Bobobox Indonesia
Experience More For Less sleep better and be inspired

Hal-hal yang Membuat Kamu Sulit Menabung Meski Berpenghasilan Besar

Gaji besar, tapi kok habis terus. Kenapa ya?

Selain untuk mengembangkan bakat dan pengetahuan yang dimiliki, alasan orang bekerja adalah untuk memperoleh penghasilan. Penghasilan atau gaji tersebut tentu untuk menunjang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari maupun untuk masa mendatang.

Seseorang tentu saja ingin menikmati hasil kerja keras mereka. Misalnya menggunakan penghasilan untuk sesekali memanjakan diri atau menunjang gaya hidup. Semakin besar penghasilan tentu saja semakin banyak hal yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan hasil kerja keras tersebut.

penghasilan besar

Namun, kebanyakan orang yang sudah bekerja dengan penghasilan besar masih saja memiliki keluhan atas masalah finansialnya. Banyak yang bertanya-tanya mengapa saat penghasilan mereka tidak terlalu besar justru kebutuhan terpenuhi dengan baik. Tetapi ketika penghasilan mereka lebih besar malah dirasa tidak cukup.

Hal itu salah satunya disebabkan oleh pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Saat penghasilan kecil atau pas-pasan, orang akan terbiasa dengan hidup hemat dan penuh perhitungan. Namun ketika penghasilan meningkat, hal tersebut perlahan-lahan ditinggalkan. Merasa memiliki uang yang cukup, hingga mencoba segala hal tanpa perhitungan.

Bob kali ini akan mengulas tentang beberapa hal yang membuat kamu sulit menabung padahal penghasilan besar. Kira-kira apa saja ya?

Sulit Membedakan Konsumsi dan Investasi

Kebanyakan orang memiliki gaya hidup yang konsumtif saat mereka memiliki banyak uang. Semakin banyaknya pundi-pundi, semakin banyak pula yang dibeli. Hingga menyebabkan mereka terlena dengan kemudahan-kemudahan yang didapatkan dengan mengeluarkan sejumlah uang.

Hal tersebut kemudian membuat mereka lupa untuk menabung atau berinvestasi. Membeli barang-barang yang sifatnya hanya sementara atau sekali pakai merupakan gaya hidup konsumtif. Seperti halnya makan di restoran, di kafe, membeli baju, membeli make up, gadget baru dan lainnya.

Karena pada dasarnya, hal-hal tersebut nilai jualnya akan merosot seiring waktu. Banyak yang keliru juga mengenai gadget, kendaraan, atau pakaian sebagai investasi. Berpikir bahwa benda-benda tersebut bisa dengan mudah dijual kembali saat sewaktu-waktu sedang membutuhkan uang.

Padahal barang-barang tersebut jika dijual lagi terutama jika sudah pernah dipakai nilainya akan turun. Berbeda dengan jika kamu membeli emas atau lahan. Harga jual emas selalu mengalami fluktuasi tergantung dengan naik turunnya nilai mata uang.

Dengan memerhatikan hal tersebut maka kamu bisa menjual emas dengan harga yang lebih tinggi dari saat kamu membelinya. Oleh sebab itu mulailah untuk mengurangi gaya hidup konsumtif dan perbanyak berinvestasi. Karena gajimu bisa saja habis sewaktu-waktu atau banyak hal tak terduga lainnya.

Kurang Mempertimbangkan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana merasa memiliki gaji yang cukup besar namun tetap merasa kekurangan, terutama saat di akhir bulan. Hal itu salah satunya disebabkan karena kamu kalap saat menerima gaji, sehingga banyak pengeluaran yang tidak disadari atau diperhitungkan sebelumnya.

Menumpuknya pekerjaan dan tekanan di tempat kerja, serta kebosanan akan rutinitas membuat kamu “membalas dendam” saat kamu gajian. Padahal sebenarnya tidak semua pengeluaranmu itu kamu gunakan untuk sesuatu yang kamu butuhkan. Seperti membeli sepatu baru padahal sepatu yang kamu miliki masih nyaman dan bagus.

Cobalah untuk sedikit mengerem saat kamu menerima gaji. Cek kembali pengeluaranmu, apakah yang kamu keluarkan itu digunakan benar-benar untuk kebutuhan primer atau hanya lapar mata. Bedakan antara kebutuhan dengan keinginan karena belum tentu yang kamu inginkan adalah yang kamu butuhkan.

