690-buku-ke-beberapa-daerah/

Tantangan selanjutnya adalah kurangnya akses terhadap buku anak bagi masyarakat dan anak-anak yang tinggal di pelosok Indonesia. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara kita dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

Yang terakhir yang menjadi kendala utama rendahnya minat baca masyarakat Indonesia adalah bagaimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget, games, menonton televisi, dan bersosial media.

Hal ini memang tidak sepenuhnya buruk, namun sangat mempengaruhi tingkat literasi suatu negara. Salah satu manfaat membaca sejak dini adalah mengasah kemampuan berpikir kritis. Jika pondasi membaca saja belum kuat, maka bisa dipastikan kemampuan berpikir kritis dalam menggunakan teknologi informasi yang lainnya pun rendah.

Apalagi saat ini gelombang hoax siap menghempas siapapun pengguna media online. Saat-saat seperti inilah kemampuan membaca kritis sangat diperlukan dan bisa dilatih dengan membiasakan anak membaca buku sejak dini.

Maka dari itu, Hari Buku anak Sedunia memiliki misi mulia yaitu untuk membiasakan anak membaca buku sejak dini. Membaca buku sejak kecil akan membantu anak mengembangkan pola berpikir yang akan berguna saat mereka dewasa nanti.

Yuk, mulai sekarang mulai membaca buku dan bersama-sama membiasakan adik-adikmu atau anak-anakmu untuk terbiasa dengan buku sejak dini.

Me Time? Bobobox Saja

buku anak

Kegiatan membaca buku selalu identik dengan me time atau waktu sendiri. Untuk bisa fokus membaca buku, kamu memang membutuhkan tempat yang tenang dan nyaman. Nah, tidak usah pusing-pusing mencari tempat membaca buku kalau ada Bobobox.

Bobobox adalah hotel kapsul pertama yang terintegrasi IoT. Namun, tidak semata teknologi canggih yang diusung Bobobox namun kenyamanan dan keamanan kamu tetap menjadi nomor satu. Di Bobobox kamu bisa mendapatkan me time maksimal sambil membaca buku dengan tenang dan nyaman.

Bobobox juga memiliki tempat bersama dimana kamu bisa bersosialisasi dengan mengobrol atau nongkrong dengan teman dan keluargamu. Tunggu apalagi segera download aplikasi Bobobox dan booking podsnya sebelum kehabisan.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.