Kebanyakan orang terlalu mengedepankan keinginannya dibanding kebutuhan sehingga membuat pengeluaran menjadi bengkak dan sia-sia bahkan mubazir. Bisa jadi kamu salah mengalokasikan pengeluaranmu sesuai prioritasnya. Bahkan mungkin kamu tidak membuat rincian prioritas.

Malas Membuat Perencanaan Keuangan

Malas untuk membuat perencanaan keuangan dan pengeluaran juga menjadi hal yang membuat gaji besarmu habis tak tentu. Hal itu bukan hanya dialami oleh pekerja dengan usia 20-an, bahkan orang yang lebih tua juga masih minim kesadaran tentang pentingnya membuat perencanaan keuangan.

Dengan alasan ribet dan uang bisa dicari lagi membuat mereka lebih suka menghabiskan uang dengan tak teratur dan senang berutang. Menganggap bahwa menggunakan kartu kredit atau mengajukan pinjaman itu mudah dan bisa dikembalikan tanpa adanya kesulitan.

Padahal kebiasaan berutang akan menyebabkan keuangan tidak stabil dan tidak bisa menabung. Cobalah untuk membuat perencanaan keuangan supaya pengeluaranmu terkendali dan tidak perlu berutang walaupun sedikit. Keuanganmu tidak selalu bagus sehingga kamu harus memiliki perhitungan untuk yang terburuk sekalipun.

Tidak Memisahkan Rekening Tabungan dan Operasional

Hal yang mendasar yang membuat kamu sulit menabung walau memiliki penghasilan yang mencukupi adalah menggabungkan rekening tabungan dan operasional. Ini menyebabkan uang yang ada di rekeningmu habis karena pengeluaran yang tak terkendali.

Uang yang sebenarnya kamu niatkan untuk tabungan menjadi terpakai karena rekening yang tidak dipisahkan. Padahal jika kamu memisahkan keduanya kamu lebih bisa memperhitungkan dan berhati-hati saat akan menggunakan uang. Jika berada di rekening yang sama kamu tidak akan menyadari bahwa uang yang kamu pakai itu adalah tabungan.

Terlalu Menjunjung Tinggi Prinsip You Only Live Once (YOLO)

Ini dia yang menjadi penyebab kebanyakan orang tidak bisa menabung. Tentu wajar jika pekerja dengan usia muda memiliki banyak keinginan atau bucket list untuk diwujudkan. Banyak mengeksplor hal baru memang baik, namun jangan sampai membuatmu lupa untuk berinvestasi jangka panjang.

Dengan memegang prinsip YOLO memang membuat kita rasanya ingin hidup sesuai keinginan tanpa batasan. Prinsip tersebut bisa juga membuatmu nantinya tersiksa sendiri karena tidak punya tabungan. Jangan sampai prinsip YOLO -mu ini menghabiskan sebagian besar penghasilanmu ya.

Mengutamakan Gengsi

penghasilan besar

Semakin tinggi jabatan, semakin besar penghasilan, semakin tinggi pula gengsi dan gaya hidup seseorang. Kondisi keuangan yang meningkat membuat kita menjadi lupa diri dan mulai membeli barang-barang bermerk demi menunjang gaya hidup dan posisi di kantor.

Namun, jika kamu mengutamakan gengsi tentu saja ada konsekuensinya. Kamu harus terima jika kerap kali mengalami keadaan bokek di akhir bulan. Membeli skincare yang tadinya hanya produk lokal yang bisa dibeli drug store menjadi perawatan ke klinik kecantikan hanya karena gengsi semata.

Contoh lainnya adalah membeli pakaian atau tas bermerk dibandingkan membeli produk lokal padahal fungsinya sama saja. Lebih sering makan ke restoran mewah dibandingkan memasak sendiri atau beli di warung. Hal-hal sepeti itu akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menghabiskan semua penghasilanmu.

Liburan Hemat dengan Bobobox

Mau liburan tapi ingin tetap bisa menabung? Menginap di Bobobox aja! Kamu tetap bisa menikmati liburanmu dengan nyaman tanpa khawatir kantongmu jebol. Dapatkan pods dengan fasilitas oke dan teknologi canggih dengan harga yang terjangkau.

Pods dilengkapi dengan kasur yang empuk, speaker dengan bluetooth, dan lampu LED yang bisa kamu ubah warnanya sesuai keinginanmu. Pesan pods –nya sekarang melalui aplikasi bobobox atau klik di link ini.

You might also like